Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENDAMPINGAN BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA BERBANTUAN ALAT PERAGA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN MATALOKO Natalia Rosalina Rawa; Melkior Wewe; Maria Carmelita Tali Wangge; Veronika Meo; Oskarina Gelo; Maria Bonifasia Pita Kosu; Maria Yoanita Ngina; Maria Editha Bela; Wilibaldus Bhoke; Florintina Elvin Bara
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v2i2.392

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh siswa yang kemampuan belajar matematikanya rendah disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19. Oleh karena itu, tujuan pengabdian kepada masyarakat mengadakan pendampingan bimbingan belajar bagi siswa sekolah dasar adalah untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran matematika. Hal ini didapat berdasarkan hasil wawancara dengan siswa-siswi selama kegiatan bimbingan belajar. Pendampingan siswa melalui kegiatan bimbingan belajar pada mata pelajaran matematika berbasis alat peraga dilakukan secara temu terbatas dan dilaksanakan di salah satu rumah penduduk di kelurahan mataloko.Kegiatan pendampingan belajar ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Kegiatan pendampingan belajar juga bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat siswa yang menurun pada masa pandemi covid-19. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan bimbingan belajar yaitu metode ceramah dan metode diskusi. Metode ceramah dimulai dengan penjelasan materi secara lisan atau langsung kepada siswa. Metode diskusi dilakukan dengan kegiatan tanya jawab kepada siswa berkaitan dengan pemahaman siswa terhadap materi yang dijelaskan. Dengan adanya kegiatan bimbingan belajar ini dapat meningkatkan minat belajar siswa terhadap materi operasi hitung. Hal ini dilihat dari kemampuan respon siswa dalam proses kegiatan bimbingan belajar.
DEVELOPMENT OF AN INSTRUMENT FOR ASSESSMENT OF THE IMPLEMENTATION OF BASIC TEACHING SKILLS FOR MATHEMATICS TEACHERS Wilibaldus Bhoke; Melkior Wewe; Maria Carmelita Tali Wangge; Hilarion Jogo
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jdm.v11i3.55870

Abstract

This study aims to produce an instrument for assessing the implementation of teaching skills of Mathematics Teachers in cluster 5 of Boawae sub-district. This research is classified into the type of research & development (R&D). Data collection techniques using questionnaire and interview methods. All data that has been obtained is analyzed descriptively qualitative.  The subjects in this study were teachers in cluster 5 of Boawae sub-district totalling 6 people. The outputs of this research are (1) An assessment instrument is produced in the form of an instrument of eight basic teaching skills for teachers in schools, (2) Based on the expert test related to the assessment instrument that has been developed, it meets the valid and practical criteria.
Pendampingan Belajar Anak Usia Sekolah Dasar untuk Meningkatkan Prestasi dan Motivasi Belajar di Kelurahan Ngedukelu Wilibaldus Bhoke; Maria Carmelita Tali Wangge; Maria Editha Bela; Melkior Wewe; Maria Dafrosa Finu; Novalia Sudiatik Ewol
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.4077

