Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efektivitas Obat Antihipertensi Pasien Hipertensi di Puskesmas Poncowarno Lampung Tengah Friska Oktavia; Rachmi Nurkhalika; Satria Wijaya
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i5.206

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi sistem sirkulasi darah yang menyebabkan tekanan darah meningkat di atas nilai normal atau lebih dari 140/90 mmHg. Tekanan darah yang terus bertambah tinggi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui demografi dan efektivitas obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Poncowarno Lampung Tengah. Penelitian dilakukan secara deskriptif non eksperimental dengan cross sectional study. Data diperoleh dari rekam medik pasien rawat jalan penyakit hipertensi pada tahun 2023 dan diperoleh 32 pasien. Pasien terbanyak pada jenis kelamin perempuan 21 (65,6%) dan pasien usia 56-65 sebanyak 12 (37,5%). Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah golongan CCB yaitu amlodipin sebanyak 30 (90,75%). Obat amlodipin yang dinyatakan tidak efektif sebanyak 20% (6 pasien) dan yang dinyatakan efektif sebanyak 80% (24 pasien), sedangkan pasien yang menggunakan obat kombinasi amlodipin-kaptopril semua efektif. Efektivitas antihipertensi diukur dengan melihat ada tidaknya penurunan tekanan darah.
Sociodemographic and Behavioral Determinants of Smoking : A Secondary Analysis in the 2023 Indonesia Health Survei (SKI) Edi Junaidi; Muhammad Iqbal; Cut Syarifa Thursina; Rachmi Nurkhalika; Helza Oktaria; Yeti Raheli
An Idea Health Journal Vol 6 No 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i01.635

Abstract

Background: Smoking constitutes a major risk factor for non-communicable diseases and remains a significant public health issue in Indonesia. This study analyzes determinants of smoking status based on sociodemographic and behavioral characteristics from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). Methods: This study employed a cross-sectional design utilizing secondary data from the 2023 Indonesian Health Survei. A total sampling technique was applied, initially including 877,531 respondents. After excluding individuals with missing data or those who did not respond to the cigarette variable (166,246), the final sample comprised 711,285 participants. Bivariate analyses and multivariate logistic regression identified dominant factors associated with smoking status. Result: Smoking prevalence was 25.49% (181,278), while non-smoking was 74.51% (530,007). Multivariate analysis showed gender as the strongest predictor, with men having much higher odds of smoking than women (OR = 96.95; p < 0.001). Other significant factors were rural residence (OR = 1.133; p < 0.001), marital status (OR = 0.676; p < 0.001), low education (OR = 0.463; p < 0.001), employment status (OR = 1.133; p < 0.001), non-BPJS health insurance (OR = 0.884; p < 0.001), occasional exposure to other smokers (OR = 4.130; p < 0.001), and alcohol use (OR = 3.314; p < 0.001). The model showed strong explanatory power (Pseudo R² = 0.485). Conclusion: Tobacco control strategies should be integrated with screening and counseling for risky behaviors, including alcohol consumption. Additionally, smoking cessation services should be adapted and expanded to address both rural and urban contexts.
Perbandingan Sediaan Cream Body Scrub Serbuk Kopi (Coffea Sp) Dengan Serbuk Beras (Oryza sativa L.) Terhadap Karakteristik Fisik Dan Stabilitas Sediaan Niken Feladita; Cut Syarifa Thursina; Alfa Frista Arta; Shinta Wulandari; Selvi Megawati; Rachmi Nurkhalika
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25450

Abstract

Body scrub adalah produk kosmetik semi padat. Biasanya digunakan membantu mengangkat sel kulit mati. Caranya dengan eksfoliasi fisik. Bahan alami untuk eksfoliasi seperti serbuk kopi sering digunakan eksfoliator.  Bahan eksfoliator alami seperti serbuk kopi banyak digunakan dalam formulasi scrub karena memiliki sifat abrasif yang dapat membantu regenerasi sel kulit. Namun, ukuran partikel serbuk kopi yang tidak seragam dapat memengaruhi kehalusan dan kestabilan fisik krim. Serbuk beras Oryza sativa L. ukurannya lebih kecil dan rata. Jadi, bubuk beras bisa dapat pilihan lain untuk eksfoliator. Hal tersebut membuat krim lebih tahan lama. Penelitian ini ditujukan untuk membandingkan sifat fisik dan ketahanan krim body scrub. Krim ini menggunakan serbuk Coffea sp. dan serbuk beras Oryza sativa L. sebagai bahan pengelupas. Konsentrasinya sama yaitu 27,2%. Pengujian fisik yang dilakukan meliputi tampilan, kehalusan, pH, kekentalan, kemudahan menyebar, daya lekat, jenis emulsi, dan stabilitas. Stabilitas diuji menggunakan metode cycling test. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang mengandung serbuk beras memiliki homogenitas yang lebih baik, viskositas lebih tinggi, daya sebar yang lebih luas, serta daya lekat yang lebih lama dibandingkan dengan formulasi yang mengandung serbuk kopi. Kedua formulasi menunjukkan tipe emulsi minyak dalam air (M/A). Uji stabilitas menunjukkan bahwa formulasi dengan serbuk beras tetap stabil tanpa pemisahan fase setelah enam siklus pengujian, sedangkan formulasi dengan serbuk kopi menunjukkan adanya sedimentasi ringan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p 0,05) pada seluruh parameter pengujian.
STUDI KIMIA KLINIK & FORENSIK: CEMARAN LIMBAH MEDIS DARI RUMAH TERAPI BEKAM DI DEPOK Saddam Husein; Kurnia Eryani; Yovita Endah Lestari; Rachmi Nurkhalika
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25723

