Mochamad Arifin Alatas
Universitas Islam Negeri Madura

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pitotube: Inovasi Media Pembelajaran Youtube dalam Menulis Teks Pidato Siswa Kelas VIII SMPN 1 Galis Pamekasan Gita Ananda Putri; Moh. Hafid Effendy; Mochamad Arifin Alatas
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107326

Abstract

This study was conducted with the aim of evaluating the effectiveness of the innovation of utilizing YouTube media as a learning tool to improve the skills of writing speech texts for class VII students of SMPN 1 Galis Pamekasan. This research method uses a qualitative approach with observation techniques to observe the learning process that integrates YouTube videos as the main media. The results of the study show that YouTube as a learning medium has a good impact on students' understanding of the structure and content of speech texts. This media is able to foster students' interest in learning and student activity during the learning process. In addition, the speech videos that are shown provide real examples that make it easier for students to compose speech texts systematically and creatively. The obstacles found include limited supporting facilities such as internet connections and multimedia devices, as well as differences in writing abilities between students who still need more intensive guidance from teachers. Overall, learning innovations using YouTube can be an effective alternative in the process of learning Indonesian, especially related to speech texts, with the note that there is adequate infrastructure support and teacher assistance. This study suggests that teachers continue to develop digital media-based learning strategies to improve the quality of learning in the current technological era.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi sejauh mana efektivitas inovasi pemanfaatan media YouTube sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis teks pidato pada siswa kelas VII SMPN 1 Galis Pamekasan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi untuk mengamati proses pembelajaran yang mengintegrasikan video YouTube sebagai media utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube sebagai media pembelajaran berdampak baik pada pemahamansiswa mengenai struktur dan isi teks pidato. Media ini mampu menumbuhkan minat siswa untuk belajar serta keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, video pidato yang ditayangkan memberikan contoh nyata yang memudahkan siswa dalam menyusun teks pidato secara sistematis dan kreatif. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas pendukung seperti koneksi internet dan perangkat multimedia, serta perbedaan kemampuan menulis antar siswa yang masih memerlukan bimbingan lebih intensif dari guru.Secara keseluruhan, inovasi pembelajaran menggunakan YouTube dapat dijadikan alternatif efektif dalam proses belajar Bahasa Indonesia, khususnya terkait teks pidato, dengan catatan adanya dukungan infrastruktur dan pendampingan guru yang memadai. Penelitian ini mengusulkan agar guru terus mengembangkan strategi pembelajaran berbasis media digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era teknologi saat ini.
Pemanfaatan Media Augmented Reality dalam Keterampilan Berbicara Siswa Kelas VII SMPN 1 Galis Pamekasan Novi Maulidia; Agik Nur Efendi; Mochamad Arifin Alatas; Aldi Firnanda
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107398

Abstract

The development of digital technology encourages the education sector to use interactive and contextual learning methods. One of the emerging innovations is the use of Augmented Reality (AR) media, which can combine the real world and the online world to support students' understanding in a more concrete and engaging manner. The purpose of this research is to implement media innovation based on Augmented Reality. The results of the use in speaking skills and student responses in learning. In this study, a qualitative descriptive method was used. Data collection techniques included direct observation, interviews, and documentation conducted on seventh-grade students at SMPN 1 Galis as research subjects. Data analysis was carried out through three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This research proves that Augmented Reality (AR) media can actively encourage the involvement of seventh-grade students at SMPN 1 Galis and enhance their confidence in speaking. The display of three-dimensional objects through AR makes it easier for students to understand the material and construct sentences more clearly and structured. The use of Augmented Reality (AR) media in speaking skills learning helps students' understanding, encourages their engagement in the learning process, and fosters confidence when speaking.Perkembangan teknologi digital mendorong dunia pendidikan untuk menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Salah satu inovasi yang muncul adalah penggunaan media Augmented Reality (AR) yang mampu menggabungkan dunia nyata dan daring untuk mendukung pemahaman siswa secara lebih konkret dan menarik. Tujuan penelitian ini melaksanakan inovasi media berbasis Augmented Reality. Hasil penggunaan dalam keterampilan berbicara, dan respon siswa dalam pembelajaran. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan terhadap siswa kelas VII SMPN 1 Galis sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini membuktikan bahwa media Augmented Reality (AR) mampu mendorong keterlibatan siswa kelas VII SMPN 1 Galis secara aktif serta meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam berbicara. Tampilan objek tiga dimensi melalui AR mempermudah siswa dalam memahami materi dan menyusun kalimat dengan lebih jelas dan terstruktur. Penggunaan media Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran keterampilan berbicara membantu pemahaman siswa, mendorong keterlibatan mereka dalam proses belajar, serta menumbuhkan rasa percaya diri saat berbicara.
Media Audiovisual Storytok sebagai Inovasi Pembelajaran Menulis Teks Narasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Pamekasan Adilla Zilfana Safira; Mochamad Arifin Alatas; Liana Rochmatul Wachidah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107187

