Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Gambaran Kesiapsiagaan Perawat Puskesmas dalam Manajemen Bencana di Puskesmas Kasihan I Bantul Yogyakarta huriah, titih; Farida, Lisnawati Nur
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study offers exploration about nurses ’ role on disaster preparedness in sub district level andprovides implementation strategiesfor health care professionals to adopt in preparation for and in response to disaster. A Qualitative-study with phenomenological approach was chosen to guide this study. In-depth interview and observation was used in data collection. The in-depth interview narrative was transcribed verbatim and thematically analyzed. Nurses ’ preparedness in sub district level in Puskesmas Kasihan I Bantul remains low. In this study, most of the participants were not implement their role in disaster preparedness, since there was no institutional preparation facing disastrous event. Although all of the participants have been prepared with emergency training, there were no family preparedness that can greatly inhibit the ability and willingness of participant to be available in emergency response. Puskesmas in the basic level area of disaster risk reduction effort should be prepared with the disaster plan and supported with nurses ’preparedness in disaster management.Penelitian ini memberikan gambaran tentang peran perawat pada kesiapsiagaan bencana di tingkat kecamatan dan memberikan informasi terkait strategi implementasi yang dapat dilakukan tenaga kesehatan baik dalam persiapan maupun merespon bencana. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview dan teknik observasi kemudian dianalisis berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan perawat di tingkat kecamatan khususnya di Puskesmas Kasihan I Bantul masih rendah. Dalam penelitian ini, sebagian besar peran tidak dijalankan sebagaimana mestinya, dikarenakan belum adanya persiapan dari pihak institusi dalam persiapan bencana. Meskipun seluruh partisipan telah dibekali pelatihan penanganan kegawatdaruratan, tidak adanya perencanaan bencana dalam keluarga akan menjadi faktor penghambat kesiapan perawat dalam merespon bencana. Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan pada tingkat dasar dalam upaya pengurangan resiko bencana harus disiapkan dengan disaster plan yang didukung dengan peran serta perawat dalam manajemen bencana.
Gambaran Kesiapsiagaan Perawat Puskesmas dalam Manajemen Bencana di Puskesmas Kasihan I Bantul Yogyakarta titih huriah; Lisnawati Nur Farida
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1574

Abstract

This study offers exploration about nurses ’ role on disaster preparedness in sub district level andprovides implementation strategiesfor health care professionals to adopt in preparation for and in response to disaster. A Qualitative-study with phenomenological approach was chosen to guide this study. In-depth interview and observation was used in data collection. The in-depth interview narrative was transcribed verbatim and thematically analyzed. Nurses ’ preparedness in sub district level in Puskesmas Kasihan I Bantul remains low. In this study, most of the participants were not implement their role in disaster preparedness, since there was no institutional preparation facing disastrous event. Although all of the participants have been prepared with emergency training, there were no family preparedness that can greatly inhibit the ability and willingness of participant to be available in emergency response. Puskesmas in the basic level area of disaster risk reduction effort should be prepared with the disaster plan and supported with nurses ’preparedness in disaster management.Penelitian ini memberikan gambaran tentang peran perawat pada kesiapsiagaan bencana di tingkat kecamatan dan memberikan informasi terkait strategi implementasi yang dapat dilakukan tenaga kesehatan baik dalam persiapan maupun merespon bencana. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview dan teknik observasi kemudian dianalisis berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan perawat di tingkat kecamatan khususnya di Puskesmas Kasihan I Bantul masih rendah. Dalam penelitian ini, sebagian besar peran tidak dijalankan sebagaimana mestinya, dikarenakan belum adanya persiapan dari pihak institusi dalam persiapan bencana. Meskipun seluruh partisipan telah dibekali pelatihan penanganan kegawatdaruratan, tidak adanya perencanaan bencana dalam keluarga akan menjadi faktor penghambat kesiapan perawat dalam merespon bencana. Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan pada tingkat dasar dalam upaya pengurangan resiko bencana harus disiapkan dengan disaster plan yang didukung dengan peran serta perawat dalam manajemen bencana.
Penanganan Anemia Pada Ibu Hamil dengan Pemberian Edukasi dan Suplementasi Tablet Besi Lisnawati Nur Farida
J I K O (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol 3, No 2 (2019): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : LPPM AKPER FATMAWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/jiko.v3i2.31