Abstract

Berdasarkan permasalahan yang ditemukan pada tahap awal menunjukan bahwa beberapa siswa, khususnya kelas VI yang akan menghadapi ujian, masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca lancar, serta menyelesaikan operasi hitung dasar seperti perkalian. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi serta motivasi belajar siswa di sekolah dasar di SDK Ngedukelu, Kelurahan Ngedukelu. Penelitian ini menggunakan metode pendampingan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa dengan teknik purposive sampling yang mengikuti kegiatan bimbingan selama satu bulan dengan frekuensi satu kali per minggu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan evaluasi hasil belajar siswa. Sedangkan teknik analisis data dilakukan secara statistik deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca dan berhitung siswa setelah mengikuti pendampingan. Penggunaan media kartu huruf membantu siswa dalam mengenal dan menyusun huruf menjadi kata, sedangkan metode bernyanyi dalam pembelajaran perkalian mempermudah siswa memahami dan mengingat konsep numerasi. Selain peningkatan aspek kognitif, motivasi belajar siswa juga mengalami perkembangan positif, ditandai dengan meningkatnya keaktifan, kepercayaan diri, dan keberanian dalam menyelesaikan soal. Dengan demikian, pendampingan belajar yang dilakukan secara terstruktur, kreatif, dan sesuai kebutuhan siswa terbukti efektif dalam membantu mengatasi kesulitan literasi dan numerasi di sekolah dasar. Sebagai rekomendasi untuk penelitian yang akan datang perlu ada pelatihan pola asuh bagi orang tua di Kelurahan Ngedukelu sehingga dapat berdampak signifikan terhadap keberlanjutan motivasi belajar dan prestasi belajar anak.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERORIENTASI HOTS BERBASIS ETNOMATEMATIKA NGADHU BAGHA DI SMP NEGERI 5 GOLEWA Melkior Wewe; Priska Ngao; Bonevantura Goan
Jurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU) Vol. 2 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/madu.v2i1.145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes High Order Thinking Skills (HOTS) berbasis etnomatematika Ngadhu Bagha. Etnomatika ngadhu bagha merupakan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan elemen-elemen etnomatika dengan tradisi ngadhu bagha dalam budaya lokal. Instrumen tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam konteks etnomatika ngadhu bagha. Metode pengembangan instrumen tes HOTS berbasis etnomatika ngadhu bagha melibatkan beberapa tahapan. Pertama, dilakukan analisis kebutuhan untuk menentukan kompetensi dan indikator HOTS yang relevan dengan konteks etnomatika ngadhu bagha. Kemudian, dilakukan tahap perancangan instrumen tes, termasuk pemilihan jenis soal dan penyusunan rubrik penilaian. Setelah itu, instrumen tes diuji coba pada sejumlah siswa untuk memperoleh data validitas dan reliabilitas. Terakhir, instrumen tes diperbaiki berdasarkan hasil analisis data dan feedback dari ahli pendidikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa instrumen tes HOTS berbasis etnomatika ngadhu bagha memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Instrumen tes ini dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam konteks etnomatika ngadhu bagha dengan baik. Selain itu, instrumen tes ini juga dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan memberikan pengalaman belajar yang berarti bagi siswa.
ETNOMATIKA NAGEKEO : KAJIAN SIMBOL BUDAYA NAGEKEO DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI Jefrianus Api; maria pudensia sarina sada; melkior wewe
Jurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU) Vol. 2 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/madu.v2i1.171

