Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Area Fabrikasi dengan Pendekatan Job Safety Analysis (JSA) dan HIRARC: (Studi Kasus: PT. Bramindra Indotama) Faisal Ardan Pratama; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1849

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi bahaya dan tingkat risiko kecelakaan kerja di PT Bramindra Indotama menggunakan pendekatan Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif berdasarkan penilaian likelihood dan severity. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta data kecelakaan kerja periode April–September 2025. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 37 kasus kecelakaan kerja yang didominasi kejadian terpeleset, luka pada tangan, paparan panas, dan cedera akibat material kerja. Analisis HIRARC mengidentifikasi 15 potensi risiko, terdiri atas 3 risiko low, 8 risiko medium, 1 risiko high, dan 3 risiko extreme. Nilai risiko tertinggi ditemukan pada aktivitas cutting dan drilling dengan risk rating 15 (L = 3; S = 5), sedangkan aktivitas assembling memiliki risk rating 16 (L = 4; S = 4) akibat potensi tertimpa material berat. Aktivitas berisiko tinggi dipengaruhi oleh potensi ledakan, tersengat listrik, luka bakar, serta tertimpa material. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian risiko masih perlu ditingkatkan melalui penguatan aspek teknis, administratif, dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD). Integrasi JSA dan HIRARC memberikan gambaran sistematis dalam identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko K3 di lingkungan kerja fabrikasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada penggabungan identifikasi bahaya kualitatif berbasis JSA pada level operasional dengan pembobotan risiko kuantitatif berbasis HIRARC untuk menentukan prioritas mitigasi secara lebih akurat. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan observasi yang hanya dilakukan pada satu divisi mekanik selama enam bulan di satu lokasi penelitian saja.
KOMPARASI METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DAN WEIGHTED PRODUCT PADA PEMILIHAN VENDOR BEARING TURBIN DI PT. AZ Galih Aditya Pangestu; Nina Aini Mahbubah; Purwanto Purwanto
SIGMA TEKNIKA Vol 9, No 1 (2026): SIGMATEKNIKA, VOL.9, N0. 1, JUNI 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v9i1.9101

Abstract

This study aims to compare and contrast the Simple Additive Weighting (SAW) and Weighted Product (WP) methods in supplier selection at a power generation company. The firm challenge with a problem that supplier selection process that remains subjective and based on a single criterion, namely price. This study applies a descriptive quantitative approach using data from fifteen suppliers evaluated on five criteria: price, lead time, quality, delivery accuracy, and capacity. Each step of the SAW and WP methods is systematically described from decision matrix construction, This study aims to compare and contrast the Simple Additive Weighting (SAW) and Weighted Product (WP) methods in supplier selection at a power generation company. The firm challenge with a problem that supplier selection process that remains subjective and based on a single criterion, namely price. This study applies a descriptive quantitative approach using data from fifteen suppliers evaluated on five criteria: price, lead time, quality, delivery accuracy, and capacity. Each step of the SAW and WP methods is systematically described from decision matrix construction, normalization, to ranking. The results show that both methods yield identical top three rankings, namely suppliers S11, S12, and S14. Ranking differences in two pairs of alternatives with close values. Both methods yield consistent decisions and can serve as an objective basis for supplier selection, to ranking. The results show that both methods yield identical top three rankings, namely suppliers S11, S12, and S14. Ranking differences in two pairs of alternatives with close values. Both methods yield consistent decisions and can serve as an objective basis for supplier selection
ANALISIS RESIKO KEBOCORAN PIPA DISTRIBUSI AIR PADA PERUMDA GIRI TIRTA GRESIK MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN FTA Romzy Bachtiar; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto Purwanto
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 3 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/gqv4ep53

Abstract

Kebocoran pipa distribusi air merupakan permasalahan yang sering terjadi di PDAM Perumda Giri Tirta Gresik dan berdampak pada kehilangan air, gangguan pelayanan, serta peningkatan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kebocoran, menentukan tingkat risiko, dan menelusuri akar penyebab kegagalan. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), serta Fault Tree Analysis (FTA) untuk menganalisis penyebab utama secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan dengan nilai RPN tertinggi adalah kebocoran pada sambungan rumah (water meter) sebesar 336, diikuti oleh kebocoran akibat korosi pipa sebesar 324, dan retakan pipa akibat tekanan berlebih sebesar 252. Analisis FTA menunjukkan bahwa kebocoran dipengaruhi oleh faktor material, operasional, lingkungan, dan pemasangan. Upaya perbaikan yang disarankan meliputi peningkatan kualitas material, pengendalian tekanan air, perawatan berkala, serta perbaikan prosedur instalasi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem distribusi air.
Analisis Perankingan Supplier Sprocket Dengan Menggunakan Metode Fuzzy AHP Dan Topsis: (Studi Kasus: CV Twb Teknik) Achmad Zainul Hildan; Purwanto; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1987