Abstract

Anemia pada ibu hamil berdampak pada kejadian abortus, persalinan prematuritas, hambatan tumbuh kembang janin, perdarahan antepartum, dan ketuban pecah dini. Pemerintah telah memprogramkan pemberian tablet Fe pada setiap bu hamil, namun upaya ini tidak didukung dengan pengetahuan ibu mengenai nutrisi seimbang dan pentingnya suplementasi tablet Fe. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil, melalui pemberian edukasi nutrisi seimbang dan suplementasi tablet Fe. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus pada dua orang ibu hamil dengan anemia. Setelah diberikan edukasi terstruktur dan pemantauan konsumsi tablet Fe selama 4 minggu, ibu melakukan pemerikasaan kadar Hb. Didapatkan hasil setelah diberikan edukasi dan suplementasi tablet Fe, kedua subjek mengalami peningkatan pengetahuan dan peningkatan kadar Hb. Pengetahuan subjek I meningkat dari kategori kurang menjadi cukup, dan subjek II meningkat dari kategori kurang menjadi baik. Peningkatan kadar Hb pada subjek I dari 10.3 g/dl menjadi 11.6 g/dl dan pada subjek II dari 10.9 g/dl menjadi 12.9 g/dl. Untuk itu perlu adanya pemberian edukasi nutrisi seimbang dan pemantauan konsumsi tablet Fe dalam upaya penanganan anemia pada ibu hamil.
The Honey for The Treatment of Diabetic Foot: A Literature Review Hinin Wasilah; Lisnawati Nur Farida; Zahri Darni
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9i1.448

Abstract

Background: Honey known as wound healer, but the use of honey for diabetes population is lack. Scientific studies needed to provide enough evidence to justify the benefits of honey for the treatment of diabetic foot ulcers. Aims: To identify the benefit of honey as healing diabetic foot ulcer. Methods: The author was used PICO question as the first step of this study, then the second step was searching the articles from several databases. The inclusion and exclusion criterias were using only honey as a diabetic foot treatment on human, randomized control trial study or quasy experimental study, published less than 10 years ago (2009 – 2019), available in English and provide full text. Meanwhile, for the exclusion criteria were literature review, systematic review or meta-analysis study, using honey as a treatment to animal such as rat and rabbit, combine honey with another treatment. By using PRISMA guideline, researchers were systematically review several articles from 4 databases. Results: After conducted search strategy by using Boolean search strategy, 4 articles were included. The articles used different types of honey and the population ranged from 8 to 63 peoples. According to the results, majority of study showed honey is effective as wound healer and safe Conclusion:  Honey wound dressing is an option for managing diabetic foot Recommendation: As a nurse, we can offer the honey as an effective treatment or intervention tools for targeted patients or populations
Upaya Promotif dan Preventif Asam Urat melalui Senam Sendi pada Masyarakat di Kelurahan Pondok Labu Hinin Wasilah; Putri Marhadika; Hera Hastuti; Lisnawati Nur Farida; Deny Prasetyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10995

