Articles
PERBANDINGAN PENGGUNAAN PESAN SINGKAT WHATSAPP DAN KARTU PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR
Nhadira Nhestricia;
Naufal Muharram Nurdin;
Ade Lia Apriniawati
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 3 (2023): MFF SPECIAL ISSUE
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20956/mff.v27i01.30045
Latar belakang: Prevalensi penderita penyakit tidak menular meningkat dewasa ini. Pasien degeneratif yang harus meminum obatnya secara rutin seumur hidupnya mengalami kendala karena berbagai faktor, hingga tujuan terapi tidak optimal tercapai. Penggunaan media pengingat menjadi pilihan dalam mengupayakan peningkatan kepatuhan minum obat pasien degeneratif, seperti hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas penggunaan media pengingat berupa pesan singkat whatsapp dan kartu pengingat terhadap kepatuhan minum obat dan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Bogor Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan rancangan Pretest dan Posttest Design yang dilakukan secara prospektif. Penentuan sampel secara purposive sampling sejumlah 90 orang pasien yang dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu kelompok yang diberi pesan singkat whatsapp, kelompok yang diberi kartu pengingat, dan kelompok kontrol sebagai pembanding. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan pesan singkat whatsapp dan kartu pengingat terhadap peningkatan kepatuhan minum obat dan penurunan tekanan darah pasien hipertensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0,000). Media pesan singkat whatsapp didapatkan lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dibandingkan dengan penggunaan kartu pengingat (p=0,000). Kesimpulan: Penggunaan media pesan singkat whatsapp lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan menurunkan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Bogor Timur dibandingkan dengan media kartu pengingat
The study of conformity of the pharmaceutical service in Puskesmas Bogor City towards PMK No. 74, 2016
Nhadira Nhestricia;
Hero Prasetio Kusworo;
Lusi Agus Setiani
Jurnal Ilmiah Farmasi 2023: Special Issue
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/jif.specialissue2023.art12
Background: Improving the quality of pharmaceutical services requires a change in the old product-oriented paradigm (drug-oriented) into a new patient-oriented paradigm (patient-oriented) by executing pharmaceutical care. Improving the quality of pharmaceutical services to people who have direct contact through primary health care as the first-level health facility refers to PMK No. 74 of 2016.Objective: This study aims to determine the description of the implementation of pharmaceutical service standards at the Primary Health care facility in Bogor City for the 2022 period based on PMK No. 74 of 2016.Method: This study used a descriptive approach with an exploratory research type. Retrieval of data using questionnaire instruments and observation checklists The research was conducted for six months, from April to September 2022. The population in this study (24 primary health care and 24 pharmacy installation heads as respondents).Results: Based on the research results, the description of the implementation of pharmaceutical service standards at Bogor City Primary Health Care, based on PMK No. 74 of 2016, for the 2022 period showed that the average value of the questionnaire and observation instruments in the fields of management of pharmaceutical supplies and medical consumables (BMHP), clinical pharmacy services, and pharmaceutical quality control had successive values of 94.87, 85.5, and 100% (very good). The results of the value of the availability of pharmaceutical human resources were 95.83% (very good).Conclusion: The conclusion of the implementation of pharmaceutical services at the Bogor City Primary Health Care is in accordance with the pharmaceutical service standards at the Primary Health Care based on PMK No. 74 of 2016. Intisari Latar belakang: Peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian menuntut adanya perubahan paradigma lama yang berorientasi terhadap produk (drug oriented) menjadi paradigma berkembang pada era saat ini yang berorientasi pada pasien (patient oriented) dengan melaksanakan pharmaceutical care. Peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian pada masyarakat yang berhubungan langsung melalui puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang merujuk pada PMK No. 74 Tahun 2016. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian implementasi standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kota Bogor terhadap PMK No 74 Tahun 2016.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian eksploratif. Pengambilan data menggunakan instrumen kuisioner dan daftar tilik observasi. Penelitan dilakukan selama 6 bulan sejak April – September 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah kepada kepala instalasi farmasi di seluruh Puskesmas Kota Bogor.Hasil: Implementasi standar pelayanan kefarmasian Puskesmas Kota Bogor berdasarkan PMK No. 74 tahun 2016 periode 2022 didapatkan hasil nilai rata-rata instrumen kuesioner dan observasi di bidang Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), pelayanan farmasi klinik serta pengendalian mutu kefarmasian memiliki nilai berturutu-turut sebesar 94,87; 85,5; dan 100% (sangat baik). Hasil nilai ketersediaan SDM kefarmasian sebesar 95,83% (sangat baik). Kesimpulan: Pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kota Bogor telah sesuai dengan PMK No. 74 Tahun 2016.Kata kunci: pelayanan farmasi; permenkes; puskesmas