Abstract

This research is motivated by the low interest and motivation of students in writing narrative texts caused by conventional learning methods and the lack of media that is interesting and relevant to students' digital world. This research aims to describe the use of TikTok-based StoryTok audiovisual media in learning to write narrative texts for class VIII students at SMP Negeri 6 Pamekasan. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation and interviews. The research subjects were class VIII students, while the objects focused on the process and results of learning to write narrative texts through audiovisual media. The research results show that using StoryTok can increase students' interest and participation in writing, because this media is interactive, visual, and close to their daily lives. Apart from that, it is easier for students to understand narrative structure elements such as plot, characters and setting through creative audiovisual presentations. Technical obstacles such as internet access and application usage skills can be overcome through mentoring. The conclusion of this research is that StoryTok media is an effective digital learning innovation for improving narrative writing skills contextually, creatively and sustainably.Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya minat dan motivasi siswa dalam menulis teks narasi yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional dan kurangnya media yang menarik serta relevan dengan dunia digital siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media audiovisual StoryTok berbasis TikTok dalam pembelajaran menulis teks narasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Pamekasan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Pamekasan, sedangkan objeknya difokuskan pada proses dan hasil pembelajaran menulis teks narasi melalui media audiovisual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan StoryTok mampu meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam menulis, karena media tersebut bersifat interaktif, visual, dan dekat dengan keseharian mereka. Selain itu, siswa lebih mudah memahami unsur struktur narasi seperti alur, tokoh, dan latar melalui penyajian audiovisual yang kreatif. Kendala teknis seperti akses internet dan keterampilan penggunaan aplikasi dapat diatasi melalui pendampingan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa media StoryTok merupakan inovasi pembelajaran digital yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi secara kontekstual, kreatif, dan berkelanjutan.
Optimalisasi Literasi Digital melalui Model Project Based Learning (PJBL) dalam Pembelajaran Teks Deskrispi pada Siswa Kelas VII SMP Darussalam Pamekasan Linda Safitri; Mochamad Arifin Alatas
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107349

Abstract

The development of digital technology demands innovative learning strategies, one of which is integrating digital literacy into Indonesian language instruction. This study aims to describe the optimization of digital literacy through the Project-Based Learning (PJBL) model in teaching descriptive texts to seventh-grade students at SMP Darussalam Pamekasan. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation to illustrate the process and impact of implementing PJBL based on digital literacy. The data were analyzed descriptively through data reduction, data presentation, and drawing conclusions based on patterns found in the field. The results indicate that the application of PJBL integrated with digital literacy enhances students' active participation in accessing, analyzing, and producing contextual and creative language content. Students become more engaged in the learning process, demonstrate improved language skills, and are able to think critically and collaborate effectively in completing projects. This model also fosters digital competencies relevant to 21st-century challenges. The study concludes that the integration of PJBL and digital literacy is an innovative and effective strategy for sustainably improving the quality of Indonesian language learning.Perkembangan teknologi digital menuntut adanya strategi pembelajaran yang inovatif, salah satunya dengan mengintegrasikan literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi literasi digital melalui model Project Based Learning (PJBL) dalam pembelajaran teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP Darussalam Pamekasan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggambarkan proses serta dampak penerapan PJBL berbasis literasi digital.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan literasi digital dalam pembelajaran teks deskripsi melalui model PJBL pada siswa kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mereduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan berdasarkan pola-pola temuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PJBL yang dikolaborasikan dengan literasi digital dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam mengakses, menganalisis, dan menghasilkan konten bahasa yang kontekstual dan kreatif. Siswa menjadi lebih terlibat dalam pembelajaran, menunjukkan peningkatan keterampilan berbahasa, serta mampu berpikir kritis dan bekerja kolaboratif dalam menyelesaikan proyek. Model ini juga mendorong keterampilan digital yang relevan dengan tantangan abad ke-21. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi PJBL dan literasi digital merupakan strategi inovatif dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia secara berkelanjutan. 
Ankafiks: Inovasi Media Pembelajaran Digital Berbasis Video Animasi dalam Menulis Karya Fiksi pada Siswa Kelas VIII SMPN 1 Larangan Pamekasan Ayu Trisnawati; Mochamad Arifin Alatas; Iswah Adriana
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107236

