Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum Ahmad Patih; Acep Nurulah; Firman Hamdani; Abdurrahman Abdurrahman
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.6139

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan grounded theory untuk mengeksplorasi dan menganalisis upaya membangun sikap moderasi beragama pada mahasiswa perguruan tinggi umum melalui pendidikan agama Islam (PAI) dan pendidikan kewarganegaraan (PKn). Dengan melibatkan wawancara mendalam dengan 25 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, hasil penelitian menyoroti sejumlah upaya yang diterapkan oleh kedua mata pelajaran tersebut. Temuan-temuan utama mencakup pemahaman agama yang utuh sebagai dasar penting, dengan mahasiswa yang memahami bahwa agama mengajarkan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dialogis, keadilan, dan kebangsaan. Sikap toleran diidentifikasi sebagai fokus sentral, yang dapat dibangun melalui metode pembelajaran seperti diskusi, dialog, dan kerja sama dengan pemeluk agama lain. Pendidikan agama Islam dan kewarganegaraan juga mendorong sikap inklusif, dialogis, keadilan, dan kebangsaan melalui materi pembelajaran yang mencakup sejarah toleransi beragama di Indonesia dan pemahaman tentang tokoh-tokoh pejuang toleransi. Temuan menegaskan peran integral PAI dan PKn dalam membentuk sikap moderasi beragama pada mahasiswa, dengan penekanan pada nilai-nilai tersebut sebagai instrumen berharga untuk kontribusi positif terhadap keharmonisan masyarakat.
UNDERSTANDING AND ATTITUDES OF RELIGIOUS MODERATION AT AL-AWWABIN ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN DEPOK CITY Ahmad Sujai; Muwahid Muhammadi; Abdurrahman; Zulfiqri
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2024): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v8i1.26

Abstract

ABSTRACK This research was conducted at Al-Awwabin Islamic Boarding School in Depok City with the aim of understanding the attitudes of religious moderation among the students (santri). The study is motivated by the fact that Depok ranks fifth as an intolerant city according to a study by Setara Institute in collaboration with the Presidential Unit for the Implementation of Pancasila Ideology (UKP-PIP). Al-Awwabin Islamic Boarding School was chosen as the location for community service with a focus on religious moderation education, with the hope of strengthening harmony and tolerance in the community of Depok City. Research at Al-Awwabin Islamic Boarding School involved 50 participants from among the students and local residents. The seminar held as part of the research activities was attended by Dr. Ahmad Sujai, MM., as Speaker I, Ust. Abdurrahman (Riri), M.Pd., as Speaker II, and Mr. A. Muwahid Muhammadi, S.HI, MM., as the Moderator. The research results indicate that the understanding of religious moderation at Al-Awwabin Islamic Boarding School is generally good. However, there is variation in the level of understanding among respondents. This data analysis provides a deeper understanding of the distribution and variation of attitudes towards religious moderation in the boarding school. Additionally, factors such as the educational background of the students, the social organization of the guardian parents, the teaching of religious moderation, and the leadership role (Kiai) also contribute to the understanding and attitudes of religious moderation at Al-Awwabin Islamic Boarding School.
Manajemen Pengembangan Karakter pada Lembaga Pendidikan Islam: Character Development Management in Islamic Education Institutions Abdurahman, Abdurahman; Rahman, Diana; Badrudin, Badrudin
Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/thawalib.v5i1.332

Abstract

Islamic education plays a significant role in shaping the character of students through effective management to integrate character development into the learning process. The study aims to examine character-based management in Islamic educational institutions. This research employs a qualitative method with a literature study approach. Data were collected from scientific journals and books. The results show: (1) management is a series of planned actions from planning to evaluation. (2) character development is the process of combining values or components into something. (3) Islamic educational institutions are schools based on Islamic religion to shape religious students. (4) character development management in Islamic educational institutions is a framework for organizing and managing education, considering Islamic character development such as honesty, justice, and patience in the curriculum and classroom learning. Conclusion: character development management is able to shape students to become more Islamic in schools.
FENOMENA PERCERAIAN DI KALANGAN GENERASI MUDA MUSLIM: PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM Abdurahman, Abdurahman; Lutfi, Chairul; Ahmad, Lia Fauziyyah; Nurlia, Nurlia
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.330

