Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

INTERVENSI ERGONOMI DALAM PENGGUNAAN VIBRATORSEBAGAI ALAT PEMADAT BETON I Made Sastra Wibawa; Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intervensi ergonomi merupakan sebuah upaya perubahan sikap kerja yang diharapkanmampu meringankan beban kerja pekerja. Beban kerja yang berlebihan akan berdampak terhadapkeselamatan dan kesehatan pekerja. Apabila pekerja sakit, target pekerjaan tidak akan bisa terlaksanadengan baik. Vibrator merupakan salah satu alat yang memberikan dampak besar bagi kualitas mutubeton. Beton tersusun atas campuran koral, semen, pasir, air dan biasanya ditambakan zat additiveuntuk meningkatkan kualitas. Mutu beton yang berkualitas dipengaruhi oleh tingkat kepadatan dankerapatan beton pada saat pencetakan. Untuk mendapatkan hasil beton yang baik dengan tekstur datardan rapat, diperlukan pemadatan yang baik dan dengan alat yang tepat. Untuk pengecoran yangberskala besar dan dimensi pengecoran yang tebal, kontraktor mempergunakan alat pemadat yangdisebut dengan mesin penggetar vibrator. Mesin vibrator merupakan alat penggetar, yang mana dalampengoperasiannya dapat menimbulkan gangguan pada tangan operator/pekerja seperti terasakesemutan apabila penggunaan alat vibrator dalam waktu yang lama dan terus menerus. Kebijakanpenggunaan vibrator mensyaratkan pekerja untuk menggunakan vibrator dengan cara dipegang, tidakboleh dilepas pada saat mesin dinyalakan, agar jarumnya tidak menyentuh bekisting maupun tulangan.Penelitian ini berupaya mengkaji lebih mendalam, sikap kerja pekerja dalam penggunaan vibrator,khususnya pada saat pembangunan gedung Rektorat Universitas Mahasarawati Denpasar, beralamatdi Jalan Kamboja No. 11 A Denpasar. Hasil pengamatan dan penelitian di lapangan menunjukkanbahwa besaran getaran yang terpapar pada pekerja/operator sangat mengganggu konsentarsi kerja,kenyamanan, keamanan, serta kesehatannya. Berdasarkan temuan ini diperlukan sebuah upayaintervensi ergonomi yaitu memasang spon pada handel vibrator, dan operator wajib menggunakansarung tangan, serta membuat shift kerja agar pekerja yang menjalankan mesin vibrator tidak terlalulama memegang kendali alat vibrator tersebut.
SAND BY PASSING METHOD; KAJIAN TEKNIK PELESTARIANKAWASAN PESISIR TANJUNG BENOA DAN NUSA DUA, BALI Ni Putu Suda Nurjani; I Nyoman Sudipa
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kawasan pesisir Bali dipandang sebagai salah satu kawasan yang memiliki banyak maknadan tata nilai ruang. Sebelum pengembangan pariwisata, kawasan pesisir telah memiliki beragamfungsi. Pertama sebagai tempat bermukim, Kedua sebagai tempat untuk melaksanakan upacarayadnya. Namun, pasca pengembangan pariwisata di Bali, kawasan pesisir mengalami degradasi.Kawasan Tanjung Benoa dan Nusa Dua sebagai salah satu ikon pariwisata Bali, saat ini banyakmengalami permasalahan lingkungan. Pembangunan akomodasi pariwisata tanpa adanya usahapelestarian, menyebabkan banyak daerah pesisir yang mengalami erosi dan abrasi. Tempat ritualkeagamaan di area pesisir semakin berkurang karena sebagian besar dikuasai oleh pemilik modalbesar. Permasalahan ini memerlukan kajian mendalam dan kerjasama dari berbagai pihak, agaridentitas kawasan pesisir dapat berjalan selaras dan seimbang dengan perkembangan peradaban saatini. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif temuan lapangan (fields research). Berdasarkanhasil penelitian di lapangan serta pelaksanaan focus group discussion (FGD) dengan masyarakatsetempat, ditarik kesimpulan bahwa, teknik pemulihan pantai dengan metode sand by passingdipandang efektif untuk menanggulangi erosi dan abrasi di kawasan pesisir Nusa Dua Bali. Namun,keberhasilan metode ini dalam menangani abrasi serta erosi berdampak pada pembentukan pola ruangdan sistem petanda aktivitas, di sepanjang pesisir Nusa Dua dan Tanjung Benoa.