Sosialisasi dan Pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara di Lingkungan Dosen dan Karyawan Universitas Pakuan
Nhestricia, Nhadira;
Wardatun, Sri;
Herlina, Nina
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62159/kenduri.v3i3.1012
Kanker payudara (KPD) merupakan keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulusnya. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia. Lebih 80% kasus ditemukan berada pada stadium yang lanjut, dimana upaya pengobatan sulit dilakukan. Pemahaman masyarakat terutama yang berada di lingkungan dosen dan karyawan Universitas Pakuan yang menganggap dirinya sehat, seringkali melupakan bahwa kanker payudara sewaktu-waktu juga dapat menyerang dirinya. Hal ini yang menyebabkan tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksa payudara sendiri secara rutin juga rendah, sehingga jika segala sesuatunya sudah terjadi maka semuanya serba terlambat. Oleh karena itu perlu adanya upaya pencegahan, diagnosis dini, pengobatan kuratif maupun paliatif serta upaya rehabilitasi yang baik, agar pelayanan pada penderita dapat dilakukan secara optimal. Kegiatan pencegahan atau prevensi terdiri dari pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan primer merupakan usaha agar tidak terkena kanker payudara dengan mengurangi atau meniadakan faktor-faktor risiko yang diduga sangat erat kaitannya dengan peningkatan insiden kanker payudara. Pencegahan primer atau supaya tidak terjadinya kanker secara sederhana adalah mengetahui faktor -faktor risiko kanker payudara, seperti yang telah disebutkan di atas, dan berusaha menghindarinya. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan deteksi dini di lingkungan Universitas Pakuan merupakan kegiatan pengabdian untuk mendeteksi secara dini terjadinya kanker payudara. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan dengan Yayasan Love pink. Love pink merupakan Organisasi nirlaba yang berfokus pada kegiatan sosialisasi deteksi dini dengan cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri), SADANIS (Periksa Payudara Secara Klinis), dan pendampingan bagi sesama perempuan dengan kanker payudara. Lovepink bergerak dengan basis komunitas survivors yang bekerja secara sukarela untuk mendukung visi dan misi organisasi. Diharapkan kegiatan ini dapat menurunkan resiko kejadian kanker payudara..
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan dan Penatalaksanaan Stunting di Kelurahan Tegallega Kota Bogor
Nhestricia, Nhadira;
Setiani, Lusi Agus;
Sari, Bina Lohita;
Nurlita
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62159/kenduri.v4i2.1266
Salah satu masalah gizi di Indonesia yang masih menjadi perhatian utama saat ini adalah balita pendek (stunting). Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak akibat gizi buruk infeksi berulang dan dampak psikososial yang tidak mendukung. Kekurangan gizi yang dialami oleh anak dapat menyebabkan stunting. Kejadian ini paling sering terjadi di Negara dengan penghasilan rendah. World Health Organization (WHO) bahkan mencatat bahwa ada sekitar 156,8 Juta terkena dampak stunting pada tahun 2015. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Republik Indonesia tahun 2018 menunjukkan persentase kejadian stunting 30,8%, persentase kejadian wasting sebesar 10,2% dan persentase kejadian gizi buruk sebesar 17,7% (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2018 prevalensi balita stunting yakni 9,58%, balita wasting 2,87% dan gizi buruk 3,51% (Kementerian Kesehatan RI, 2019). Berbagai kegiatan edukasi sudah dilaksanakan di beberapa wilayah Puskesmas di Kota Bogor, namun sebatas kegiatan insidental belum terlaksana secara rutin dengan bekerjasama dengan Puskesmas dalam rangka membantu tenaga kesehatan atau tenaga gizi dalam mencegah dan mengatasi stunting. Pemerintah Kota Bogor memiliki program khusus untuk penanganan stunting bernama “Taleus” Bogor (Tanggap Laleungitkeun Stunting di Kota Bogor). Kolaborasi Universitas Pakuan melalui dukungan LPPM Universitas Pakuan dengan Posyandu Kenanga dan Posyandu Nusa Indah 1 di Kelurahan Tegallega, Kota Bogor melakukan kegiatan dengan memberikan edukasi kepada para ibu balita peserta posyandu dalam rangka pencegahan stunting dengan media edukasi poster. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta posyandu tentang stunting dalam rangka mencegah dan mengatasi kejadian stunting melalui edukasi menggunakan media poster, dari 56% menjadi 99%.
