Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Bimbingan Bahasa Arab Tingkat Dasar Pada Masyarakat di Kelurahan Dermayu Kabupaten Seluma Bengkulu Suryaningrat, Erwin; Rahman, Bobbi Aidi
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v9i1.3272

Abstract

A correct understanding of the contents of the Qur'an will give birth to a religious and religious society, that understanding will arise if there is an ability to understand the contents of the Qur'an which in fact speak Arabic, meaning that basic knowledge of Arabic is a necessity that cannot be  ignored.  But in the course of its history, Arabic was studied by Muslims only in the context of practical purposes, namely worship for example being able to read the Qur'an, so that when people are able to meet these targets, they no longer feel the need to learn Arabic, so that  happens in the future is the stagnation and distortion of meaning in learning Arabic, which should be Arabic as the language of science only stops as a language of worship alone.
SILSILAH DAN CORAK TAREKAT SYATARIYAH BENGKULU Murkilim Murkilim; Ismail Ismail; Ahmad Abas Musofa; Bobbi Aidi Rahman
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.646 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v7i2.1599

Abstract

Masuknya Islam ke Bengkulu mengenai dari mana asalnya, siapa penyebarnya dan kapan masuknya, dapat diklasifikasikan menjadi beberapa teori, yaitu pertama teori Aceh, kedua teori Palembang, teori Minangkabau dan teori Banten. Dari daerah Minangkabau menjadi asalnya tarekat naqsyabandiyah dan syatariyyah. Tarekat syatariyyah melalui jalur Syekh Burhanudin Ulakan muridnya Syekh ‘Abd al-Rauf Singkili. Tarekat syattariyah Bengkulu dibawa dari Minangkabau dan perkembanganya terlihat dari jumlah jamaah tarekat dan amalan-amalan syattariah di masjid-masjid tua. Keberadaan tarekat ini dapat ditelusuri dari jamaah dan pimpinannya yang ada di Kota Bengkulu. Jalur masuknya Tarekat Syatariyah yang ada di Kota Bengkulu melalui Tuangku Yasrul Faqih dan jalur kedua melalui H. Ali Amran Tuangku Bagindo Marajolela. Ajaran yang terkait paham wahdatul wujud tidak ada di Bengkulu yang ada adalah paham wahdatul syuhud. Motif dan pengaruh dalam bertarekat adalah untuk meningkatkan amal ibadah, menumbuhkan kebersamaan dan membangkitkan solidaritas sosial.
HEDONISME DAN PENGARUHNYA TERHADAP KHALIFAH BANI UMAYYAH Bobbi Aidi Rahman
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 4, No 2 (2015): Desember
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.778 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v4i2.1241

Abstract

Sejarah Dinasti Bani Umayyah tidak bisa dilepaskan dari peristiwa sebelumnya, yakni peritiwa tahkim. Peritiwa tersebut menyebabkan peralihan kekuasan dari Ali Ibn Abi Talib kepada Mu’awiyyah Ibn Abi Sufyan. Perpindahan kekuasaan juga berakibat pada sistem pergantian khalifah, dari sistem (syura) musyawarah kepada sistem monarki. Dan juga perubahan-perubahan kebijakan lainnya yang dilakukan oleh para khalifah Bani Umayyah yang pada masa sebelumnya belum ada. Tulisan ini bertujuan untuk melihat gaya hidup hedonis dan pengaruhnya terhadap para khalifah Umayyah, dimana gaya hidup hedonis akan mempengaruhi kemampuan dan kinerja para khalifah dalam menjalankan roda pemerintahannya. Dan juga watak dan pola serta moral khalifah akan mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang dibuatnya. Karena maju dan mundurnya pemerintahan tergantung kepada khalifah.
SASTRA ARAB DAN PENGARUHNYA TERHADAP SYAIR-SYAIR HAMZAH FANSURI Bobbi Aidi Rahman
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 1 (2016): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.542 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i1.862

Abstract

Abstrak: Sastra Arab dan Pengaruhnya terhadap Syair-syairHamzah Fansuri. Sejarah telah mencatat bahwa pada abad ke-16 dan ke-17, kerajaan Aceh Darussalamtelah mencapai puncak keemasan peradaban dan ilmu pengetahuan. Pada masa keemasan ini, banyak karya intelektual yang ditulis dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Ulama-ulama pada masa ini sangat kreatif dan inovatif untuk melahirkan karya-karya mereka, sehingga telah memberikan kontribusi dalam khazanah ilmu pengetahuan di nusantara Melayu ini. Sebagai seorang sastrawan besar, Hamzah Fansuri telah melahirkan karya-karya monumental sebagai warisan intelektual dan budaya yang sangat berharga untuk generasi sesudahnya.Ia dianggap sebagai pelopor kesusteraan Melayu klasik yang terpengaruh dengan sastra Arab. Namun, sejauh mana dan dalam hal apa saja ia terpengaruh, perlu ditelusuri secara mendalam, sebagai bukti bahwa sastra Arab pernah mewarnai kesusasteraan Melayu klasik.
MODERNISME ISLAM DALAM PANDANGAN MUHAMMAD ABDUH Bobbi Aidi Rahman
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.38 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v2i1.786

