Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Linguistic Politeness Analysis in Grade X High School Students’ Negotiation Texts: Pragmatic Perspective and Learning Implications Atika Zikri; Afnita Afnita; Siti Ainim Liusti
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 4 No. 10 (2025): Injurity: Interdiciplinary Journal and Humanity
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v4i10.1485

Abstract

The purpose of the research is to describe the forms, strategies, and levels of linguistic politeness in the negotiation texts produced by students, as well as to examine their implications for Indonesian language learning. The research method used is qualitative descriptive with a pragmatic approach. The research data consist of 15 negotiation texts written by Grade X students of SMA Negeri 1 West Sumatra, collected through observation, documentation, and simulation of negotiation activities. The analysis was carried out in four stages, namely speech identification, classification of negotiation strategies, analysis of positive and negative linguistic politeness, and formulation of learning implications. The results show that students employed various negotiation strategies, including price bargaining, reasoning, and comparison with other alternatives. Linguistic politeness is reflected in the use of greetings, expressions of requests, expressions of appreciation, and forms of offers that show attention to speech partners. This finding confirms that Indonesian language learning needs to be directed toward strengthening students’ communicative competence. Through the application of the principle of linguistic politeness, it is hoped that polite, effective, and contextual interactions will be fostered.
Directive Speech Acts of Female Teachers in Learning and Teaching Interactions in Indonesian Language at Sman Nino Conis Santana Gleno, Ermera Dirce Soares Babo; Siti Ainim Liusti; Ngusman Ngusman; Tressyalina Tressyalina
Journal of World Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v5i2.1632

Abstract

This study aims to describe the forms and functions of directive speech acts used by female teachers in Bahasa Indonesia teaching and learning interactions at SMAN Nino Conis Santana Gleno, Ermera. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The research data consisted of directive speech acts by female teachers, obtained through recording and observation techniques. The sources of data were three female Bahasa Indonesia teachers teaching class XII. The findings revealed 76 instances of directive speech acts used by female teachers in various forms and functions. The identified forms of directive speech include commanding, requesting, advising, inviting, and prohibiting. The functions of directive speech acts include directing students during the learning process, motivating students, managing the classroom, and evaluating students’ understanding. The most dominant types of directive speech acts are those of commanding and requesting, which primarily function to guide student learning activities.
Konjungsi Koordinatif Atau dalam Tiga Novel Karya Penulis Berlatar Belakang Budaya Minangkabau Ghina Afifah; Siti Ainim Liusti
MIMESIS Vol. 7 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mms.v7i2.16242

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan konjungsi koordinatif atau dalam novel dengan fokus pada distribusi sintaksis dan variasi posisinya. Meskipun konjungsi atau kerap digunakan dalam karya sastra, kajian yang secara khusus menganalisis kemunculannya pada hubungan berbagai satuan lingual serta pola posisinya dalam kalimat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis satuan lingual yang dihubungkan oleh atau, serta menganalisis distribusi posisi kemunculannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Data berupa kalimat yang mengandung konjungsi atau yang diambil dari tiga novel karya penulis berlatar belakang budaya Minangkabau, yaitu Kidung Kambari karya Vera Yuana, Di Bawah Lindungan Ka'bah karya Hamka, dan Rinai Kabut Singgalang karya Muhammad Subhan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konjungsi atau paling dominan menghubungkan satuan frasa, diikuti oleh kata dan klausa. Pada tingkat klausa, atau membentuk kalimat majemuk setara dengan posisi medial dan inisial. Posisi medial merupakan yang paling dominan, sedangkan posisi inisial muncul terbatas dalam konteks naratif. Temuan ini menunjukkan bahwa atau memiliki penggunaan yang fleksibel dalam struktur kalimat serta berperan dalam memperluas hubungan pemilihan dalam novel.
Penguatan Kompetensi Guru melalui Pembelajaran Mendalam–STEAM Menuju Sekolah Unggul di SD Pembangunan Laboratorium UNP Melva Zainil; Ary Kiswanto Kenedi; Nurhafizah Nurhafizah; Siti Ainim Liusti; Ika Parma Dewi; Dea Stivani Suherman; Asna Mardin; Nurul Husna Zakiyah; Azizah Gusdelia
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.198

Abstract

SD Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang memiliki potensi besar untuk mengembangkan pembelajaran inovatif, tetapi pemahaman guru mengenai pembelajaran mendalam dan pendekatan STEAM, kemampuan merancang proyek, serta sistem manajemen pembelajaran masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran mendalam berbasis STEAM serta memperkuat manajemen pembelajaran sekolah menuju sekolah unggul STEAM. Program dilaksanakan melalui pelatihan selama dua hari dan empat kali pendampingan yang melibatkan 24 guru. Kegiatan mencakup pemaparan materi, lokakarya penyusunan perangkat ajar, pengembangan asesmen autentik, praktik microteaching, penyusunan panduan implementasi, pembentukan Tim Pengembang STEAM, dan pengembangan instrumen monitoring. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, observasi microteaching, angket respons, serta penilaian perangkat dan produk program. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 51,50 menjadi 87,67. Sebanyak 87,5% guru mampu menyusun perangkat dengan kategori baik atau sangat baik, hasil microteaching mencapai 89,75%, dan kelayakan produk memperoleh nilai 92,50%. Respons peserta mencapai 96,25% dengan kategori sangat baik. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan terstruktur efektif memperkuat kompetensi guru dan manajemen pembelajaran sebagai dasar pengembangan sekolah unggul STEAM.
Penguatan Kompetensi Guru melalui Pembelajaran Mendalam–STEAM Menuju Sekolah Unggul di SD Pembangunan Laboratorium UNP Melva Zainil; Ary Kiswanto Kenedi; Nurhafizah Nurhafizah; Siti Ainim Liusti; Ika Parma Dewi; Dea Stivani Suherman; Asna Mardin; Nurul Husna Zakiyah; Azizah Gusdelia
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.198

Abstract

SD Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang memiliki potensi besar untuk mengembangkan pembelajaran inovatif, tetapi pemahaman guru mengenai pembelajaran mendalam dan pendekatan STEAM, kemampuan merancang proyek, serta sistem manajemen pembelajaran masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran mendalam berbasis STEAM serta memperkuat manajemen pembelajaran sekolah menuju sekolah unggul STEAM. Program dilaksanakan melalui pelatihan selama dua hari dan empat kali pendampingan yang melibatkan 24 guru. Kegiatan mencakup pemaparan materi, lokakarya penyusunan perangkat ajar, pengembangan asesmen autentik, praktik microteaching, penyusunan panduan implementasi, pembentukan Tim Pengembang STEAM, dan pengembangan instrumen monitoring. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, observasi microteaching, angket respons, serta penilaian perangkat dan produk program. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 51,50 menjadi 87,67. Sebanyak 87,5% guru mampu menyusun perangkat dengan kategori baik atau sangat baik, hasil microteaching mencapai 89,75%, dan kelayakan produk memperoleh nilai 92,50%. Respons peserta mencapai 96,25% dengan kategori sangat baik. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan terstruktur efektif memperkuat kompetensi guru dan manajemen pembelajaran sebagai dasar pengembangan sekolah unggul STEAM.