Bambang Karsidin
STF YPIB Cirebon

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RESIKO KEMATIAN DENGAN KOMORBID PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON Cut Ainul Mardhiyyah; Luky Septiansyah A; O. Ahmad Mundzir; Bambang Karsidin; Siti Pandanwangi; Amanda Dwi Utami
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 1 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/8f1wfd26

Abstract

Penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) telah menimbulkan perhatian kesehatan yang besar bagi dunia. Wabah yang awalnya belum diketahui etiologinya ini pertama kali diperkenalkan di Wuhan, Cina pada 12 Desember 2019. Orang-orang dengan penyakit komorbid lebih beresiko menderita gejala yang parah apabila terkena virus COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik usia dan jenis kelamin serta menganalisis faktor resiko komorbid pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Permata Cirebon.  Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien COVID-19 periode 1 Januari sampai 31 Juli 2021 yang memenuhi kriteria dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data retrospektif dengan jumlah sampel 200 orang.  Hasil data jenis kelamin pada pasien COVID-19 didominasi oleh laki-laki sebesar 55,5% dengan kasus kematian 25 pasien laki-laki dari total 40 kasus kematian. Data usia pada pasien COVID-19 didominasi oleh kelompok usia kurang dari 60 tahun sebanyak 72,5% dengan jumlah kematian 24 pasien dan 16 kasus kematian pada pasien dengan usia lebih dari 60 tahun. Faktor komorbid COVID-19 yang paling banyak adalah penyakit jantung 34,5% dari komorbid lainnya yaitu hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit ginjal, namun jumlah kasus kematian terbesar pada komorbid penyakit diabetes sebanyak 16 pasien atau 40% dari kasus kematian. 
UJI PENETAPAN KADAR PROTEIN KOLAGEN DAN UJI HEDONIK SEDIAAN GEL KOLAGEN LIMBAH IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus russellii) Bambang Karsidin; Yenny Sri Wahyuni; Novia Dwiyanti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 2 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/vt9byt97

Abstract

Protein merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagi tubuh, karena zat ini disamping berfungsi sebagai bahan bakar tubuh, juga berfungsi sebagai zat pembangun dan zat pengatur. Ikan merupakan salah satu biota yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku penghasil kolagen salah satunya adalah ikan kakap merah (Lutjanus russellii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya kadar protein kolagen pada ikan kakap merah (Lutjanus russellii) dan mengetahui taraf kesukaan gel kolagen limbah ikan kakap merah (Lutjanus russellii) kepada panelis.  Penelitian ini bersifat eksperimental. Sediaan gel kolagen ikan kakap merah dibuat dengan konsnetrasi 1%, 2% dan 3%. Uji kadar protein menggunakan metode kjeldahl dan uji hedonik dilakukan pada 20 panelis dengan menggunakan uji anova pada program SPSS.  Berdasarkan hasil penelitian sediaan gel kolagen ikan kakap merah mengandung kandungan protein kolagen sebesar 91,4% sedangkan pada hasil uji hedonik menyatakan bahwa sediaan gel kolagen limbah ikan kakap merah disukai oleh panelis. 
FORMULASI GRANUL SIRUP KERING AMOKSISILIN DENGAN BAHAN PENGIKAT PATI JAGUNG (Zea mays L.) Bambang Karsidin; Lidya Indahyani; Ryan Yulianah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/bmwtt137

Abstract

Salah satu sumber pati adalah jagung. Pati yang telah mengalami gelatinasi dapat membentuk pasta dari granula-granula pati yang mengembang. Dalam kondisi panas, pasta masih memiliki kemampuan mengalir yang fleksibel dan tidak kaku. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian menggunakan pati jagung gelatinasi sebagai pengikat secara granulasi basah dengan menggunakan amoksisilin sebagai bahan obat. Gelatin merupakan suatu bahan yang mempunyai potensi besar sebagai bahan pengikat granul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pati jagung sebagai bahan pengikat terhadap karakteristik fisik sirup kering amoksisilin dengan bahan pengikat pati jagung (Zea mays L.). Dalam penelitian ini dibuat tiga formula sirup kering dengan penambahan bahan pengikat pati jagung yang konsentrasinya dibedakan yaitu formula I 5%, formula II 10%, dan Formula III 15%. Metode pembuatan sirup kering dengan menggunakan metode granulasi basah. Granul kering diuji kadar air, waktu alir, sudut diam dan pengetapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sirup kering amoksisilin dengan bahan pengikat pati jagung (Zea mays L.) dapat dibuat menjadi bentuk sediaan sirup kering secara granulasi basah dengan menggunakan bahan pengikat pati jagung (Zea mays L.) konsentrasi 15%.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG CARA PENYIMPANAN OBAT SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN VIDEO PADA SISWA SMAN 1 BEBER CIREBON Rizki Rahmah Fauzia; Bambang Karsidin; Herlina Putri Dewi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 1 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ctj5at87

