Andi Hadi Ibrahim Baso
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

NARASI DAMAI DI TENGAH POLARISASI: DAKWAH ISLAM SEBAGAI JEMBATAN REKONSILIASI SOSIAL Andi Hadi Ibrahim Baso; Mahmuddin Mahmuddin; Hasan bin Juhanis
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran krusial dakwah Islam dalam mendorong rekonsiliasi sosial di tengah meningkatnya polarisasi sosial, politik, dan keagamaan di Indonesia kontemporer, yang khususnya semakin intensif setelah pemilihan presiden tahun 2014 dan 2019. Polarisasi ini, yang lebih bersifat afektif daripada ideologis, telah mengikis kohesi sosial, memicu ujaran kebencian dan disinformasi, serta merusak kepercayaan terhadap lembaga-lembaga demokrasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengonseptualisasi ulang dakwah sebagai proses komunikasi sosial, transendental, dan holistik, yang bergerak melampaui model-model konvensional yang bersifat eksklusif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dakwah yang berakar pada prinsip-prinsip inti Islam seperti rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi semesta alam), ukhuwah (persaudaraan), musyawarah, dan al-'adl wal iḥsān (keadilan dan kebajikan), menawarkan landasan teologis dan sosiologis yang kokoh bagi pembangunan perdamaian. Strategi kontemporer yang efektif mencakup kontra-narasi digital yang proaktif, dialog antariman yang empatik, edukasi literasi perdamaian, serta dakwah bil-ḥāl (dakwah melalui tindakan nyata) secara budaya dan sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa dengan merangkul strategi yang inklusif dan adaptif ini, dakwah dapat secara efektif memitigasi ketegangan, melawan narasi kebencian, dan membangun kembali kohesi sosial, sehingga mengubah konflik menjadi harmoni serta menumbuhkan ruang publik yang sehat.
RELASI AGAMA DAN POLITIK LOKAL: KAJIAN DAKWAH BIL HIKMAH Andi Hadi Ibrahim Baso; Musafir Pababari; Nila Sastrawati; Hasan bin Juhanis
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi variasi interpretasi dan implementasi da'wah bil hikmah (berdakwah dengan hikmah/bijaksana) oleh organisasi-organisasi Islam di Sulawesi Selatan, dengan mengkaji keterkaitan antara konsep teologis, strategi dakwah, dan praktik politik lokal. Secara historis, Islamisasi di Sulawesi Selatan sejak abad ke-17 melibatkan akulturasi budaya yang damai, mengintegrasikan ajaran Islam (sara') dengan adat istiadat setempat (pangadereng) untuk menciptakan identitas budaya hibrida di mana keduanya memiliki kedudukan yang setara. Hal ini melahirkan karakteristik sosiologis yang akomodatif, serta menumbuhkan model Islam yang menghormati tradisi. Era Reformasi pasca-1998 semakin mendorong identitas politik Islam, menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pusat mobilisasi politik Islam yang dinamis, terutama melalui Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI). Aliansi organisasi Islam, aktivis, dan tokoh masyarakat ini bertujuan untuk memformalkan syariat Islam ke dalam kebijakan publik melalui jalur konstitusional, yang secara signifikan memengaruhi wacana politik lokal dan mengonsolidasikan kelompok-kelompok Islam. Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif, dengan menganalisis narasi yang ada dan catatan sejarah dari teks yang tersedia untuk memahami bagaimana organisasi yang berbeda seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah (WI), Hidayatullah, Pesantren Darul Istiqamah, dan Jamaah An-Nadzir menavigasi lanskap politik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa da'wah bil hikmah diterapkan secara beragam berdasarkan faktor teologis, historis, dan sosiologis, yang memengaruhi keterlibatan politik mereka mulai dari partisipasi tinggi (NU, WI), moderat (Muhammadiyah), hingga partisipasi rendah atau simbolis (Hidayatullah, Darul Istiqamah, An-Nadzir). Pendekatan yang bervariasi ini membentuk konfigurasi politik dan dinamika sosial-keagamaan di wilayah tersebut, yang menunjukkan hubungan harmonis sekaligus kompetitif di antara kekuatan-kekuatan Islam.
