Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EKSISTENSI MTs LAPANDEWA TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN BERAGAMA MASYARAKAT DESA LAPANDEWA KAINDEA BUTON SELATAN La Jusu; Sulasri Sulasri; Rusli Rusli
SYATTAR Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang bernaung pada kementerian Agama RI. Demikian pula halnya dengan Madrasah Tsanawiyah Lapandewa Desa Lapandewa Kaindea juga merupakan lembaga pendidikan yang bernaung dibawah kementerian Agama RI. Eksistensi MadrasahTsanawiyah Lapandewa Desa Lapandewa Kaindea sangat urgen terhadap peningkatan kesadaran beragama masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah tokoh masyarakat Desa Lapandewa Kaindea dengan sampel penelitian yang diambil dengan menggunakan teknik Voluntary Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untukmemperoleh data adalah dengan menggunakan teknik wawancara. Sedangkan dalam analisa data menggunakan tiga pola berfikir ilmiah, yakni: dediktif, induktif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksistensi Madrasah Tsanawiyah Lapandewa Desa Lapandewa Kaindea memiliki peran terhadap kesadaran beragama masyarakat, baik perannya terhadap pemahaman terhadap nilai-nilai ajaran Islam, perannya terhadap kesadaran beragama masyarakat maupun perannya terhadap kehidupan sosial masyarakat
DAMPAK PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) TERHADAP EKSISTENSI LEMBAGA PENDIDIKAN (Studi Kasus pada SD Negeri 41 Buton) Madi Madi; Sulasri Sulasri
SYATTAR Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal: Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak dari Program Keluarga Berencana (KB) terhadap eksistensi lembaga pendidikan, khususnya pada SD Negeri 41 Buton. Program KB bertujuan mengendalikan pertumbuhan populasi dengan mengedukasi dan memberikan akses terhadap metode kontrasepsi kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada SD Negeri 41 Buton. Data dikumpulkan melalui Observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan pihak-pihak yang memahami masalah sehubungan dengan peneitian ini. Selain itu, data sekunder dari dokumen-dokumen terkait pendidikan dan Program KB juga dikumpulkan untuk mendukung analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa program KB memiliki dampak yang signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan, terutama pada SD Negeri 41 Buton, Dampak tersebut meliputi: 1) Penurunan angka kelahiran, sebagai akibat dari partisipasi aktif masyarakat dalam program KB yang berdampak pada jumlah calon siswa baru di SD Negeri 41 Buton dari waktu ke waktu; 2) Dengan alat kontrasepsi yang digunakan, menyebabkan banyak ibu-ibu mengeluh karena tidak cocok dengan kesehatannya; 3) Dampak sosial budaya. Partisipasi dalam program KB telah mengubah pandangan masyarakat terhadap keluarga yang lebih kecil dan lebih berkualitas
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI KENAKALAN PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 1 MASIRI KABUPATEN BUTON SELATA Maudin Maudin; Sulasri Sulasri; Rusli Rusli
SYATTAR Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal: Studi Ilmu-Ilmu Hukum dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tenteng upaya guru pendidikan agama Isalm dalam menghadapi kenakalan peserta didik kelas V di SD Negeri 1 Masiri Kabupaten Buton Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kenakalan peserta didik, faktor penyebabnya serta upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam menghadapinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi sebagai instrumen penelitiannya. Teknik analisa data menggunakan teknik kualitatif, yakni kondensasi data, reduksi data, dan Verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Bentuk kenakalan peserte didik berupa mengganggu teman, keluar masuk pada saat jam pelajaran serta suka membantah nasihat guru, 2) Kenakalan peserta didik, biasa disebabkan oleh pengaruh lingkungan sebaya dan kurangnya pengawasan orang tua; 3) Upaya guru dalam mengatasi kenakalan peserta didik adalah melakukan komunikasi dengan orang tua peserta didik, memberi sanksi, serta memberikan pemahaman terhadap peserta didik
INTEGRATING AL-QUR’AN TEXTS IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION (IRE) LEARNING IN PRIMARY SCHOOLS: A MULTI-SITE STUDY IN FIVE PUBLIC PRIMARY SCHOOLS IN SOUTH BUTON REGENCY La Jusu; La Sugi; Sulasri Sulasri; Ayu Wulandari; Salmawati Salmawati
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 02 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v15i02.10032

Abstract

This study examines the patterns of Al-Qur’an text use in Islamic Religious Education (IRE) learning in five public primary schools in South Buton Regency, the obstacles to its implementation; and its contribution to students' understanding of Islamic teachings, the formation of religious character, and religious literacy. The study employs a qualitative approach with a collective multi-site case study design in Grade V classes. Data were collected through non-participant classroom observations, semi-structured interviews with IRE teachers and students in each school, and a review of learning documents. Data were analyses thematically through data condensation, data display, and conclusion drawing–verification (with explicit comparisons of patterns across sites. The findings reveal three main themes: (1) relatively consistent patterns of Al-Qur’an text use across the five schools—including devotional opening routines, selection of verses aligned with the lesson topic, and guided reading/tajwid practice—with variations in intensity and in the schools' religious programmes; (2) similar pedagogical and structural constraints, such as limited time allocation, diverse levels of Al-Qur’an reading ability, limited media and contextual resources, and difficulties in facilitating the applied understanding of verses, which are further shaped by differences in facilities and local religious ecosystems; and (3) contributions to the strengthening of conceptual understanding of IRE, the internalisation of values and religious habits, and the development of students' religious literacy, with comparatively more substantial outcomes in schools that have additional religious programmes and strong parental support. These findings underscore the importance of differentiated instruction in Al-Qur’an reading ability, the strengthening of learning media, and school–parent collaboration tailored to each school's context so that Al-Qur’an text use does not stop at recitation but leads to meaningful understanding and more measurable behavioural change.
Implementasi Nilai-Nilai Islam dalam Tradisi Poago di Desa Kapoa Barat Kabupaten Buton Selatan Rifki Rifki; Madi Madi; Sulasri Sulasri
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v4i3.1930

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Poago tradition in Kapoa Barat Village, South Buton Regency, identify the Islamic values embedded within it, and explain its role as a form of local wisdom in the community. The research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving traditional leaders, religious leaders, village officials, tradition practitioners, and local community members. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion verification. The findings reveal that the Poago tradition continues to be preserved as an integral part of the community’s cultural life and serves as a medium for strengthening social relationships among residents. The tradition embodies various Islamic values, including gratitude, mutual assistance, deliberation, social bonding, togetherness, and social care. These values reflect the harmonious integration of Islamic teachings and local cultural traditions. In addition to functioning as a means of cultural preservation, the Poago tradition contributes to strengthening social solidarity and serves as a medium for transmitting religious and moral values to younger generations. Therefore, the Poago tradition can be regarded as a form of local wisdom that remains relevant in maintaining social harmony and religious life within the community.