Abstract

Tahap penyimpanan obat merupakan bagian dari pengelolaan obat untukmenjaga mutu obat-obatan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan tentang cara penyimpanan obat sebelum dan sesudah pemberian video pada SMAN 1 Beber. Penelitian ini di lakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian video dengan mengisi kuesioner. Soal kusioner yang digunakan di uji terlebih dahulu menggunakan uji validitas dan reliabilitas, dan data di analisis menggunakan uji median. Analisa data uji median menunjukan tidak ada perbedaan tingkatpengetahuan antara hasil pre-test dan post-test tetapi walaupun tidak ada perbedaan namun nilai rata-rata post-test > dari nilai rata-rata pre-test. 
EFEKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA SUSPENSI EKSTRAK AKAR SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI KALIUM BROMAT Subagja; Bambang Karsidin; Seftiviani Mustafa
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/1ej82403

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang berjudul “Efektivitas Antihiperurisemia Suspensi Ekstrak Akar Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Kalium Bromat”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antihiperurisemia suspensi ekstrak akar seledri (Apium graveolens L.) terhadap tikus putih jantan dan pada dosis tertentu suspensi ekstrak akar seledri (Apium graveolens L.) memberikan efektivitas antihiperurisemia dibandingkan dengan kontrol positif. Sebanyak 15 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok selama 21 hari. Kelompok 1 diberikan kontrol positif Allopurinol dan kelompok 2 diberikan kontrol negatif basis suspensi. Kelompok 3, 4, dan 5 masing-masing diberikan suspensi ekstrak akar seledri dengan dosis yang berbeda-beda 50mg/kgBB, 100mg/kgBB, dan 200mg/kgBB secara peroral. Semua kelompok diinduksi dengan Kalium Bromat dosis 22,2mg/200gram BB. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada minggu ke 1, ke 2, dan ke 3. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dan analisa data menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan suspensi ekstrak akar Seledri (Apium graveolens L.) dengan dosis : 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 200 mg/kgBB tidak memiliki efektivitas sebagai antihiperurisemia terhadap tikus putih jantan. 
UJI FORMULASI ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL DARI EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) DENGAN VARIASI KONSENTRASI HPMC (Hidroksipropil metilselulosa) DENGAN METODE DPPH (2,2–diphenyl–l- picrylhydrazil) Fitri Zakiah; Bambang Karsidin; Fitri Nisa Muslimah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ec2gzv51

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji formulasi antioksidan gel ekstrak biji Alpukat dengan variasi konsentrasi HPMC dengan metode DPPH. Biji Alpukat banyak digunakan masyarakat untuk mengatasi penyakit seperti hipertensi, gangguan pencernaan, dan salah satunya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi dan stabilitas fisik yang baik, daya antioksidan dan adanya pengaruh perbedaan HPMC terhadap antioksidan. Pengujian antioksdian dilakukan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Biji alpukat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Evaluasi gel meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, sineresis dan uji iritasi. Hasil penelitian ekstrak biji alpukat memiliki nilai IC50 sebesar 26,46 ppm  Konsentrasi ekstrak yang digunakan pada gel sebesar 2,5% dengan konsentrasi HPMC 1% (F1), 1,5% (F2) dan 2% (F3) dengan nilai IC50 sebesar 38,20 ppm (F1), 56,43 ppm (F2), 128,26 ppm (F3). Sediaan gel yang memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi pada F1. Semua formula memiliki stabilitas fisik yang baik. Berdasarkan uji regresi linier menggunakan aplikasi SPSS menunjukan adanya pengaruh perbedaan HPMC terhadap viskositas dan daya antioksidan 
UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI Staphylococcus aureus. Anna Pradiningsih; Bambang Karsidin; Nunung Komalasari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/43b9y010