Abstract

AbstractThe incidence of divorce among young Muslim couples in Indonesia has seen a significant rise in recent years, influenced by various factors such as economic instability, shifts in social values, and the impact of social media. This study aims to analyze the underlying causes of divorce among young Muslims and to examine the role of Islamic family law as a preventive measure. Employing a qualitative approach with a juridical-sociological design, the research utilizes in-depth interviews and document analysis involving divorced young couples, religious courts, and religious institutions. The findings reveal that economic pressures, changes in social values, emotional instability, and the influence of social media significantly contribute to the increasing divorce rates. While Islamic family law, emphasizing mediation and reconciliation, serves as a preventive tool, challenges arise from the limited understanding of Islamic legal principles among young couples. Consequently, this study recommends the enhancement of premarital education based on Islamic principles and the strengthening of mediation efforts within religious courts to reduce divorce rates. The research is expected to contribute to the development of more effective policies aimed at strengthening the institution of marriage among young Muslim couples.AbstrakFenomena perceraian di kalangan generasi muda Muslim di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, budaya, dan pengaruh media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab perceraian dan memahami peran hukum keluarga Islam sebagai upaya pencegahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain yuridis-sosiologis, melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi dengan pasangan muda yang bercerai, pengadilan agama, dan lembaga keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, perubahan nilai sosial, ketidakstabilan emosional, dan media sosial berkontribusi besar terhadap meningkatnya angka perceraian. Meskipun hukum keluarga Islam yang menekankan pada mediasi dan rekonsiliasi berfungsi sebagai upaya pencegahan, tantangan besar muncul dari kurangnya pemahaman pasangan muda terhadap hukum Islam. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan pendidikan pranikah berbasis syariah dan penguatan mediasi di pengadilan agama sebagai langkah strategis untuk mengurangi angka perceraian. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan kebijakan yang lebih efektif untuk memperkuat institusi perkawinan di kalangan generasi muda Muslim.
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SKI DALAM PERSPEKTIF METODE PEMBELAJARAN GURU Sapitri, Widya; Khaerunisa, Finka; Billa, Salsa; Sofyan, Ramadhan; Syukur, Ahmad Abdul; Hidayat, Muhamad; Abdurahman, Abdurahman
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i5.2017

Abstract

This study wants to examine students' learning interests in the subject of Islamic Cultural History (SKI) at MA Darul Hikmah Pamulang and the factors that influence it. The background of this research is the low enthusiasm of students in SKI learning which is characterized by a passive attitude, lack of participation, and the assumption that SKI is only limited to memorization. The purpose of this study is to describe the condition of students' learning interest and analyze the causes of this low interest, especially from the aspect of teacher learning methods. The research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation, and is analyzed using the Miles Huberman model (reduction, presentation, and drawing conclusions). The validity of the data was tested through triangulation. The results of the study show that monotonous learning methods, with the dominance of lectures without variation, are the main factors in low student interest in learning. These findings affirm the importance of learning innovations in SKI that are more creative, interactive, and contextual so that SKI is not only seen as a memorization subject, but also as a means of internalizing moral values and strengthening Islamic identity.ABSTRAKPenelitian ini ingin meneliti minat belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MI Darul Hikmah Pamulang serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya antusiasme siswa dalam pembelajaran SKI yang ditandai dengan sikap pasif, kurangnya partisipasi, dan anggapan bahwa SKI hanya sebatas hafalan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi minat belajar siswa serta menganalisis penyebab rendahnya minat tersebut, khususnya dari aspek metode pembelajaran guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles Huberman (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan). Keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang monoton, dengan dominasi ceramah tanpa variasi, menjadi faktor utama rendahnya minat belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran SKI yang lebih kreatif, interaktif, dan kontekstual agar SKI tidak hanya dipandang sebagai mata pelajaran hafalan, melainkan juga sebagai sarana internalisasi nilai moral dan penguatan identitas keislaman.
EVALUASI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN BAHASA ARAB: ANALISIS BERBASIS MODEL CIPP Abdurrahman, Abdurrahman
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.1381

Abstract

This study aims to evaluate and formulate the direction of development of the Arabic language education curriculum using the CIPP Model (Context, Input, Process, Product) approach. This research uses a literature study method by systematically examining various scientific literature, the results of previous research, and policy documents related to the Arabic curriculum and learning. The results of the study show that in the context dimension, the Arabic curriculum still tends to be oriented towards a grammatical approach and is not fully responsive to the needs of students and contemporary educational dynamics. From the input aspect, the implementation of the curriculum is greatly influenced by the readiness of human resources, especially the pedagogical competence of teachers, the availability of contextual teaching materials, and the support of institutional facilities and policies. The process evaluation revealed that Arabic learning practices are still dominated by teacher-centered methods with the use of communicative approaches and limited learning technology. Meanwhile, in the product dimension, it was found that there was a gap between the curriculum objectives and the achievement of students' competencies, especially in applicable language skills. This study emphasizes that the development of the Arabic language education curriculum needs to be carried out comprehensively and sustainably by making CIPP evaluation as the basis for curriculum improvement, learning, and assessment systems.
Evaluasi dan Implementasi Kurikulum Bahasa Arab dalam Perspektif Organisasi dan Pengembangan Pendidikan abdurahman abdurahman; Muhammad Zuhdi; Suparto Suparto; Maswani Maswani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5916

