Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Relationship between Self-Efficacy in Choosing Nutritious Foods and the Daily Consumption Practices of Pregnant Women Asri Masitha Arsyati; Nhadira Nhestricia; Agustina Agustina
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 2 (2026): Contagion
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i2.27585

Abstract

Adequate consumption of nutritious food by pregnant women is a crucial factor in supporting maternal health and fetal growth and development. However, various factors such as knowledge, self-efficacy, and social support can influence the daily consumption behavior of pregnant women. This issue remains a public health challenge in Indonesia, mainly due to various behavioral, social, and environmental factors. This study aims to analyze the factors that affect the daily consumption of pregnant women in Bogor City Indonesia. An observational analytical study with a cross-sectional design was conducted on 231 pregnant women. The relationship between variables was analyzed using the Chi-Square statistical test with a p-value <0.05 as the significance threshold. Mothers' self-efficacy in choosing nutritious foods is significantly related to daily consumption adequacy (p = 0.000; OR = 0.319). Nutritional knowledge also shows a significant relationship (p = 0.016; OR = 2.043). Family social support has a significant effect on the daily consumption of pregnant women (p = 0.008; OR = 2.780). Meanwhile, food access (p = 0.978; OR = 0.976), antenatal nutrition counseling (p = 0.148; OR = 0.648), access to pregnancy nutrition information media (p = 0.116; OR = 2.872), and cultural/food taboo practices (p = 0.246; OR = 0.644) do not show a significant relationship. Self-efficacy, nutrition knowledge, and family social support are factors that significantly influence the adequacy of daily consumption among pregnant women. Efforts to improve nutrition education and strengthen family support should be the focus of interventions aimed at encouraging healthy eating behaviors among pregnant women Keywords: Food Consumption, Nutritional Knowledge, Pregnant Women, Self-Efficacy
Pengaruh Edukasi melalui Leaflet terhadap Kepatuhan Pasien Hipertensi di Puskesmas Leuwiliang Nhadira Nhestricia; Lusi Indriani; Eko Nugraha Sulistio
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v17i2.89

Abstract

Leaflet merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien dalam minum obat terutama bagi pasien yang memiliki regimen terapi yang kompleks, seperti hipertensi. Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Leuwiliang bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi melalui media leaflet terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan rancangan Pretest-Posttest Design. Sejumlah 47 responden yang memenuhi kriteria bersedia mengikuti penelitian, berusia lebih dari 18 tahun, dan yang menjalani kontrol perawatan rutin hipertensi selama 3 bulan terakhir diwawancara untuk diukur kepatuhannya dalam minum obat, kemudian diberikan edukasi melalui leaflet. Setelah 1 bulan kepatuhan responden dalam minum obat kembali diukur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji wilcoxon dan menunjukkan bahwa pemberian edukasi melalui leaflet memberikan pengaruh sangat nyata terhadap peningkatan kepatuhan minum obat (p<0,020). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan tekanan darah sesudah diberikan intervensi pemberian informasi menggunakan media leaflet (p<0,003). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan kontrol tekanan darah (p=0,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi melalui media leaflet berpengaruh sangat nyata dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Leuwiliang.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan dan Penatalaksanaan Stunting di Kelurahan Tegallega Kota Bogor Nhadira Nhestricia; Lusi Agus Setiani; Bina Lohita Sari; Nurlita
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v4i2.1266

Abstract

Salah satu masalah gizi di Indonesia yang masih menjadi perhatian utama saat ini adalah balita pendek (stunting). Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak akibat gizi buruk infeksi berulang dan dampak psikososial yang tidak mendukung. Kekurangan gizi yang dialami oleh anak dapat menyebabkan stunting. Kejadian ini paling sering terjadi di Negara dengan penghasilan rendah. World Health Organization (WHO) bahkan mencatat bahwa ada sekitar 156,8 Juta terkena dampak stunting pada tahun 2015. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Republik Indonesia tahun 2018 menunjukkan persentase kejadian stunting 30,8%, persentase kejadian wasting sebesar 10,2% dan persentase kejadian gizi buruk sebesar 17,7% (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2018 prevalensi balita stunting yakni 9,58%, balita wasting 2,87% dan gizi buruk 3,51% (Kementerian Kesehatan RI, 2019). Berbagai kegiatan edukasi sudah dilaksanakan di beberapa wilayah Puskesmas di Kota Bogor, namun sebatas kegiatan insidental belum terlaksana secara rutin dengan bekerjasama dengan Puskesmas dalam rangka membantu tenaga kesehatan atau tenaga gizi dalam mencegah dan mengatasi stunting. Pemerintah Kota Bogor memiliki program khusus untuk penanganan stunting bernama “Taleus” Bogor (Tanggap Laleungitkeun Stunting di Kota Bogor). Kolaborasi Universitas Pakuan melalui dukungan LPPM Universitas Pakuan dengan Posyandu Kenanga dan Posyandu Nusa Indah 1 di Kelurahan Tegallega, Kota Bogor melakukan kegiatan dengan memberikan edukasi kepada para ibu balita peserta posyandu dalam rangka pencegahan stunting dengan media edukasi poster. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta posyandu tentang stunting dalam rangka mencegah dan mengatasi kejadian stunting melalui edukasi menggunakan media poster, dari 56% menjadi 99%.