Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Pelatihan Kinerja Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di MTs Nurul Jannah Desa Mumpa Kecamatan Tempuling Darma Krida; Siti Khadijah; Suryani; Agung Setiabudi
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan kinerja guru memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan kinerja guru di MTs Nurul Jannah, Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling dengan menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Sebanyak 32 guru berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan rata-rata skor SUS sebesar 80,55 yang termasuk dalam kategori "Excellent" dan "Acceptable (High)", menandakan tingkat penerimaan pengguna yang tinggi. Mayoritas responden memberikan skor di atas 80, yang mengindikasikan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru. Meskipun secara keseluruhan hasilnya positif, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam metode penyampaian dan aksesibilitas materi bagi guru senior. Disarankan agar pelatihan ke depan lebih interaktif dan didukung dengan bantuan teknis yang lebih baik. Perbaikan ini diharapkan dapat menjadikan pelatihan lebih inklusif dan efektif untuk semua kalangan guru.
Evaluasi Kegunaan Teknologi Terhadap Kualitas Pembelajaran Di MA Miftahul Huda Kecamatan Enok Syafria Dodi; Zuliana; Nur Kumaya Sari; Agung Setiabudi
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran di MA Miftahul Huda Kecamatan Enok dengan menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur kegunaan, efisiensi, dan tingkat penerimaan teknologi pembelajaran oleh pengguna. Penelitian melibatkan 31 responden yang terdiri dari siswa dan guru, dengan rentang usia yang bervariasi antara 20 hingga 70 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor SUS yang diperoleh adalah 84,76, yang termasuk dalam kategori "Excellent". Skor ini mencerminkan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap teknologi pembelajaran yang digunakan. Meskipun secara keseluruhan teknologi pembelajaran dianggap efektif, terdapat beberapa tantangan, terutama pada pengguna yang lebih senior yang membutuhkan pelatihan tambahan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan aksesibilitas dan pelatihan teknologi secara berkala untuk memastikan bahwa semua pengguna dapat memanfaatkan teknologi pembelajaran secara optimal. Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai efektivitas teknologi pembelajaran di MA Miftahul Huda dan menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sakrani; Agung Setiabudi; Nurkomariah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5301

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, moral, dan emosional. Salah satu upaya penting dalam pendidikan Islam adalah internalisasi nilai-nilai Islam guna menumbuhkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi internalisasi nilai-nilai Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelusuran dan analisis berbagai sumber pustaka berupa Al-Qur’an, hadis, buku-buku klasik dan kontemporer, serta jurnal ilmiah yang relevan dengan pendidikan Islam, internalisasi nilai, dan motivasi belajar. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan cara mereduksi, mengkategorisasi, menginterpretasi, dan mensintesis konsep-konsep yang ditemukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi internalisasi nilai-nilai Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain keteladanan (modelling), pembiasaan, ibrah dan amtsal, pemberian nasihat (mau‘izhah), targhib dan tarhib, kedisiplinan, serta pembudayaan nilai-nilai agama di lingkungan sekolah. Internalisasi nilai-nilai Islam yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan mampu menumbuhkan motivasi belajar intrinsik siswa, di mana belajar dipahami sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab kepada Allah SWT. Dengan demikian, strategi internalisasi nilai-nilai Islam memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa serta membentuk karakter religius yang kuat dalam proses pendidikan.
Manajemen Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Kewirausahaan Samsul Bahri; Agung Setiabudi; Suryani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen pondok pesantren dalam mengembangkan kewirausahaan sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi dan peningkatan kualitas pendidikan santri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yaitu dengan menelaah berbagai literatur yang relevan berupa buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan manajemen pesantren dan kewirausahaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan fungsi-fungsi manajemen, yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, memiliki peran penting dalam pengelolaan kewirausahaan di lingkungan pesantren. Kegiatan kewirausahaan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendanaan lembaga, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, kemandirian, dan keterampilan hidup santri. Meskipun demikian, pengembangan kewirausahaan pesantren masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, modal usaha, dan manajemen yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan manajemen kewirausahaan pesantren secara terencana dan berkelanjutan agar pesantren mampu berperan sebagai lembaga pendidikan Islam yang mandiri dan berdaya saing.