Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Binawan Student Journal

ANALISIS BEBAN KERJA TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT X Tika An Nisaa; Putri Winda Lestari
Binawan Student Journal Vol. 2 No. 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v2i3.176

Abstract

Data pelayanan resep Rumah Sakit X mencapai 2000 sampai 4000 per bulan dengan jumlah pekerja pada pelayanan farmasi yaitu 2 apoteker di farmasi klinik rawat inap, 1 apoteker di farmasi klinik rawat jalan, dan dibantu 6 tenaga teknis kefarmasian yang merangkap di farmasi klinik baik rawat jalan maupun rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis beban kerja tenaga teknis kefarmasian dengan metode work sampling, serta untuk mengetahui activity and delay sampling, performance sampling pada tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan melakukan observasi work sampling pada 6 tenaga teknis kefarmasian dan telaah dokumen serta melakukan wawancara mendalam dengan 3 informan kunci yaitu Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit X, Senior Tenaga Teknis Kefarmasian, Kepala HRD (human resource dapartement. Analisis data dilakukan dengan cara melakukan analisis besar beban kerja tenaga teknis kefarmasian yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa beban kerja sedang (71,54 %) dengan nilai rasio dari  activity and delay sampling yaitu 0,27 dan nilai performance sampling yaitu 78,67%. Kesimpulan penelitian adalah beban kerja tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X  tahun 2019 dalam kategori beban kerja sedang.
PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI PROYEK GRAND KAMALA LAGOON BEKASI: KNOWLEDGE AND BEHAVIOR USE OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT AT GRAND KAMALA LAGOON PROJECTS BEKASI Yani Fitria Warnaningrum; Putri Winda Lestari
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.453 KB)

Abstract

Proses pekerjaan finishing menggunakan peralatan-peralatan kerja yang berbahaya seperti mesin gerinda dan bor tangan. Berdasarkan observasi awal Di Proyek GKL Bekasi, masih ditemukan lebih dari 60% pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri. Pengetahuan pekerja tentang APD akan berpengaruh terhadap perilaku pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan APD pada pekerja finishing di Proyek Grand Kamala Lagoon Bekasi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pekerja finishing berjumlah 40 orang. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan pekerja tentang APD dan perilaku penggunaan APD. Data dianalsisis secara univariat dan bivariate menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan 21 pekerja finishing (52,5%) memiliki pengetahuan yang baik, 19 pekerja finishing (47,5%) memliki pengetahuan yang kurang, 11 pekerja finishing (27,5%) berperilaku baik, dan 29 pekerja finishing (72,5%) berperilaku kurang. Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai p=0,003, PR=1,809, 95% CI=1,187-2,756. Pekerja dengan pengetahuan kurang berisiko melakukan perilaku tidak menggunakan APD 1,8 kali lebih besar daripada pekerja dengan pengetahuan baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan APD.
PENGARUH WAKTU KERJA TERHADAP KELELAHAN PADA PEKERJA KONSTRUKSI PROYEK X DI JAKARTA TIMUR Bayu Syaputra; Putri Winda Lestari
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.522 KB)

Abstract

Waktu kerja berlebih dapat meningkatkan kesalahan kerja karena kelelahan meningkat dan jam tidur berkurang. Hasil wawancara awal, diperoleh 15 dari25 pekerja (60%) mengalami keluhan pegal-pegal di seluruh tubuh, merasa lelah sebelum bekerja, mengantuk dan terjadi miss communication antara supervisor dan pekerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh waktu kerja terhadap kelelahan pada Pekerja Konstruksi Proyek X Jakarta Timur. Penelitian menggunakan metode analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, sebanyak 49 pekerja. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan p value < 0,05. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh waktu kerja terhadap kelelahan pada pekerja konstruksi di proyek X dengan p value = 0,002. Nilai Prevalence Ratio (PR) = 3,130. Saran agar perusahaan melakukan fatigue manajemen.
HUBUNGAN BEBAN DAN JAM KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA RADIOGRAFER RS ST. CAROLUS Moch Nurul Latief; Putri Winda Lestari
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.933 KB) | DOI: 10.54771/bsj.v1i3.78

Abstract

Rumah sakit memiliki sistem kerja 24 jam dengan 3 shift dan beban kerja yang tinggi. Beban kerja dan jam kerja merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan kelelahan. Kelelahan tersebut berdampak menurunkan kinerja, menambah kesalahan saat bekerja, dan menurunkan produktivitas kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan beban dan jam kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja radiografer RS. St Carolus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel adalah semua radiografer sebanyak 31 orang. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara beban kerja dengan kelelahan kerja diperoleh p-value = 0,119. Sedangkan, antara jam kerja dengan kelelahan kerja diperoleh nilai p-value = 0,042 dengan koefisien korelasi sebesar -0,367. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja dan ada hubungan antara jam kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja radiografer di Rumah Sakit St. Carolus.
HUBUNGAN KELELAHAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA TOWER BTS DI PROYEK HUAWEI PT. XERINDO TEKNOLOGI JAKARTA Anisa Sailendra Putri; Putri Winda Lestari
Binawan Student Journal Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.879 KB) | DOI: 10.54771/bsj.v2i1.112

Abstract

Survey awal menunjukkan bahwa pekerja mengalami kelelahan dengan gejala mengantuk, lelah, sakit di bahu dan punggung. Kelelahan yang terjadi terus menerus dapat menimbulkan stres kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kelelahan dengan stres kerja pada pekerja tower BTS di proyek Huawei PT. Xerindo Teknologi Jakarta. Penelitian menggunakan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 43 orang. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner IFRC dan SDS 30. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 27,9% responden mengalami kelelahan rendah, 44,2% kelelahan sedang, 18,6% kelelahan tinggi dan 9,3% kelelahan sangat tinggi. Sebanyak 7% responden mengalami stres ringan, 74,4% stres sedang dan 18,6% stres berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kelelahan dengan stres kerja dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian adalah adanya hubungan kelelahan dengan stres kerja pada pekerja tower BTS di proyek Huawei PT. Xerindo Teknologi Jakarta.
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kelelahan Pada Satpam PT. X Karawang: Factors Affecting The Level Of Fatigue At Security PT. X Karawang Kurnianti, Dinan; Lestari, Putri Winda
Binawan Student Journal Vol. 5 No. 3 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v5i3.849

Abstract

Terjadi trend peningkatan kecelakaan kerja dari ke tahun. Kecelakaan kerja timbul sebagai hasil dari gabungan beberapa faktor, salah satunya adalah faktor manusia seperti kemampuan fisik, kompetensi, kelelahan, stress, dan faktor pekerjaan. Survey awal pada satpam PT. X Karawang menunjukkan bahwa 80% satpam mengalami gejala kelelahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat kelelahan pada satpam PT. X Karawang. Penelitian ini bersifat kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 121 orang dengan sampel 63 orang. Data diambil dengan pengisian kuesioner Subjective Self Rating dari Industrial Fatigue Research Committee (IRFC) Jepang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa umur merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat kelelahan pada satpam PT. X Karawang (p=0,025). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin (p=0,761), masa kerja (p = 0,135), status gizi (p = 0,193), dan status kesehatan (p = 1,000).