Abstract

Etnomatika merupakan matematika yang tumbuh dan berkembang dalam kebudayaan tertentu. Dengan menerapkan etnomatematika sebagai suatu pendekatan pembelajaran akan sangat memungkinkan suatu materi yang pelajari terkait dengan budaya sehingga pemahaman suatu materi oleh siswa menjadi lebih mudah karena materi tersebut terkait langsung dengan budaya yang merupakan aktivitas mereka sehari-hari dalam bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana etnomatematika pada budaya masyarakat Nagekeo. Bentuk Etnomatematika pada masyarakat Nagekeo dapat dilihat dari unsur-unsur budayanya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian deskriptif yang dilakukan melalui beberapa tahap yaitu menetapkan informan, melakukan wawancara terhadap narasumber, membuat catatan etnografi, mengajukan pertanyaan deskriptif, melakukan analisis wawancara etnografi, melakukan analisis domain, melakukan analisis taksonomi, dan menulis etnografi. Subjek dalam penelitian ini merupakan orang yang sudah ahli dibidangnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari sampai maret 2020 di Kabupaten Nagekeo. Hasil dari penelitian ini adalah adanya konsep matematika pada beberapa budaya masyarakat di Nagekeo diantaranya bentuk dari po’o kose menyerupai bentuk tabung, kemudian te’e secara keseluruhan berbentuk persegi panjang sedangkan lipatan didalamnya berbentuk persegi, dan perhitungan hasil panen yang mempunyai hubungan dengan perkalian. Dengan adanya penelitian ini, dapat terlihat jelas bahwa budaya dapat dijadikan cara terbaik untuk memahami konsep matematika
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI TRIGONOMETRI SMA CITRA BAKTI Melkior Wewe; Pudensia Sarina Sada; Jefrianus Api
Jurnal Ilmiah Mandalika Education (MADU) Vol. 2 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga PKBM Tunas Harapan Varoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/madu.v2i2.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika SMA dengan pendekatan kontekstual sebagai perangkat pembelajaran matematika yang layak dan efektif selama proses pembelajaran berlangsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development. Penelitian pengembangan menggunakan modifikasi model Thiagaran atau lebih dikenal dengan 4D dengan tahap pendefisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (dessiminate).Sebelum diujicobakan di lapangan, perangkat pembelajaran matematika SMA dengan pendekatan kontekstual terlebih dahulu dilakukan uji validasi oleh ahli media dan ahli materi. Selain itu diperlukan juga angket tanggapan siswa mengenai media tersebut. Hasil dari validasi ahli dan angket siswa sebagian besar berkriteria sangat baik. Jadi perangkat pembelajaran matematika tersebut valid untuk diujicobakan. Uji keefektifan media menggunakan uji t pihak kanan yang hasil analisisnya diperoleh Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran matematika SMA dengan pendekatan kontekstual lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pada materi trigonometri.
Systematic Literature Review: Efektivitas Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika terhadap Kepercayaan Diri Siswa Teofania Kristina Lola; Maria Editha Bela; Melkior Wewe; Wilibaldus Bhoke
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4184

Abstract

Indonesia sebagai Negara multikultural memiliki potensi besar dalam mengintegrasikan budaya lokal kedalam pembelajaran matematika melalaui pendekatan etnomatematika. Pendekatan ini tidak hanya membantu memahami konsep abstrak tetapi juga berpotensi meningkatakan aspek afektif, khususnya efisiasi diri siswa. Namun, penelitian sebelumnya lebih banyak menekankan hasil belajar komunitif, sementara kajian sistematis mengenai pengaruh etnomatematika terhadap kepercayaan diri masih terbatas dan menunjukan hasil yang beragam berdasarkan konteks dan jenjang pendidikan seperti kemampuan penalaran numerasi, kemampuan berpikir kritis, kemampuan literasi matematika, kemampuan pemecahan masalah, dan kemampuan komunikasi matematis untuk meningkatkan hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran matematika berbasis etnomatematika terhadap kepercayaan diri siswa melalui Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, DOAJ, ERIC, dan SINTA, menghasilkan 120 artikel awal. Setelah proses seleksi (penghapusan duplikasi, penyaringan judul dan abtrak, serta penilaian kelayakan), diperoleh 20 artikel yang dianalisis secara naratif. Hasil menunjukan bahwa etnomatematika secara konsisten meningkatkan kepercayaan diri dari siswa, ditandai dengan meningkatnya keyakinan diri, partisipasi aktif, dan menurunnya kecemasan matematika. Efektivitasnya bervariasi menurut jenjang pendidikan dan konteks budaya, serta lebih optimal ketika dikombinasikan dengan model pembelajaran aktif seperti Problem Based Learning dan Project Based Learning. Selain sebagai luaran, kepercayaan diri juga berperan sebagai media autor dalam peningkatan hasil belajar matematika. Temuan ini menunjukan bahwa etnomatematika tidak hanya memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga meningkatkan aspek afektif siswa khususnya efisiasi diri melalui pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Kajian ini menegaskan pentingnya efisiasi diri sebagai luaran pembelajaran sekaligus mendorong integrasi budaya lokal dan pembelajaran aktif agar lebih inklusif dan memberdayakan. Dengan demikian, etnomatematika merupakan pendekatan yang relevan untuk mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual dan berorientasi pada penguatan aspek afektif siswa.
Improve Numerical Literacy Through the Calistung Program in High School Students Hilarion Jogo; Melkior Wewe; Maria Editha Bela
JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Vol. 31 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran, Universitas Negeri Malang in Collaboration with Asosiasi Pendidik dan Pengembang Pendidikan Indonesia (APPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve the literacy and numeration skills of the students through the calistung program. This research uses descriptive qualitative research methods and quantitative methods of research. The subjects of this study were high school students in grades 4, 5, and 6 at SDI Rawe. Data collection in this study is done through observation, interviews, and documentation. The qualitative approach is used to analyze and observe the program's application process, and the quantitative approach is used to measure the results of the program's implementation. The result of the application of the calistung program to the literacy and numeration skills of students is a change in the level of reading, writing, and counting skills that is demonstrated by the improvement of the final score from semester 1 to semester 2 as well as the acquisition of the AKM (pre-test & post-test) before and after the application.
PELATIHAN PENGEMBANGAN KONTEN EDUKASI VISUAL BERBASIS CANVA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DIGITAL GURU DI SMP NEGERI 12 BORONG Sayuningsi A. E Sartika; Maria Editha Bela; Melkior Wewe; Yohanes Berkmans Lengi; Laurensia Titania Meze
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i2.7233

