Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Produktivitas Tumbuhan Biofarmaka Tahun 2020 – 2024 Di Nusa Tenggara Timur Syifa, Khozanah; Wulandari, Reny; Safira, Doani Anggi
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1888

Abstract

Tanaman biofarmaka memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan tanaman biofarmaka semakin berkembang dan mulai disejajarkan dengan obat konvensional. Tanaman biofarmaka di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional, tetapi juga sebagai bumbu dapur yang menunjang kebutuhan sehari-hari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan potensi tanaman biofarmaka di NTT serta kontribusinya terhadap pemanfaatan pengobatan tradisional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur periode tahun 2020–2024. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil statistik produksi tanaman biofarmaka dengan studi kasus serta jurnal ilmiah yang relevan dan membahas topik sejenis. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa jenis tanaman biofarmaka memiliki tingkat produktivitas yang relatif tinggi, di antaranya jahe, kunyit, laos, jeruk nipis, dan serai. Tanaman-tanaman tersebut banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional sekaligus bumbu dapur. Lidah buaya memiliki potensi pengembangan yang besar, namun saat ini produktivitasnya masih tergolong rendah. Rendahnya produktivitas lidah buaya menjadi tantangan sekaligus peluang, mengingat meningkatnya tren industri kecantikan yang memanfaatkan bahan alami berbasis tanaman biofarmaka. Oleh karena itu, pengembangan dan peningkatan produktivitas tanaman lidah buaya perlu mendapat perhatian lebih lanjut agar dapat memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung diversifikasi pemanfaatan tanaman biofarmaka di Nusa Tenggara Timur. 
Studi Literatur Pengelolaan Agroforestri Berbasis Kakao di Nusa Tenggara Timur Almulqu, Aah Ahmad; Kleruk, Flora Evalina Ina; Al-Reza, Dimaz Danang; Wahyuni, Dwi; Syifa, Khozanah
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 5: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i5.17019

Abstract

Cocoa is an important plantation commodity with a significant role in Indonesia's economy. This research aims to understand cocoa-based agroforestry by leveraging traditional management in Sikka Regency, East Nusa Tenggara Province. The study analyzes the cocoa management practices of smallholder cocoa farmers in Sikka Regency. Qualitative research methods are used to gain understanding of the local community's traditional management of cocoa-based agroforestry from focused literature study. The research results are expected to provide a better understanding of cocoa cultivation and conservation practices of smallholder farmers in the region, and to offer recommendations for enhancing productivity and sustainability of cocoa plantations in Sikka Regency
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Sistem Agrosilvopastura Berkelanjutan Berbasis Tanaman Multifungsi di Desa Noekele Kabupaten Kupang NTT Wahyuni, Dwi; Nalle, Catootjie L.; Telnoni, Sipora Petronela; Kurniawan, Hendra; Nurdianingsih, Aisyah; Pratiwi, Gadis Kartika; Oktaviani, Eva; Nababan, Badia Roy Ricardo; Gare, Kletus Florianus Sera; Al-Reza, Dimaz Danang; Syifa, Khozanah; Adu, Steven Jonathan
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i2.19653

Abstract

This community service activity aims to enhance the knowledge and capacity of the Berkat Farmer Group in Noekele Village, Kupang Regency, East Nusa Tenggara, through the implementation of a sustainable agrosilvopastoral system based on multifunctional crops, namely gmelina, Gamma Umami grass, and butterfly pea flowers. The program was implemented using an educative and participatory approach, with evaluation instruments in the form of assessment rubrics analyzed descriptively. The results of the program showed an improvement in community understanding of the agrosilvopastoral concept and the benefits of multifunctional crops in supporting sustainable livestock feed availability. The implementation of the integrated planting system was considered easy to apply and has the potential to improve land-use efficiency, livestock feed stability, and community welfare. This activity demonstrates that an agrosilvopastoral approach based on multifunctional crops is a relevant strategy for sustainable land and livestock management in East Nusa Tenggara.
PRELIMINARY STUDY ON CARBON STOCK OF CACAO AGROFORESTRY IN SEMI ARID REGION OF EASTERN INDONESIA Almulqu, Aah Ahmad; Al-Reza, Dimaz Danang; Wahyuni, Dwi; Syifa, Khozanah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10890

Abstract

ABSTRACT Studies on vegetation biodiversity and carbon stock estimation are becoming increasingly significant in response to global climate change concerns and the growing demand for sustainable agricultural management in tropical drylands. Nevertheless, research focusing on cocoa-based agroforestry systems in eastern Indonesia, particularly related to vegetation structure and carbon sequestration potential, is still relatively scarce. This study was conducted to examine vegetation distribution and estimate carbon stocks within cocoa-based agroforestry systems in eastern Indonesia. A literature review method was applied by analyzing previous studies concerning the characteristics of cocoa agroforestry, especially vegetation composition, stand structure, and total carbon storage. The analysis used a descriptive quantitative approach based on secondary data of vegetation biomass and soil organic carbon. The findings revealed that the cocoa-based agroforestry systems evaluated in this study stored approximately 56.9 tons ha⁻¹ of carbon. Vegetation distribution in the agrisilvicultural system dominated most of the study sites, as reflected by the highest Important Value Index (IVI) recorded for Swietenia mahagoni. This dominance was primarily observed at the pole stage and was closely associated with ecological conditions and vegetation management practices in semi-arid environments. These results suggest that proper management of shade-tree composition plays a crucial role in improving ecological functions and increasing carbon storage capacity in cocoa-based agroforestry systems. ABSTRAK Penelitian mengenai biodiversitas vegetasi dan estimasi cadangan karbon menjadi semakin penting seiring meningkatnya perhatian global terhadap perubahan iklim dan kebutuhan akan pengelolaan pertanian berkelanjutan di kawasan tropis kering. Meskipun demikian, kajian tentang sistem agroforestri berbasis kakao di Indonesia bagian timur, khususnya yang berkaitan dengan struktur vegetasi dan potensi penyimpanan karbon, masih tergolong terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sebaran vegetasi serta mengestimasi cadangan karbon pada sistem agroforestri berbasis kakao di wilayah Indonesia timur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai hasil penelitian mengenai karakteristik agroforestri kakao, terutama terkait komposisi vegetasi, struktur tegakan, dan total simpanan karbon. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder berupa biomassa vegetasi dan karbon organik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agroforestri berbasis kakao dalam kajian ini memiliki total simpanan karbon sebesar 56,9 ton/ha. Sebaran vegetasi pada sistem agrisilvikultur mendominasi sebagian besar lokasi penelitian, yang tercermin dari tingginya nilai Indeks Nilai Penting (IVI) pada jenis Swietenia mahagoni. Dominasi tersebut terutama ditemukan pada tingkat tiang dan dipengaruhi oleh kondisi ekologis serta pola pengelolaan vegetasi di wilayah semi-kering. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengaturan komposisi tanaman penaung memiliki peranan penting dalam meningkatkan fungsi ekologis sekaligus kapasitas penyimpanan karbon pada sistem agroforestri berbasis kakao.