DINAMIKA KAMPUNG KOTA BERKELANJUTAN DI TENGAHPANDEMI COVID-19 Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung kota sebagai salah satu wujud permukiman di Indonesia, dimasukkan dalam kategori permukiman kumuh (Slums). Kehidupan perkotaan yang dipandang mampu memberikan harapan penghidupan bagi masyarakat desa, membawa arus bawaan yaitu perpindahan penduduk sehingga ruang publik yang ada di perkotaan menjadi semakin berkurang. Lokalitas yang terkandung pada tatanan kampung akan memberi karakter bagi pembentukan semangat urbanisme baru yang sesuai dengan karakter masyarakat. Perwujudan urbanitas dan ruang kota yang berkelanjutan dapat dicapai dengan rumusan prinsip-prinsip yang telah lama diwariskan oleh nenek moyang bangsa ketika membentuk sebuah kampung tradisional. Namun, di tengah pandemi covid-19 yang melanda dunia, keberadaan kampung kota di Indonesia mengalami gejolak yang cukup besar. Masyarakat urban yang dulu nya membentuk sebuah kampung di daerah perkotaan, kini memilih kembali pulang ke daerah asal akibat minimnya pekerjaan yang tersedia di kota. Banyak pekerja dirumahkan tanpa pesangon, dengan tuntutan hidup yang besar, membuat kaum urban memilih pulang kembali ke kampung halaman. Kawasan permukiman yang sebelumnya tumbuh tidak direncanakan, kini ditinggalkan. Ilegal settlement yang dahulu meresahkan, semenjak pandemi berubah menjadi kampung tidak bertuan. Ketika sebuah permukiman yang awalnya dianggap sebagai sebuah beban dan merusak citra kawasan kini ditinggalkan, apakah kota menjadi lebih baik, apakah kehidupan sosial masyarakat kota menjadi baik atau sebaliknya. Fenomena ini memerlukan sebuah kajian mendalam. Citra buruk kota yang sebelumnya selalu dibebankan pada permukiman kumuh, kini bisa dilihat bagaimana permasalahan agraria yang sebenarnya. Dalam permukiman kumuh tumbuh sistem kekerabatan baru yang saling menguatkan antar orang perantauan, membentuk sebuah ruang publik informal yang mendukung kaum individualistis yang hidup di kota
ANALISIS KERAPATAN VEGETASI MENGGUNAKAN DATA CITRASATELIT SENTINEL-2A DI KABUPATEN TABANAN Sagung Putri Chandra Astiti; Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tabanan adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Bali yang memiliki potensi wilayah pertanian dan ruang terbuka hijau yang cukup besar. Peningkatan jumlah demografi penduduk diiringi dengan pesatnya perkembangan industri pariwisata di Kabupaten Tabanan, membuat ruang terbuka hijau dengan vegetasi alami semakin berkurang. Minimnya data pemetaan vegetasi yang dimiliki oleh Kabupaten Tabanan, membuat evaluasi terhadap kelestarian lingkungan semakin sulit. Tingkat alih fungsi lahan di sebuah kawasan sangat sulit untuk diidentifikasi akibat terbatasnya data, serta kondisi topografi wilayah yang relatif tinggi, memerlukan sebuah kajian data satelit untuk membantu Kabupaten Tabanan membuat pemetaan vegetasi yang akurat. Salah satu metode penginderaan jauh untuk mengetahui keberlanjutan dalam pengembangan potensi pertanian dan vegetasi adalah dengan melakukan analisis kerapatan vegetasi atau yang dikenal dengan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Data yang digunakan untuk melakukan analisis NDVI adalah data citra satelit Sentinel -2A yang memiliki resolusi spasial 10 m dengan tahun analisis 2016 - 2020. Berdasarkan hasil pemetaan dan analisis luas lahan (ha) untuk kelas vegetasi yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa nilai kerapatan vegetasi di Kabupaten Tabanan termasuk dalam kelas vegetasi rapat, yang didominasi berada pada Kecamatan Pupuan, Kecamatan Selemadeg Barat, Kecamatan Selemadeg Timur, Kecamatan Selemadeg dan Kecamatan Penebel.
