Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Strict Liability dan Vicarious Liability dalam Sengketa Perdata Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Filipina Putra Dirgantara; Nathania, Cheryl; Ritonga, Heigel Parodi; Yuri, Nicole Eugenia; Janah, Oky Annisa Rizky Noer
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1580

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara komparatif penerapan doktrin Strict Liability (Pertanggungjawaban Mutlak) dan Vicarious Liability (Pertanggungjawaban Pengganti) dalam sengketa perdata antara Indonesia dan Filipina. Studi ini menyoroti bagaimana perbedaan tradisi hukum sistem Civil Law murni di Indonesia dan sistem hibrida yang dipengaruhi Common Law di Filipina memengaruhi lingkup dan beban pembuktian pertanggungjawaban non-kesalahan. Ditemukan bahwa Indonesia menerapkan SL secara terbatas melalui lex specialis (khususnya UU PPLH) dan VL masih berlandaskan pada asumsi kelalaian pengawasan, sementara Filipina mengadopsi doktrin-doktrin ini secara lebih ekspansif melalui yurisprudensi, khususnya dalam Product Liability dan Liability for Acts of Others. Kesimpulan menunjukkan bahwa meskipun kedua negara bertujuan untuk melindungi korban, sistem Filipina menawarkan jalur litigasi yang lebih luas dan fleksibel, sementara Indonesia harus mengandalkan reformasi legislasi yang agresif untuk memperluas cakupan pertanggungjawaban non-kesalahan.
Penguatan Iklim Investasi Daerah Melalui Perda Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2022: Kepastian Hukum, Insentif, dan Kemudahan Berusaha Ritonga, Heigel Parodi; Dirgantara, Putra; Aditya, Rifaldo
JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Vol 8, No 2 (2026): JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jihad.v8i2.10544

Abstract

Peraturan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal hadir sebagai instrumen rekayasa hukum daerah dalam merespons pergeseran paradigma regulasi nasional pasca berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja. Regulasi ini tidak hanya dimaksudkan sebagai payung hukum penanaman modal, tetapi juga sebagai kerangka penggerak ekonomi daerah melalui penguatan kepastian hukum, kemudahan berusaha, dan integrasi kebijakan investasi dengan arah pembangunan Kota Bandung. Perda ini menegaskan penyelenggaraan penanaman modal yang selaras dengan perizinan berusaha berbasis risiko, tata ruang, penyediaan infrastruktur, ketenagakerjaan, perlindungan lingkungan hidup, serta penguatan kapasitas aparatur birokrasi daerah. Intisari pengaturannya menempatkan investasi bukan sekadar masuknya modal, tetapi sebagai ekosistem pembangunan daerah yang memuat dimensi sosial dan keberlanjutan, antara lain melalui kemitraan dengan UMKM/koperasi, penyerapan tenaga kerja lokal, serta dorongan penerapan teknologi ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2022 berfungsi sebagai payung hukum sekaligus kerangka penggerak iklim investasi daerah; mengkaji bentuk harmonisasi antara target pertumbuhan ekonomi daerah dengan aspek keterbukaan sosial melalui penguatan kemitraan UMKM/koperasi serta penyediaan lapangan kerja lokal; dan menelaah keterkaitan antara skema insentif dan kemudahan penanaman modal dengan mekanisme pengendalian sebagai wujud akuntabilitas penyelenggaraan investasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan statute approach, yang berfokus pada analisis dokumen hukum melalui penelaahan norma-norma utama dalam Perda 4/2022, meliputi tujuan pengaturan, kewenangan pemerintah daerah, perencanaan penanaman modal berupa RUPMK dan peta potensi investasi, hak dan kewajiban penanam modal, pengaturan bidang usaha, insentif dan kemudahan, serta instrumen pembinaan, pengawasan, pelaporan, dan sanksi administratif.  Secara normatif, Perda Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2022 memosisikan Kota Bandung bukan hanya sebagai destinasi modal, melainkan sebagai ekosistem investasi yang berkepastian hukum, berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan, melalui kemitraan dengan UMKM/koperasi, penyerapan tenaga kerja lokal, serta kepatuhan terhadap prinsip ramah lingkungan yang dikendalikan secara akuntabel oleh pemerintah daerah setempat.
Cyber Law Analysis and Customer Protection in Cases of Phishing in Digital Banking Gani, Maria Minerva; Nathania, Cheryl; Ritonga, Heigel Parodi; Siregar, Nathasya Jhonray; Aditya, Rifaldo; Dirgantara, Putra; Yuri, Nicole Eugenia; Siregar, Tasya Amira F
JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Vol 8, No 2 (2026): JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jihad.v8i2.10602

Abstract

This study examines phishing in digital banking services as a form of cybercrime that combines electronic system manipulation and social engineering. Phishing is not merely a technical security issue, but also a legal problem involving criminal liability, consumer protection, and personal data protection. This research uses normative legal research with statutory and case approaches, particularly by analyzing phishing practices involving fake banking websites that resemble official digital banking platforms. The findings show that phishing can be legally constructed through several provisions under the Electronic Information and Transactions Law, the Personal Data Protection Law, and the National Criminal Code. The perpetrator’s liability may be established through the elements of unlawful act, intent, capacity to be held responsible, and the absence of justifying or excusing grounds. In addition, victim protection must be carried out through preventive measures, responsive handling, and recovery mechanisms, including strengthening digital security, improving customer literacy, conducting internal investigations, and providing dispute resolution channels. Therefore, the prevention and handling of phishing in digital banking requires an integrated approach that combines criminal enforcement, banking governance, consumer protection, and personal data protection.