Muspardi
Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN LITERASI PADA MATAKULIAH PPKn SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KARAKTER GEMAR MEMBACA MAHASISWA Bambang Trisno; Syawaluddin; Lainah; Muspardi
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih lemahnya karakter gemar membaca mahasiswa di perguruan tinggi, hal ini ditunjukkan dengan minimnya referensi mahasiswa dalam perkuliahan, sedikit sekali yang meminjam buku di perpustakaan dan mahasiswa lebih memilih bermain media sosial daripada membaca ebook atau artikel. Padahal, Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai pengembangan pengetahuan, pendidikan mestinya juga meningkatkan budi pekerti (karakter), salah satunya karakter gemar membaca. Untuk itu dalam penelitian ini ditawarkan model pembelajaran literasi untuk penguatan karakter gemar membaca mahasiswa. Dilihat dari hasil hipotesis angka probabilitas Asmyp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.001 atau probabilitas di bawah alpha (0.000 < 0.05), dengan perbedaan rerata skor pretest dan posttest sebesar 8.611, H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat peningkatan karakter gemar membaca mahasiswa UIN Bukittinggi setelah diberikan model pembelajaran literasi. The weak character of reading for students in tertiary institutions, this is indicated by the lack of student references in lectures, very few borrow books from the library and students prefer to use social media instead of reading ebooks or articles. In fact, education does not only function as the development of knowledge, education should also improve character (character), one of which is the character of liking to read. For this reason, this research offers a literacy learning model to strengthen students' fond of reading character. Judging from the results of the hypothesis probability number Asmyp. Sig. (2-tailed) of 0.001 or probability below alpha (0.000 <0.05), with a difference in the mean pretest and posttest scores of 8.611, H1 is accepted and H0 is rejected which means there is an increase in the reading character of UIN Bukittinggi students after being given a literacy learning model.
Analisis Gaya Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IV di SDIT Masjid Raya Lantai Batu Batusangkar Tri Mutiara; Ridwal Trisoni; Muspardi
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.112

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan gaya belajar peserta didik dalam pembelajaran berdiferensiasi kelas IV di SDIT Masjid Raya Lantai Batu. Hal ini karena guru kurang memahami keragaman gaya belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gaya belajar peserta didik dalam pembelajaran berdiferensiasi pada pelajaran pendidikan pancasila kelas IV di SDIT Masjid Raya Lantai Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah Mix Method dengan jenis desain Sequential Explanatory. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di SDIT Masjid Raya Lantai Batu dengan sampel sebanyak 76 peserta didik. Peneliti menggunakan skala likert untuk angket gaya belajar, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan penyatuan data. Dari hasil keseluruh peserta didik kelas IV dengan jumlah 76 orang peserta didik didapatkan data sebanyak 23 orang memiliki gaya belajar visual persentase sebesar 30% cenderung belajar dengan melihat gambar atau media gambar, sebanyak 28 orang peserta didik memiliki gaya belajar auditori persentase 37% cenderung belajar dengan mendengarkan penjelasan guru dan diskusi kelompok, dan sebanyak 25 orang peserta didik memiliki gaya belajar kinestetik persentase sebesar 33% cenderung belajar dengan praktik dan melakukan eksperimen.   This research is based on the difference in students' learning styles in differentiated learning in grade IV at SDIT Masjid Raya Lantai Batu. This is because teachers do not understand the diversity of students' learning styles. The purpose of this study is to analyze the learning styles of students in differentiated learning in class IV Pancasila education lessons at SDIT Masjid Raya Batu Floor. The research method used is the Mix Method with a Sequential Explanatory design. The population in this study is class IV students at SDIT Masjid Raya Lantai Batu with a sample of 76 students. The researcher used a likert scale for learning style questionnaires, observations, interviews and documentation. The data analysis technique uses the stages of data reduction, data presentation and conclusion. The validity of the data in this study uses source triangulation and data unification. From the results of all grade IV students with a total of 76 students, data was obtained as many as 23 people have a visual learning style with a percentage of 30% tend to learn by looking at pictures or image media, as many as 28 students have an auditory learning style with a percentage of 37% tend to learn by listening to teacher explanations and group discussions, and as many as 25 students have a kinesthetic learning style with a percentage of 33% tend to learn with practice and conduct experiments.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TERINTEGRASI ASMAUL HUSNA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SDIT CINTA QUR’AN ISLAMI SCHOOL TANJUNG BALIK Reni Oktavia; Syaiful Marwan; Yufi Latmini Lasari; Muspardi
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i1.179

