Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Literasi Dasar Bahasa Inggris Bagi Anak Panti Asuhan Ar Rodiyah Semarang Arina Fatya Mansikana; Fadhilah Ramadhani; Aisyah Nur Zahra; Pynkan Kartika; Siti Lathifa; Atina Hilyataki; Azizah Aufa; Aura Afifah; Flora Nugrahani; Regina Putri; Vivia Afrisca; Tarisha Oktavia; Alfika Nurhayati; Faiz Rizki Muhammad; Alifah Yasmin
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 4 No 02 (2026): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v4i02.487

Abstract

Penguasaan bahasa inggris sebagai bahasa Internasional memiliki peran penting dalam akses informasi global. Menunjang kapabilitas penguasaan bahasa asing diperlukan kemampuan literasi dasar bahasa Inggris semenjak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Bahasa Inggris peserta didik melalui pendekatan interaktif dalam dan luar kelas. Program ini dilaksanakan di Panti Asuhan Anak Yatim Ar Rodhiyah, Tembalang, Semarang. Bersama 13 tim pengabdi, 2 dosen pembimbing pengabdian masyarakat dan 92 peserta anak panti asuhan ar Radhiyah yang merupakan siswa dan siswi yayasan pendidikan menengah ar Radhiyah. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup diskusi interaktif, pembelajaran tematik, dan simulasi. Simulasi dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan di luar kelas. Data yang diperoleh dari kegiatan simulasi dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui tingkat pemahaman serta keterampilan yang dicapai oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme, minat belajar, dan pemahaman peserta terhadap bahasa Inggris secara kontekstual. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap upaya langkah mula pengenalan literasi dasar terhadap generasi muda, khususnya di Panti Asuhan ar Rodhiyah.
TIRAKAT GURU NGAJI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR (STUDI DESKRIPTIF NILAI TEOLOGIS PONDOK PESANTREN GONTOR) Siti Nurhaliza; Dina Amara Chasna; Muhammad Badrun Shahir; Alifah Yasmin; Zeny Luthvia; Dzatu Aliviatin Nuha
Jurnal Studi Pesantren Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Studi Pesantren
Publisher : Pascasarjana Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/studipesantren.v6i2.2492

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) are Islamic educational institutions characterized by the central role of the kyai (Islamic scholar) and the mosque as the spiritual and educational center. Established upon a well-structured system and value framework, these institutions strive to cultivate the character of the nation and its people, particularly exemplified by Pondok Modern Darussalam Gontor. The term pesantren carries diverse meanings, both individually and collectively, among Muslim communities. It is closely associated with teachers (guru ngaji) and students (santri) who engage in the study of the Qur'an, classical Islamic texts, social and natural sciences, as well as various forms of learning beyond the classroom. Pondok Modern Darussalam Gontor has developed a distinctive concept and implementation in nurturing and shaping its community, encompassing not only students but also teachers and educational staff. This educational legacy has enabled Pondok Modern Darussalam Gontor to preserve its educational system for nearly a century. The findings are expected to broaden perspectives on the common stereotypes surrounding the tirakat tradition of guru ngaji in Islamic boarding schools, particularly at Pondok Modern Darussalam Gontor. The results of this study provide a descriptive and analytical account of the metaphysical spirit underlying the tirakat of guru ngaji at Pondok Modern Darussalam Gontor. This spirit is manifested not only in religious practices but also in the teaching of science, the development of mental resilience and character, the cultivation of collective consciousness, and the formation of dedicated and resilient Muslim educators. This study is expected to broaden public understanding of Islamic boarding schools, demonstrating that they are not merely religious educational institutions but also centers for nurturing individuals of noble character who contribute significantly to society, the nation, and the state.
Kegiatan Bina Pramuka Penggalang dalam Membentuk Ukhuwah Islamiyah Siswa dan Siswi SMP International Azhar Yogyakarta World School 67 Alifah Yasmin; Nur Aina Ashfarinda; Hawa Egalita; Dhyta Salsabila; Shofwatun Najwa
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 2: Januari 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i2.157

Abstract

Pramuka Penggalang merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter remaja. Di SMP Internasional Azhar Yogyakarta World School, Pramuka tidak hanya dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler fisik, tetapi juga media internalisasi nilai-nilai keislaman. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses bina Pramuka dalam memperkuat Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) antar siswa, terkhusus siswa kelas internasional. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan pendekatan Learning by Doing. Hasil menunjukkan bahwa melalui kegiatan beregu (regu), siswa mengembangkan sikap ta’awun (tolong menolong), tasamuh (toleransi), dan tabayyun (klarifikasi), yang merupakan pilar utama Ukhuwah Islamiyah