Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analysis of digital marketing strategies of the @merconmerahputih account on social media in enhancing brand awareness Prasetyo Adinugroho; Intan Tri Kusumaningtias
Journal of Management Small and Medium Enterprises (SMEs) Vol 19 No 2 (2026): JOURNAL OF MANAGEMENT Small and Medium Enterprises (SME's)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jom.v19i2.25928

Abstract

This study examines the effectiveness of digital marketing strategies in enhancing brand awareness through the social media accounts of @merconmerahputih. Adopting a qualitative case study approach, the research explores how the integration of the marketing mix contributes to building brand awareness across digital platforms. The findings demonstrate that the coordinated implementation of product, price, place, and promotion strategies effectively strengthens the three dimensions of brand awareness ; brand recognition, brand recall, and top-of-mind awareness, through consistent visual identity, interactive storytelling, and influencer-driven campaigns. Platform-specific strategies, including short-form videos and viral challenges on TikTok alongside visual storytelling and user-generated content on Instagram, generated substantial audience engagement and contributed to increased sales performance across multiple digital marketplaces. These findings highlight the importance of an integrated, platform-oriented digital marketing strategy in strengthening brand positioning and improving the competitiveness of SMEs in the digital economy. The study contributes to the growing literature on social media marketing by demonstrating how strategic integration across digital platforms can simultaneously enhance brand awareness and business performance. Keywords: Brand Awareness; Digital Marketing; SMEs; Social Media
The Influence of the Film “A Home for Alie” (2025) on the Formation of Moral Character in Adolescents Prasetyo Adinugroho; Intan Tri Kusumaningtias; Restiawan Permana
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i2.378

Abstract

Film as a mass medium plays a crucial role as an agent of moral value socialization, especially for adolescents who are in the critical phase of identity formation. This study aims to measure the influence of the film "Rumah untuk Alie" (2025) on the moral character development of adolescents at Yayasan Sih Pakarti, Jakarta. The film raises realistic issues of family bullying and the resilience of the main character, which has the potential to become a moral exemplar. The study uses a quantitative approach with a causal-associative design. The research sample consisted of 100 respondents who are wards of Yayasan Sih Pakarti. Data were collected through research instruments and analyzed using descriptive statistics and simple linear regression test with the help of SPSS version 26 software. The results show that there is a positive and significant influence between watching the film "Rumah untuk Alie" and the moral character development of adolescents (t-count value 4,642 > t-table 1,997. The correlation coefficient (r) of 0.439 indicates a moderate relationship category, with a determination coefficient of 19%, meaning that the film contributes 19% to moral character development, while the remaining 81% is influenced by external factors. The most dominant moral character dimensions formed are empathy and social concern, followed by responsibility and honesty. This study concludes that family drama films with strong moral narratives have the potential to be effective as moral learning media for adolescents, especially in fostering sensitivity to bullying cases.
Strategi Komunikasi Pemasaran Syariah BSI dalam Membangun Brand Religiosity di Media Sosial Prasetyo Adinugroho Adi
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v11i1.29039

Abstract

Perkembangan perbankan syariah di Indonesia yang signifikan mendorong Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk membangun citra merek yang kuat secara komersial sekaligus autentik dalam nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pemasaran syariah BSI dalam membangun brand religiosity di platform Instagram (@bsimaslahat) dan TikTok (@lifewithbsi) dengan menggunakan kerangka teori Mind Share, Market Share, dan Heart Share. Metode kualitatif deskriptif diterapkan melalui observasi konten, wawancara, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI menerapkan strategi diferensiasi: di Instagram berfokus pada pendekatan estetis-informatif untuk membangun citra profesional dan religius, sedangkan di TikTok mengadopsi pendekatan hiburan-relatable dengan konten kreatif bernilai Islami. Ketiga konsep pemasaran syariah terimplementasi secara sinergis: Mind Share dibangun melalui edukasi dan konten religius; Heart Share dibentuk melalui ikatan emosional-spiritual yang merefleksikan nilai shiddiq, amanah, tabligh, fathanah; dan Market Share diraih melalui konversi nasabah berbasis loyalitas religius. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi strategi komunikasi pemasaran syariah di kedua platform tersebut efektif membangun brand religiosity yang berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran merek, keterikatan emosional, dan perluasan pangsa pasar BSI di kalangan generasi muda Muslim.
Strategi Pemasaran Digital Techno Indonesia Di Media Sosial Prasetyo Adinugroho
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 5: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i5.15970

