Vony Nofrika
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI PERAN LINGKUNGAN PENDERITA TB DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGOBATAN TB PARU Siti Aisyah; Vony Nofrika; Niko Prasetya; Anna Rohana
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Even though much progress has been achieved in TB control in Indonesia, there are still many challenges, including the increase in TB co-infection, management weaknesses and continuity of funsing for TB control programs. One of the reasons for this is patients’ non-compliance with treatment. Non-compliance with treatment will result in a high rate of treatment failure for pulmonary TB sufferers. Directly Observed Therapy Short course (DOTs) is a treatment strategy for detection and cure of tuberculosis. Medication monitoring (PMO) is one of the strategies of DOTs. The aim of Community Service (PkM) activities in Penggilingan Village is to educate the role of the environment for TB sufferers in an effort to increase treatment compliance for pulmonary TB patients. The PkM activity was attended by 32 residents in the Penggilingan Village area. The results of the PkM activities found that the counseling carried out was able to increase knowledge of the role of the TB sufferer’s environment in an effort to increase compliance with pulmonary TB treatment.
Gambaran Waktu Tunggu Pelayanan Resep di Apotek PIK Jakarta Utara Bulan Januari 2025 Bayu Dwi Handono; Niko Prasetya; Popi Lopian; Umul Angga Brahmono; Vony Nofrika
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan yang diberikan oleh apotek dan waktu tunggu menjadi salah satu komponen yang menyebabkan ketidakpuasan pasien, yang berdampak pada loyalitas pasien. Dalam mewujudkan pelayanan prima apotek harus dapat mengoptimalkan waktu tunggu yang pendek untuk pelayanan resep obat jadi maupun obat racikan. Waktu tunggu pelayanan resep obat jadi lebih cepat dibandingkan waktu tunggu pelayanan resep obat racikan. Waktu tunggu pelayanan resep yang dihitung adalah tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai obat siap diserahkan ke pasien. Resep juga perwujudan hubungan profesi antara dokter, apoteker dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran waktu tunggu pelayanan resep di Apotek PIK Jakarta Utara. Metode penelitian yang digunakan deskripstif kuantitatif secara prospektif. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh resep yang ada di Apotek PIK dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Perhitungan jumlah sampel yang didapat sebanyak 300 resep, yaitu 150 resep obat racikan dan 150 resep obat jadi. Pengambilan resep dilakukan pada waktu tunggu pelayanan ramai saat pasien datang ke apotek. Resep yang terkumpul baik obat jadi dan obat racikan diperoleh dari resep dokter praktek, resep dokter yang dibuat ulang oleh petugas apotek dengan batas copy 3 kali. Hasil penelitian pada Apotek PIK diperoleh waktu tunggu pelayanan resep terlama pada obat jadi tanggal 14 Januari 2025 selisih waktu mulai dari resep diterima sampai obat selesai yaitu 23 menit 49 detik sedangkan waktu tunggu terlama dalam pelayanan resep obat racikan pada tanggal 07 Januari 2025 selisih waktu 1jam 12 menit 3 detik. Ada beberapa faktor, diantaranya faktor waktu tunggu pelayanan resep, sumber daya manusia (SDM), ketersediaan obat dalam resep di Apotek PIK, jumlah resep racikan yang diproses, dan sistem informasi manajemen (SIM). Kesimpulan dari hasil penelitian di Apotek PIK adalah nilai rata–rata waktu tunggu pelayanan untuk resep obat jadi selama 17,98 menit dan racikan selama 41,10 menit.
Gambaran Pola Penggunaan Obat pada Pasien Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSPAD Gatot Soebroto Periode Tahun 2024 Honey Iskandar; Vony Nofrika; Siti Aisyah; Aries Meryta; Rika Astuti
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner yang disebut juga penyakit arteri koroner (Coronary Arteri Disease) merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya penyumbatan oleh penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Pengobatan penyakit jantung koroner dimaksudkan tidak sekedar mengurangi atau bahkan menghilangkan keluhan, yang paling penting adalah memelihara fungsi jantung sehingga harapan hidup akan meningkat. Banyaknya Pola yang ada dalam terapi pengobatan jantung koroner dapat memungkinkan timbulnya beberapa masalah seperti ketidaktepatan, munculnya efek samping, interaksi obat dan adanya polifarmasi. Tujuan Penelitian ini memberikan gambaran pola penggunaan obat jantung koroner meliputi kelas terapi dan golongan obat yang digunakan di poliklinik jantung RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bersifat retrospektif dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2024, menggunakan teknik random sampling. Sampel yang pada penelitian ini sebanyak 386 lembar resep. Hasil penelitian ini di peroleh adanya 8 pola penggunaan obat jantung koroner yakni Double Antiplatelet + ACE Inhibitor + Beta Blocker + CCB + Nitrat + Statin (4,92%), Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Diuretik + Statin (7,25%), Double Antiplatelet + ARB + CCB + Nitrat + Proton Pump Inhibitor + Statin (7,7%), Double Antiplatelet + ACE Inhibitor + Beta Blocker + Nitrat + Statin (9,84%), Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + CCB + Statin (11,92%), Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Nitrat + Statin (16,32), Double Antiplatelet + ACE Inhibitor + Beta Blocker + Statin (17,88%), dan Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Statin (24,09%). Penelitian Gambaran pola penggunaan obat jantung koroner, dapat disimpulkan bahwa pola penggobatan yang paling banyak digunakan di poliklinik jantung RSPAD adalah Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Statin, sebanyak 93 lembar resep (24,09%).