Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Etika dan Hukum terhadap Kualitas Pelayanan Kebidanan di Rumah Sakit Umum Obi Sanwar, Sitti Nurlyanti; Rohmawati, Wahidah; Sarumi, Rasniah; Harnianti, Harnianti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5971

Abstract

Penerapan etika dan hukum kebidanan merupakan fondasi penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan maternal. RSU Obi sebagai rumah sakit tipe C di Maluku Utara menghadapi tantangan dalam mempertahankan kualitas pelayanan kebidanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan etika dan hukum kebidanan terhadap kualitas pelayanan kebidanan di RSU Obi. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 99 bidan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji chi-square (α = 0,05). Hasil menunjukkan bahwa penerapan etika kebidanan berada pada kategori baik dan sangat baik (100%; mean = 1,46; SD = 0,501). Pemahaman hukum kebidanan tergolong baik dan sangat baik sebesar 86,9%, namun penerapan hukum menunjukkan 30,3% responden berada pada kategori cukup, yang mengindikasikan adanya kesenjangan implementasi sebesar 19,2%. Kualitas pelayanan kebidanan menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 69,7%, sementara 30,3% responden menyatakan tidak puas. Uji chi-square tidak menemukan hubungan yang signifikan antara penerapan etika dan hukum kebidanan dengan kualitas pelayanan (χ² = 0,008; p = 0,930; Fisher’s Exact p = 1,000). Meskipun tidak signifikan secara statistik, temuan ini mengidentifikasi adanya kesenjangan implementasi dan area perbaikan, yang kemungkinan dipengaruhi oleh efek plafon, homogenitas responden, serta faktor mediasi seperti supervisi dan ketersediaan sumber daya. Rekomendasi meliputi pelatihan komunikasi, penguatan supervisi formatif, integrasi modul etika-hukum dalam kurikulum, serta perbaikan dukungan struktural.
Transformasi Digital dalam Akses Informasi dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja: Peran Platform Digital dan Kecerdasan Buatan dalam Meningkatkan Literasi dan Perilaku Sehat Sarumi, Rasniah; Albert, Albert; Sari, Elna; Sanwar, Sitti Nurlyanti; Nangsih, Ayu; Aifu, Dewi Kurniati; Lisna, Lisna
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6933

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mentransformasi cara remaja mengakses informasi kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi. Sebagai generasi digital native, remaja cenderung memanfaatkan internet, media sosial, dan aplikasi kesehatan sebagai sumber utama informasi dibandingkan layanan tatap muka konvensional yang sering kali terhambat oleh stigma dan keterbatasan akses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran platform digital dan AI dalam meningkatkan akses, kualitas, serta efektivitas edukasi kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2014–2024 dan diperoleh melalui database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi berbasis web, media sosial, mobile health (mHealth), serta chatbot berbasis AI berkontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi kesehatan reproduksi, pembentukan sikap yang lebih positif, serta penguatan perilaku preventif pada remaja. Pemanfaatan AI memungkinkan personalisasi materi edukasi, pemberian respons secara instan, serta interaksi anonim yang meningkatkan kenyamanan dalam membahas isu sensitif. Namun, implementasi teknologi ini masih menghadapi tantangan berupa misinformasi digital, potensi bias algoritma, kesenjangan akses internet, dan risiko pelanggaran privasi data kesehatan. Dengan demikian, integrasi teknologi digital dan AI berpotensi memperkuat edukasi kesehatan reproduksi remaja secara inklusif dan adaptif, tetapi memerlukan regulasi, pengawasan, serta peningkatan literasi digital untuk menjamin keamanan dan akurasi informasi.