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi pemasaran digital Tecno Indonesia di platform media sosial Instagram (@tecnoindonesia) dan TikTok (@tecnoindonesia) sebagai upaya merek smartphone emerging dari Transsion Holdings untuk menembus pasar Indonesia yang kompetitif. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis konten berbasis kerangka 7P Marketing Mix (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence), penelitian menemukan bahwa Tecno menerapkan strategi glocal yang adaptif: memposisikan produk sebagai "flagship killer" dengan fitur premium seperti kamera Sony 50MP LYT-700C, Super-Zoom FlashSnap, dan AI Studio pada seri CAMON 50 di harga mid-range (mulai Rp3.599.000), disertai promo pre-order berbasis urgency (diskon hingga Rp800.000, bundling, giveaway), kolaborasi influencer lokal, konten visual estetis di Instagram, serta konten dinamis dan viral di TikTok untuk menargetkan Gen Z. Strategi hybrid (online-offline) melalui event pop-up, integrasi e-commerce (Tokopedia 378 ribu unit terjual, Shopee 521 ribu unit, TikTok Shop 357 ribu unit; total >1,256 juta unit), dan lokalisasi konten (bahasa Indonesia, tema Ramadan) berhasil membangun brand awareness tinggi, engagement kuat, serta penjualan masif. Temuan ini menegaskan pentingnya kapabilitas pemasaran media sosial (connect, engage, co-ordinate, collaborate) bagi merek baru di pasar emerging, di tengah pertumbuhan eksponensial pengguna media sosial Indonesia (180 juta aktif pada 2025) dan pasar smartphone bernilai USD 9 miliar.
Semiotika Kekuasaan: Analisis Roland Barthes tentang Psikologi Warna dalam Logo Arsenal FC sebagai Alat Komunikasi Merk Prasetyo Adinugroho
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 9, No 1
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v9i1.10342

Abstract

Penelitian ini menganalisis logo Arsenal Football Club (FC) sebagai alat komunikasi merek yang kuat melalui pendekatan semiotika Roland Barthes dan psikologi warna. Logo Arsenal, dengan elemen utama berupa meriam serta palet warna merah, putih, emas, dan biru, tidak hanya merepresentasikan identitas klub, tetapi juga membangun narasi tentang kekuatan, tradisi, dan prestise. Melalui kerangka Barthes—yang mencakup denotasi (makna harfiah), konotasi (asosiasi kultural), dan mitos (narasi ideologis)—penelitian ini mengungkap bagaimana elemen visual dan warna dalam logo menciptakan lapisan makna yang memperkuat citra Arsenal sebagai kekuatan “tak terkalahkan”. Penelitian ini juga menyoroti celah literatur dalam penerapan analisis semiotika Barthesian terhadap psikologi warna pada logo olahraga. Di era digital yang menuntut komunikasi visual yang efektif, pemahaman mendalam mengenai kekuatan semiotik dalam logo seperti milik Arsenal menjadi sangat relevan untuk strategi branding yang inklusif dan adaptif terhadap interpretasi budaya global. Hasil analisis menunjukkan bahwa evolusi logo Arsenal dari masa ke masa mencerminkan pergeseran menuju desain minimalis tanpa kehilangan muatan simboliknya. Warna merah dikaitkan dengan gairah dan agresi, emas dengan prestise dan kemenangan, putih dengan kemurnian, dan biru dengan stabilitas. Kombinasi elemen-elemen tersebut tidak hanya memperkuat identitas merek, tetapi juga membentuk mitos kolektif di kalangan penggemar—terutama setelah musim tak terkalahkan 2003–2004.
Strategi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor dalam Melestarikan Kesenian Wayang Bambu di Kota Bogor Bayu Himawan R Masgo; Prasetyo Adinugroho
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 9, No 1
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v9i1.10344

