Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Islam Digital: Meningkatkan Digital Literacy untuk Dakwah dan Kajian Islam dengan Media E-Library Mohammad Syifa Amin Widigdo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.541 KB) | DOI: 10.18196/ppm.46.823

Abstract

Dunia digital banyak merubah cara manusia dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan dalam cara belajar untuk meningkatkan literasi. Di tengah menjamurnya platform digital yang dipakai sebagai medium untuk belajar berbagai pengatahuan, wawasan, dan ketrampilan hidup, tidak banyak yang menyediakan konten literasi keagamaan Islam yang terbuka, terpercaya, dan terkurasi dengan baik. Untuk itu, artikel yang merupakan produk dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UMY ini mempresentasikan latar belakang, urgensi, dan step-step pembuatan produk digital sumber keislaman yang yang baik dan menarik. Penulis-pengabdi bekerjasama dengan Wonderhome Library membuat website islamdigital.id yang di dalamnya terdapat konten perpustakaan (e-library) yang berisi buku dan artikel jurnal ilmiah di bidang Islam di dunia digital, informasi tentang aplikasi atau produk digital keislaman (islamipedia), konsultasi riset bidang Islam dan dunia digital, serta berita-berita terkini (news) yang berhubungan dengan hubungan antara Islam dan dunia digital. Diharapkan, islamdigital.id ini bermanfaat khususnya untuk para mahasiswa, dosen, dan peneliti bidang kajian Islam dan dunia digital dan untuk khalayak pada umumnya.
Membangun Smart Neighborhood Melalui Pengembangan Wonderhome Library di Masa Pandemi Covid-19 Mohammad Syifa Amin Widigdo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1885.209 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.838

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dampak Pandemi Covid-19 di bidang pendidikan dapat diminimalisir melalui pembangunan dan penggalakan budaya literasi di tingkat lokal masyarakat. Dengan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, penulis bermitra dengan perpustakaan komunitas Wonderhome Library di Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, berupaya memecahkan masalah literasi di tingkat lokal Mejing Wetan dengan menguatkan kapasitas dan peran Wonderhome Library untuk mewujudkan Smart Neighborhood (lingkungan yang cerdas). Program utamanya adalah pengenalan Wonderhome Library kepada masyarakat lokal, penambahan koleksi buku, pengadaan ruang baca, perekrutan dan pemberdayaan volunteer, dan optimalisasi peran Wonderhome Library dengan aktivitas-aktivitas literasi yang meliputi: pendampingan belajar dan kreasi anak, podcast literasi, serta literasi digital. Program dan kegiatan inilah yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan literasi masyarakat dan sekaligus membangun lingkungan yang cerdas (smart neighborhood). Hasilnya, semua kegiatan berlangsung dengan baik dan Wonderhome Library terus melanjutkan dan mengembangkan program-program tersebut.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM MENDUKUNG PEMASARAN PRODUK UMKM Muhammad Heri Zulfiar; R. Siti Fatimah; Mohammad Syifa Amin Widigdo; Ahmad Janan Febrianto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.791 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.890