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kadar asam urat dalam darah dapat disebabkan oleh tingginya konsumsi purin. Purin yang tinggi dalam darah tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal akan mengkristal dan menumpuk pada persendian sehingga menimbulkan pembengkakan serta nyeri sendi. Selain itu, apabila tidak diatasi, kadar asam urat berlebih dapat menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah yang mengarah kepada penyakit lainnya misalnya gagal ginjal. Salah satu upaya promotive dan preventif asam urat adalah dengan melakukan senam. Senam yang dilakukan selama minimal 10 menit dipercaya dapat meningkatkan kelenturan pembuluh darah. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di RT 02/ RW 03 Pondok Labu mengenai senam asam urat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan senam secara rutin untuk mencegah terjadinya asam urat. Tim Pengabdian pada Masyarakat STIKes Fatmawati bekerja sama dengan kader mengundang masyarakat RT 02/ RW 03 Pondok Labu untuk hadir di STIKes Fatmawati pada hari Sabtu, 3 Desember 2022 jam 09.00 untuk memberikan edukasi dan pelaksanaan senam asam urat sebagai upaya pencegahan asam urat. 28 orang berusia 40 sampai 70 tahun telah mengikuti edukasi dan pelaksanaan senam asam urat. Edukasi yang diberikan kepada masyarakat efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai senam asam urat. Berdasarkan hasil pre-test didapatkan 5 orang (17,85 %) memiliki tingkat pengetahuan baik, 17 orang (60,71 %) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 6 orang (21,42 %) memiliki tingkat pengetahuan kurang. Sedangkan, berdasarkan hasil post test jumlah masyarakat yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 11 orang (39,28 %) dan cukup 14 orang (50%). Ditemukan 3 orang (39,28 %) tidak mengisi post-test yang diberikan. Selain tingkat pengetahuan, berdasarkan kegiatan tersebut juga dapat dilaporkan bahwa seluruh peserta yang hadir memiliki antusias untuk melaksanakan senam yang diberikan. Edukasi penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan seseorang. Dengan pengetahuan asam urat yang baik, seseorang diharapkan memiliki kesadaran diri untuk melaksanakan senam asam mencegah terjadinya asam urat. Senam diyakini efektif untuk mencegah dan meredakan gejala asam urat seperti nyeri. Senam sendi dapat dilakukan secara rutin minimal selama 10 menit dengan intensitas ringan sampai sedang per sesi latihan Kata Kunci: Asam Urat, Senam Asam Urat, Pencegahan Asam Urat  ABSTRACT Increased levels of uric acid in the blood can be caused by the consumption of food which contains high purines. High purines in the blood cannot be excreted by the kidneys and will crystallize and accumulate in the joints, causing swelling and pain. If this condition untreated, excess uric acid levels can cause blockages in the blood vessels that lead to other diseases such as kidney failure. The promotive and preventive action such as exercise for about 10 minutes is needed to prevent gout. According to the theory, exercise can increase the flexibility of blood vessels. The purpose of this activity is to increase the knowledge and the awareness of the community who live in RT 02/ RW 03 Pondok Labu, South Jakarta. STIKes Fatmawati Community Service Team in collaboration with cadres invited the community of RT 02/RW 03 Pondok Labu to come to STIKes Fatmawati on Saturday, December 3, 2022, at 09.00 AM to 12.30 PM. The team provide health education and conducted exercise to prevent gout. 28 people aged 40 to 70 years participated in this activity. According to the results, the level of knowledge of the community about exercise to prevent gout was increased. Researcher found that in the pre-test 5 people (17.85%) had a good level of knowledge, 17 people (60.71%) categorized to sufficient, and 6 people (21.42%) categorized to low. Meanwhile, in the post test the number of people who have good level knowledge increased to 11 people (39.28%) and only 14 people (50%) categorized to sufficuent. Besides of that, researcher found that 3 people (39.28%) did not fill the post-test form given by researcher. Based on these activities, it also reported that all participants who attended this activity were enthusiastic to do exercises given by researcher. An education is important to increase an individual’s knowledge. With a good knowledge about gout, we hope that our society can implement the exercise to prevent gout. Exercise has benefit to reduce the level of pain. Exercise should be conducted minimum 10 minutes per session. Keywords: Gout, Exercise, Gout’s Prevention
ASPEK PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG MANAJEMEN LAKTASI Hardianti, Hardianti; Resmi, Dewi Candra; Nordianiwati, Nordianiwati; Nur Farida, Lisnawati; Laisouw, Meilany
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Edisi 3 April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i3.2450

