Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Karakter Sehat Melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Siti Uswatun Hasanah; Rizka Nuzul Islamiyati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107454

Abstract

Character education is a very important element in building a healthy, intelligent, and noble golden generation of Indonesia towards the vision of Indonesia 2045. This study aims to analyze the concept of character building for children through the implementation of the 7 Habits of Great Indonesian Children Movement, which includes the habit of waking up early, praying, exercising, eating healthy and nutritious food, loving to learn, being in society, and going to bed early. This study uses a literature study approach by analyzing literature from academic journals, books, scientific articles, and research reports. The results of this study are that these positive habits not only support children's physical and mental development (having self-confidence, being able to establish positive social relationships, the ability to manage emotions, age-appropriate psychomotor development, and the ability to overcome problems, enjoying free time) but also instill moral values, spirituality, discipline, responsibility, and empathy, which are relevant to Islamic teachings and global needs. Strategies such as integrating character education into the curriculum, involving parents and the community.Pendidikan karakter merupakan elemen yang sangat penting dalam membangun generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia menuju visi Indonesia 2045. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembangunan karakter anak melalui implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menganalisis literatur dari jurnal akademik, buku, artikel ilmiah, serta laporan penelitian. Hasil penelitian ini bahwa kebiasaan positif ini tidak hanya mendukung perkembangan fisik dan mental anak (memiliki rasa percaya diri, mampu menjalin hubungan sosial yang positif, kemampuan mengelola emosi, perkembangan psikomotorik yang sesuai usia, serta kemampuan mengatasi masalah, menikmati waktu luang) tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, disiplin, tanggung jawab, dan empati, yang relevan dengan ajaran Islam dan kebutuhan global. Strategi seperti integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum, pelibatan orang tua dan komunitas. Penelitian ini merekomendasikan penerapan program pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat secara konsisten di lingkungan sekolah dan keluarga untuk membentuk karakter sehat anak sejak usia dini.
Penyuluhan Pemilahan Sampah Rumah Tangga Sebagai Upaya Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Cintajaya Kabupaten Ciamis: Household Waste Sorting Education as an Effort to Empower Women Farmers Groups (KWT) in Cintajaya Village, Ciamis Regency Rizka Nuzul Islamiyati; Johar Alimuddin; Widana Yulio; Widia Nuraini
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 10 NOMOR 2 JULI 2026 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v10i2.28727

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga di Desa Cintajaya masih didominasi oleh kebiasaan membakar sampah di pekarangan serta minimnya keterampilan memilah limbah bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola sampah secara mandiri dengan menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Cintajaya yang berjumlah 30 orang. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: persiapan (survei awal), pelaksanaan (penyuluhan 3R dan praktik langsung bersama narasumber STKIP Majenang), serta tindak lanjut (pendampingan keberlanjutan). Hasil kegiatan menunjukkan adanya lonjakan pemahaman konsep 3R yang drastis menjadi 90% serta keterampilan memilah sampah bernilai jual yang mencapai 100%. Keberlanjutan program diwujudkan melalui pembentukan "Bank Sampah KWT" dengan jadwal setoran dua minggu sekali serta sistem bagi hasil yang transparan (70% tabungan anggota dan 30% kas kelompok). Kegiatan integrasi hulu-hilir ini terbukti efektif menekan polusi pembakaran sampah sekaligus menambah penghasilan dan kemandirian ekonomi ibu-ibu di pedesaan.
Integrasi Mitos Candi Pancurawis dalam Model Green Science Learning untuk Mengembangkan Sikap Peduli Lingkungan Anak Usia Dini Anggraeni Mashinta Sulistyani; Herry Prasetyo; Rizka Nuzul Islamiyati; Johar Alimuddin; Rizki Prasetyono
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v5i3.9428

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the Green Science Learning model integrated with the local wisdom values of the Pancurawis Temple myth in developing environmental care attitudes among early childhood students. The research was conducted at TK Masyitoh Miftahul Huda Langkap, Bumiayu District, during the even semester of the 2024/2025 academic year using a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The research subjects consisted of two groups: an experimental group that utilized Green Science Learning oriented toward the Pancurawis Temple myth, and a control group that used conventional learning methods. The research instrument was an observation sheet measuring children's environmental care attitudes. The results showed a significant difference between the experimental and control groups (t = 4.927, p < 0.05). The mean score of the children’s environmental care attitude in the experimental group was higher (M = 84.60) than that of the control group (M = 69.80), with an effect size of 2.03 (categorized as very large). These findings confirm that integrating local wisdom values into the Green Science Learning model is effective in fostering environmental care attitude from an early age.