Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Perawat Terhadap Pelaksanaan Triase Anak Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Serli Fitri; Tengku Abdur Rasyid; Vella Yovinna Tobing
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.895 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.9638

Abstract

Pelaksanaan triase diprioritaskan untuk populasi rentan, salah satunya ialah anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan triase anak di IGD RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini berjenis kuantitatif, desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana dengan menggunakan teknik total sampling dan sampel sebanyak 29 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2022 dan diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia dewasa awal sebanyak 18 (62%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 17 (58%), pendidikan terakhir Ners sebanyak 15 (51%), masa kerja dalam kategori lama sebanyak 13 (44.8%), status kepegawaian berada pada kategori honorer sebanyak 24 (82.8%) dan seluruh responden telah pernah mengikuti pelatihan kegawatdaruratan. Pengetahuan perawat mayoritas berada pada kategori cukup dan kurang yaitu sebanyak 21 responden (72%). Pelaksanaan triase anak mayoritas pada kategori baik berjumlah sebanyak 16 responden (55.2%). Hasil uji chi square dengan penggabungan sel menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan triase anak dengan nilai P = 0.406 > 0.05. Saran bagi perawat adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai triase anak dengan cara memperbaharui informasi baik melalui buku-buku terbaru, jurnal penelitian terbaru.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Karsinoma Nasofaring Azra Puspita; Rani Lisa Indra; Defi Eka Kartika; Tengku Abdur Rasyid; Sekani Niriyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.890

Abstract

Karsinoma nasofaring merupakan salah satu keganasan pada saluran napas atas yang memiliki angka kejadian cukup tinggi di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko. Faktor-faktor tersebut meliputi karakteristik demografi, kebiasaan hidup, paparan lingkungan, serta pola konsumsi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karsinoma nasofaring di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 responden terdiri dari 35 responden kelompok kasus dan 35 responden kelompok kontrol dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p-value = 0,0005), pekerjaan (p-value = 0,001), status merokok (p-value = 0,0005), konsumsi makanan yang diawetkan (p-value = 0,018), serta konsumsi makanan yang dibakar atau diasap (p-value = 0,029) dengan kejadian karsinoma nasofaring. Sementara itu, usia (p-value =0,539) dan riwayat keluarga (p-value = 0,356) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian karsinoma nasofaring. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kebiasaan hidup dan paparan lingkungan berperan penting terhadap kejadian karsinoma nasofaring. Oleh karena itu, disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada pasien terkait penerapan pola hidup sehat, pengendalian kebiasaan merokok, serta pembatasan konsumsi makanan yang berpotensi bersifat karsinogenik.
Bakti Sosial Khitan Dan Edukasi Kesehatan: "Mitos Pasca Khitan" Sandra Sandra; Rani Lisa Indra; Tengku Abdur Rasyid
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.800