Gambaran Budaya dan Insiden Keselamatan Pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X
Nhestricia, Nhadira;
Najwa Rokhmah, Nisa;
Venny Hapsari, Veronica
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.59079
Budaya keselamatan pasien merupakan budaya rumah sakit yang mendukungkeselamatan pasien, kurangnya budaya keselamatan pasien dapat meningkatkanpeluang terjadinya insiden pada pasien selama mendapatkan pelayanan kesehatan.Kejadian yang merugikan dan membahayakan keselamatan pasien salah satunyaadalah kesalahan pada saat proses pengobatan. Instalasi farmasi mempunyaitanggung jawab pada proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkangambaran budaya keselamatan pasien pada pegawai unit kerja instalasi farmasi sertainsiden yang pernah terjadi di instalasi farmasi Rumah Sakit X. Pengambilan datapenelitian ini secara retrospektif dengan metode deskriptif. Populasi berjumlah 51 orangdengan sampel menggunakan total sampling. Kriteria inklusi adalah pegawai instalasifarmasi dan bersedia menjadi responden. Instrumen penelitian ini menggunakankuesioner dari Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) yaitu kuesionerHospital Survei on Patient Safety Culture (HSOPSC) yang telah valid dan reliabel, dandokumen Laporan Mutu 2023 dari Komite Mutu Rumah Sakit X. Data yang diperolehdianalisis univariat dan analisis dokumen. Hasil kuesioner menunjukan budayakeselamatan pasien pada pegawai instalasi farmasi Rumah Sakit X sebesar 74%termasuk kategori baik yang terdiri dari 12 dimensi. Terdapat 9 dimensi dengan responpositif baik, 2 dimensi dengan respon positif sedang, dan 1 dimensi dengan responpositif kurang. Insiden yang terjadi adalah medication error fase peresepan dan insidenterkait pelaksanaan high alert double check. Sistem pelaporan insiden keselamatanpasien sesuai dengan perundang-undangan yang ada.
Pengaruh Edukasi melalui Leaflet terhadap Kepatuhan Pasien Hipertensi di Puskesmas Leuwiliang
Nhestricia, Nhadira;
Indriani, Lusi;
Sulistio, Eko Nugraha
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35617/jfionline.v17i2.89
Leaflet merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien dalam minum obat terutama bagi pasien yang memiliki regimen terapi yang kompleks, seperti hipertensi. Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Leuwiliang bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi melalui media leaflet terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan rancangan Pretest-Posttest Design. Sejumlah 47 responden yang memenuhi kriteria bersedia mengikuti penelitian, berusia lebih dari 18 tahun, dan yang menjalani kontrol perawatan rutin hipertensi selama 3 bulan terakhir diwawancara untuk diukur kepatuhannya dalam minum obat, kemudian diberikan edukasi melalui leaflet. Setelah 1 bulan kepatuhan responden dalam minum obat kembali diukur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji wilcoxon dan menunjukkan bahwa pemberian edukasi melalui leaflet memberikan pengaruh sangat nyata terhadap peningkatan kepatuhan minum obat (p<0,020). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan tekanan darah sesudah diberikan intervensi pemberian informasi menggunakan media leaflet (p<0,003). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan kontrol tekanan darah (p=0,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi melalui media leaflet berpengaruh sangat nyata dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Leuwiliang.
Empowerment of Youth in Cikarawang Village, Bogor Regency through Training and Assistance in Manufacturing Pharmaceutical Technology-Based Kitchen Seasoning Powder
Utami, Novi Fajar;
Suhendar, Usep;
Utami, Munifa Putri;
Nhestricia, Nhadira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovatif Vol. 1 No. 1 (2023): JPMI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovatif)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33751/jpmi.v1i1.58
Cikarawang Village, Dramaga District, Bogor Regency has a Merdesa community which engaged in plantations. This community has become UMKM but has not been able to significantly improve people's welfare. From the team's initial discussion with the Kebun Merdesa Community, information was obtained that Cikarawang Village has potential resources that has not been maximized in its empowerment, especially in downstream of Merdesa plantation products. The empowerment of youth who are involved in the downstream activities of Kebun Merdesa products will be carried out in stages of starting from socialization, consulting with the Kebun Merdesa community, establishing a micro business plan for downstream seasoning powder products, and building production facilities, along with assistances. The program is held with assistance to processing units for plantation products using pharmaceutical technology in several stages. Furthermore, assistance is carried out to the product packaging unit for seasoning spices and digital technology-based marketing units. This program also involved educational units. Promotional media in the form of billboards and banners are made and installed in strategic locations for partners to complement this program which also serves as a means of information for the village community. This activity involved 2 lecturers and student from Pharmacy Bachelor Programwith combined the program of Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) which oriented towards community service.The formation of micro-business units in Cikarawang Kebun Merdesa Village, increasing the productivity and creativity of Cikarawang Village’s youth, and also providing added value economically, socially, and culturally were implemented.