Abstract

Terapi bekam menghasilkan limbah medis berupa darah dan material terkontaminasi yang berisiko terhadap kesehatan dan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik cemaran limbah medis dari rumah terapi bekam di Depok melalui pendekatan kimia lingkungan, kimia klinik, dan mikrobiologi, serta mengevaluasi praktik pengelolaannya. Metode yang digunakan mixed-method melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa limbah dibuang sebagai sampah domestik tanpa pemisahan dan sterilisasi. Parameter kimia lingkungan menunjukkan nilai biological oxygen demand (BOD) 320 mg/L, chemical oxygen demand (COD) 780 mg/L, dan total suspended solids (TSS) 450 mg/L yang melebihi baku mutu. Analisis kimia klinik menunjukkan kadar hemoglobin 14,5 g/dL dan protein total 7,8 g/dL yang tinggi, sedangkan analisis mikrobiologi menunjukkan total plate count (TPC) sebesar 1,2 × 10⁶ CFU/mL. Temuan ini menunjukkan limbah bersifat infeksius, berpotensi mencemari lingkungan, dan meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Limbah bekam dikategorikan sebagai limbah B3 infeksius yang memerlukan pengelolaan sesuai standar yang berlaku.
Perbandingan Sediaan Cream Body Scrub Serbuk Kopi (Coffea Sp) Dengan Serbuk Beras (Oryza sativa L.) Terhadap Karakteristik Fisik Dan Stabilitas Sediaan Niken Feladita; Cut Syarifa Thursina; Alfa Frista Arta; Shinta Wulandari; Selvi Megawati; Rachmi Nurkhalika
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25450

Abstract

Body scrub adalah produk kosmetik semi padat. Biasanya digunakan membantu mengangkat sel kulit mati. Caranya dengan eksfoliasi fisik. Bahan alami untuk eksfoliasi seperti serbuk kopi sering digunakan eksfoliator.  Bahan eksfoliator alami seperti serbuk kopi banyak digunakan dalam formulasi scrub karena memiliki sifat abrasif yang dapat membantu regenerasi sel kulit. Namun, ukuran partikel serbuk kopi yang tidak seragam dapat memengaruhi kehalusan dan kestabilan fisik krim. Serbuk beras Oryza sativa L. ukurannya lebih kecil dan rata. Jadi, bubuk beras bisa dapat pilihan lain untuk eksfoliator. Hal tersebut membuat krim lebih tahan lama. Penelitian ini ditujukan untuk membandingkan sifat fisik dan ketahanan krim body scrub. Krim ini menggunakan serbuk Coffea sp. dan serbuk beras Oryza sativa L. sebagai bahan pengelupas. Konsentrasinya sama yaitu 27,2%. Pengujian fisik yang dilakukan meliputi tampilan, kehalusan, pH, kekentalan, kemudahan menyebar, daya lekat, jenis emulsi, dan stabilitas. Stabilitas diuji menggunakan metode cycling test. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang mengandung serbuk beras memiliki homogenitas yang lebih baik, viskositas lebih tinggi, daya sebar yang lebih luas, serta daya lekat yang lebih lama dibandingkan dengan formulasi yang mengandung serbuk kopi. Kedua formulasi menunjukkan tipe emulsi minyak dalam air (M/A). Uji stabilitas menunjukkan bahwa formulasi dengan serbuk beras tetap stabil tanpa pemisahan fase setelah enam siklus pengujian, sedangkan formulasi dengan serbuk kopi menunjukkan adanya sedimentasi ringan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p 0,05) pada seluruh parameter pengujian.
STUDI KIMIA KLINIK & FORENSIK: CEMARAN LIMBAH MEDIS DARI RUMAH TERAPI BEKAM DI DEPOK Saddam Husein; Kurnia Eryani; Yovita Endah Lestari; Rachmi Nurkhalika
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25723

Abstract

Terapi bekam menghasilkan limbah medis berupa darah dan material terkontaminasi yang berisiko terhadap kesehatan dan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik cemaran limbah medis dari rumah terapi bekam di Depok melalui pendekatan kimia lingkungan, kimia klinik, dan mikrobiologi, serta mengevaluasi praktik pengelolaannya. Metode yang digunakan mixed-method melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa limbah dibuang sebagai sampah domestik tanpa pemisahan dan sterilisasi. Parameter kimia lingkungan menunjukkan nilai biological oxygen demand (BOD) 320 mg/L, chemical oxygen demand (COD) 780 mg/L, dan total suspended solids (TSS) 450 mg/L yang melebihi baku mutu. Analisis kimia klinik menunjukkan kadar hemoglobin 14,5 g/dL dan protein total 7,8 g/dL yang tinggi, sedangkan analisis mikrobiologi menunjukkan total plate count (TPC) sebesar 1,2 × 10⁶ CFU/mL. Temuan ini menunjukkan limbah bersifat infeksius, berpotensi mencemari lingkungan, dan meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Limbah bekam dikategorikan sebagai limbah B3 infeksius yang memerlukan pengelolaan sesuai standar yang berlaku.