Eka Darliana
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Al Maksum

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMBERDAYAAN BUDAYA LOKAL MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT: REVITALISASI PERMAINAN TRADISIONAL DI LINGKUNGAN STKIP AL MAKSUM Zulham Siregar; Kahar Mashuri; Eka Darliana; Ade Evi Fatimah; Rizki Ayunda Lubis
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini, berjudul "Pemberdayaan Budaya Lokal melalui Pengabdian Masyarakat: Revitalisasi Permainan Tradisional di Lingkungan STKIP Al Maksum," bertujuan untuk menghidupkan kembali dan memperkaya kehidupan kampus dengan permainan tradisional sebagai sarana pemberdayaan budaya lokal. Melalui kerjasama antara ahli budaya lokal, mahasiswa, dan tim pelaksana, program ini berhasil memilih dan mengintegrasikan permainan tradisional yang tidak hanya merefleksikan identitas budaya kampus tetapi juga memancarkan nilai-nilai luhur. Sosialisasi, workshop, dan turnamen berhasil menciptakan gelombang antusiasme baru di kalangan mahasiswa, mengubah pandangan mereka terhadap kekayaan budaya lokal yang terkadang terabaikan. Dampak positif tidak hanya terlihat dalam peningkatan minat dan partisipasi mahasiswa tetapi juga dalam membentuk komunitas bermain yang solid dan semakin eratnya hubungan antara mahasiswa, dosen, dan ahli budaya lokal. Selain itu, program ini memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mahasiswa, baik secara fisik maupun mental, dan mengukuhkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan pemelihara budaya di lingkungan kampus. Kesuksesan program ini menciptakan harapan untuk kelanjutan dan perkembangan yang berkelanjutan dalam menggairahkan budaya lokal di kampus STKIP Al Maksum.
Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Kegiatan Cinta Lingkungan di SDN 057220 Sawit Hulu Anisa Noverita; Eka Darliana; Try Santi Kisria Darsih; Azrina Purba; Fadila Amanda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini karakter peduli lingkungan menjadi hal yang sangat berharga, karena dengan adanya kepedulian lingkungan akan menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, indah, dan nyaman. Meskipun pada kenyataannya setiap individu hingga saat ini masih sulit untuk mengimplementasikan karakter peduli lingkungan karena rendahnya kesadaran dan minimnya sosialisasi akan pentingnya lingkungan untuk kehidupan. Oleh karena itu penguatan karakter peduli lingkungan, khususnya pada siswa perlu segera ditegakkan agar dapat menjadi suatu kebiasaan yang diterapkan, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi dan praktek langsung. Kegiatan cinta lingkungan ini terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif berupa kepedulian siswa untuk menjaga lingkungan sekolah. Diharapkan dengan kegiatan ini anak anak akan semakin lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Sosialisasi Penerapan Kurikulum Merdeka dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 2 Bahorok Zulham Siregar; Mustafa Habib; Kahar Mashuri; Eka Darliana; Deni Hartanto; Novi Syahpriyani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi Penerapan Kurikulum Merdeka dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 2 Bahorok bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pihak terkait, terutama guru dan tenaga pendidik, mengenai implementasi dua hal tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi siswa untuk belajar secara lebih fleksibel, dengan pendekatan yang menyesuaikan dengan minat, bakat, dan kebutuhan siswa. Melalui kurikulum ini, diharapkan siswa dapat lebih aktif dan kreatif dalam proses belajar, serta memperoleh keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Sementara itu, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertujuan untuk memperkuat karakter siswa berdasarkan nilai-nilai Pancasila, seperti integritas, gotong royong, dan kebhinekaan. Dalam kegiatan ini, berbagai materi dan teknik pengajaran terkait kurikulum dan proyek tersebut disampaikan kepada peserta agar mereka siap melaksanakan dan mengintegrasikannya dalam pembelajaran sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri 2 Bahorok dan menghasilkan generasi yang cerdas serta berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
PENGENALAN MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KULTURAL MAHASISWA PENDIDIKAN IPS Eka Darliana; Anisa Noverita; Zulham Siregar; Haryati; Unita Sukma Zuliani Nasution; Fadlul Syah Fiqri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan museum sebagai sumber belajar yang potensial dalam pembelajaran sejarah dan budaya bagi mahasiswa, khususnya calon guru di bidang pendidikan IPS dan sejarah. Museum memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran kontekstual yang menghubungkan mahasiswa dengan warisan budaya dan sejarah bangsa. Namun, pemanfaatan museum sebagai bahan ajar masih tergolong minim dalam praktik pembelajaran di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan pelatihan dan pendampingan dalam memahami fungsi edukatif museum, mengenali koleksi yang relevan dengan kurikulum, serta menyusun rancangan pembelajaran berbasis museum. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi, kunjungan langsung ke museum, dan praktik penyusunan media pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap fungsi edukatif museum, serta kemampuan mereka dalam mengintegrasikan koleksi museum ke dalam bahan ajar sejarah dan budaya. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan literasi kultural mahasiswa serta mendorong mereka untuk menjadi pendidik yang kreatif dan kontekstual dalam memanfaatkan sumber-sumber pembelajaran lokal.
PENTINGNYA BUDAYA KEWARGANEGARAAN UNTUK MENCIPTAKAN GENERASI MUDA YANG DEMOKRATIS PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Eka Darliana; Anisa Noverita; Try Santi Kisria Darsih; Karin Pebria
Jurnal Sintaksis Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v4i2.339

