Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Creative Thinking Ability in Habits of Mind-based Ethnomathematics JUCAMA Learning Models Heriyanto, Heriyanto; Zaenuri, Zaenuri; Walid, Walid
Journal of Primary Education Vol 10 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpe.v10i3.50421

Abstract

The Problem Submission and Solving (JUCAMA) learning model is a learning model that is oriented towards problem submission and solving to improve students' creative thinking skills.The purpose of this study is to determine the effectiveness of ethnomathematics JUCAMA learning models and to determine the influence of the mathematical habits of mind on the creative thinking ability of students. The research method used for this research is a mixed-method using a sequential explanatory design. The population in this study were students of class VIII in Junior High School of State at Sub-District Donggo Regency of Bima which is not a One-stop Middle School and the sample is class VIII of Junior High School of State 3 Donggo. Class VIII/A is the control class and class VIII/B is the experimental class. The results was showed that the average creative thinking ability of students taught by using etnomathematics JUCAMA learning model more higher than the average thinking ability of students taught by problem-based learning. Students who are taught with the ethnomathematical JUCAMA learning model experience an increase in creative thinking skills in the medium category, while students who are taught with problem-solving learning models experience an increase in creative thinking skills in the low category based on the N-gain category. In improving the creative thinking ability, the ethnomathematics JUCAMA learning models were applied to the experimental class more effective than problem-solving learning models were applied to the control class. There is the influence of the mathematical habits of mind on the creative thinking ability of students.
A Analisis Soal Etnomatematika SASAMBO dalam Pembelajaran Matematika Dasar Heriyanto, Heriyanto; Nurrahmawati, Yulia
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.10638

Abstract

This study aims to analyze the integration of local SASAMBO (Sasak, Sumbawa, and Mbojo) cultural elements into ethnomathematics-based Basic Mathematics learning problems. The approach used was descriptive qualitative, with data sources consisting of evaluation questions that integrate mathematical concepts within a cultural context. Data were analyzed through stages of reduction, presentation, and conclusion to uncover the relevance between local cultural values ​​and mathematical concepts such as sets, logic, and meaning. The results show that using the SASAMBO cultural context in mathematics problems can improve conceptual understanding, strengthen character, and foster student learning motivation. This improvement can be seen in the evaluation results which show progress in mastery of the material and the ability to connect mathematical concepts with real situations that are culturally relevant. Ethnomathematics-based problems make learning more contextual, meaningful, and interactive because they connect cultural experiences with formal mathematical concepts. The application of SASAMBO ethnomathematics can be an effective strategy in developing Basic Mathematics learning that is relevant to local culture and supports the implementation of Independent Learning.
INTEGRASI ICT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA ABAD 21: KAJIAN LITERATUR Heriyanto; Andrianingsih, Vivi; Nurramdaniyah
EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/edupedika.v5i1.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur terkait integrasi teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dalam pembelajaran matematika abad 21. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana ICT berkontribusi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi (4C) yang menjadi tuntutan utama di era digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai artikel penelitian, laporan, dan publikasi akademik dalam kurun waktu 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan ICT, baik dalam bentuk perangkat lunak pembelajaran, aplikasi interaktif, maupun platform digital, mampu meningkatkan motivasi belajar, memperluas akses sumber belajar, serta memperkaya strategi pembelajaran matematika. Selain itu, integrasi ICT terbukti mendorong pembelajaran yang lebih kolaboratif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Namun demikian, tantangan yang muncul mencakup kesiapan guru dalam menguasai teknologi, keterbatasan infrastruktur, serta perlunya kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kajian ini merekomendasikan penguatan kompetensi digital guru, penyediaan sarana pendukung yang memadai, serta pengembangan model pembelajaran berbasis ICT yang berorientasi pada keterampilan abad 21.
Increasing Science Learning Interest in Class VIII SMPN 2 Mataram through STEM Teaching Aids Making Practice Ferniawan Ferniawan; Rabi'atul Adawiyah; Ewan Gunawan; Heriyanto Heriyanto
Jurnal Pengabdian Pendidikan IPA Kontekstual Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Postgraduate Program, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppik.v4i1.1464

