Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INNOVATIVE SUSTAINABLE STREETSCAPE DESIGN ALONG KEMBANG JEPUN CORRIDOR SURABAYA Bambang Soemardiono; Murni Rachmawati; Defry Ardianta; Rahma Sakinah; Muhammad Syafiq; Arie Ranuari; Arina Marta Setya Putri; Deasy Tuffahati
Journal of Architecture&ENVIRONMENT Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Department of Architecture, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1863.384 KB) | DOI: 10.12962/j2355262x.v16i2.a3210

Abstract

Kembang Jepun is an area of the old city of Surabaya known under the name of the Lower Town or "Beneden Stad" that developed since the 18th century which has buildings with several different periods starting in the 1870s up to the 1900s. Now Kembang Jepun area has been known as dense area filled with commercial buildings and less paying attention to the condition of the streetscape. As a historic area that continues to operate actively, Kembang Jepun corridor has great streetscape potential to be developed to produce an attractive city situation in terms of environment, social conditions and supporting urban economic development. In fact there are problems for instance lacking in greenery and safety as well as historical atmosphere. For this purpose, the study will use a focus group discussion approach, which is a method of discussion with several stakeholders to provide innovative design ideas in the development of streetscape that has meaning in sustainable urban development, because stakeholder participation is an important key factor in the sustainable design process. The expected result of this research is to develop innovative streetscape designs in the corridor by develop the potentials and still maintaining the cultural heritage buildings.
Menentukan Faktor Yang Berpengaruh Dalam Persebaran Pencemaran Industri Migas Arina Marta Setya Putri; Adjie Adjie Pamungkas
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.273 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5761

Abstract

Kegiatan industri migas merupakan kegiatan yang memiliki potensi yang sangat besar dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur. Namun kegiatan industri migas di Indonesia juga menimbulkan dampak negatif yaitu kerusakan lingkungan. Lapangan migas Banyu Urip merupakan salah satu lapangan migas yang berada pada Kabupaten Bojonegoro dengan perusahaan migas yang beroperasi yaitu PT Exxon Mobil. Dengan memperhatikan hal tersebut maka dibutuhkanlah pengendalian ruang untuk kawasan industri migas untuk meminimalisasi persebaran pencemaran. Identifikasi faktor berpengaruh dalam persebaran pencemaranperlu dilakukan sebagai awalan pengendalian ruang. Proses identifikasi ini dilakukan melalui proses deskriptif kualitatif. Untuk prioritasi faktor, analisa AHP digunakan dengan mempertimbangkan nilai kepentingan stakeholder. Hasil yang didapatkan yaitu faktor yang mempengaruhi persebaran pencemaran oleh industri migas dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu tanah, air dan udara. Faktor yang sangat berpengaruh pada tanah yaitu kemiringan tanah dengan bobot faktornya 0.310. Pada aspek air, faktor yang sangat berpengaruh yaitu sistem drainase dengan nilai 0.618. Sedangkan pada udara, faktor yang sangat berpengaruh yaitu jenis vegetasi dengan nilai 0.669. Dari ketiga aspek yang ada tersebut yaitu tanah, air, dan udara, aspek dengan tingkat persebaran yang paling cepat yaitu aspek udara dengan bobot nilainya yaitu 0,518.
Pemahaman Pelajar SMA Mengenai Permasalahan Kota dan Preferensi Pembangunan Kota Bekasi Yahya, Wisely; Situmorang, Rahel; Luru, Marselinus Nirwan; Setya Putri, Arina Marta; Danniswari, Dibyanti; Siswanto, Aji Nugra; Supriatna, Yayat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7518

Abstract

Partisipasi generasi muda merupakan hal penting dalam perencanaan dan pembangunan kota saat ini dan masa depan. Namun, generasi muda cenderung terpinggirkan dari proses tersebut karena keterbatasan informasi, minat, dan pengetahuan mengenai penerapan ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk: (1) meningkatkan pemahaman pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) mengenai keilmuan PWK, (2) mendorong agar mampu mengidentifikasi permasalahan kota, serta (3) mendorong agar mampu mengidentifikasi kebutuhan/preferensi mengenai pembangunan kota. Penyuluhan dilaksanakan di SMA Islam PB Soedirman 1 Bekasi dengan melibatkan 48 pelajar sebagai peserta. Evaluasi diukur melalui kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan dengan Uji McNemar secara berpasangan melalui software SPSS. Hasil penyuluhan terbukti signifikan (p<0,05) dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai definisi perencanaan, lingkup keilmuan PWK dan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan kota. Peserta juga dapat mengidentifikasi permasalahan Kota Bekasi seperti banjir, polusi udara, limbah cair dan padat, serta kemacetan. Peserta menyampaikan kebutuhan/preferensi mengenai pentingnya ketersediaan ruang publik interaktif serta transportasi umum memadai di Kota Bekasi.
Policy Analysis of Blok M Area Planning in Shaping Spatial Configuration and Area Effectiveness Arina Marta Setya Putri; Rizal Imana
Journal of Synergy Landscape Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026 (PRE-Print)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/yccqrm52

Abstract

Blok M is one of Jakarta's important urban centers, serving not only as a commercial and service area but also as a major public transport interchange. Its development has been reinforced by Governor Regulation Number 55 of 2020 on the Urban Design Guidelines for the Blok M-Sisingamangaraja Transit-Oriented Development area. Official publications from PT MRT Jakarta indicate that the TOD area covers about 113.7 hectares, with priority development concentrated within a 700-meter radius of Blok M BCA Station and ASEAN Station. This study examines how area-planning policy in Blok M shapes spatial configuration and how that configuration affects area effectiveness. The study uses a descriptive qualitative approach based on policy analysis of regulations, institutional documents, and official publications issued by government agencies and area operators. The findings show that planning policy in Blok M has guided the integration of transit nodes, pedestrian connections, mixed-use development, and public-space improvement. These policy directions have contributed to better accessibility, stronger functional links between urban activities, smoother internal movement, and greater support for social and economic activity. In this case, planning policy works not only as a regulatory tool, but also as a framework that structures how spaces in the district are connected and used.