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui media yang dibuat digunakan dalam proses pembelajaran memiliki tingkat validitas dan praktikaitas yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu RnD Research and Development menggunakan model 4D Thiagarajan yang telah dimodifikasi. Tahapan yang digunakan ada tiga tahap yaitu define (pendefenisian), design (perancangan), dan development (pengembangan). Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDIT Cinta Qur’an Islami School Tanjung Balik. Siswa kelas V terdiri 9 orang siswa, 5 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon guru terhadap modul menunjukkan respon yang sangat baik dan dibuktikan dengan persentase sebesar 81,25%. Begitu juga respon dari siswa diperoleh persentase sebesar 88% dengan tanggapan sangat baik tersebut sehingga modul pembelajaran terintegrasi Asmaul Husna dapat dikatakan dapat digunakan dan praktis untuk pembelajaran pendidikan pancasila.   This study aims to determine the validity and practicality of the media developed so that it can be used in the learning process. The method used in this research is Research and Development using Thiagarajan's modified 4D model. There are three stages used, namely define, design, and development. Data collection techniques are observation, interview, documentation, and questionnaire distribution. The subjects of this study were teachers and fifth grade students of SDIT Cinta Qur'an Islami School Tanjung Balik. The fifth grade students consisted of 9 students, 5 boys and 4 girls. The results of this study indicate that the teacher's response to the module shows a very good response and is evidenced by a percentage of 81.25%. Likewise, the response from students obtained a percentage of 88% with this very good response so that the Asmaul Husna integrated learning module can be said to be valid and practical to use for learning Pancasila education.
STRATEGI INOVATIF GURU DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH DASAR Muspardi; Neviyarni; Yusmanila; Afdal
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i2.237

Abstract

Pengembangan kreativitas peserta didik merupakan salah satu kompetensi utama yang ditekankan dalam Kurikulum Merdeka, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Namun, praktik pembelajaran di Sekolah Dasar masih cenderung menekankan hafalan nilai-nilai moral tanpa memberi ruang bagi peserta didik untuk berpikir kreatif dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam upaya pendidik dalam mengembangkan kreativitas peserta didik selama proses pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di dua sekolah dasar di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam terhadap enam guru, dan analisis dokumen perencanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kreativitas peserta didik dilakukan melalui tiga strategi utama: (1) Penerapan model pembelajaran berbasis proyek dan berbasis masalah, (2) Pemanfaatan media inovatif seperti video animasi dan permainan edukatif, serta (3) Pemberian tugas terbuka yang mendorong ekspresi ide dan penciptaan karya orisinal. Strategi tersebut terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kreatif sekaligus memperdalam pemahaman nilai-nilai Pancasila secara kontekstual. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan guru untuk merancang pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan karakter dengan stimulasi kreativitas.   Developing students’ creativity is one of the core competencies emphasized in the Merdeka Curriculum, including within the subject of Pancasila Education. However, classroom practices in elementary schools still tend to emphasize rote memorization of moral values without providing sufficient space for students to think creatively and reflectively. This study aims to provide an in-depth description of teachers’ efforts in fostering students’ creativity during the learning process of Pancasila Education. The research employed a qualitative approach with a case study method conducted in two elementary schools located in Sijunjung Regency, West Sumatra. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with six teachers, and analysis of lesson plan documents. The collected data were analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers fostered students’ creativity through three main strategies: (1) Implementing project-based and problem-based learning models, (2) Utilizing innovative media such as animated videos and educational games, and (3) Assigning open-ended tasks that encouraged idea expression and the creation of original works. These strategies were proven effective in enhancing creative thinking skills while deepening students’ contextual understanding of Pancasila values. The study highlights the importance of teacher training in designing learning experiences that integrate character strengthening with creativity stimulation