Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan E-modul IPAS Berbasis Kearifan Lokal Melalui Media Heyzine Flipbook untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa Kelas V Novita Riana Sari; Kartika Chrysti Suryandari; Dewi Indrapangastuti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.88675

Abstract

Pembelajaran dengan mengintegrasikan kearifan lokal penting dilakukan untuk mengenalkan kearifan lokal yang ada di lingkungan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kebutuhan siswa terhadap e-modul berbasis kearifan lokal, (2) Menguji keBaikan e-modul berbasis kearifan lokal, (3) menganalisis keefektifan penggunaan e-modul berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model ADDIE (analyze, design, development,implementation, evaluation). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, angket, dan tes (pretest dan posttest). Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif, kualitatif, dan uji keefektifan (N-gain dan effect size). Hasil penelitian yaitu pengembangan e-modul IPAS berbasis kearifan lokal melalui tahapan model ADDIE. E-modul IPAS berbasis kearifan lokal ini berhasil dikembangkan, dibuktikan dengan hasil penilaian dari para ahli diperoleh kesimpulan bahwa e-modul IPAS berbasis kearifan lokal yang dikembangkan telah memenuhi kriteria yaitu minimal “Baik”. Hasil perhitungan N-gain pada kelas eksperimen sebesar 76% dengan klasifikasi tinggi. Hasil perhitungan effect size 1,32 dengan klasifikasi sangat besar,dan perbandingan persentase rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari siswa kelas kontrol. Kesimpulan pada penelitian dan pengembangan ini e-modul IPAS berbasis kearifan lokal Baik digunakan dalam pembelajaran dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada siswa kelas V.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Digital IPAS Berbasis Kearifan Lokal Dilengkapi dengan Augmented Reality untuk Pembelajaran di Sekolah Dasar Novita Riana Sari; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Dewi Indrapangastuti; Kartika Chrysti Suryandari; Moh. Salimi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107401

Abstract

This study is motivated by the limited availability of contextual and interactive IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) teaching materials that integrate local wisdom and the latest technology in elementary school learning processes. The aim of this research is to analyze the initial needs for developing a digital IPAS teaching material based on local wisdom and enhanced with Augmented Reality to improve the quality of learning in elementary schools. This research employs a descriptive method. The subjects of the study include fifth-grade students, teachers, and the principal of SDN Kaliurip. The object of the research focuses on the need for interactive, contextual, and technology-based learning resources and media. Data collection techniques include observation, interviews, and questionnaires. The analysis results indicate that teachers still heavily rely on government-issued textbooks, which inadequately reflect local values and do not support interactive learning. Meanwhile, students show a high level of interest in digital teaching materials that can be accessed through electronic devices, offering visually engaging content and incorporating local cultural elements. Both teachers and students expressed the need for contextual digital teaching materials that are adaptive to learning characteristics and integrated with Augmented Reality technology to enhance student motivation, engagement, and understanding of the subject matter. The findings of this study serve as a critical foundation for developing digital IPAS teaching materials that support the Merdeka Curriculum while reinforcing students' cultural identity through innovative and meaningful learning.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya bahan ajar IPAS yang bersifat kontekstual, interaktif, serta mengintegrasikan kearifan lokal dan teknologi terbaru dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan awal pengembangan bahan ajar digital IPAS berbasis kearifan lokal dilengkapi dengan Augmented Reality untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah guru, siswa kelas V, dan kepala sekolah SDN Kaliurip. Objek penelitian adalah kebutuhan terhadap sumber belajar dan media pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru masih bergantung pada buku dari pemerintah yang kurang mencerminkan nilai-nilai lokal dan belum mendukung pembelajaran yang interaktif. Sementara itu, siswa menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap bahan ajar digital yang dapat diakses melalui perangkat elektronik dan menampilkan visual yang menarik serta konten budaya lokal. Guru dan siswa sama-sama berharap adanya bahan ajar digital yang kontekstual, adaptif terhadap karakteristik belajar, dan dilengkapi teknologi Augmented Reality untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta pemahaman siswa terhadap materi. Hasil penelitian ini menjadi dasar penting dalam pengembangan bahan ajar digital IPAS yang mendukung Kurikulum Merdeka dan memperkuat identitas budaya siswa melalui pembelajaran yang inovatif dan bermakna.
Rendahnya Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar: Analisis Masalah dan Solusi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Suhartono Suhartono; Ning Dainty Restiani; Kristina Aspri Hartini; Novita Riana Sari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107395

Abstract

Speaking skills are basic competencies that must be mastered by elementary school students, but various studies show that learners' speaking skills are still relatively low. This study aims to identify the factors that cause low speaking skills in elementary school students and formulate effective solutions in learning Indonesian. This research method uses a qualitative descriptive approach through a literature review with thematic analysis of eight selected articles from 2019–2024 obtained from various reputable databases. The results of the study show that low speaking skills are influenced by a lack of self-confidence, monotonous learning methods, minimal use of learning media, lack of support from the social and family environment, and limited opportunities to practice speaking. Effective solutions include building self-confidence and a safe learning environment, using active and varied learning methods, utilizing interesting media, providing regular speaking exercises, and building cooperation between schools and parents. These strategies have been proven to significantly increase students' participation, courage, and verbal abilities.Keterampilan berbicara merupakan kompetensi fundamental yang harus dikuasai siswa sekolah dasar, tetapi berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya keterampilan berbicara siswa sekolah dasar dan merumuskan solusi efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis tematik terhadap delapan artikel terpilih tahun 2019–2024 yang diperoleh dari berbagai database bereputasi Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya keterampilan berbicara dipengaruhi oleh kurangnya kepercayaan diri, metode pembelajaran yang monoton, minimnya penggunaan media pembelajaran, kurangnya dukungan lingkungan sosial dan keluarga, serta terbatasnya kesempatan berlatih berbicara. Solusi efektif meliputi membangun kepercayaan diri dan lingkungan belajar yang aman, menggunakan metode pembelajaran aktif dan variatif, memanfaatkan media yang menarik, memberikan latihan berbicara secara rutin, serta membangun kerja sama sekolah dan orang tua. Strategi-strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan partisipasi, keberanian, dan kemampuan verbal siswa secara signifikan.