Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Inovasi Trichokompos untuk Meningkatkan Kesehatan Tanah dan Produktivitas Pertanian Berkelanjutan di Desa Basseang Basri Basri; Meliani Meliani; Aida Trihapsari Ismail; Muhammad Iqbal; Muhammad Irfan; Ahmad Norman; Resky Andreansyah; Cennawati Cennawati; Suharman Suharman; Hikmahwati Hikmahwati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2025)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/4ttwp327

Abstract

Pertanian adalah salah satu sektor kunci yang memainkan peran vital dalam memperkuat ketahanan pangan yabg mulai menghadapi beragam tantangan yang semakin rumit, seperti merusak unsur kesuburan tanah, dan rendahnya prtoduksi pertanian, sehungga diperlukan teknologi yang sesuai menggunakan mikroorganisme lokal yang ramah lingkungan, seperti Trichoderma sp. untuk menhasilkan produk yang dapat meningkatkan produksi.  Desa Basseang sebagai wujud dedikasi mahasiswa kepada masyarakat dengan konsentrasi pada penerapan teknologi tepat guna dalam sektor pertanian berkelanjutan. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah pertanian agar dapat menjadi produk yang berguna seperti Trichokompos, salah satunya melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan Trichokompos yang menggunakan mikroorganisme dari Trichoderma sp. yang berfungsi sebagai agen hayati dekomposer yang dapat mempercepat proses pengomposan serta meningkatkan unsur hara dalam pupuk organik. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan pentingnya Trichoderma didalam peningkatan produktivitas tanaman dan kandungan unsur hara pada limbah pertanian, pelatihan perbanyakan Trichoderma menggunakan media beras, pelatihan pembuatan trichokompos, dan pelatihan cara pemupukan. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terkait pentingnya pertanian yang ramah lingkungan, tingginya manfaatan dan kandungan limbah pertanian, perananan Trichoderma bagi pertanian dan juga menumbuhkan kemandirian dalam produksi pupuk organik. Bagi mahasiswa, aktivitas ini menjadi medium untuk menerapkan ilmu dalam bidang pertanian, mikrobiologi, pertanian organik serta pemberdayaan masyarakat secara praktis di lapangan. Sasaran akhir kegiatan ini adalah dimanfaatkannya limbah pertanian menjadi pupuk organik sehingga struktur tanah menjadi lebih baik, peningkatan produksi hingga terwujud pertanian organik yang berkelanjutan.
Penerapan Model Pembelajaran Partisipatif Dalam Pendidikan Kesetaraan Di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Melati Kelurahan Juppandang Kecamatan Enrekang Muhammad Iqbal; Suparman; Uli Nuha; Elihami; M. Hatta
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1812

Abstract

This study aims to analyze the implementation of participatory learning models in equality education at PKBM Melati, Enrekang Regency. The study focuses on the learning process, the roles of tutors and learners, and the factors influencing its implementation. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that participatory learning has been partially implemented, particularly in the learning process through discussions, experience sharing, and contextual problem-solving activities. However, learner involvement in planning and evaluation stages remains limited, indicating that the participatory cycle has not been fully applied. Tutors have begun to act as facilitators, although their role is still partially dominant. Learners show increased engagement, but participation levels vary due to differences in confidence and learning readiness. Supporting factors include learner motivation, positive social interaction, and flexible learning environments, while inhibiting factors involve limited tutor competence, time constraints, and inadequate learning facilities. The study concludes that participatory learning has the potential to enhance engagement and empowerment, but requires more comprehensive implementation and institutional support to achieve optimal outcomes in nonformal education.