Abstract

CV Twb Teknik menghadapi kendala kualitas produk sprocket yang tidak sesuai pesanan akibat kurangnya pertimbangan kriteria kualitas dalam pemilihan pemasok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan perankingan alternatif supplier sprocket terbaik berdasarkan kriteria terukur di CV Twb Teknik. Metode yang diterapkan adalah integrasi Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) untuk penentuan bobot prioritas kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk perankingan alternatif pemasok. Hasil perhitungan Fuzzy AHP menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku menjadi kriteria paling utama dengan bobot sebesar 0,38. Sementara itu, berdasarkan hasil analisis TOPSIS, Supplier C menempati peringkat pertama dengan nilai kedekatan 0,747, diikuti oleh Sakura Bearing dengan nilai 0,693, dan Tri Teknik Perkasa dengan nilai 0,310. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tali Agung merupakan mitra terbaik yang direkomendasikan kepada pihak manajemen perusahaan untuk diprioritaskan dalam pemesanan sprocket guna mengoptimalkan efisiensi rantai pasok dan kualitas produk..
Proposed Integrated Assessment of RULA, REBA, and OWAS for Ergonomic Risk Evaluation and Workstation Improvement Purwanto Purwanto; Dzakiyah Widya Ningrum; Muhammad Naufal Hakim; Muhamad Tatmainul Qulub
Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijaset.v6i2.337

Abstract

Manual work with non-ergonomic postures significantly contributes to musculoskeletal disorders (MSDs), affecting worker health and productivity. This study analyzed ergonomic risks at a production workstation using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA), Rapid Entire Body Assessment (REBA), and Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) methods. A descriptive quantitative approach was applied to seven operators. The results showed that 28.6% of operators were categorized as high risk, 28.6% as moderate risk, and 42.8% as low risk. High-risk postures were associated with upper arm flexion above 60°, trunk bending, non-neutral wrist positions, and manual material handling activities. OWAS analysis identified two operators in action class 3, indicating that corrective actions are needed soon. Ergonomic improvement simulations, including worktable height adjustment, material repositioning, and assistive device use, reduced RULA scores by 40–50%, REBA scores by 35–45%, and OWAS action class from 3 to 2. The study concludes that integrating RULA, REBA, and OWAS provides a comprehensive ergonomic risk assessment and supports effective interventions to reduce MSD risks, improve worker comfort, and enhance productivity.
SISTEM REKOMENDASI PRODUK PADA E-COMMERCE MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DAN CLUSTERING K-MEANS Andrianto Gusti Pradana; Mahad Wicaksono; Purwanto Purwanto
Journal of Data Analytics, Information, and Computer Science Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jdaics.v3i1.3524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem rekomendasi produk smartphone pada e-commerce dengan mempertimbangkan evaluasi multi-kriteria dan segmentasi produk agar keputusan pembelian lebih efektif dan relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi Simple Additive Weighting (SAW) untuk perankingan produk berdasarkan kriteria harga, RAM, memori internal, kapasitas baterai, dan rating pengguna, serta clustering K-Means untuk membentuk segmen produk (entry-level, mid-range, dan high-end). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi SAW dan K-Means menghasilkan rekomendasi yang kontekstual dan terarah, di mana tiap segmen memiliki alternatif terbaik sesuai preferensi pengguna; misalnya S5 direkomendasikan untuk segmen mid-range, sedangkan S3 dan S10 menempati peringkat tertinggi pada segmen high-end. Simpulan, bahwa pendekatan SAW + K-Means mampu meningkatkan keterarahan rekomendasi produk, memudahkan pengguna dalam memilih smartphone sesuai kebutuhan, serta memberikan dasar pengambilan keputusan yang transparan dan dapat dijelaskan.    
ANALYSIS OF WORK POSTURE IN EMBROIDERY MACHINE OPERATORS USING THE REBA AND OWAS METHODS AT PT XYZ Idam Aqmul Fatik; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto Purwanto
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 8 No. 6 (2025): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/syejyz07