Abstract

Abstrak: Modernisme Islam dalam Pandangan Muhammad Abduh. Modernisme dalam masyarakat Barat memiliki pengetian fikiran, aliran, institusi-institusi lama, dan sebagainya. Untuk disesuaikan dengan suasana baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Pemikiran dan aliran ini mempengaruhi dibidang agama dan modernisme dalam hidup keagamaan di Barat mempunyai tujuan untuk menyesuaikan ajaran-ajaran yang terdapat dalam agama. Penulis disini membahas modernisme Islam yang dilakukan oleh Muhammad Abduh, dikarena ia lebih memfokuskan pembaharuannya dalam masalah-masalah agama. Sedangkan Jamaluddin al-Afghani walaupun ia merupakan guru dari Muhammad Abduh, tetapi ia lebih memusatkan pemikiran dan aktifitasnya dibidang pembaharuan politik dibandingkan masalah-masalah agama.
Relasi antara Sastra dan Politik (Analisis Unsur-unsur Politik dalam Puisi Masa Dinasti Umayyah) Bobbi Aidi Rahman
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 9 No. 1 (2017): Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.007 KB) | DOI: 10.37108/diwan.v9i1.134

Abstract

Relasi sastra dan politik terlihat jelas pada periode kekuasaan pemerintahan Dinasti Umayyah, politik sangat mendominasi perkembangan sastra khususnya puisi. Hal ini disebabkan oleh pergolakan dan kecenderungan politik yang lebih mendominasi kehidupan masyarakatnya. Seiring dengan munculnya faksi atau sekte politik, muncul pula para penyair yang mendukung beberapa sekte politik. Setiap penyair tidak terlepas dari fungsi politis, mereka setia mendukung sekte atau partai politiknya, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Bahkan ada juga yang harus berlaku munafik dengan mengatakan sesuatu yang tidak diyakini, menentang perasaan sendiri demi penguasa dan keselamatan, atau demi mengharapkan imbalan dari para khalifah.
Bimbingan Bahasa Arab Tingkat Dasar Pada Masyarakat di Kelurahan Dermayu Kabupaten Seluma Bengkulu Erwin Suryaningrat; Bobbi Aidi Rahman; Khoir Mustopa
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2020): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v9i1.3272

Abstract

A correct understanding of the contents of the Qur'an will give birth to a religious and religious society, that understanding will arise if there is an ability to understand the contents of the Qur'an which in fact speak Arabic, meaning that basic knowledge of Arabic is a necessity that cannot be  ignored.  But in the course of its history, Arabic was studied by Muslims only in the context of practical purposes, namely worship for example being able to read the Qur'an, so that when people are able to meet these targets, they no longer feel the need to learn Arabic, so that  happens in the future is the stagnation and distortion of meaning in learning Arabic, which should be Arabic as the language of science only stops as a language of worship alone.
KONTRIBUSI SASTRA ARAB TERHADAP PERKEMBANGAN PERADABAN BARAT Bobbi Aidi Rahman
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 4, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.218 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v4i2.703

Abstract

Peradaban Islam telah memberikan peran yang besar terhadap dunia, mengeluarkan dunia dari kegelapan dan kebodohan, penyimpangan dan kebinasaan akhlak, lalu memberikan nilai yang menguasai dunia sebelum Islam dengan berbagai macam ikatan. Peradaban Islam berlandaskan pada al-Qur‘an dan Hadits dua dasar fundamental penegak peradaban Islam tanpa membedakan bentuk, jenis, dan agama. Pengaruh Islam terhadap Eropa, khususnya dalam aspek ilmu pengetahuan telah berlangsung sejak abad ke-12. Pada abad ke-14 gerakan kebangkitan muncul kembali (renaissance). Pengaruh kebudayaan Islam terutama meluasnya di Eropa melalui masyarakat Spanyol (711-1492 M) dan Sicilia (825-1091M), dan juga melalui Perang Salib. Dengan demikian, kehadiran Islam di Spanyol tersebut memberikan bahan bandingan bagi orang-orang Eropa. Pengaruh Islam terhadap Eropa dapat dilihat dari aspek kontribusi sastra Arab terhadap Eropa, baik itu berupa bahasa maupun karya sastra. Pertama, dibidang bahasa, masih terdapat beberapa kota besar yang diberi nama Arab, seperti Jabal Tarik (Spanyol: Gibraltar), Madinah Salim (Spanyol: Medinacelli) Kedua, dibidang sastra, baik puisi maupun prosa, dengan banyaknya penerjemahan buku-buku dari bahasa Arab ke bahasa Spanyol, Urdu, Parsi dan sebagainya.
The Existence and Dynamics of Muslim Minorities in Southeast Asia Rahman, Bobbi Aidi
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 5 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v5i2.268

