Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan penggunaan google sites sebagai media pembelajaran interatif bagi MGMP IPA Keerom Mariana Nensi; Cartika Candra Ledoh; Suriyah Satar; Hanida Listiani; Nurbaya Nurbaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34675

Abstract

Abstrak Dalam era digital, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menjadi suatu keharusan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, tantangan yang dihadapi guru, khususnya di MGMP IPA Kabupaten Keerom, adalah keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan teknologi digital, termasuk Google Sites sebagai media pembelajaran interaktif. Dalam hal ini keterbatasan akses internet, perangkat pendukung, serta kurangnya pelatihan dan bimbingan teknis. Pelatihan penggunaan Google Sites bertujuan mengembangkan kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran interaktif berbasis digital. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 15 guru MGMP IPA di Kabupaten Keerom. Hasil capaian pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam beberapa aspek kompetensi guru. Pemahaman tentang Google Sites meningkat dari 25% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Sedangkan Kemampuan menyusun halaman dan konten pembelajaran naik dari 20% menjadi 80%. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan singkat berbasis praktik mampu meningkatkan keterampilan guru secara efektif, meskipun dalam keterbatasan waktu dan fasilitas. Dengan demikian, pemanfaatan Google Sites dapat menjadi alternatif strategis untuk mendukung pembelajaran interaktif di sekolah, serta membuka peluang bagi guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran digital. Kata kunci: google sites; pembelajaran interatif; MGMP IPA. Abstract In the digital era, the use of technology in education is a necessity to improve the quality of learning. However, the challenges faced by teachers, especially in the MGMP IPA Keerom Regency, are limited understanding and skills in using digital technology, including Google Sites as an interactive learning medium. This includes limited internet access, supporting devices, and a lack of training and technical guidance. The Google Sites training aimed to develop teacher competency in designing digital-based interactive learning media. This one-day activity involved 15 MGMP IPA teachers in Keerom Regency. The training results showed a significant increase in several aspects of teacher competency. Understanding of Google Sites increased from 25% before the training to 85% after the training. Meanwhile, the ability to create learning pages and content increased from 20% to 80%. These results indicate that short, practice-based training can effectively improve teacher skills, despite limited time and facilities. Thus, the use of Google Sites can be a strategic alternative to support interactive learning in schools, as well as open opportunities for teachers to develop digital learning innovations. Keywords: google sites; interactive learning; MGMP IPA
PENINGKATAN KOMPETENSI DIGITAL GURU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA AUDIO KOMIK BERBASIS ETNOGRAFI PAPUA BERBANTUAN CANVA DAN AI SMP NEGERI 3 ARSO Suriyah Satar; Nurbaya Nurbaya; Hanida Listiani; Cartika Candra Ledoh; St. Rahmadani; Mariana Nensi; Rosaniya E. Rehiara; Jhoneri Moses Sanadi
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.85322

Abstract

Guru-guru di SMP Negeri 3 Arso menghadapi tantangan dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik, memanfaatkan teknologi digital, dan mengintegrasikan budaya lokal Papua ke dalam bahan ajar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru melalui pelatihan pengembangan media pembelajaran komik audio berbasis etnografi Papua menggunakan Canva dan kecerdasan buatan (AI). Program ini melibatkan 20 guru dan dilaksanakan melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung. Kegiatan meliputi observasi awal, diskusi kelompok fokus, lokakarya penulisan prompt AI, desain komik digital di Canva, integrasi narasi audio, dan evaluasi menggunakan pre-test, post-test, penilaian produk, dan kuesioner kepuasan. Semua peserta berhasil menghasilkan setidaknya satu media pembelajaran komik audio. Rata-rata skor pre-test meningkat dari 50,0% menjadi 88,6% pada post-test, dengan N-Gain 0,77 (kategori tinggi), sementara kepuasan peserta mencapai 94,2%. Produk-produk tersebut menggabungkan unsur-unsur budaya Papua. Program ini secara efektif meningkatkan kompetensi digital guru sekaligus mendorong integrasi kearifan lokal Papua ke dalam pembelajaran di kelas.
Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Kimia untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Mariana Nensi
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 7 No. 2 (2024): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v7i2.7184

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses pembuatan, kelayakan, kelebihan, dan peningkatan keterampilan proses sains peserta didik melalui penggunaan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing. Penelitian ini melibatkan 20 peserta didik kelas X, dengan pengembangan modul melalui tahapan pendefinisian, pengumpulan data, perancangan, validasi ahli, revisi, dan uji coba. Hasil validasi ahli menunjukkan modul ini sangat layak dengan skor 87,81%. Uji coba terbatas mendapatkan penilaian aspek tampilan 78%, penyajian 85%, dan manfaat 95%, sementara penilaian guru mencapai 92% atau kategori baik. Modul ini memiliki kelebihan dalam memfasilitasi pembelajaran aktif dan meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik. Uji coba skala luas menunjukkan bahwa penggunaan modul berhasil meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik hingga 83,33%, yang tergolong sangat terampil. Dengan demikian, temuan ini menyimpulkan bahwa modul kimia berbasis inkuiri terbimbing efektif diterapkan dalam pembelajaran kimia untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik, khususnya pada materi yang membutuhkan pemahaman konseptual dan keterampilan ilmiah.