Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGUATAN TATA KELOLA ORGANISASI MELALUI DIGITALISASI INFORMASI Intan Rawit Sapanti; Sri Winiarti; Fitrinanda An Nur
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #4 & International Community Service 2023
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan globalisasi mendorong terjadinya pergerakan aliran modal dan investasi ke berbagai penjuru dunia, terjadi pula migrasi penduduk atau pergerakan tenaga kerja antar negara. Korea Selatan merupakan salah satu negara maju yang menjadi tujuan pelajar dan pekerja Indonesia karena perkembangan elektronik, Pendidikan, teknologi, serta industry hiburannya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penguatan tata Kelola organisasi melalui digitalisasi informasi dengan mengembangkan system informasi website yang dikelola oleh PCIM Korea Selatan serta memberikan pelatihan pemanfaatan media sosial melalui videografi kreatif. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan secara blended dengan menggabungkan kegiatan secara daring dan luring. Kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi koordinasi awal, focus group discussion untuk menganalisis kebutuhan user, pembuatan system informasi, pelatihan bagi admin, serta pelatihan pemanfaatan media sosial melalui videografi kreatif.  Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berhasil membuatkan website berbasis system informasi yang dikelola oleh PCIM Korea Selatan, serta peningkatan pemahaman terkait pemanfaatan media sosial melalui videografi kreatif.
Artificial Intelligence Sebagai Jembatan Budaya Batik Indonesia di Korea Selatan Winiarti, Sri; Sunardi, Sunardi; An Nur, Fitrinanda; Intan Rawit Sapanti
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 2 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i2.9324

Abstract

Pelestarian budaya Indonesia terus digalakkan pemerintah melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah pengenalan batik sebagai warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO. Batik menjadi simbol identitas nasional yang harus dijaga dan diwariskan. Untuk meningkatkan literasi budaya masyarakat, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan penggunaan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama iWareBatik. Aplikasi ini membantu mengidentifikasi jenis batik di Indonesia serta menyajikan informasi budaya yang relevan. Pelatihan dilaksanakan secara terprogram melalui tutorial dan praktik langsung menggunakan smartphone, serta disertai materi pendukung. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur pemahaman peserta. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, dengan nilai rata-rata 92,4%. Sebagian besar aspek mendapat nilai 100%, terutama dalam hal kemudahan penggunaan, akurasi deteksi pola batik, dan penyajian informasi budaya. Namun, terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, seperti dukungan terhadap internasionalisasi Muhammadiyah (86,7%) dan efektivitas pelatihan dalam pelestarian budaya (80%). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun aplikasi telah memenuhi harapan pengguna secara umum, masih terdapat ruang untuk peningkatan agar dampaknya terhadap pelestarian budaya semakin maksimal.
Lexical variation of traditional snack naming in Palang Subdistrict, Tuban Regency Sapanti, Intan Rawit; Perihatin , Ayu Andika; Purnawan, Kadek
BAHASTRA Vol. 42 No. 2 (2022): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v42i2.79

Abstract

This article discusses the lexical variations of the Javanese language in traditional snack name in Palang subdistrict, Tuban Regency. The reason for choosing this object of research, is to explain the dialect variation especially in traditional snack naming among the society and to explain the reasons of lexical variation. This article focusses on two research questions, (1) Lexical variation on traditional snack name in Palang subdistrict, Tuban Regency, (2) The causative factor of lexical variations. This research used qualitative descriptive. The data of 45 gloss traditional snack name were collected through 19 observation point from 19 village in Palang subdistrict using field method and proficient method. The research funding of this article found the lexical variations on traditional snack naming are as follows; 1) Group without variation (22 gloss), 2) Group with variations (18 gloss) which consists of 2, 3, 4 and 6 form of lexical variations. The causative factor of the lexical variations due to the way of living and geographic factor.
Analisis Kesalahan Struktur Frasa Pada Karangan Berbahasa Indonesia Karya Pembelajar Tiongkok Intan Rawit Sapanti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.2138