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi dan implementasi kurikulum Bahasa Arab dalam perspektif organisasi dan pengembangan pendidikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Fokus kajian diarahkan pada konseptualisasi organisasi kurikulum, praktik implementasi pembelajaran, evaluasi kurikulum, serta implikasinya bagi pengembangan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum Bahasa Arab tidak dapat dipahami sebagai dokumen administratif semata, melainkan sebagai instrumen strategis yang menentukan arah, isi, dan kualitas pembelajaran. Organisasi kurikulum yang sistematis dan kontekstual menjadi prasyarat utama bagi terciptanya pembelajaran Bahasa Arab yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan perkembangan pendidikan. Implementasi kurikulum menuntut keterlibatan aktif guru, penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi, serta dukungan kelembagaan yang memadai agar tujuan pembelajaran dapat diwujudkan secara optimal. Sementara itu, evaluasi kurikulum dalam perspektif organisasi berfungsi sebagai mekanisme reflektif untuk menilai keselarasan antara tujuan, proses, dan hasil pembelajaran, sekaligus sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan kurikulum. Artikel ini menegaskan bahwa evaluasi dan implementasi kurikulum Bahasa Arab yang dilakukan secara berkelanjutan akan berkontribusi pada penguatan mutu pendidikan, peningkatan profesionalisme pendidik, serta pembentukan peserta didik yang kompeten secara linguistik, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai keilmuan dan keislaman.
PERILAKU LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) PERSPEKTIF USHUL FIKIH MU‘TAZILAH: TELAAH KITAB AL-MU‘TAMAD FĪ UṢŪL AL-FIQH Chairul Lutfi; Abdurahman Abdurahman; Bintan Dzumirroh Ariny; Akhmad Farroh Hasan
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 2 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i2.346

Abstract

AbstractThis study aims to examine how the concepts within Mu‘tazilite uṣūl al-fiqh, particularly as formulated in Kitāb al-Mu‘tamad fī Uṣūl al-Fiqh by Abū al-Ḥusain al-Baṣrī, can offer a theoretical response to contemporary issues concerning LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) behavior. The study employs a qualitative method based on library research, using a thematic analysis approach to explore normative ideas in the aforementioned text. The primary focus is directed toward the exploration of two foundational uṣūl principles in Mu‘tazilite thought: the classification of human acts (al-Af‘āl) and the method of legal analogy (al-Qiyās al-Shar‘ī), both of which are grounded in the principles of rationality and justice. The findings suggest that LGBT behavior, within the framework of al-Mu‘tamad, can be categorized under the spectrum of qabīḥ (morally reprehensible) actions. Nevertheless, the rationalist nature of the Mu‘tazilite approach opens up possibilities for a contextual re-evaluation of this legal classification, taking into account modern developments in social norms and human rights discourse. This study does not intend to render a rigid legal verdict but rather proposes a reflective space for developing a more inclusive and adaptive fiqh. Accordingly, the main contribution of this research lies in strengthening the discourse of uṣūl al-fiqh based on reason and universal values, thereby creating a bridge between classical texts and contemporary socio-religious challenges.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana konsep-konsep dalam ushul fikih Mu‘tazilah, khususnya sebagaimana dirumuskan dalam Kitab al-Mu‘tamad fī Uṣūl al-Fiqh karya Abū al-Ḥusain al-Baṣrī, dapat memberikan respons teoretis terhadap problematika kontemporer mengenai perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Studi ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan analisis tematik terhadap gagasan normatif dalam kitab tersebut. Fokus utama diarahkan pada eksplorasi dua perangkat ushul utama dalam pemikiran Mu‘tazilah, yaitu klasifikasi tindakan (al-Af‘āl) dan metode analogi hukum (al-Qiyās al-Syar‘ī), yang keduanya dibangun di atas asas rasionalitas dan keadilan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku LGBT dalam kerangka al-Mu‘tamad dapat dikategorikan ke dalam spektrum perbuatan qabīḥ (tercela). Namun demikian, sifat rasionalistik dari pendekatan Mu‘tazilah membuka peluang untuk mempertimbangkan ulang kategori hukum tersebut secara lebih kontekstual, dengan memperhatikan perkembangan sosial dan wacana hak asasi manusia masa kini. Penelitian ini tidak bertujuan untuk memberikan vonis hukum yang kaku, melainkan mengusulkan ruang reflektif bagi pengembangan fikih yang lebih inklusif dan adaptif. Dengan demikian, kontribusi utama studi ini terletak pada penguatan diskursus ushul fikih berbasis nalar dan nilai-nilai universal, yang dapat menjembatani teks klasik dengan tantangan sosial keagamaan modern.