Abstract

Lactation management is all the efforts made to help mothers achieve success in breastfeeding their babies. This effort is carried out by the mother especially in the exclusive breastfeeding period, namely the first 0-6 months after childbirth. Based on a survey of the number of deliveries in the Kampar Kiri Hulu Health Center working area in 2022 as many as 34 deliveries, there are still lactation management problems. This study is an observational analytic quantitative study with a cross sectional design. The sampling technique was purposive sampling. Data collection tools using a research questionnaire. Data analysis was done univariate and bivariate using SPSS program. The results showed that there was a relationship between maternal knowledge (p value 0.017) and maternal attitude (p value 0.014) towards lactation management in mothers in the working area of the Kampar Kiri Hulu Health Center. It is suggested to the Puskesmas of Kampar Kiri Hulu Health Center to continue to improve counseling to pregnant women who check their pregnancy so that when giving birth later they can carry out Lactation Management properly and correctly and for the community, especially post partum mothers, it is hoped that they will continue to improve their knowledge both about Lactation Management and about baby care so that they can care for and nurture their babies properly and optimally.Keywords: Lactation Management, Knowledge, Attitude
Pijat Oketani untuk Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu pada Ibu Post Partum: Literature Review Nur Farida, Lisnawati; Ismiakriatin, Pentya
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v3i2.21368

Abstract

Breastfeeding mothers often experience problems in the form of lack of milk. Oketani massage was known to be effective to increase breast milk production in postpartum mothers. The purpose of this study was to obtain an overview of giving oketani massage in increasing breast milk production based on empirical studies of the last 10 years. The design of this study used was a literature review with inclusion criteria in accordance with the PICOS format. Methods in searching for sources or articles through the National Library of Indonesia's E-Resources database, Proquest, Science Direct and Google Scholar (years 2011-2021) published in English and Indonesian. The keywords used were related to Breast Milk Production and Oketani Massage. Based on the Literature Review of 7 research journals, it was found that oketani massage was effective in increasing milk production, because oketani massage could stimulate the strength of the pectoralis muscle and make the breasts soft and elastic, making it easier for the baby to suck. Therefore, Oketani massage can be used as an alternative intervention in increasing breast milk in post partum mothers. Abstrak Ibu menyusui sering mengalami kendala berupa ASI kurang, atau tidak lancar. Salah satu cara yang diketahui dapat meningkatkan produksi ASI selama proses menyusui adalah dengan pijat oketani. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pemberian pijat oketani dalam meningkatkan produksi ASI berdasarkan studi empiris 10 tahun terakhir. Desain penelitian ini menggunakan literature review dengan kriteria inklusi yang sesuai dengan format PICOS. Metode dalam pencarian sumber atau artikel melalui database E-Resources Perpusnas, Proquest, Scient Direct dan google Scholar (tahun 2011-2021) yang diterbitkan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Kata kunci yang digunakan terkait dengan Produksi ASI dan Pijat Oketani. Berdasarkan Litelature Review dari 7 Jurnal penelitian didapatkan hasil bahwa pijat oketani efektif dalam meningkatkan produksi ASI, karena pijat oketani dapat menstimulus kekuatan otot pectoralis dan membuat payudara menjadi lembut dan elastis sehingga memudahkan bayi untuk menghisap. Oleh karena itu, Pijat oketani dapat dijadikan alternatif intervensi dalam meningkatkan ASI pada ibu post partum.
Peran Bermain Terapeutik dalam Mengurangi Kecemasan Anak Leukemia saat Kemoterapi: Studi Evidence-Based Nursing Siti Utami Dewi; Ayuda Nia Agustina; Lisnawati Nur Farida
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53163