LANDASAN PEMBENTUKAN SPASIAL KAWASAN TAMAN BUMIGLOBAL BATUR(BATUR GLOBAL GEOPARK, KINTAMANI, BANGLI, BALI) Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Taman Bumi Global Batur (Batur Global Geopark) sebagai warisan Budaya Dunia merupakan sebuah kawasan yang terintegrasi yang terdiri atas 15 Desa dengan beragam potensi yang dimiliki. Potensi budaya, ekonomi, infrastruktur yang sangat menentukan keberlanjutan lingkungan di kawasan kaldera batur. Semenjak ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tanggal 20 September 2012 di Portugal, kawasan ini belum mampu memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan di sekitar kawasan geopark. Identifikasi potensi kawasan masih sangat minim, sehingga pemerataan dan pengembangan landasan spasial keruangan sangat sulit dilaksanakan. Penggambaran struktur ruang permukiman juga dapat dilihat dari sisi budaya lain seperti pada pelaksanaan ritual dan acara keagamaan. Kajian ini merupakan salah satu wujud identifikasi terhadap pembentukan struktur ruang spasial di kawasan kaldera batur. Pengumpulan data dengan pendekatan rasionalistik, observasi langsung ke objek studi, dan wawancara dengan masyarakat sekitar serta pemangku kebijakan, kemudian hasil data di analisis dengan teori terkait sehingga menghasilkan sebuah gambaran umum pembentukan struktur spasial ruang yang nantinya diharapkan bisa membantu pembangunan berkelanjutan di kawasan Kaldera Batur, Kintamani, Bangli.
Exploration of Spatial Design Issues at Backpacker Hostels inBudapest’s Historic Center; Sebuah Review Terhadap Informalitydan Adaptasi Desain di Kawasan Budapest, Hungaria Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan merupakan sebuah hal yang tidak bisa dihindarkan oleh setiap orang. Begitupun dengan perubahan sebuah kawasan sebagai sebuah fenomena yang tidak bisa dihindarkan oleh negara manapun yang ada di dunia. Banyak peneliti yang mencoba mengulas lebih jauh tentang fenomena perubahan sebagai sebuah bentuk adaptasi atau penyesuaian diri terhadap lingkungan yang baru. Namun, dalam mengembangkan sebuah kawasan banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Ketika sebuah kawasan sebelumnya memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi, perubahan menjadi sebuah hal teknis yang memerlukan kajian secara menyeluruh. Seperti penelitian yang dilakukan Gergely Horryn dkk (2017) ini. Dalam penelitian ini, Gergely Horryn dkk mencoba membuat sebuah alternative desain hostels untuk pengembangan kawasan Budapest, Hungaria. Mengingat tingginya nilai sejarah dari kota ini, maka penulis mempergunakan metoda komparasi literature dengan feedback desain dari hasil observasi lapangan. Rancangan perubahan dibuat berdasarkan pertimbangan nilai sejarah kota, interior ruangan, dan wujud bangunan yang akan ditampilkan. Dari beberapa fedbcak desain dibuat sebuah kesimpulan desain hostels cube yang kemudian diistilahkan dengan Hc.
Implementasi Teori Asiatica Euphoria McGee DalamPengembangan Zona IndustriStudi Kasus: Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Bali Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota-kota di Indonesia awal mulanya terbentuk melalui transformasi berbagai pengaruh kekuatan dan kekuasaan. Kekuatan sebagai identitas yang bisa menarik area terluar untuk datang ke sebuah kawasan, sedangkan kekuasaan terletak pada kekuatan personal manusia sebagai pimpinan sebuah wilayah. Kondisi tersebut berdampak terhadap perkembangan dunia Industri di tanah air. Transformasi struktur kota tradisional menuju kota modern, tidak saja secara fisik tetapi juga transformasi dasar terhadap konsep urbanitas warganya. Kampung kota sebagai elemen kota yang menjadi identitas sebuah daerah, masih menyimpan sistem nilai urbanitas tradisional yang berbeda dengan konsepsi urbanitas modern. Kondisi ini mempengaruhi pengembangan zona industri, seperti yang terjadi di Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan. Heterogenitas penduduk Desa Bajera menjadi salah satu indikator terbesar terbentuknya zona industri. Keberadaaan moda transportasi yang menghubungkan antara wilayah terluar Bajera dengan Inti Desa Bajera menjadi faktor pendorong lain yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kawasan industri. Kajian ini mencoba menjelaskan secara deskriptif kualitatif, sebuah fakta perkembangan wilayah berdasarkan teori Asiatica Euphoria McGee. Adanya daya tarik khusus pada inti Desa Bajera mendorong penduduk di wilayah terluar Bajera untuk bermigrasi ke wilayah inti Desa Bajera dengan tujuan menetap sementara maupun untuk menetap dalam jangka waktu yang lama. Fenomena tersebut sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh McGee, bahwa CBD (central business district) terbentuk akibat adanya daya tarik core (inti) dan kemudahan moda transportasi dari area peri urban menuju CBD. Kondisi ini menjadikan desa Bajera sebagai pusat kawasan industri dan perdagangan di Wilayah Selemadeg Barat, Tabanan, Bali.