Abstract

Natural Sciences (IPA) learning at the junior high school level still faces the problem of low student learning interest due to the dominance of conventional learning and limited practicum facilities. This community service activity aims to increase the interest and motivation to learn science for grade VIII students of SMPN 2 Mataram through the practice of making STEM-based teaching aids (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) in business and energy materials. The activity will be carried out in November 2025 by involving grade VIII students as the main participants. The implementation method includes the introduction of business and energy concepts, the practice of making simple teaching aids in groups, and evaluation through learning interest questionnaires and reflective discussions. The results showed that students were actively involved in the process of designing, manufacturing, and testing props, and showed high enthusiasm and participation during the learning process. The practice of making STEM-based props helps students understand the concepts of business and energy in a more concrete and contextual way. Based on the results of the evaluation, this activity has been proven to have a positive impact on increasing students' interest and motivation to learn science. Thus, the practice of making STEM-based teaching aids can be an effective and sustainable alternative to innovative learning to improve the quality of science learning at the junior high school level, even with limited laboratory facilities.
Analisis Pembelajaran STEM terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri dan Berpikir Kreatif Siswa SMAN 1 Madapangga Sudarsono, Sudarsono; Heriyanto, Heriyanto; Ida Mawaddah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.4070

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah geometri dan berpikir kreatif merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika abad ke-21. Namun, dalam praktik pembelajaran di sekolah menengah, kedua kemampuan tersebut masih belum berkembang secara optimal karena pembelajaran cenderung bersifat prosedural dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran STEM memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah geometri dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Madapangga dan seorang guru matematika yang dipilih secara purposive. Pembelajaran STEM diterapkan pada materi geometri melalui aktivitas pemecahan masalah kontekstual dan kerja kelompok. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, analisis hasil kerja siswa, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran STEM memfasilitasi siswa dalam memahami permasalahan geometri secara lebih mendalam, mengembangkan strategi penyelesaian yang beragam, serta mengaitkan konsep geometri dengan konteks kehidupan nyata. Selain itu, kemampuan berpikir kreatif siswa tampak berkembang pada aspek kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran STEM berpotensi menjadi pendekatan inovatif dalam mendukung pengembangan kemampuan pemecahan masalah geometri dan berpikir kreatif siswa SMA.
Pengaruh Pembelajaran STEM Berbasis Etnomatematika terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri Siswa SMPN 1 Madapangga Sudarsono, Sudarsono; Heriyanto, Heriyanto; Mawaddah, Ida
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i1.3831

Abstract

Pembelajaran geometri di SMP masih cenderung bersifat abstrak dan kurang kontekstual, sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa belum berkembang secara optimal. Pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang diintegrasikan dengan etnomatematika memberikan pengalaman belajar kontekstual melalui pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran STEM berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah geometri siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas SMPN 1 Madapangga Kelas VIII, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran STEM berbasis etnomatematika dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan jumlah masing-masing siswa 30 orang setiap kelas. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah geometri yang disusun berdasarkan indikator pemecahan masalah matematis. Data dianalisis menggunakan uji statistik inferensial untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah geometri antara siswa yang mengikuti pembelajaran STEM berbasis etnomatematika dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran STEM berbasis etnomatematika efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah geometri siswa SMP. Dengan demikian, pendekatan ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran inovatif yang kontekstual dan relevan dalam pembelajaran matematika di SMP.
Implementasi Pembelajaran STEM Terintegrasi Proyek terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri Sudarsono, Sudarsono; Mawaddah, Ida; Heriyanto, Heriyanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i1.3870

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi geometri yang menuntut pemahaman visual dan penalaran spasial. Namun, pembelajaran geometri di kelas masih cenderung bersifat prosedural sehingga kemampuan pemecahan masalah peserta didik belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi pembelajaran STEM terintegrasi proyek terhadap kemampuan pemecahan masalah geometri peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Penelitian di lakukan di SMP N 1 Madapangga pada kelas IX dan subjek penelitian terdiri atas 50 peserta didik yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran STEM terintegrasi proyek, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah geometri dalam bentuk pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah geometri peserta didik pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata peningkatan skor kelompok eksperimen lebih besar daripada kelompok kontrol, yang menunjukkan efektivitas pembelajaran STEM terintegrasi proyek. Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran STEM terintegrasi proyek berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah geometri peserta didik dan dapat dijadikan alternatif pembelajaran matematika yang lebih bermakna.