Abstract

Southeast Asia has the largest Muslim population in the world, although in this region the majority of the population is Muslim, but in some areas, there are also Muslim minority populations who are under non-Muslim rule, causing conflicts and disputes between groups that lead to intimidation, attacks, and mass killings. The purpose of this paper is to find out and analyze the conditions and development of Muslim minorities in Southeast Asia and the government's efforts to reduce conflicts that occur with a focus on three countries, namely Thailand, the Philippines and Myanmar. The condition of Muslim minorities under non-Muslim governments is certainly different from the condition of the Muslim-majority population under the rule of Muslim governments. This research is qualitative research, which collects various data and sources related to the study, both sourced from literature in the form of journal articles, books, and from the mass media using historical methods, namely heuristics, verification, interpretation and historiography. As for the findings of this study, the condition of Muslim minorities in Thailand and the Philippines despite pressure from the authorities, slowly began to be a concern of the government. However, in contrast to the condition of Muslim minorities in Myanmar, especially in Rohingya, they have not yet received recognition of their identity as citizens from the government and the Muslim side has always been concerned. Asia Tenggara merupakan penduduk Muslim yang terbesar di dunia, meskipun di wilayah ini penduduknya mayoritas Muslim, akan tetapi di sebagian wilayah terdapat juga penduduk minoritas Muslim yang berada dibawah pemerintahan non-Muslim, sehingga menimbulkan konflik dan pertikaian antar kelompok yang berujung pada intimidasi, serangan, dan pembunuhan massal. Adapun tujuan dari tulisan ini untuk mengetahui dan menganalisis kondisi dan perkembangan minoritas Muslim di Asia Tenggara serta upaya pemerintah dalam meredam konflik yang terjadi dengan fokus terhadap tiga negara, yakni Thailand, Filipina dan Myanmar. Kondisi minoritas Muslim dibawah pemerintahan non-Muslim tentunya berbeda dengan kondisi penduduk yang mayoritas Muslim di bawah kekuasan pemerintahan Muslim. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yakni mengumpulkan berbagai data dan sumber yang terkait dengan kajian, baik yang bersumber dari literatur-literatur berupa artikel jurnal, buku, maupun dari media massa dengan menggunakan metode sejarah, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Adapun hasil temuan kajian ini, bahwa kondisi minoritas Muslim di Thailand dan Filipina meskipun mendapat tekanan dari penguasa, namun dengan perlahan mereka mulai menjadi perhatian dari pemerintah. Akan tetapi, berbeda dengan kondisi minoritas Muslim di Myanmar, khususnya di Rohingya, mereka sama sekali belum mendapatkan pengakuan identitas sebagai warganegara dari pemerintah dan pihak Muslim selalu mengalami konflik yang tak kunjung selesai, meskipun beberapa organisasi internasional menjadi pihak penengah, namun konflik dan pertikaian tetap saja dialami oleh minoritas Muslim
Gaya Hidup Frugal Living dalam Penggunaan Qris menurut Pandangan Islam: Frugal Living and QRIS: The Transformation of Financial Modesty in Islam Yonifia, Ismi; Rahman, Bobbi Aidi
Al Dzahab Vol. 6 No. 2 (2025): Al Dzahab: Journal of Economics, Management, Business and Accounting
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/dhb.v6i2.4961

Abstract

Purpose: This research aims to determine and analyze how frugal living can influence a person in determining priorities in life Design/methodology/approach: The writing method used is a descriptive method with an analytical approach to determine the relationship between the use of QRIS technology and the frugal living lifestyle, where data collection techniques rely on references in the literature method as the main source. In other words, the data method collected and obtained from literature such as the Qur'an and scientific journals related to the discussion of QRIS and frugal living. Findings: The results showed that applying a frugal living lifestyle by using QRIS as a payment aid, a person will avoid negative things such as debt and wastefulness. This is in accordance with Islamic teachings where wastefulness and excess are hated by Allah SWT. Research implications: QRIS is one of the latest technologies that can help people who wants to adopt a frugal lifestyle. Using QRIS will enable people to better manage their financial expenses for daily needs.