Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Evaluasi Kesesuaian Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Berdasarkan ISO 45001:2018 Menggunakan Metode Gap Analysis dan PDCA : (Studi kasus: PT Swabina Gatra) Muhammad Hafidz Bahaudin; Akhmad Wasiur Rizqi; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT Swabina Gatra berdasarkan standar internasional ISO 45001:2018. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya kesenjangan praktis antara prosedur formal perusahaan dan implementasinya di lapangan yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan pihak manajemen HSE serta pekerja produksi. Instrumen evaluasi menggunakan checklist standar yang mencakup 26 subklausul ISO 45001:2018 untuk mengidentifikasi gap secara sistematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT Swabina Gatra mencapai tingkat kesesuaian sebesar 73%, yang termasuk dalam kategori cukup baik. Namun, masih ditemukan celah sebesar 27% pada tujuh klausul utama, seperti konteks organisasi, kebijakan K3, identifikasi bahaya, kompetensi, komunikasi internal dan eksternal, serta tindakan perbaikan. Temuan tersebut diintegrasikan ke dalam model perbaikan berkelanjutan berbasis siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA). Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun organisasi memiliki landasan implementasi yang kuat, penguatan koordinasi antarunit dan standardisasi prosedur investigasi insiden sangat diperlukan untuk mencapai kepatuhan standar yang menyeluruh serta menjamin lingkungan kerja yang aman secara berkelanjutan.
Analisis Risiko Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Menggunakan Metode House Of Risk (HOR) Pada Kemasan Cup 240 ml Dan Botol 600 ml Muhammad Maulana Abim Al Iskhaqi; Akhmad Wasiur Rizqi; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber risiko yang menyebabkan terjadinya kecacatan produk serta menentukan prioritas strategi mitigasi pada proses produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di PT XYZ dengan menggunakan metode House of Risk (HOR). Fokus penelitian meliputi produk kemasan cup 240 ml dan botol 600 ml yang masih mengalami berbagai jenis defect, seperti lid tidak presisi, cup ganda, kebocoran cup, botol penyok, botol bocor, dan tutup tidak sesuai. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner untuk menilai tingkat severity dan occurrence. Hasil analisis HOR fase 1 menunjukkan adanya 6 risk event dan 12 risk agent, dengan nilai Aggregate Risk Potential (ARP) tertinggi pada A12 (botol tipis dan deform), diikuti oleh A2 dan A9 sebagai prioritas utama. Pada HOR fase 2, strategi mitigasi PA6 memiliki nilai Effectiveness to Difficulty Ratio (ETD) tertinggi sehingga menjadi alternatif paling efektif untuk diterapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian kualitas yang difokuskan pada sumber risiko utama mampu menurunkan tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.
Analisis Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Area Fabrikasi dengan Pendekatan Job Safety Analysis (JSA) dan HIRARC: (Studi Kasus: PT. Bramindra Indotama) Faisal Ardan Pratama; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1849

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi bahaya dan tingkat risiko kecelakaan kerja di PT Bramindra Indotama menggunakan pendekatan Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif berdasarkan penilaian likelihood dan severity. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta data kecelakaan kerja periode April–September 2025. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 37 kasus kecelakaan kerja yang didominasi kejadian terpeleset, luka pada tangan, paparan panas, dan cedera akibat material kerja. Analisis HIRARC mengidentifikasi 15 potensi risiko, terdiri atas 3 risiko low, 8 risiko medium, 1 risiko high, dan 3 risiko extreme. Nilai risiko tertinggi ditemukan pada aktivitas cutting dan drilling dengan risk rating 15 (L = 3; S = 5), sedangkan aktivitas assembling memiliki risk rating 16 (L = 4; S = 4) akibat potensi tertimpa material berat. Aktivitas berisiko tinggi dipengaruhi oleh potensi ledakan, tersengat listrik, luka bakar, serta tertimpa material. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian risiko masih perlu ditingkatkan melalui penguatan aspek teknis, administratif, dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD). Integrasi JSA dan HIRARC memberikan gambaran sistematis dalam identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko K3 di lingkungan kerja fabrikasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada penggabungan identifikasi bahaya kualitatif berbasis JSA pada level operasional dengan pembobotan risiko kuantitatif berbasis HIRARC untuk menentukan prioritas mitigasi secara lebih akurat. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan observasi yang hanya dilakukan pada satu divisi mekanik selama enam bulan di satu lokasi penelitian saja.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerjaan Pompa Bagian Maintenance Sulfuric Acid Menggunakan Metode JSA dan HIRARC Femas Agusti; Said Salim Dahda; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1904

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pupuk dan bahan kimia sebagai pendukung kebutuhan agroindustri. Untuk menjamin mutu produk yang dihasilkan, kegiatan pengendalian kualitas dilaksanakan pada unit maintenance sulfuric acid. Namun, meningkatnya kompleksitas aktivitas pemeliharaan berpotensi menimbulkan berbagai risiko keselamatan kerja, di antaranya paparan bahan kimia melalui kontak langsung yang dapat menyebabkan iritasi kulit hingga luka bakar serius, serta bahaya pada pekerjaan pengangkatan (lifting work) yang melibatkan alat berat dan berisiko mengakibatkan pekerja tertimpa material. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta menyusun rekomendasi pengendalian risiko dengan menerapkan metode Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pekerja serta penyebaran kuesioner untuk menilai tingkat kemungkinan terjadinya bahaya dan tingkat keparahan dampaknya. Hasil analisis menunjukkan adanya 12 potensi bahaya yang teridentifikasi pada dua jenis kegiatan kerja. Berdasarkan hasil penilaian risiko, ditemukan 3 (25%) bahaya dengan kategori risiko sangat tinggi, 5 (42%) bahaya dengan kategori risiko tinggi, 3 (25%) bahaya dengan kategori risiko sedang, dan 1 (8%) bahaya dengan kategori risiko rendah. Sebagai upaya mitigasi, penelitian ini mengusulkan tindakan pengendalian risiko, termasuk penerapan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai serta langkah pengendalian lainnya, guna meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja pada unit maintenance asam sulfat.