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa dampak yang signifikan bagi UMKM di Yogyakarta. Lebih dari 55 persen konsumen tidak dapat mengakses produk-produk UMKM, sehingga menurunkan omzet penjualan UMKM. Akibatnya sekitar 44 persen UMKM terpaksa melakukan lay-off atau menekan jumlah tenaga kerja, UMKM di Dusun Serut Palbapang Bantul juga mengalami permasalahan antara lain kesulitan bahan baku serta kenaikan harga terutama bagi industri rumah tangga yang berbahan baku dari luar dusun. Permasalahan lainnya kapasitas sumber daya masyarakat yaitu minimnya pengetahuan kemampuan dalam mengelola sistem informasi manajemen dan inovasi agar tercipta diversifikasi pasar guna meningkatkan produksi. Untuk itu perlu dikembangan program berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan melalui program KKN PPM yakni pendampingan bersama mahasiswa KKN IT 139 melakukan sosialisasi dengan para tokoh dan pelaku bisnis di Serut, pemetaan potensi dan produk UMKM, pendampingan penataan proses produksi dan pemasaran produk UMKM meliputi identifikasi alternatif supplier bahan baku, membuat inovasi produk, pengembangan mitra pemasaran, pembuatan sistem informasi manajemen dan pelatihan untuk pemasaran produk UKM berbasis digital marketing. Hasil dan implikasinya program ini berupa berupa SIM Pemasaran UMKM yang secara konsep merupakan minimarket dusun, aneka produk UMKM padukuhan dapat memajang atau mempromosikan produk pada setiap etalase yang telah disediakan. Secara teknis website ini dikelola oleh karang taruna bekerjasama dengan dasawisma. Karang taruna berperan sebagai admin website sedangkan dasa wisma berperan sebagai pendorong UMKM agar dapat mempromosikan aneka produk padukuhan. Simpulannya bahwa sistem informasi manajemen berbasis online dapat mengintegrasikan potensi UMKM dan tercipta diversifikasi pasar guna meningkatkan produksi dan melakukan penjualan secara efektif.
Implementation of Perwakafan Law in Persyarikatan Muhammadiyah Sleman Regency Abu Hanifah; Mohammad Syifa A. Widigdo; Muhsin Haryanto
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i1.4548

Abstract

This study aims to determine: (1) Waqf legal products that have been issued within the Muhammadiyah Persyarikatan Muhammadiyah Sleman Regency, (2) Strategies/methods carried out by the Sleman Regency Muhammadiyah Association as Nadzir Waqf Legal Entities in administering and utilizing waqf land, (3) Management of waqf land in Persyarikatan Muhammadiyah Sleman Regency according to Islamic Shari'a and the applicable legislation in Indonesia. The type of research used is qualitative research, descriptive-analytic with an empirical-sociological approach. The research location is in Sleman Regency according to the work area of the Muhammadiyah Association of Sleman Regency. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Based on the results of the research, the authors can conclude: (1) Persyarikatan Muhammadiyah Sleman Regency has carried out various innovations in the management and utilization of waqf land in Sleman Regency according to Islamic Shari'a and legislation in Indonesia, but what has been done is more a modification of the way in implementing Waqf Law, in this case the author has not found a specific or distinctive waqf legal product in Sleman Regency (2) Persyarikatan Muhammadiyah Sleman Regency as Nadzir Waqf performs its functions by planning, administering waqf assets, steps taken by certifying Muhammadiyah waqf land, securing it physically and physically social responsibility towards waqf assets, (3) Muhammadiyah Association of Sleman Regency in general has managed and utilized Muhammadiyah waqf land in accordance with Islamic Shari'a law and applicable laws and regulations in Indonesia, however, continuous efforts are still needed in in terms of improving the quality of human resources in the field of waqf, especially nadzir so that waqf is not only a vehicle for Muslims to worship but also can function for the welfare of Muslims. 
Konsep Revolusi Mental Presiden Joko Widodo dalam Perspektif Pendidikan Karakter Syed Muhammad Naquib Al-Attas Sulthon Abdul Aziz; Mohammad Syifa Amin Widigdo
LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.396 KB) | DOI: 10.21927/literasi.2020.11(1).32-49

Abstract

This research aims to find out the mental revolution concept of president Joko Widodo (known as Jokowi) and the character education concept of Syed Muhammad Naquib Al-Attas and to know the revolution mental of Jokowi viewed from the perspective of character education concept by Syed Muhammad Naquib Al-Attas. This research carried out a document study that focuses on analyzing the literature or documents using qualitative approach and content analysis technique.The findings show that there are significant differences between the mental revolution of Jokowi and character education concept of Syed Muhmmad Naquib Al-Attas referring to 4 pillars of UNESCO namely learn to know, learn to do, learn to live together, and learn to be which are called orderly as cognitive, psychomotor, affective and teleology in this research.Of those 4 aspects, the aspects of teleology and cognitive have major differences. In the cognitive aspect, the mental revolution of Jokowi doesn’t give a large focuses on it. Meanwhile, Syed Muhammad Naquib Al-Attas gives the mainly focuses for this aspect. In the aspect of teleology, the mental revolution by Jokowi aims to create good citizens, while it is to create just people (insan kamil) for Syed Muhammad Naquib Al-Attas.From those two aspects, it is concluded that the mental revolution concept of Jokowi when viewed by the perspective of character education of Syed Muhammad Naquib Al-Attas has been in ta’dib concept in order to be a khalifah. And there are still differences in the aspect of cognitive, that the mental revolution of Jokowi only gives a little focuses on the cognitive aspect.
OPTIMALISASI PODCAST WONDERHOME LIBRARY UNTUK DAKWAH DAN KAJIAN ISLAM Mohammad Syifa Amin Widigdo
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v5i2.1682

