Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor keamanan data dan risiko dalam penggunaan dompet digital: Systematic literature review Adinda Rahma Dinna; Arsymanda Nafisa Putri; Mega Zhafarina Purwono
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1302

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis bukti empiris mengenai faktor keamanan data dan risiko penggunaan dompet digital guna memetakan tren riset terkait faktor dominan keamanan data, risiko siber yang signifikan, serta interaksi persepsi aman bagi keberlanjutan adopsi dompet digital. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang berpedoman pada protokol PRISMA 2020. Data dikumpulkan dari basis data Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan rentang publikasi 2020–2026, yang kemudian diseleksi secara ketat hingga menghasilkan 19 artikel utama untuk dikaji menggunakan teknik analisis tematik. Temuan – Hasil sintesis menunjukkan bahwa autentikasi biometrik, two-factor authentication (2FA), dan enkripsi end-to-end merupakan faktor teknis utama yang mampu menurunkan persepsi risiko, meskipun prosedur keamanan yang terlalu ketat dapat mengganggu kenyamanan pengguna. Risiko digital telah berevolusi menjadi ancaman siber lintas batas seperti phishing, pencurian identitas, malware, pengambilalihan akun, hingga celah privasi akibat model opacity pada sistem deteksi penipuan berbasis kecerdasan buatan. Keberlanjutan adopsi dompet digital sangat dibentuk oleh interaksi antara literasi digital pengguna, reputasi platform, serta kejelasan kebijakan perlindungan data. Keterbatasan penelitian – Keterbatasan dalam penelitian ini mencakup ketiadaan quality appraisal formal terhadap metodologi setiap artikel yang dianalisis serta jumlah literatur akhir yang disintesis relatif terbatas (n=19). Selain itu, variasi konteks ekonomi dan regulasi di setiap negara yang diteliti berpotensi memengaruhi hasil penelitian di masing-masing literatur. Implikasi – Penyedia layanan dompet digital disarankan untuk tidak hanya berfokus pada enkripsi sistem, tetapi juga pada transparansi komunikasi kepada pengguna dan penciptaan keseimbangan antara keamanan dan kemudahan penggunaan (usability). Terdapat pula urgensi bagi regulator untuk menyinkronkan regulasi perlindungan data yang kuat dengan edukasi literasi digital yang disesuaikan berdasarkan profil risiko kelompok pengguna. Kebaruan – Penelitian ini memberikan sintesis terhadap literatur yang selama ini terfragmentasi antara perspektif adopsi teknologi secara teoretis dengan kajian teknis infrastruktur keamanan siber, serta secara holistik menghubungkan regulasi pelindungan data nasional dengan perilaku keamanan pengguna dompet digital.
Transformational Digital Leadership And Public Legitimacy: Purwakarta Community Perceptions Of Dedi Mulyadi Nur Fitriyani; Mega Zhafarina Purwono
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 12 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v12i4.7903

Abstract

This study examines Dedi Mulyadi transformational digital leadership patterns and the construction of Purwakarta societys perceptions of the phenomenon of person centered leadership based on social media. The approach use a qualitative descriptive with netnography methods supported by indepth interviews with three (3) informants. Methodologically, this study operationalizes four (4) core stages of Kozinets netnography framework introspection, digital ecosystem mapping, interaction archiving, and theory based interpretation to rigorously link empirical data with the research objectives. The result is Dedi Mulyadi legitimacys is maintained through consistent humanistic content and direct engagement across digital platforms with a total of more than 34 million followers, effectively extending leadership influence beyond formal office boundaries. In terms of quantitative data, at the cross platform sentiment analysis reveals a dominance of positive sentiment at approximately 59% standing in stark contrast to the 22% of critical sentiment centered on concerns regarding excessive digital exposure and rather superficial content. Then the public perceives a contrast between the leaders rapid personal movements on social media and formal bureaucratic mechanisms, which have the potential to create figure dependency and weaken institutional trust. This research contributes to the development of an adaptive public sector leadership model in the digital era. Research shows that the success of transformational digital leadership in building public image and legitimacy needs to be balance with strengthen the capacity of the formal bureaucracy so that public trust does not only rest on the figure of the leader, but also on the sustainability of the government system.