Abstract

Ergonomics plays a crucial role in health, significantly influencing worker welfare. Neglecting occupational health and safety can harm both employees and companies. PT XYZ, a producer of Muslim clothing, still involves manual activities in its production, which pose risks such as workplace accidents, especially during manual material handling (MMH). Small-scale industrial work exposes workers to various hazards, including Musculoskeletal Disorders (MSDs). This study aims to identify workers' postures using the REBA and OWAS methods. The REBA score is 7, while the OWAS score is 2, indicating the need for intervention. Consequently, ergonomic chairs are being designed for workers to improve their work environment principles. Keywords : Reba, Owas, Ergonomi, Musculoskeletal disorders
UPAYA PENGENDALIAN KUALITAS PADA GUDANG DISTRIBUTOR PT C DENGAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) Muhammad Xavieri Norajaba; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto Purwanto
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 9 No. 1 (2026): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/7zt34w32

Abstract

Gudang distributor PT C menghadapi sedang menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk akibat tingginya tingkat kecacatan produk terutama pada produk Yogurt Squeeze. Adanya kecacatan produk ini dapat menurunkan kepercayaan konsumen dan berimbas pada kerugian pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan, menentukan faktor penyebab kegagalan produk dan mencari langkah perbaikan untuk menekan jumlah produk cacat selama proses distribusi ke konsumen. Metode yang digunakan meliputi Statictical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengendalian kualitas di gudang distributor PT C berdasarkan SPC berada pada kondisi stabil serta berada dalam batas kendali. Berdasarkan diagram Pareto, jenis cacat yang paling sering muncul adalah kemasan yang menggembung (79,1%). Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi disebabkan oleh kurang optimalnya pemantauan suhu. Kata Kunci:Pengendalian Kualitas, SPC, FMEA, Cacat Produk
ANALISIS RESIKO KEBOCORAN PIPA DISTRIBUSI AIR PADA PERUMDA GIRI TIRTA GRESIK MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN FTA Romzy Bachtiar; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto Purwanto
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 9 No. 3 (2026): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kgd0t167

Abstract

Kebocoran pipa distribusi air merupakan permasalahan yang sering terjadi di PDAM Perumda Giri Tirta Gresik dan berdampak pada kehilangan air, gangguan pelayanan, serta peningkatan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kebocoran, menentukan tingkat risiko, dan menelusuri akar penyebab kegagalan. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), serta Fault Tree Analysis (FTA) untuk menganalisis penyebab utama secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan dengan nilai RPN tertinggi adalah kebocoran pada sambungan rumah (water meter) sebesar 336, diikuti oleh kebocoran akibat korosi pipa sebesar 324, dan retakan pipa akibat tekanan berlebih sebesar 252. Analisis FTA menunjukkan bahwa kebocoran dipengaruhi oleh faktor material, operasional, lingkungan, dan pemasangan. Upaya perbaikan yang disarankan meliputi peningkatan kualitas material, pengendalian tekanan air, perawatan berkala, serta perbaikan prosedur instalasi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem distribusi air. Kata kunci: kebocoran pipa, FMEA, FTA, risiko, PDAM
Determination of critical factors in the supply chain management of palmyra crafts using SWOT-AHP Ezar Amrullah; Purwanto Purwanto; Rahayu Praya Ningsih
Review of Management, Accounting, and Business Studies Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/revenue.v5i2.5663

Abstract

This study analyzed the critical factors in the supply chain management of the Palmyra handicraft industry in Central Lombok, Indonesia, using a SWOT-AHP methodology. The research aimed to identify strategic directions to enhance the industry's development by addressing strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The findings highlighted key strengths such as increasing product demand, availability of raw materials, and high product quality. Conversely, weaknesses included limited financial capital, inadequate marketing capabilities, and the absence of a centralized production facility. Opportunities identified encompassed access to partnerships and capital, institutional support, and the application of appropriate technologies. However, threats such as raw material scarcity, declining interest among artisans, and rising supply chain costs posed significant challenges. The research concluded that prioritizing strengths and addressing critical weaknesses were vital for sustaining and growing the Palmyra handicraft industry. These insights provided actionable strategies for stakeholders to enhance competitiveness and operational efficiency.