Abstract

Podcast menjadi medium alternatif pembelajaran di zaman digital dan di masa pandemi. Di tengah terbatasnya mobilitas manusia karena pandemi, banyak orang memanfaatkan medium podcast baik yang berbasis audio (seperti. Spotify, SoundCloud, or Anchor) maupun audio-visual (seperti Youtube) untuk belajar. Artikel yang di buat berdasarkan hasil program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini fokus pada podcast di medium audio-visual Youtube karena ia menyajikan informasi auditorial, verbal, dan visual pada saat yang bersamaan. Salah satu materi yang banyak dipelajari orang melalui medium podcast di Youtube ini adalah agama, khususnya agama Islam. Hanya saja, banyak podcast keislaman di Youtube tidak dikelola dengan baik dan profesional. Oleh sebab itu, penulis-pengabdi bersama mitra Wonderhome Library yang memang mempunyai podcast di platform Youtube berkolaborasi untuk mengoptimalkan efektivitas dan kualitasnya dalam mempresentasikan dakwah dan kajian Islam di dunia digital. Metodenya adalah dengan memperbarui beberapa alat podcast dan mengundang akademisi dan daʿi Muslim untuk berbincang di Podcast Wonderhome Library. Hasilnya, kualitas audio dan visualnya bertambah baik dan jumlah audien atau penontonnya juga naik. Dari kualitas podcast yang lebih baik tersebut, audien dapat belajar tentang dakwah dan kajian Islam dari sumber-sumber terpercaya yang disajikan dengan cara yang renyah dan medium yang popular.
CONFLICT MANAGEMENT AND THE ROLE OF STAKEHOLDERS IN SCHOOL Indri Wahyu Rahmadayanti; Muh Samsudin; Moh Syifa A Widigdo
JURNAL AL-TANZIM Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.341 KB) | DOI: 10.33650/al-tanzim.v5i3.2957

Abstract

This study aims to analyze the role of stakeholders in conflict management in elementary schools. This type of research is descriptive qualitative research. data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results of the study show that there are several ways or stages that are carried out by stakeholders in conflict management. 1) planning in the form of problem identification such as knowing the form of conflict and the source of the conflict. The form of conflict that occurs in elementary schools is a form of conflict that occurs between teachers, teachers, and students, between students, and between principals and teachers. Sources of conflict occur due to differences in perception, lack of attention, miscommunication, and misunderstanding. 2) determining the approach and application of conflict management methods including conflict resolution with the compromise method; 3) Evaluation. This study implies the importance of managing conflict so that existing conflicts become a source of strength for school change and progress by community expectations.
JADAL AND THE INTEGRATION OF KALĀM AND FIQH: A CRITICAL STUDY OF IMĀM AL-ḤARAMAYN AL-JUWAYNĪ’S APPLICATION OF ISLAMIC DIALECTIC Mohammad Syifa Amin Widigdo
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 4, No 02 (2019): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.043 KB) | DOI: 10.18784/analisa.v4i02.843