Abstract

This research is motivated by the low interest and skills in writing fictional works of grade VIII students of SMPN 1 Larangan Pamekasan due to the use of less interesting and conventional learning media. This study aims to describe the innovation of animated video-based learning media called Ankafiks (Animated Fiction Works) in improving students' ability to write fictional works. The approach used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation and interviews. The results of the study showed that the use of Ankafiks media increased students' enthusiasm for learning, made it easier to understand the structure and elements of fictional works, and encouraged students' creativity in writing short stories. This media also received positive responses from teachers and students regarding content, visual appearance, and ease of use. Thus, Ankafiks is worthy of being an alternative innovative digital learning media in improving fiction writing skills in junior high school students.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan keterampilan menulis karya fiksi siswa kelas VIII SMPN 1 Larangan Pamekasan akibat penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik dan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi media pembelajaran berbasis video animasi bernama Ankafiks (Animasi Karya Fiksi) dalam meningkatkan kemampuan menulis karya fiksi siswa. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Ankafiks meningkatkan antusiasme belajar siswa, mempermudah pemahaman struktur serta unsur karya fiksi, dan mendorong kreativitas siswa dalam menulis cerita pendek. Media ini juga mendapat tanggapan positif dari guru dan siswa terkait isi, tampilan visual, serta kemudahan penggunaan. Dengan demikian, Ankafiks layak dijadikan alternatif media pembelajaran digital yang inovatif dalam meningkatkan keterampilan menulis karya fiksi pada siswa SMP.
Penanaman Pekerti melalui Simbol Makanan Rakyat dalam Cerita Digital: Perspektif Gastrosemiotik tentang Kecerdasan Majemuk Liana Rochmatul Wachidah; Henny Subandiyah; Titik Indarti; Albaburrahim Albaburrahim; Mochamad Arifin Alatas
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107327

Abstract

Digital folklore with culinary themes contains cultural values and social ethics that are close to children's lives. This study aims to examine the symbolism of food in digital culinary stories as a means of instilling character values, as well as educating them with the potential to develop children's multiple intelligences. This study uses a qualitative descriptive method through literature study, based on a digital book (BUDI) published by the Ministry of Education and Culture entitled Cerita Kuliner Indonesia by Olany Agus Widiyani. The results of the study show that traditional foods and drinks such as klepon, cenil, onde-onde, lemper, getuk, sekoteng, and angsle are proven to contain living symbols of welfare. The wrapping of forms, local ingredients, presentation methods, and social contexts in digital narratives contain character values such as honesty, mutual cooperation, ease, hard work, empathy. This digital story presents a contextual and multisensorial learning experience. Story-based literacy activities can effectively accommodate the diversity of children's learning styles through linguistic, kinesthetic, spatial, interpersonal, and naturalist aspects. Thus, folk food in the story is not only a tool for preserving culture, but also a means of fun character education and a learning strategy that is oriented towards the diversity of children's potential.Cerita rakyat digital bertema kuliner menyimpan nilai-nilai budaya dan etika sosial yang dekat dengan kehidupan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji simbolisme makanan dalam cerita kuliner digital sebagai sarana penanaman nilai pekerti, serta mengaitkannya dengan potensi pengembangan kecerdasan majemuk anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, bersumber pada buku digital (BUDI) terbitan Kemendikbud berjudul Cerita Kuliner Indonesia karya Olany Agus Widiyani. Tahapan analisis data dalam penelitian ini mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan dan minuman tradisional seperti klepon, cenil, onde-onde, lemper, getuk, sekoteng, dan angsle terbukti menyimpan simbol-simbol kebajikan yang hidup. Balutan bentuk, bahan lokal, cara penyajian, serta konteks sosial dalam narasi digital memuat nilai-nilai karakter seperti kejujuran, gotong royong, kesederhanaan, kerja keras, empati. Cerita digital ini menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan multisensorial. Aktivitas literasi berbasis cerita dapat secara efektif mengakomodasi keragaman gaya belajar anak melalui aspek linguistik, kinestetik, spasial, interpersonal, dan naturalis. Dengan demikian, makanan rakyat dalam cerita tidak hanya menjadi alat pelestarian budaya, tetapi juga sarana pendidikan pekerti yang menyenangkan dan strategi pembelajaran yang berorientasi pada keberagaman potensi anak.
Implementasi Aplikasi Pear Deck Sebagai Evaluasi Pembelajaran dalam Pembelajaran Menulis teks Berita Siswa kelas VII MTs Miftahul Qulub Zainuri Ihsan; Liana Rochmatul Wachidah; Moh. Hafid Effendy; Mochamad Arifin Alatas
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107493