Empowerment of Micro/ Small/ Medium Enterprises in Making Traditional Herbal from Family Medicinal Plants as an Effort to Achieve SDGs
Nhestricia, Nhadira;
Utami, Novi Fajar;
Sulistiyono, Fitria Dewi;
Riswana, Dea Putri;
Putra, Agita Detia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovatif Vol. 2 No. 1 (2024): JPMI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovatif)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33751/jpmi.v2i1.73
Cikarawang Village, Dramaga District, Bogor Regency has a Merdesa community which engaged in plantations. This community has become micro/small/medium enterprises (MSMEs) but has not been able to significantly improve the welfare of the community in achieving Sustainable Development Goals (SDGs). The purpose of this activity is to be able to develop the home yards of the Cikarawang Village community to be more useful, the second can increase the community's production sector, and the last is expected to increase the birth of MSMEs in Cikarawang Village. This program is also carried out in collaboration with the Kebun Merdesa Community. Herbs are the community's choice in curing diseases, and some even cultivate herbs as Family Medicinal Plants or commonly referred to as Family Medicinal Plants. The Family Medicinal Plants area around the community's yard area can easily obtain medicinal plants which are then processed into herbal medicine. This program will also involve education units. Promotional media in the form of banners, billboards, and banners will be made and installed in strategic locations towards partners to complement this program which is also a means of information for the village community. This activity involved 2 lecturers and 2 students from Pharmacy Bachelor Program with combined the program of Freedom of Learning Independent Campus which oriented towards community service. The formation of micro-business units in Cikarawang Kebun Merdesa Village, increasing the productivity and creativity of Cikarawang Village’s youth, and also providing added value economically, socially, and culturally were implemented.
Empowerment of Youth in Cikarawang Village, Bogor Regency through Training and Assistance in Manufacturing Pharmaceutical Technology-Based Kitchen Seasoning Powder
Utami, Novi Fajar;
Suhendar, Usep;
Utami, Munifa Putri;
Nhestricia, Nhadira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovatif Vol. 1 No. 1 (2023): JPMI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovatif)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33751/jpmi.v1i1.58
Cikarawang Village, Dramaga District, Bogor Regency has a Merdesa community which engaged in plantations. This community has become UMKM but has not been able to significantly improve people's welfare. From the team's initial discussion with the Kebun Merdesa Community, information was obtained that Cikarawang Village has potential resources that has not been maximized in its empowerment, especially in downstream of Merdesa plantation products. The empowerment of youth who are involved in the downstream activities of Kebun Merdesa products will be carried out in stages of starting from socialization, consulting with the Kebun Merdesa community, establishing a micro business plan for downstream seasoning powder products, and building production facilities, along with assistances. The program is held with assistance to processing units for plantation products using pharmaceutical technology in several stages. Furthermore, assistance is carried out to the product packaging unit for seasoning spices and digital technology-based marketing units. This program also involved educational units. Promotional media in the form of billboards and banners are made and installed in strategic locations for partners to complement this program which also serves as a means of information for the village community. This activity involved 2 lecturers and student from Pharmacy Bachelor Programwith combined the program of Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) which oriented towards community service.The formation of micro-business units in Cikarawang Kebun Merdesa Village, increasing the productivity and creativity of Cikarawang Village’s youth, and also providing added value economically, socially, and culturally were implemented.
Empowerment of Micro/ Small/ Medium Enterprises in Making Traditional Herbal from Family Medicinal Plants as an Effort to Achieve SDGs
Nhestricia, Nhadira;
Utami, Novi Fajar;
Sulistiyono, Fitria Dewi;
Riswana, Dea Putri;
Putra, Agita Detia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovatif Vol. 2 No. 1 (2024): JPMI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovatif)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33751/jpmi.v2i1.73
Cikarawang Village, Dramaga District, Bogor Regency has a Merdesa community which engaged in plantations. This community has become micro/small/medium enterprises (MSMEs) but has not been able to significantly improve the welfare of the community in achieving Sustainable Development Goals (SDGs). The purpose of this activity is to be able to develop the home yards of the Cikarawang Village community to be more useful, the second can increase the community's production sector, and the last is expected to increase the birth of MSMEs in Cikarawang Village. This program is also carried out in collaboration with the Kebun Merdesa Community. Herbs are the community's choice in curing diseases, and some even cultivate herbs as Family Medicinal Plants or commonly referred to as Family Medicinal Plants. The Family Medicinal Plants area around the community's yard area can easily obtain medicinal plants which are then processed into herbal medicine. This program will also involve education units. Promotional media in the form of banners, billboards, and banners will be made and installed in strategic locations towards partners to complement this program which is also a means of information for the village community. This activity involved 2 lecturers and 2 students from Pharmacy Bachelor Program with combined the program of Freedom of Learning Independent Campus which oriented towards community service. The formation of micro-business units in Cikarawang Kebun Merdesa Village, increasing the productivity and creativity of Cikarawang Village’s youth, and also providing added value economically, socially, and culturally were implemented.