Abstract

Kebudayaan kewarganegaraan adalah budaya yang menjadi landasan kewarganegaraan yang isinya tentang sekumpulan gagasan yang bisa direalisasikan secara efektif untuk resepsi kebudayaan yang tujuannya untuk membentuk identitas warga di sini budaya kewarganegaraan sangat penting untuk mengembangkan pendidikan kewarganegaraan. Hal ini dikarenakan untuk membentuk identitas warga khususnya pada generasi milenial di mana identitas yang dimaksud adalah identitasnya sebagai warga negara Indonesia. Melalui pembelajaran PPKn yang sudah mengandung unsur budaya kewarganegaraan tentunya generasi milenial akan mampu untuk berpikir kritis, rasional serta kreatif untuk menelaah beragam isu Kewarganegaraan serta berkontribusi aktif dalam beragam aktivitas bermasyarakat dan bernegara. Bentuk nyata yang dihasilkan dari reaktualisasi budaya kewarganegaraan adalah dengan didirikannya pembelajaran berupa pendidikan anti korupsi. Disamping itu harapannya karakter-karakter generasi muda akan tumbuh dan berkembang dengan positif serta demokratis agar mampu bersaing dengan bangsa lain tanpa melupakan identitas bangsa dengan adanya Unsur perkembangan teknologi di dalamnya.
PENGEMBANGAN MODUL PENGANTAR ANTROPOLOGI DENGAN PENDEKATAN CRITICAL THINKING UNTUK MAHASISWA IPS Eka Darliana; Anisa Noverita; Tri Santy Kisria Darsih; Fania Nabila Nasution
Jurnal Sintaksis Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v5i1.458

Abstract

Pembelajaran yang bersifat monoton harus mulai dihindari karena akan menciptakan proses belajar (bosan, mengantuk, emosi, kaku, menghafal) dan materi pembelajaran tidak tersajikan secara lebih lengkap dan komprehensif dalam menguraikan konsep-konsep antropologi budaya. Atas dasar itulah maka dipandang perlu untuk mengadakan pembaharuan terhadap proses perkuliahan, khususnya pada matakuliah pengantar antropologi guna meningkatkan kualitas proses dan output-nya. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah menghasilkan modul pembelajaran pengantar antropologi dengan pendekatan Critical Thinking untuk mahasiswa pendidikan ilmu pengetahuan sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan model 4D yang terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan), tahap develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Karena keterbatasan waktu, penelitian ini hanya sampai tahap pengembangan. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa hasil validasi ahli sebesar 85% dengan kategori sangat layak, sedangkan hasil respon dosen praktisi terhadap keterlaksanaan pembelajaran menggunakan modul pembelajaran antropologi budaya dengan pendekatan Critical Thinking sebesar 81% dengan kategori sangat baik dan hasil respon yang diberikan mahasiswa setelah dibelajarkan menggunakan modulpengantar antropologi dengan pendekatan Critical Thinking sebesar 85% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modul pengantar antropologi dengan pendekatan Critical Thinking sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran pada matakuliah pengantar antropologi.
PENDEKATAN ETNOGRAFI DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENGAJARKAN KEBERAGAMAN BUDAYA Eka Darliana; Anisa Noverita; Yusda Novianti; Agung Pratama
Jurnal Sintaksis Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v6i1.522