Abstract

Learning evaluation is an essential component in education because it functions to measure students' competency achievements and provide feedback to improve the quality of learning, especially in writing skills that require clear structure, language accuracy, and critical thinking ability. This study aims to explore the application of the Pear Deck application as an evaluation medium in teaching news writing to seventh-grade students at MTs Miftahul Qulub. This study uses a descriptive qualitative approach with a subject group of 28 students. The research design is exploratory, encompassing the planning stage, implementation of Pear Deck-based learning, and evaluation of student assignment results. The data collection instruments consist of observation sheets, interview guidelines, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing, and were validated with triangulation techniques. The research results show that Pear Deck is capable of increasing student participation and literacy. Interactive evaluative activities and assignments based on actual events encourage the systematic application of the 5W+1H principle. More than 80% of students achieved good to very good results, affirming the effectiveness of Pear Deck in supporting writing skills and active learning. Based on these findings, it is recommended that educators, particularly Indonesian language teachers, integrate Pear Deck media into writing skills evaluation activities as an effort to encourage active student engagement and improve the quality of learning outcomes.Evaluasi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam pendidikan karena berfungsi mengukur pencapaian kompetensi siswa serta memberikan umpan balik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam keterampilan menulis yang menuntut struktur yang jelas, ketepatan bahasa, dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan aplikasi Pear Deck sebagai media evaluasi pada pembelajaran menulis teks berita bagi siswa kelas VII MTs Miftahul Qulub. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 28 siswa. Desain penelitian bersifat eksploratif, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan pembelajaran berbasis Pear Deck, dan evaluasi hasil tugas siswa. Instrumen pengumpulan data terdiri atas lembar observasi, pedoman wawancara, dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pear Deck mampu meningkatkan partisipasi dan literasi siswa. Aktivitas evaluatif interaktif dan penugasan berbasis peristiwa aktual mendorong penerapan prinsip 5W+1H secara sistematis. Lebih dari 80% siswa memperoleh hasil baik hingga sangat baik, menegaskan efektivitas Pear Deck dalam mendukung keterampilan menulis dan pembelajaran aktif. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar pendidik, khususnya guru Bahasa Indonesia, mengintegrasikan media Pear Deck dalam kegiatan evaluasi keterampilan menulis sebagai upaya untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dan meningkatkan mutu capaian pembelajaran.
Gamatun: Penggunaan Media Gamma AI dalam Pembelajaran Teks Pantun pada Siswa Kelas Vlll di SMPN 1 Galis Pamekasan Anis Safira Ali; Agik Nur Efendi; Mochamad Arifin Alatas
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107219