Abstract

Salah satu tanaman yang berkhasiat untuk menyembuhkan luka bakar adalah Daun Sirih (Piper betle L.). Daun Sirih mempunyai kandungan kimia, khususnya bagian daun seperti minyak atsiri berisikan senyawa kimia seperti fenol dan senyawa turunannya antara lain kavikol, kavibetol, eugenol, karvacol, dan allipyrocatechol. Kandungan daun sirih lainnya adalah karoren, asam nikotinat, riboflavin, tanin, vitamin C, tiamin, gula, patin, dan asam amino. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak daun sirih memiliki efektivitas terhadap luka bakar pada tikus putih jantan yang diinduksi Staphylococcus aureus dan pada konsentrasi berpakah yang paling efektif, serta untuk mengetahui kestabilan salep ekstrak daun sirih pada waktu dan suhu tertentu. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan analisis data menggunakan uji Anava Satu Arah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa salep ekstrak daun sirih (Piper betle L.) memiliki efektivitas terhadap luka bakar pada tikus putih jantan yang diinduksi Staphylococcus aureus, sedangkan konsentrasi 10%,15%, dan 20% tidak mempunyai perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif (salep burnazin). Berdasarkan hasil uji stabilitas menunjukan sediaan salep ekstrak daun sirih stabil selama penyimpanan. Simpulan bahwa salep ekstrak daun sirih memiliki efektivitas terhadap luka bakar bakar pada tikus putih jantan yang diinduksi Staphylococcus aureus.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI SUSPENSI EKSTRAK KULIT WORTEL (Daucus carrota L.) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI KARAGENAN Subagja; Bambang Karsidin; Siti Hadiyanti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/3ypf0f35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) memiliki efektivitas dalam menurunkan volume udema dan menentukan konsentrasi suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) yang dapat menurunkan volume udema pada kaki tikus putih (Rattus norvegicus).Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan subjek penelitian 15 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) dengan berat badan ±200 gram yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (Bufect), kontrol negatif (suspensi Na.CMC), suspensi ekstrak kulit wortel konsentrasi I (7,5%), konsentrasi II (11,2%), dan konsentrasi III (14,93%). Pemberian senyawa uji dilakukan secara peroral, setelah 1 jam kaki tikus diinduksi karagenan 1%.Penelitian dilakukan selama 6 jam. Data hasil pengukuran volume udema dianalisis menggunakan uji analisis statistik ANOVA dan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) mempunyai efektivitas dalam menurunkan volume udema pada kaki tikus putih (Rattus norvegicus) serta suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) konsentrasi 14,93% mempunyai efektivitas paling tinggi dalam menurunkan volume udema pada kaki tikus putih (Rattus norvegicus) dengan persentase daya antiinflamasi sebesar 32,37%.
UJI AKTIVITAS KRIM EKSTRAK ETANOL BERAS MERAH ( Oryza glaberrima L. ) SEBAGAI TABIR SURYA Dedy Setriyadi; Bambang Karsidin; Intan Afianti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 2 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/m4a53f28

Abstract

Salah satu bahan alam yang diduga memilki nilai SPF adalah beras merah(Oryza glaberrima L. ) yang telah diteliti aktivitasnya sebagai tabir surya. Senyawa yang befungsi sebagai antioksidan pada beras merah adalah kandungan antosianin yaitu senyawa fenolik yang masuk kelompok flavonoid yang berperan penting baik bagi tanaman itu sendiri maupun bagi kesehatan manusia. Kandungan antosianin pada setiap gram dapat menyerap sedikitnya 85% sinar matahari pada panjang gelombang 290-320 nm padi beras merah masih sangat beragam dan berkisar antara 0.34 – 93.5 ug. Penelitian diawali dengan determinasi tanaman beras merah, kemudian membuat ekstrak beras merah dengan cara maserasi, dilanjutkan dengan membuat krim dari ektrak kental dengan membuat krim ektrak2 %, 4% dan 6%. Tahap berikutnya adalah menguji nilai SPF dengan melihat nilai transmittan pada spektrofotometer uv- visible. Krim Ekstrak Etanol Beras Merah ( Oryza glaberrima L.) pada konsentrasi 2%, 4%, dan 6% memiliki aktivitas sebagai tabirsurya dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis, tetapi belum memenuhi persyaratan minimal nilai SPF sebagai tabir surya. Dari ketiga formulasi tersebut dinyatakan bahwa krim ekstrak etanol beras merah ( Oryza glaberrima L.) pada formulasi X3 dengan konsentrasi 6% hanya memiliki nilai SPF paling tinggi sebesar 1,503 sedangkan yang dipersyaratkan nilai SPF minimal 2.
Uji Aktivitas Antioksidan Krim Ekstrak Daun Teh Hijau (Camelia sinensis) dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril hidrazil) Subagja; Bambang Karsidin; Dewi Permatasari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/b6087x38

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat aktivitas radikal bebas. Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan adalah daun teh hijau (Camelia sinensis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan krim esktrak daun teh hijau (Camelia sinensis) yang diukur dengan menggunakan metode DPPH. Ekstrak daun teh hijau (Camelia sinensis) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut alkohol 70% dan dibuat sediaan krim menggunakan variasi konsentrasi ekstrak daun teh hijau (Camelia sinensis) pada formula I, II, dan III yaitu 2%, 4%, dan 6%. Kemudian di uji aktivitas antioksidannya menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa krim ekstrak daun teh hijau pada konsentrasi 6% memiliki aktivitas antioksidan paling optimal dengan nilai IC50 sebesar 167,579 ppm yang termasuk dalam kategori antioksidan lemah.