Abstract

This article examines Imām al-Ḥaramayn al-Juwaynī’s application of jadal theory in both his legal and theological work by analyzing critically his  major writings, namely: Kitāb al-Irshād (1950), al-Kāfīya fī al-jadal (1979), al-Burhān fī uṣūl al-fiqh (1980), al-Durrah al-Muḍīyah fī mā waqaʿa fīhi al-khilāf bayn al-Shāfiʿīyah wa al-Ḥanafīyah (1986), and Tafḍīl madhhab al-Shāfiʿī ʿalā sā’ir al-madhāhib (2013). Through a hermeneutical reading of these books, I find that Imām al-Ḥaramayn’s application of jadal renders the integration of kalām and fiqh. At first, Imām al-Ḥaramayn aims to obtain knowledge with a certain level of certainty (in the forms of ʿilm or ghalabat al-ẓann) in law and theology by applying jadal in both disciplines. Then, this scholarly attempt of obtaining certainty interestingly provides an epistemological ground for the integration of kalām and fiqh. He inserts theological elements in his legal scholarship and incorporates a juridical perspective in his theological work. As a result, he “rationalizes” Shāfiʿī legal doctrines on the one hand and “traditionalizes” rational theology on the other. This epistemological foundation for the integration of kalām and fiqh is important not only because it provides a different description of Islamic intellectual history, but also redefines the concept of Sunnī in the eleventh century.
Alternatif Penghukuman Selain Penjara: Analisis Hermeneutika Kritis Dan Critical Legal Studies Murdoko; Mohammad Syifa Amin Widigdo
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 30 No. 1: JANUARI 2023
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/iustum.vol30.iss1.art5

Abstract

The prison model as a form of punishment and retribution for acts and perpetrators of crimes has received criticism from some scientists and legal activists. Critical Legal Studies (CLS) personnel criticize the model of punishment by imprisonment because of its positivistic nature. The norm of applying prison law is considered universal without regard to the relativity and particularity of facts which cannot be separated from various social contexts. For this reason, this research examines and considers alternative models of punishment outside prison institutions that accommodate the particularity of facts and cases in order to obtain a model of punishment that is not only retaliatory for the perpetrators of crimes, but also educational in nature while respecting their right to freedom. By using a critical hermeneutic approach combined with CLS, this study concludes that supervision as punishment can be applied as an alternative model of punishment beyond imprisonment that is deemed to be more humane and effective.Key Words: Hermeneutics; prison; supervision; critical legal studies; punishment. AbstrakModel penjara sebagai bentuk hukuman dan pembalasan untuk tindak dan pelaku kejahatan mendapat kritik dari sebagian ilmuwan dan aktivis hukum. Kalangan CLS (Critical Legal Studies) mengkritik model penghukuman dengan penjara karena wataknya yang positivistik. Norma penerapan hukum penjara dianggap universal tanpa mengindahkan relativitas dan partikularitas fakta yang tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial yang beragam. Untuk itu, penelitian ini mengkaji dan menimbang model alternatif penghukuman di luar institusi penjara yang mengakomodasi partikularitas fakta dan kasus agar mendapatkan model penghukuman yang tidak hanya bersifat pembalasan terhadap pelaku kejahatan, namun juga bersifat pendidikan dengan tetap menghargai hak kemerdekaannya. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika kritis yang dikombinasikan dengan CLS, kajian ini menyimpulkan bahwa pengawasan sebagai hukuman dapat diterapkan sebagai alternatif model penghukuman di luar penjara yang lebih humanis dan efektif.Kata-kata Kunci: Hermeneutika; penjara; pengawasan; critical legal studies; hukuman
The Power of Fatwā in Indonesia: An Analysis of MUI’s Controversial Fatwās Mohammad Syifa Amin Widigdo; Homaidi Hamid
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol 14, No 2: December 2018
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2018.0085.146-165

Abstract

This study aims to investigate socio-political factors that make certain legal opinions (fatwās) in a Muslim context become authoritative and powerful. Although these legal opinion are not binding in a principle, their supporting agents engender a degree of their efficacy and authoritativeness. They are followed and abided when external factors, either the state or society, politically or voluntarily support the implementation of those fatwās. These external factors of fatwā are largely understudied, especially in the light of how fatwā gains its authoritativeness and power to attract people to follow and comply with fatwā rulings. By studying controversial fatwās of MUI (Indonesian Ulama Council), namely on the banning of Ahmadiyyah and the prohibition of secularism, pluralism, and liberalism in religion of Islam. this article sheds a light more comprehensively on the relationship between fatwā and external factors that make this non-legal binding opinion powerful and authoritative.