Abstract

The learning of pantun texts is often considered less interesting by students because it is delivered conventionally and lacks context. The presence of Gamma AI media aims to create a more interactive, visual, and character-aligned learning experience for today's students. The purpose of this research is to analyze the implementation and results of using Gamma AI media in the learning of Pantun Text for 8th-grade students at SMPN 1 Galis Pamekasan. This research uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results of the research on the use of Gamma AI media in learning pantun in the 8th grade at SMPN 1 Galis Pamekasan show a positive contribution to student engagement and understanding. Teachers were assisted in preparing and delivering the material, creating a more engaging learning atmosphere. This study concludes that the use of Gamma AI media successfully transformed the previously monotonous learning of pantun into a more engaging, imaginative, and meaningful learning process. Pembelajaran teks pantun sering kali dianggap kurang menarik oleh siswa karena disampaikan secara konvensional dan kurang kontekstual. Hadirnya media Gamma AI untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, visual, dan sesuai dengan karakter siswa masa kini. Tujuan penelitian ini menganalisis pelaksanaan dan hasil dari penerapan media Gamma AI dalam Pembelajaran Teks Pantun pada Siswa Kelas Vlll di SMPN 1 Galis Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian Penggunaan media Gamma AI dalam pembelajaran pantun di kelas VIII SMPN 1 Galis Pamekasan memberikan kontribusi positif terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa. Guru terbantu dalam menyusun dan menyampaikan materi, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih menarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media Gamma AI berhasil mengubah pembelajaran pantun yang semula terkesan monoton menjadi proses belajar yang lebih menarik, imajinatif, dan penuh makna. 
TubeReport: Inovasi Media Pembelajaran Youtube dalam Menulis Teks Berita pada Siswa Kelas VIII SMPN 1 Galis Pamekasan Desi Lusiana Fitriyah; Mochamad Arifin Alatas; Moh Hafid Effendy; Aldi Firnanda
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107249

Abstract

Learning to write news texts is often perceived as difficult by students because the material presented is less related to real life. The purpose of this research is to describe the implementation of the TubeReport media innovation, the results of its use in news texts, and the students' responses in learning. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The research results show that the application of TubeReport media helps students in writing news texts that adhere to journalistic structure, from the application of the 5W+1H elements to the use of clear and informative language. Students responded positively through active participation in discussions, enhanced critical thinking skills, and greater interest in the world of journalism. In conclusion, TubeReport is an innovative learning medium that helps students write news texts by utilizing video broadcasts that are contextual, visual, and close to the realities of students' lives. Pembelajaran menulis teks berita kerap dirasakan sulit oleh siswa karena materi yang disampaikan kurang berkaitan dengan kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini menggambarkan pelaksanaan inovasi media TubeReport, Hasil penggunaan dalam teks berita, dan respon siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media TubeReport membantu siswa dalam menulis teks berita yang sesuai dengan struktur jurnalistik, mulai dari penerapan unsur 5W+1H hingga penggunaan bahasa yang lugas dan informatif. Siswa memberikan respon positif melalui partisipasi aktif dalam diskusi, kemampuan berpikir kritis yang lebih terasah, serta ketertarikan yang lebih besar terhadap dunia jurnalistik. Kesimpulannya, TubeReport adalah media pembelajaran inovatif yang membantu siswa dalam menulis teks berita dengan memanfaatkan tayangan video yang bersifat kontekstual, visual, dan dekat dengan realitas kehidupan siswa.
Penggunaan Edpuzzle Sebagai Alat Evaluasi Pada Materi Teks Eksplanasi Aldi Firnanda; Liana Rochmatul Wachidah; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; Mochamad Arifin Alatas
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107209

Abstract

The use of Edpuzzle as an evaluation tool offers an interactive and enjoyable approach to measuring students' understanding in learning. The purpose of this research is to understand the steps in using and the results of Edpuzzle media as an evaluation tool for learning explanatory text material. This research uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research results show that Edpuzzle provides a more interactive learning experience for students in understanding explanatory text material. Students appeared more focused and active when answering questions embedded in the instructional video. In conclusion, 8 students scored above the Minimum Completeness Criteria (KKM), indicating better engagement in the evaluation process. Penggunaan Edpuzzle sebagai alat evaluasi menawarkan pendekatan interaktif dan menyenangkan dalam mengukur pemahaman siswa pada pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui langkah-langkah penggunaan dan hasil media Edpuzzle sebagai alat evaluasi pembelajaran materi teks eksplanasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Edpuzzle memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi siswa dalam memahami materi teks eksplanasi. Siswa tampak lebih fokus dan aktif saat menjawab pertanyaan yang disisipkan dalam video pembelajaran. Kesimpulannya terdapat sebanyak 8 siswa memperoleh nilai di atas KKM, yang mengindikasikan adanya keterlibatan yang lebih baik dalam proses evaluasi.