Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Pemuda Terhadap Organisasi Kepemudaan Dan Pengaruhnya Terhadap Minat Bergabung (Studi Kasus Kab. Kolaka) Syahrul Andi; Nurasi Surkiyah; Safira Safira; Edi Usman; Askahar Askahar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam persepsi pemuda terhadap organisasi kepemudaan serta implikasinya terhadap minat mereka untuk bergabung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis guna mengungkap makna yang dibangun pemuda terkait keberadaan, relevansi, dan fungsi organisasi kepemudaan dalam konteks sosialnya. Informan dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling dengan kriteria pemuda berusia 18–40 tahun, pernah atau belum pernah terlibat dalam organisasi kepemudaan, serta bersedia memberikan informasi secara reflektif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara sistematis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pemuda dibentuk oleh beberapa faktor utama, yaitu relevansi program, kualitas kepemimpinan, pengalaman interaksi, citra organisasi, lingkungan sosial, dan tingkat transparansi organisasi. Persepsi positif muncul ketika organisasi mampu menyediakan program yang adaptif dan inovatif, menerapkan kepemimpinan yang inklusif, serta menciptakan ruang partisipasi yang setara, sedangkan persepsi negatif terbentuk ketika program dinilai stagnan, kepemimpinan bersifat hierarkis, dan komunikasi organisasi kurang transparan. Persepsi tersebut berpengaruh secara langsung terhadap minat pemuda untuk bergabung, di mana keterlibatan hanya terjadi apabila pemuda melihat adanya manfaat nyata, kesesuaian dengan kebutuhan, dan konsistensi nilai organisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembenahan desain program, peningkatan kualitas kepemimpinan, serta penguatan strategi komunikasi digital agar organisasi kepemudaan lebih relevan dan menarik bagi generasi muda
Evaluasi Pengajaran Pendidikan Jasmani Berbasis Teknologi Digital:Suatu Kajian Kepustakaan dengan Pendekatan Review Naratif Syahrul Andi; Marni Marni; Nisma Wati; Flora Aulia; Muh. Ramadhan
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pengajaran Pendidikan Jasmani berbasis teknologi digital melalui kajian kepustakaan dengan pendekatan review naratif. Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut pengembangan model pembelajaran yang adaptif dan relevan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Teknologi seperti aplikasi analisis gerak, video instruksional, learning management system, serta media pembelajaran interaktif menunjukkan potensi signifikan dalam mendukung pemahaman teknik, meningkatkan motivasi siswa, dan memperkuat evaluasi performa fisik. Kendati demikian, hasil sintesis literatur mengungkap bahwa implementasi teknologi di kelas Penjas masih terkendala rendahnya literasi digital guru, ketimpangan infrastruktur antarsekolah, variasi kebijakan institusional, dan belum adanya panduan implementasi yang terstandar. Analisis tematik terhadap sumber nasional dan internasional menegaskan bahwa efektivitas integrasi teknologi bergantung pada kesiapan pendidik, dukungan kelembagaan, serta keselarasan teknologi dengan tujuan pedagogis. Temuan ini menegaskan pentingnya program pengembangan profesional guru, peningkatan sarana berbasis TIK, dan penelitian lanjutan untuk menilai dampak jangka panjang teknologi terhadap kemampuan fisik, sosial, afektif, dan kognitif siswa. Kajian ini diharapkan memperkaya literatur ilmiah serta menjadi dasar konseptual bagi pengembangan model pembelajaran Penjas digital yang lebih sistematis dan berbasis bukti.