Strategi Dakwah Anggota DPRD Kota Makassar Melalui Perda-Perda Keagamaan Andi Hadi Ibrahim Baso; Firdaus Muhammad; Hasan bin Juhanis
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini mengkaji strategi dakwah yang diterapkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar melalui peraturan daerah (Perda) keagamaan, yang memperluas cakupan dakwah di luar aktivitas tradisional ke dalam sektor kebijakan publik dan politik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini berfokus pada strategi dakwah politik yang digunakan oleh anggota DPRD untuk melegislasi nilai-nilai Islam serta implikasinya terhadap penguatan nilai-nilai Islam dan kehidupan sosial di Makassar. Berdasarkan teori dakwah struktural, dakwah politik, dan komunikasi politik, temuan penelitian menunjukkan bahwa anggota DPRD menerapkan strategi dakwah politik yang adaptif, komunikatif, dan struktural. Hal ini melibatkan pembingkaian pesan-pesan dakwah ke dalam bahasa kebijakan, mendorong komunikasi politik yang dialogis dan kolaboratif, serta melembagakan nilai-nilai Islam melalui regulasi tanpa menggunakan metode konfrontatif. Implikasinya mencakup peningkatan pengakuan negara terhadap lembaga pendidikan Islam, penguatan solidaritas sosial melalui pengelolaan zakat, dan peningkatan literasi keagamaan di kalangan pemuda. Studi ini menyimpulkan bahwa dakwah politik melalui legislasi daerah merupakan model transformatif yang menjembatani nilai-nilai Islam dengan realitas masyarakat demokratis, serta berkontribusi pada perluasan paradigma dakwah dari pendekatan simbolik menuju pendekatan struktural dan berorientasi kebijakan publik.
Etika Jurnalisme Politik di Media Online: Analisis Framing dan Prinsip Dakwah Komunikasi dalam Pemberitaan Pemilu di Indonesia Andi Hadi Ibrahim Baso; Arham Selo; Hasan bin Juhanis
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi dimensi etika jurnalisme politik pada media daring di Indonesia, dengan fokus khusus pada pemberitaan pemilihan umum. Studi ini menyoroti percepatan sirkulasi informasi politik di ruang digital yang meningkatkan risiko polarisasi dan distorsi wacana publik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kecenderungan pembingkaian (framing) dan penerapan prinsip keberimbangan (multisumber, klarifikasi, proporsionalitas) dalam berita pemilu. Lebih lanjut, penelitian ini mengintegrasikan kerangka etika Dakwah dan Komunikasi, menggunakan prinsip-prinsip seperti tabayyun (klarifikasi), amanah (kepercayaan informasi), qaulan sadidan (komunikasi yang jujur), dan maslahah (manfaat sosial) untuk mengevaluasi kontribusi media terhadap ruang publik yang sehat. Dengan menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif, metodologi penelitian melibatkan pengodean tematik terhadap elemen-elemen artikel berita seperti judul (headline), teras berita (lead), dan kutipan sumber. Temuan penelitian diharapkan dapat memetakan bingkai dominan (konflik elit, kebijakan publik, moral/identitas, prosedural-hukum) serta menilai kualitas keberimbangan dalam isu-isu kontroversial. Simpulan penelitian menekankan perlunya standar etika operasional untuk memastikan jurnalisme politik berfungsi sebagai komunikasi publik yang mencerahkan, informatif, rasional, dan adil, guna meminimalkan retorika yang memecah belah. Implikasi penelitian menyarankan penguatan verifikasi, proporsionalitas sumber, transparansi konteks, dan akuntabilitas linguistik untuk menjaga ruang publik yang demokratis.