Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAGEMENT OF “SIGAP-ANESTHESI”: SYNERGY OF AMPLE EDUCATION AND BASIC LIFE SUPPORT TO ENHANCE PRE-ANESTHESIA PREPAREDNESS OF HYPERTENSIVE PATIENTS’ FAMILIES IN THE CENTRAL SURGICAL INSTALLATION WAITING AREA OF BANGLI REGIONAL GENERAL HOSPITAL Ni Putu Yusniawati, Yustina; Shuarsedana Putra, I Gde Agus; Ileatan Lewar, Emanuel; Sri Rahayuni, Ni Wayan; Angelina Djami, Rani Valentina; Juniawan, Putu Denny; Carisa Meikayani, Ida Ayu; Feri Irawan, I Kadek
Community Service Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v7i2.868

Abstract

Hypertension is a chronic condition that often remains asymptomatic but is associated with a high risk of perioperative complications. In adults, hypertension is classified as essential or secondary, while in pregnancy it presents as gestational hypertension or preeclampsia, which may progress to HELLP syndrome. Patients with hypertension undergoing surgical procedures are at increased risk of complications, including stroke, arrhythmias, and mortality, particularly when blood pressure is poorly controlled. Certain anesthetic agents, such as sevoflurane and propofol, may induce significant hypotension, highlighting the importance of comprehensive pre-anesthetic assessment. The AMPLE approach (Allergy, Medication, Past Medical History, Last Meal, Environment/Event) serves as a systematic method to identify perioperative risks and support safe anesthesia planning.Preliminary observations at Bangli Regional Hospital reported 20–30 surgical cases with comorbid hypertension per month, including 10–20 cases of gestational hypertension. To address this issue, a community service program was conducted to provide education on pre-anesthetic assessment using AMPLE and Basic Life Support (BLS) training for patients’ families. The program was positively received, with participants demonstrating appropriate BLS techniques and actively engaging during counseling sessions. These findings suggest that routine implementation of AMPLE education and BLS training may enhance family preparedness and patient safety in perioperative and emergency situations.
Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi di Indonesia : Literature Review Yusniawati, Yustina Ni Putu; Lewar, Emanuel Ileatan; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Parwati, Putu Atika; Devi, Ni Luh Putu Lusiana; Maharyawan, I Wayan Agus; Dewi, Ni Nyoman Ari Kundari; Tripayana, I Nyoman; Suyasa, Agus Baratha; Sukmawati, Ni Wayan Eni; Putri, I Gusti Ayu Nandita Arta; Karisma, Putu Ayu; Juniawan, Putu Denny
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.364-373

Abstract

Kesiapsiagaan merupakan suatu proses menyiapkan masyarakat untuk siap baik secara pengetahuan, sikap, dan sarana prasarana terutama pada daerah daerah yang memiliki resiko jiwa terhadap bencana gempa bumi. Saat ini pemahaman masyarakat terkait kesiapsiagaan tergolong masih kurang dan sarana prasaranan dalam melakukan tatalaksana gempa bumi juga masih belum maksimal. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut dalam melihat bagaimana kesiapsiagaan masyarakat Indonesia terhadap kejadian gempa bumi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana literatur tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghdapi bencana gempa bumi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur (literature review) yaitu google scolar. Artikel yang diperoleh dipilih berdasarkan publikasi yang diterbitkan antara tahun 2020–2025. Berdasarkan hasil tinjauan sistematis terhadap 9 artikel penelitian, diketahui bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi secara umum berada pada tingkat cukup hingga tinggi, khususnya pada daerah-daerah yang sudah mendapatkan sosialisasi, edukasi, dan simulasi bencana. Pelatihan, penyuluhan, dan pendekatan berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat. Namun, masih terdapat wilayah tertentu yang memiliki tingkat kesiapsiagaan rendah akibat kurangnya pemahaman terhadap risiko dan ketergantungan terhadap mitos lokal yang tidak ilmiah. Faktor lain seperti resiliensi komunitas juga berpengaruh signifikan terhadap kesiapsiagaan masyarakat. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana gempa bumi bervariasi, dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sosialisasi, sarana prasarana, kearifan lokal, dan resiliensi komunitas. Upaya edukasi dan simulasi secara berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat secara merata di seluruh wilayah.Kata Kunci: bencana, gempa bumi, kesiapsiagaan, masyarakat, mitigasi