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang dihadapi SMP Negeri 12 Borong, Kabupaten Manggarai Timur, yaitu masih rendahnya pemanfaatan teknologi desain digital dalam pembelajaran, dominannya penggunaan media berbasis teks, serta belum optimalnya pemanfaatan akun Belajar.id dan Canva for Education oleh guru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik digital guru melalui pelatihan pengembangan konten edukasi visual berbasis Canva. Mitra dalam kegiatan ini adalah 20 orang guru SMP Negeri 12 Borong. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan andragogi (adult learning) dengan prinsip learning by doing yang meliputi aktivasi akun Canva for Education, pelatihan desain visual dan pemanfaatan fitur Artificial Intelligence (AI), pendampingan pengembangan konten edukasi visual, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, angket, dan penilaian produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kompetensi peserta meningkat dari rata-rata skor 37,3% pada pre-test menjadi 85,0% pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 47,7%. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan 7 produk konten edukasi visual yang terdiri atas 4 infografis dan 3 presentasi interaktif yang siap digunakan dalam pembelajaran, disertai penyusunan modul praktis penggunaan Canva. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi pedagogik digital guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis visual yang kreatif, interaktif, dan adaptif sehingga mendukung pelaksanaan pembelajaran yang lebih inovatif di SMP Negeri 12 Borong.
Reconceptualizing Assessment For Learning In Mathematics Education: A Systematic Literature Review Of Digital, Formative, And Student-Centered Practices Melkior Wewe; I Gusti L. A Parwata; I Dewa A. M Budhyani; I Gede Ratnya
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4867

Abstract

Assessment for Learning (AfL) is an important approach in mathematics education because it uses assessment evidence to support learning, not only to measure achievement. In primary and secondary mathematics classrooms, AfL is increasingly connected with digital tools, formative feedback, and student-centered practices. This study aims to reconceptualize AfL in mathematics education at the primary and secondary levels through a systematic literature review focusing on digital, formative, and student-centered practices. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) approach guided by PRISMA 2020. A total of 150 articles were identified, and after the selection, screening, and eligibility process, 10 articles were included in the final synthesis. The data were analyzed using thematic synthesis through coding, theme development, and analytical interpretation. The findings show that AfL in mathematics education has developed from conventional formative assessment into a more diagnostic, adaptive, and participatory assessment ecosystem. Three main themes emerged from the synthesis. First, digital assessment supports faster feedback, personalized learning evidence, and better documentation of students’ progress. Second, formative assessment emphasizes feedback quality, evidence interpretation, and instructional follow-up. Third, student-centered assessment strengthens AfL when students understand criteria, use feedback, reflect on learning, and regulate their improvement. This study concludes that effective AfL in mathematics education should be pedagogically formative, digitally supported, and activated through students’ active participation.