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan pendekatan etnografi dalampembelajaran IPS untuk mengajarkan keberagaman budaya kepada para siswa. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif denganpendekatan studi kasus, melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dananalisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan etnografi efektifdalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap keberagaman budaya, keterampilanberpikir kritis, dan empati. Siswa lebih terlibat dan menunjukkan minat tinggi dalamkegiatan belajar yang melibatkan observasi dan wawancara budaya. Guru melaporkanbahwa pendekatan ini membantu mereka dalam menyampaikan materi pembelajarandengan lebih efektif dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan para siswa.Meskipun dalam penerapannya terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan sumberdaya, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar. Pendekatan etnografi memberikanpengalaman belajar yang nyata dan bermakna, membantu membentuk sikap toleransi danpenghargaan terhadap perbedaan budaya. Penelitian ini menyarankan perlunya dukungandari sekolah, pemerintah, dan komunitas untuk mengatasi tantangan dan memaksimalkanpotensi pendekatan ini dalam pembelajaran IPS.
ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL DI SMA PERSIAPAN STABAT Haryati; Anisa Noverita; Unita Sukma Zuliani Nasution; Eka Darliana; Tya Astuti
Jurnal Sintaksis Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v7i1.722

Abstract

This study focuses on "Analysis of Students' Cognitive Abilities on Global Warming Materials in Stabat Preparatory High School". The purpose of the research is to find out the understanding of Biology learning in the cognitive realm in the XIC Science class of Stabat Preparatory High School. Descriptive research method with the form of survey study research, with a population of grade XI students. Data collection tools for interviews, questionnaires, test questions and documents. The results of the study show that from the results of the test questions faced to students, it can be seen that there are 16 students who have cognitive abilities that are included in the good category and there are 5 students who are included in the sufficient category. Based on these results from the 21 samples taken, it can be said that the cognitive abilities of students in Biology learning are quite good. And if the percentage of 84.33% of students who understand well and 17.76% of students understand adequately the test questions that are being done.
HUBUNGAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN DENGAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN IPS Anisa Noverita; Haryati; Eka Darliana; Aisah; Try Santi Kisria Darsih; Airil Ramdani
Jurnal Sintaksis Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v7i1.723

Abstract

Current environmental problems, both global and national, are largely caused by human behavior, therefore environmental problems can be minimized by instilling a sense of environmental care. The purpose of this study was to determine the relationship between environmental knowledge and environmental care attitudes. The population and sample in this study were 77 students of the Social Studies Education Study Program at STKIP Al Maksum, class of 2022 and 2023. The instruments used were environmental knowledge test questions and an environmental care attitude questionnaire. Based on the results of the study, the results obtained on the variable of environmental knowledge level of students of the Social Studies Education Study Program at STKIP Al Maksum were included in the High category as many as 46 (60%) respondents, then 31 (40%) respondents were included in the medium category and no respondents were included in the low category. On the environmental care attitude variable, students of the Social Studies Education Study Program were included in the high category as many as 49 (64%) respondents, then 28 (36%) respondents were included in the good category and no respondents were included in the bad category. The results of the study indicate that the closeness of the relationship between knowledge and environmental care attitudes is in the very high category with a correlation coefficient value of 0.985. In addition, a significance value of 0.000 is obtained which is smaller than 0.05 (0.000 < 0.05) so H0 is rejected and Ha is accepted, which means there is a significant and positive relationship between environmental knowledge and the formation of environmental care attitudes of students in the Social Studies Education Study Program.