Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Komunikasi Bisnis di Era Artificial Intelligence: Adaptasi, Otomatisasi, dan Human Touch Eko Aziz Apriadi; Henny Dewi Laras Ati; Rosy Febriani Daud
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/nk72ha20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi bisnis di era Artificial Intelligence (AI) dengan menyoroti tiga dimensi utama, yaitu adaptasi terhadap perubahan teknologi, optimalisasi otomatisasi, dan pelestarian human touch dalam praktik komunikasi organisasi. Perkembangan AI telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi bisnis, di mana efisiensi dan kecepatan informasi menjadi faktor utama. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi bisnis tidak hanya bergantung pada kemampuan teknologi, melainkan juga pada peran manusia dalam menjaga empati, keaslian, dan nilai-nilai etika. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis literatur dan observasi terhadap penerapan AI dalam sistem komunikasi organisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan yang mampu menyeimbangkan otomatisasi dengan komunikasi empatik cenderung memiliki tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa Artificial Intelligence seharusnya berfungsi sebagai fasilitator, bukan pengganti, dalam membangun hubungan komunikasi yang efektif dan bermakna.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KONSTRUKSI IDENTITAS DIRI GENERASI Z DI ERA DIGITAL: STUDI FENOMENOLOGI Henny Dewi Laras Ati; Poppy Suryanti; Devi Fransisca
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/c48chw71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap konstruksi identitas diri pada Generasi Z di Indonesia dalam era digital yang semakin berkembang pesat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini melibatkan 20 informan berusia 17–25 tahun yang aktif menggunakan platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi partisipan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran sentral dalam pembentukan identitas diri Generasi Z melalui tiga dimensi utama: presentasi diri yang terkonstruksi (constructed self-presentation), negosiasi identitas dalam ruang virtual, dan pengaruh algoritma terhadap eksplorasi diri. Temuan ini mengimplikasikan perlunya literasi digital yang komprehensif dalam membantu generasi muda membangun identitas yang autentik di tengah derasnya arus informasi digital.
PELATIHAN KOMUNIKASI DIGITAL ETIS BAGI APARAT DESA DI KELURAHAN KORPRI JAYA DALAM PENANGANAN KONFLIK INFORMASI DI RUANG PUBLIK Lies Kumara Dewi; Poppy Suryanti; Henny Dewi Laras Ati; Neysa Amallia
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i1.602

Abstract

The rapid development of information technology has transformed patterns of social communication and governance, including at the village administration level. This shift has created new challenges, such as the spread of unethical information that may trigger social conflict, as well as limited digital communication skills among local government staff. In response to these issues, ethical digital communication training was conducted for the staff of Korpri Jaya Subdistrict, Bandar Lampung City. The training aimed to enhance their competence in managing public communication based on digital ethics and to raise awareness of the importance of using polite, informative, and inclusive language in online spaces. The training applied a participatory approach through outreach activities, interactive discussions, and practical simulations of digital communication. Participants were involved in analyzing real cases related to the spread of sensitive information and were trained to develop strategies for handling conflicts arising from digital issues. As a result, the staff showed significant improvement in their ability to use digital media wisely and responsibly, in accordance with principles of truthfulness, fairness, and proper conduct. Internal coordination within the subdistrict office also improved, particularly in managing official information channels. The social impact included enhanced harmony between staff and the community, along with the growth of a more open, transparent, and inclusive communication culture. The training not only strengthened individual capacities but also helped build public trust in more accountable and transparent local governance. This training model has the potential to be replicated in other regions with adjustments to local contexts as a strategic effort to build ethical, communicative, and adaptive governance in the digital era.