Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Kader tentang Pembuatan Cookies Berbahan Dasar Pangan Lokal (Ikan Bandeng dan Kacang Merah) sebagai Makanan Tambahan Tinggi Protein Dandi Sanjaya; Nur Fauzia Asmi; Deni Alamsah; Widya Lestari Nurpratama; Utami Puteri Kinayungan
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/91at3539

Abstract

Masalah gizi, terutama stunting pada balita masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Prevalensi stunting nasional tahun 2023 tercatat 21,5%, dan Kabupaten Bekasi termasuk daerah dengan angka tinggi (23,2%). Salah satu upaya pencegahan adalah pemanfaatan pangan lokal bergizi seperti ikan bandeng dan kacang merah sebagai bahan makanan tambahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui pelatihan pembuatan cookies tinggi protein berbahan pangan lokal. Mitra sasaran kegiatan adalah 33 kader posyandu di Desa Pasir Gombong. Metode pelaksanaan meliputi edukasi gizi dan demonstrasi pembuatan cookies dengan media leaflet, pre–post test pengetahuan, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 73% menjadi 88% pada kategori “Baik” setelah intervensi, serta respons positif terhadap inovasi cookies ikan bandeng dan kacang merah sebagai alternatif pemberian makanan tambahan (PMT). Kegiatan ini efektif memperkuat kapasitas kader posyandu sebagai agen promosi gizi berbasis pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Edukasi dan pelatihan kader tentang kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis dalam makanan dan minuman di wilayah Puskesmas Mekarmukti Widya Lestari Nurpratama; Deni Alamsah; Dandi Sanjaya; Utami Putri Kinayungan; Nur Fauzia Asmi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34480

Abstract

Abstrak Meningkatnya konsumsi makanan dan minuman olahan yang mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pemanis buatan dan pewarna sintesis di wilayah Puskesmas Mekarmukti menjadi masalah penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu tentang kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan tentang penggunaan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman dengan menggunakan media leaflet, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengujian kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman, dan sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman kader posyandu tentang topik yang dibahas. Sasaran pada kegiatan ini 34 kader posyandu Desa Pasir Gombong yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Kegiatan ini dilakukan di Aula Desa Pasir Gombong. Hasil kegiatan yaitu kader posyandu memiliki pengetahuan yang baik tentang bahaya pemanis buatan dan pewarna sintesis, kemudian dapat mengedukasi masyarakat tentang penggunaan pemanis buatan dan pewarna sintesis yang aman. Program PkM ini diharapkan dapat menjadi program pemberdayaan kader yang dapat mendukung meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekitar sehingga masyarakat Desa Pasir Gombong memiliki kesadaran yang lebih baik tentang bahaya pemanis buatan dan pewarna sintesis. Kata kunci: pemanis buatan; pewarna sintesis; kader; keamanan pangan. AbstractThe increasing consumption of processed foods and beverages containing Food Additives (BTP) such as artificial sweeteners and synthetic dyes in the Mekarmukti Community Health Center area is a significant issue in efforts to maintain public health. The purpose of this community service (PkM) is to improve the knowledge and skills of Posyandu cadres about the content of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages. The method used is counseling on the use of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages using leaflets, then continued with practical testing of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages, and a discussion and question and answer session to deepen the understanding of Posyandu cadres on the topic discussed. The target of this activity is 34 Posyandu cadres in Pasir Gombong Village which is the working area of Mekarmukti Community Health Center. This activity was carried out in the Pasir Gombong Village Hall. The results of the activity are that Posyandu cadres have good knowledge about the dangers of artificial sweeteners and synthetic dyes, then can educate the community about the safe use of artificial sweeteners and synthetic dyes. This PkM program is expected to be a cadre empowerment program that can support improving the health of the surrounding community so that the people of Pasir Gombong Village have a better awareness of the dangers of artificial sweeteners and synthetic dyes. Keywords: artificial sweeteners; synthetic colorants; cadres; food safety.
Edukasi gizi seimbang pada ibu untuk optimalisasi pertambahan berat badan balita di Posyandu Merpati 8 Desa Karangasih Almadhiya Mujahidah; Dania Ramadani; Mutiara Latuconsina; Suci Safariah; Siti Nailal Ghinah; Widya Lestari Nurpratama; Dandi Sanjaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35178

Abstract

Abstrak Wasting masih menjadi masalah gizi di Indonesia, edukasi gizi seimbang merupakan upaya penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama terkait kenaikan berat badan balita. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan edukasi gizi seimbang pada ibu balita. Metode menggunakan penyuluhan dengan media leaflet dan lembar balik. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Merpati 08 Desa Karang Asih yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Cikarang pada 21 September 2025 dengan melibatkan 19 ibu balita sebagai peserta. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pembagian leaflet, pemaparan materi edukasi dengan media lembar balik, dan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Hasil kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dilihat dari hasil tanya jawab dan diskusi pada ibu yang dilaksanakan diakhir sesi dan keaktifan ibu untuk bertanya. Kegiatan ini juga mendorong penerapan pola makan sehat di rumah sebagai upaya mendukung pencapaian status gizi balita yang lebih optimal. Edukasi gizi terbukti efektif, namun perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan dukungan kader, tenaga kesehatan, dan fasilitas yang memadai agar dampaknya lebih maksimal. Kata kunci: edukasi; gizi seimbang; ibu balita; leaflet; posyandu. Abstract Wasting remains a nutritional problem in Indonesia. Education about balanced nutrition is a crucial step in improving child growth and development, particularly regarding weight gain in toddlers. The objective of this activity was to provide balanced nutrition education to mothers of toddlers. The method used counseling using leaflets and flipcharts. This activity was conducted at the Merpati 08 Integrated Health Post (Posyandu) in Karang Asih Village, within the Cikarang Community Health Center (Puskesmas) working area, on September 21, 2025, with 19 mothers of toddlers participating. The activity included preparation, distribution of leaflets, presentation of educational materials using flipcharts, and an interactive discussion and question-and-answer session. The results of this activity showed an increase in mothers' knowledge about balanced nutrition, as evidenced by the Q&A and discussion sessions held at the end of the session and the mothers' active participation in asking questions. This activity also encouraged the adoption of healthy eating patterns at home to support optimal nutritional status for toddlers. Nutrition education has proven effective, but it needs to be implemented continuously with the support of cadres, health workers, and adequate facilities for maximum impact. Keywords: education; balanced nutrition; mothers of toddlers; leaflets; integrated health posts.