Abstract

This research aims to describe the syntactic errors in essays written by Chinese Mandarin speaking learners in Darmasiswa RI programs and explain the cause of those errors. The research is conducted based on the qualitative-descriptive method in the form of case study research. Data were taken by collection student’s essays and observation. The data population was 80 essays and the data sample was 118 sentences contain syntactic errors which are divided into two levels, phrase and clause level. The results of this research found that syntactic errors made by Chinese Mandarin students are errors in phrase formation. At phrase level, errors are found in the form of omission of the noun and verbal phrases, misordering in noun, verbal and complement phrase. Errors caused by intralingual errors came from the mastery of the target language of Bahasa Indonesia by the Chinese learner and also the interference from the mother language that is Chinese Mandarin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan sintaksis dalam esai yang ditulis oleh peserta didik berbahasa Mandarin di program Darmasiswa RI dan menjelaskan penyebab kesalahan tersebut. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode kualitatif-deskriptif dalam bentuk penelitian studi kasus. Data diambil dengan mengumpulkan esai dan observasi siswa. Populasi data adalah 80 esai dan sampel data berupa 118 kalimat mengandung kesalahan sintaksis yang dibagi menjadi dua level, yaitu: frasa dan klausa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan sintaksis yang dilakukan oleh mahasiswa Mandarin adalah kesalahan dalam pembentukan kalimat. Pada tingkat frasa, kesalahan ditemukan dalam bentuk kelalaian nomina dan verbal, kesalahpahaman dalam nomina, frasa verbal, serta pelengkap. Kesalahan yang disebabkan oleh faktor intralingual berasal dari penguasaan bahasa target bahasa Indonesia oleh pelajar Cina dan gangguan dari bahasa ibu yaitu Mandarin Cina.
MENGENALKAN NARASI BUDAYA DALAM MOTIF BATIK MELALUI PELATIHAN MEMBATIK BAGI MASYARAKAT JEPANG DI KJRI OSAKA Hana Farida; Intan Rawit Sapanti; Resneri Daulay
PUAN INDONESIA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal PUAN Indonesia Vol. 8 No. 1 Juli 2026
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v8i1.546

Abstract

Batik is one of Indonesia’s cultural heritages that embodies not only artistic value but also philosophical meanings, symbols, and stories reflecting the beliefs and traditions of Indonesian society. Similar to traditional Japanese motifs, which often carry cultural meanings and represent values, wishes, and identities, Indonesian batik motifs are also rich in symbolic significance and cultural narratives. Understanding batik, therefore, involves appreciating both its visual beauty and the meanings embedded within its patterns. This community engagement program was conducted at the Consulate General of the Republic of Indonesia (KJRI) in Osaka and involved learners of Indonesian as a Foreign Language (BIPA) from Japan. The program combined an introduction to the meanings and stories behind selected batik motifs with hands-on batik-making practice. Through this activity, participants gained basic batik-making skills while developing a deeper understanding of Indonesian culture and values. The program demonstrated that batik training can serve as an effective medium for cultural exchange and for enhancing cross-cultural understanding between Indonesia and Japan.
Analisis Tuturan Tradisi Lisan Bumbang Aji Dalam Perkawinan Masyarakat Di Sukadana, Lampung Timur: Kajian Antropolinguistik Ghaziyah Hanifah; Irwan Suswandi; Intan Rawit Sapanti
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v19i2.31212

Abstract

This study examines the utterances of the Bumbang Aji oral tradition in the wedding ceremony of the Lampung Pepadun community in Sukadana, East Lampung. The research aims to describe the linguistic forms and cultural values represented in sixteen verses of traditional utterances. A descriptive qualitative method was employed using simak and catat techniques based on a YouTube waroeng_umkm video documentation, supported by interviews technique with informants for data analysis clarification. The analysis applies the perspective of Edward Sapir (1921) on the relationship between language and culture. The findings reveal that the utterances are structured in parallel and repetitive verses and employ nature-based and customary object metaphors such as brass, flowers, leaves, and peacocks. These metaphors represent values of politeness, respect, deliberation, and religiosity. The language in this tradition functions as a medium of customary legitimation and reflects the collective value system of the Lampung Pepadun society.