PENATAAAN FASADE RUMAH SUSUN DENGANMEMPERTIMBANGKAN KEBUTUHAN AKAN RUANG PRIVAT Frysa Wiriantari; Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang cukup signifikan di Indonesia menuntut adanya ketersediaan hunian sebagai kebutuhan pokok dari masyarakat. Terbatasnya luas lahan khususnya di Pulau Bali mengakibatkan harga lahan menjadi sangat tinggi. Pembangunan rumah susun sebagai salah satu upaya dari pemerintah maupun swasta dianggap sebagai salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun sayangnya keberadaan rumah susun yang disatu sisi mampu mengatasi masalah perumahan, namun disisi lain menimbulkan masalah baru yaitu munculnya kesan kumuh. Kesan kumuh munculsebagai akibat tidak tertampungnya wadah untuk melaksanakan aktivitas dasar warga penghuni rumah susun. Salah satu aktivitas tersebut adalah kegiatan menjemur pakaian. Pada penelitian kali ini Rumah Susun Asrama Polisi Kreneng dan Sesetan dijadikan sebagai objek penelitian. Dengan mengkaitkan permasalahan dengan beberapa teori mengenai rumah susun, tulisan ini diharapkan mampu memberikan alternative pemecahan dari masalah yang ada. Dengan terpenuhinya kebutuhan rumah tinggal masyarakat dan tetap mampu menjaga fasade bangunan, diharapkan kesan rumah susun yang kumuh dan kotor dapat diatasi. Penggunaan material sekitar akan mampu menunjukkan kesan tropis dan menambah estetika bangunan.
KONSEP INDUSTRI PARIWISATA BERBASIS EDUKASI DI BALI Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pariwisata Bali saat ini telah mengalami pergeseran. Industri pariwisata Bali yang dahulu memiliki ciri khas sebagai industri pariwisata massa (mass tourism), saat ini dihadapkan dengan persaingan industri pariwisata yang diharuskan mampu menunjukkan kualitas (quality tourism). Adanya erupsi Gunung Agung pada akhir 2017 juga menambah lesu nya pariwisata di Bali kini. Untuk itu diperlukan sebuah konsep yang spesifik terhadap keberlanjutan industri pariwisata Bali, terutama industri pariwisata minat khusus yang salah satunya adalah konsep pariwisata edukasi. Konsep wisata ini terdapat hampir di seluruh kabupaten kota di bali dengan konsep pengembangan yang beragam. Kajian ini mengidentifikasi tujuh tempat wisata edukasi yang berada di seluruh Kabupaten Kota yang ada di Bali. Penelitian ini bersifat desk riset sehingga dapat dikembangkan ke penelitian lanjutan dengan melakukan observasi langsung ke lapangan serta wawancana dengan pihak terkait. Metode analisis data mempergunakan analisa SWOT dengan harapan, penelitian ini dapat membuka wawasan pelaku wisata maupun pemangku kebijakan akan pergeseran fenomena pariwisata di Bali saat ini. Berdasarkan hasil analisa data maka ditemukan bahwa prinsip utama pengembangan wisata edukasi adalah konservasi baik terhadap tumbuhan, binatang maupun lingkungan sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam, namun tetap dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
DISRUPSI INDUSTRI 4.0; IMPLEMENTASI, PELUANG DANTANTANGAN DUNIA INDUSTRI INDONESIA Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Industri 4.0 telah mengubah cara kerja manusia menjadi otomatisasi/digitalisasi melalui inovasi-inovasi. Industri 4.0 dikatakan era disrupsi teknologi karena otomatisasi dan konektivitas disebuah bidang akan membuat pergerakan dunia industri dan persaingan kerja menjadi tidak linear. Pelaku industri tidak bisa terlepas dari keberadaan internet. Semua obyek dilengkapi perangkat teknologi yang dibantu sensor dan mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi. Fenomena ini kemudian menimbulkan kekhawatiran dimana dalam era disrupsi peran manusia se bagai motor penggerak sebuah industri, akan digeser oleh keberadaan robot-robot pintar. Manusia tidak lagi bergantung pada manusia lain maupun sumber daya alam yang ada, melainkan bergantung pada produk artificial intelegence. Bertitik tolak dari hal terse but, penulis membuat sebuah kajian deskriptif kualitatif yang mengangkat fenomena industri di Indonesia, sejauh mana industri 4.0 sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, serta peluang apa saja yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri untuk menghadapi era digitalisasi industri. Dalam kajian ini dapat dilihat bahwa era industri 4.0 bisa dipandang sebagai peluang yang cukup besar untuk perkembangan dunia industri, karena tercipta kesempatan yang sama untuk pelaku industri dalam menciptakan sebuah inovasi dan sekaligus memasarkan sebuah produk. Modal dan kekuasaan tidak lagi menjadi kendala utama, karena inovasi dan kreatifitas dalam memanfaatkan media digital adalah kunci sukses setiap pelaku industri di era disrupsi industri 4.0.