Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan pengolahan pakan melalui teknologi Solid State Fermentation limbah kulit kopi di kelompok ternak sapi di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur Himmatul Khasanah; Desy Cahya Widianingrum; Nur Widodo; Roni Yulianto; Dwi Erwin Kusbianto; Listya Purnamasari; Eistifani Fajrin; Purnaning Dhian Isnaeni; Putrika Suryandari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30609

Abstract

Abstrak Permasalahan pakan menjadi salah satu kendala yang dialami oleh masyarakat peternak sapi potong di kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sistem pengoleksian pakan cut and carry sulit dilakukan pada musim kemarau. Sebagian besar lahan pertanian di kabupaten Bondowoso merupakan lahan Perkebunan kopi. Limbah kulit kopi yang dihasilkan dari industry kopi di kabupaten Bondowoso masih kurang optimal. Kulit kopi memiliki kandungan nutrient yang masih potensial untuk dapat digunakan sebagai pakan ternak. Keberadaan antinutrisi dan rendahnya kecernaan menjadi faktor pembatas dalam pemanfaatannya sebagai pakan ternak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peternak dalam menyediakan pakan ternak sapi potong yang bernilai gizi tinggi asal limbah kulit kopi melalui teknologi solid state fermentation. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pakan komplit untuk ternak sapi potong, pelatihan pengolahan pakan asal kulit kopi, dan monitoring pemberian pakan pada ternak. Hasik kegiatan pengabdian menunjukan bahwa Masyarakat peternak sangat antusias mengikuti kegiatan baik sosialisasi, pelatihan maupun monitoring. Ternak sapi potong yang diberikan pakan komplit asal limbah kulit kopi melalui teknologi SSF selama 4 bulan juga memiliki pertambahan bobot badan yang lebih tinggi yaitu 144 kg dibandingkan ternak sapi yang hanya diberi limbah kulit kopi tanpa diolah yaitu 120 kg. Kata kunci: Bondowoso; sapi; pakan; fermentasi; kulit kopi Abstract The issue of feed availability is one of the major challenges faced by the beef cattle farming community in Bondowoso District, East Java. The cut-and-carry feed collection system becomes particularly difficult during the dry season. Most of the agricultural land in Bondowoso District is used for coffee plantations. However, the utilization of coffee husk waste produced by the local coffee industry remains suboptimal. Coffee husks contain nutrients that have the potential to be used as animal feed. Nevertheless, the presence of antinutritional factors and low digestibility limit their effectiveness as feed. This community service initiative aims to enhance farmers' skills in providing nutritionally rich beef cattle feed by utilizing coffee husk waste through solid-state fermentation technology. The program began with a socialization session on complete feed for beef cattle, followed by training on how to process feed from coffee husks, and concluded with monitoring the implementation of feed usage for livestock. The results of the service activities show that the farming community was highly enthusiastic about participating in all aspects of the program, including socialization, training, and monitoring. Beef cattle that were fed complete feed made from coffee husk waste processed using solid-state fermentation (SSF) technology for four months showed a higher body weight gain of 144 kg, compared to those fed unprocessed coffee husk waste, which gained only 120 kg. Keywords: Bondowoso; cattle; feed; fermentation; coffee husk.
Memperkenalkan Entrepreneur di Bidang Peternakan pada Anak Usia Dini di SDN Bukor 1 Bondowoso Tisya Nadia Pascha; Nauval Yasir; Javan Hayfa Cornain; Theofanus Venard Damara; Rafly Maulana Akbar; Eistifani Fajrin; Agung Nugroho Puspito
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i2.1703

Abstract

Animal husbandry plays a strategic role in supporting food security and meeting the nutritional needs of communities, making it essential to introduce the subject from primary school age. This study aims to measure the increase in students' knowledge and motivation towards animal husbandry through interactive game-based education at SDN Bukor 1 Bondowoso. The research employed a pre-experimental one-group pretest-posttest design involving 29 students in grades 3 and 4, conducted over three sessions through educational games, group discussions, and simple practices. Measurements were taken using pre-test and post-test instruments, which were analyzed descriptively to observe changes in students' understanding. The results showed an increase in students' comprehension, marked by a rise in the percentage of scores of 75-100 from 7% in the pre-test to 76% in the post-test, as well as a decrease in scores of 0-55 from 62% to 3%. These findings indicate that interactive game-based education is effective in improving primary school students' knowledge and motivation regarding animal husbandry and can serve as an alternative contextual learning approach suitable for children's characteristics.
Pemanfaatan Teknologi Silase Berbasis Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) di Kelompok Ternak Desa Glundengan Satria Budi Kusuma; Eistifani Fajrin; Anni Nuraisyah
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1831

Abstract

Produktivitas ternak ruminansia di Desa Glundengan seringkali terkendala oleh fluktuasi ketersediaan hijauan pakan, terutama saat memasuki musim kemarau panjang. Kondisi ini memaksa peternak bergantung pada pakan komersial yang mahal atau rumput lapangan dengan kualitas nutrisi rendah, sehingga menyebabkan tingginya biaya produksi dan penurunan performa ternak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok ternak melalui penerapan teknologi silase berbasis Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA). Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif mitra dalam tahapan sosialisasi, penyuluhan, serta pelatihan teknis pembuatan silase menggunakan limbah pertanian lokal berupa tebon jagung dan jerami. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra yang signifikan sebesar 80% mengenai teknologi fermentasi pakan. Produk silase yang dihasilkan memenuhi standar kualitas fisik yang baik, ditandai dengan warna hijau kekuningan, aroma asam segar, tekstur padat, tidak berjamur, serta memiliki pH ideal 3,8–4,2. Implementasi teknologi ini terbukti efektif menjamin ketersediaan cadangan pakan sepanjang tahun dan mampu menekan biaya operasional pakan melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara mandiri dan berkelanjutan.