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya dan kesenian, salah satunya adalah kesenian wayang bambu yang merupakan warisan budaya khas Bogor, Jawa Barat. Kesenian wayang bambu ini merupakan bentuk pengembangan dari wayang golek dengan karakteristik unik yang menceritakan kisah masyarakat Sunda dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perkembangan pesat teknologi dan globalisasi telah memengaruhi minat masyarakat khususnya generasi muda terhadap budaya tradisional ini sehingga mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi komunikasi yang diterapkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor dalam melestarikan kesenian wayang bambu. Pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang pelestarian kesenian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pelestarian yang diterapkan meliputi penggunaan bauran pemasaran 4P (Produk, Harga, Tempat, dan Promosi) serta pemberian ruang kreativitas bagi seniman, pemanfaatan media sosial, dan kerja sama dengan berbagai pihak. Hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran dan kurangnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Diharapkan dengan peningkatan kesadaran, dukungan, dan inovasi dalam pelestarian, kesenian wayang bambu dapat tetap lestari dan dikenal luas sebagai ikon budaya Bogor di tengah arus globalisasi. Kata Kunci: kebudayaan, strategi komunikasi, pelestarian seni, wayang bambu, bauran pemasaran, globalisasi.
Implementasi Aktivitas Hubungan Masyarakat Pada Pelayanan Informasi Publik Di Pengadilan Negeri Depok Elvira Addawiyah; Prasetyo Adinugroho
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 9, No 1
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v9i1.10290

Abstract

Penelitian ini berfokus pada implementasi aktivitas kehumasan di Pengadilan Negeri Depok dalam rangka membangun komunikasi publik yang efektif antara institusi dan masyarakat. Aktivitas kehumasan dianalisis berdasarkan tujuh indikator dari teori komunikasi publik Macnamara, yaitu informing, listening, consulting, involving, collaborating, empowering, dan evaluating. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pengadilan Negeri Depok yang beralamat di Jl. Boulevard Grand Depok City No.7, Kalimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Penelitian ini dimulai dari bulan November 2021 sampai Februari 2022. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Uji keabsahan data dengan menggunakan uji credibility yaitu tringulasi sumber data dan metode. Kata Kunci: Aktivitas Humas, Pelayanan Informasi Publik, Pengadilan Negeri
Media Framing of Children's Rights, Discrimination, and Prevention Efforts in the Educational Environment Prasetyo Adinugroho Adi
Journal of Education and Teaching Learning Vol.4 No.1 July (2026)
Publisher : PT MEDIA JURNAL DAN PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59211/mjpjetl.v4i1.144

Abstract

Children's rights are fundamental human rights that must be protected. However, violations in the form of bullying and discrimination within educational environments remain a serious problem in Indonesia. This study analyzes media framing of children's rights issues, discrimination, and bullying prevention efforts in Indonesian educational settings using a qualitative descriptive case study approach and Entman’s (1993) framing model. Primary data from national media outlets (Kompas, Saibumi, MetroTVNews, Liputan6, RRI, and Alodokter) covering the period of August to November 2025 show a significant increase in bullying cases, from 285 cases in 2023 to 573 cases in 2024. Physical bullying dominated (55.5%), followed by verbal bullying (29.3%), with cyberbullying also rising sharply by 100%. The media define bullying as a violation of children's rights to protection and a safe education. They diagnose its causes as the lack of school supervision, tolerant norms toward discrimination (based on gender, socio-economic status, and identity), and the influence of social media. In moral judgments, the media portray victims as the vulnerable party and institutions such as KPAI and Komnas PA as defenders of children's rights, while schools and parents are viewed as ethically failing. The recommended solutions include holistic prevention through inclusive curricula, teacher training, psychological support, and child-friendly policies in line with the Convention on the Rights of the Child (CRC) and Law No. 35 of 2014. This framing influences public opinion and policy responses toward creating a discrimination-free educational environment.