Abstract

Pendahuluan: Leukemia merupakan kanker paling umum pada anak dan terapi utama adalah kemoterapi. Proses ini sering menimbulkan kecemasan yang berdampak pada kualitas hidup anak. Intervensi bermain terapeutik, seperti mewarnai dan bercerita, dipandang efektif sebagai distraksi emosional. Tujuan: Mengetahui efektivitas bermain terapeutik (mewarnai dan bercerita) dalam menurunkan kecemasan anak dengan leukemia yang menjalani kemoterapi di RS Kanker Dharmais. Metode: Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 20 anak usia prasekolah menjadi responden. Instrumen yang digunakan adalah Preschool Anxiety Scale Revised (PASR) dan Children’s Fear Scale (CFS). Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing 30 menit. Hasil: Rata-rata skor kecemasan anak sebelum intervensi sebesar 43,50 menurun menjadi 34,90 setelah intervensi (p<0,001). Skor ketakutan juga menurun signifikan dari median 2,00 menjadi 1,00 (p<0,05). Bermain terapeutik terbukti efektif menurunkan kecemasan dan ketakutan anak leukemia. Kesimpulan: Bermain terapeutik dengan mewarnai dan bercerita merupakan intervensi keperawatan efektif untuk mengurangi kecemasan anak dengan leukemia yang menjalani kemoterapi. Saran: Perawat disarankan menjadikan intervensi ini sebagai bagian dari perawatan atraumatik dan rumah sakit dapat mengembangkan SOP terkait.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS Siti Fatimah; Yessy Arisman; Lisnawati Nur Farida; Innas Tiara Ardhiani
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 3 (2026): Vol. 5 No. 3 Juni 2026
Publisher : Ensiklopedia Research and Community Service Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i3.3916

Abstract

One of the health issues that remains a challenge in Indonesia is the high incidence of infectious diseases, particularly Human Immunodeficiency Virus (HIV)/AIDS, syphilis, and hepatitis B. The objective of this study was to identify factors associated with triple elimination screening among pregnant women at community health centers. A cross-sectional study design was used. The study was conducted in the service area of the Pagar Dewa Community Health Center. The study was conducted in April 2025. The study population consisted of all pregnant women registered at the Pagar Dewa Community Health Center. The sample comprised 60 respondents. The sampling technique used was purposive sampling. The research instrument used a questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods. The results indicated an association between knowledge (p-value: ) and spousal support (p-value: ) with triple elimination screening. It is recommended that pregnant women have greater access to information about the importance of triple elimination. In addition to information from health workers, pregnant women can also access information through electronic and print media. A recommendation for health workers is to conduct outreach about the triple elimination program to couples of reproductive age and women of reproductive age, both in person and through health education materials posted at the Community Health Center. Keywords: Spousal Support, HIV, Triple Elimination
Penanganan Anemia Pada Ibu Hamil dengan Pemberian Edukasi dan Suplementasi Tablet Besi Lisnawati Nur Farida; Vivi Maulida Solihah
JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol. 3 No. 2 (2019): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Fatmawati Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/t86b9y26

Abstract

Anemia pada ibu hamil berdampak pada kejadian abortus, persalinan prematuritas, hambatan tumbuh kembang janin, perdarahan antepartum, dan ketuban pecah dini. Pemerintah telah memprogramkan pemberian tablet Fe pada setiap bu hamil, namun upaya ini tidak didukung dengan pengetahuan ibu mengenai nutrisi seimbang dan pentingnya suplementasi tablet Fe. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil, melalui pemberian edukasi nutrisi seimbang dan suplementasi tablet Fe. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus pada dua orang ibu hamil dengan anemia. Setelah diberikan edukasi terstruktur dan pemantauan konsumsi tablet Fe selama 4 minggu, ibu melakukan pemerikasaan kadar Hb. Didapatkan hasil setelah diberikan edukasi dan suplementasi tablet Fe, kedua subjek mengalami peningkatan pengetahuan dan peningkatan kadar Hb. Pengetahuan subjek I meningkat dari kategori kurang menjadi cukup, dan subjek II meningkat dari kategori kurang menjadi baik. Peningkatan kadar Hb pada subjek I dari 10.3 g/dl menjadi 11.6 g/dl dan pada subjek II dari 10.9 g/dl menjadi 12.9 g/dl. Untuk itu perlu adanya pemberian edukasi nutrisi seimbang dan pemantauan konsumsi tablet Fe dalam upaya penanganan anemia pada ibu hamil.