Abstract

Khitan merupakan proses pembersihan alat kelamin dengan cara memotong sebagian penutup penis sehingga sumbatan yang mungkin ada karena kotoran pada saluran penis menjadi hilang dan terhindar dari terjangkitnya penyakit. Saat ini, bakti sosial khitan adalah hal yang dibutuhkan orang tua untuk menjalankan sunnah tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Selain itu pemahaman tentang perawatan pasca khitan masih disikapi keliru oleh orang tua seperti melarang anak makan telur, melangkahi kotoran ayam, melarang mandi dan sebagainya yang dipengaruhi oleh beberapa kepercayaan terhadap mitos dan nilai sosial di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang hal-hal yang harus dilakukan dan diperhatikan serta dihindari dalam perawatan luka dan mitos pasca khitan pada anak.Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui kegiatan bakti sosial khitan terhadap 30 anak, juga edukasi mitos pasca khitan ke 30 orang tua anak yang di khitan melalui ceramah menggunakan leaflet secara personal. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara mengetahui tingkat keberhasilan edukasi menggunakan cara pretest dan post-tes pada orang tua. Hasil evaluasi yang diperoleh adalah rerata skor pre-test menunjukkan nilai 43 poin dan meningkat pada post-test sebesar 100 poin. Ini menunjukkan bahwa edukasi mitos pasca khitan dapat meningkatkan pengetahuan orang tua pada ranah kognitif. Sehingga edukasi mitos pasca khitan sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko pelambatan kesembuhan luka pasca khitan pada anak.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Dalam Menghadapi Bencana Kebakaran Dengan Menggunakan Media Audiovisual Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat Di Permukiman Padat Penduduk Dhea Naury Hasri; T. Abdur Rasyid; Abdurrahman Hamid; Susi Erianti; Siska Mayang Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan bencana yang sering terjadi di permukiman padat penduduk dan memerlukan tingkat kesiapsiagaan masyarakat yang optimal. Edukasi kesehatan berbasis media audiovisual dinilai memiliki potensi lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan rancangan pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 54 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 27 responden, dengan teknik consecutive sampling. Pengukuran kesiapsiagaan dilakukan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan bencana kebakaran yang dikembangkan oleh Hilda Amalia. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann– Whitney U Test. Hasil menunjukkan median skor kesiapsiagaan pada kelompok intervensi meningkat signifikan dari 15,00 menjadi 24,00 (p=0,000), sedangkan kelompok kontrol mengalami peningkatan terbatas dari 16,00 menjadi 17,00 (p=0,003). Uji Mann–Whitney pada skor posttest menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p=0,000). Temuan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis media audiovisual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana kebakaran. Media audiovisual direkomendasikan sebagai metode edukasi yang dapat diimplementasikan oleh petugas pemadam kebakaran dalam kegiatan penyuluhan kepada masyarakat guna meningkatkan kesiapsiagaan dan upaya pencegahan kebakaran di lingkungan permukiman.
Identifikasi Pengetahuan Dan Perilaku Mahasiswa Tentang Intervensi Perawatan Jantung Sy. Iklima Syauri; Lita Lita; Siska Mayang Sari; Agnita Utami; T. Abdur Rasyid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1204

Abstract

Pengetahuan mahasiswa merupakan pemahaman yang diperoleh melalui proses pembelajaran mengenai intervensi perawatan jantung, sedangkan perilaku merupakan tindakan nyata dalam penerapan intervensi tersebut. Jantung merupakan organ vital yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dan penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif berbasis survei. Populasi adalah mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan semester 3 dan 5 sebanyak 39 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi perilaku, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian ini menunjukan. Responden sebagian besar berusia 20 tahun, berjenis kelamin perempuan (87,2%), dan semester 3. Tingkat pengetahuan mayoritas berada pada kategori baik (89,7%), sedangkan 10,3% kategori cukup. Perilaku responden sebagian besar baik (56,4%), dan 43,6% kategori kurang baik. Sebagian besar mahasiswa memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik terkait intervensi perawatan jantung. Diperlukan peningkatan berkelanjutan agar penerapan standar intervensi keperawatan Indonesia dapat lebih optimal dalam praktik.
Hubungan Pengetahuan terhadap Perilaku Pencegahan Penularan Tuberkulosis oleh Pasien Paru di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Paridah Paridah; Defi Eka Kartika; Lita Lita; Tengku Abdur Rasyid; Rani Lisa Indra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1168

Abstract

Pasien TB paru berisiko menularkan penyakit kepada orang lain apabila tidak menerapkan perilaku pencegahan penularan secara tepat. Perilaku pencegahan tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien mengenai TB, cara penularan, serta upaya pencegahan yang harus dilakukan. Pengetahuan yang baik diharapkan dapat mendorong pasien untuk lebih patuh dalam menerapkan tindakan pencegahan, seperti etika batuk, penggunaan masker, dan menjaga kebersihan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap perilaku pencegahan penularan Tuberkulosis pada pasien TB paru di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien penderita TB paru dengan berjumlah sample 85 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Alat pengumpulan data berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan TB, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 13 Januari sampai 27 Januari 2026 di Poli Paru. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 44 orang (51,8%), orang (95,3%), pekerjaan terbanyak adalah IRT 31 orang (36,5%), pendidikan terakhir terbanyak SD 59 orang (69,4%). Sebagian besar responden tidak memiliki riwayat TB dalam keluarga sebanyak 84 orang (98,8%) dan tidak pernah mendapatkan edukasi TB sebanyak 83 orang (97,6%). Diharapkan pihak rumah sakit dapat meningkatkan edukasi kesehatan secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan pasien sehingga perilaku pencegahan penularan TB dapat lebih optimal.