Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Formulasi Strategi Pemasaran Produk Maria (Curcuma zedoria) Hand Sanitizer di Tengah Pandemi COVID-19 Danang Satrio; Nur Ermawati
JRB-Jurnal Riset Bisnis Vol 4 No 1 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jrb.v4i1.1604

Abstract

Maria hand sanitizer is an innovative product of hand sanitizer based on natural ingredients which formulated from Curcuma zedoria which was produced during the Covid-19 phenomenon. However, as a company that is new to this industry, a reliable and precise marketing strategy is needed. An effective and efficient strategy must be developed by the company by looking at the opportunities, strengths, threats and weaknesses it faces. Through this marketing strategy analysis, it is hoped that the company will be able to determine the right marketing strategy so that it can continue to survive and develop an appropriate competitive strategy to face all possible changes that occur in the company environment. This research method is comparative, which is not conducting experiments on the object of research, but only determining the right strategy for the company in facing competition according to the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) matrix. The research data used are quantitative and qualitative data obtained from internal and external factors in the form of primary data and secondary data. The results showed that internal factors that affect product sales are strengths and weakness, while external factors are opportunities and threats. The formulation of alternative marketing strategies obtained based on external and internal factors is collaboration with partners, product differentiation, joint promotion and for reach a wider market thereby increasing sales.
UJI IRITASI SEDIAAN GEL ANTIJERAWAT FRAKSI LARUT ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordiofolia (Ten.) Steenis) PADA KELINCI Nur Ermawati
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 32, No 2 (2018): PENA SEPTEMBER 2018
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v32i2.804

Abstract

Gel is a pharmaceutical preparation with good penetration power and long contact time with skin so it can overcome the problem of acne. Gelling agent is the main ingredient in gel preparation. Skin irritation test is an important part of the pharmaceutical preparation procedures. In Material Safety Data Sheet states that Hydroxy Propyl Methyl Cellulose (HPMC) and Carbopol can cause skin irritation problems. The aim of this research is to find out whether gel preparation of the active fraction of ethanol extract of binahong leave with combination of gelling agent Hydroxy Propyl Methyl Cellulose (HPMC) and carbopol can cause irritation on rabbit skin. The irritation test was performed by Draize method on three New Zealand male rabbits who had shaved the back part 24 hours prior to treatment. The irritant samples were smeared and then covered with sterile gauze and glued with plaster. Observations were made after 24, 48 and 72 hours after administration of the test material. Each area observed skin reactions that occur and scored 0 to 4 depending on the severity of skin reactions produced. Of the three gel preparation formulas, the score of degree of irritation was 1, 1 and 1.67, which means slight irritation (0.41-1.9).Keywords: binahong leave, gelling agent, irritation test.
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT DAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI OBAT PADA PENYAKIT HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2013 Anita Mursiany; Nur Ermawati; Nila Oktaviani
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 28, No 2 (2015): Pena Maret 2015
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v28i2.147

Abstract

Hipertensi  adalah  peningkatan  tekanan  darah  sistolik  lebih  dari  140mmHg  dan  tekanan darah diastolik lebih dari 90mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang. Pengobatan hipertensi untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah komplikasi dengan penyakit lain. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan  pengobatan  dalam  jangka  panjang  bahkan  seumur  hidup. Sehingga  kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat bertujuan untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol. Tujuan penelitian  ini  untuk  mengetahui  gambaran  penggunaan  obat  dan  kepatuhan  mengkonsumsi  obat pada penyakit hipertensi di instalasi rawat jalan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan tahun 2013.Penelitian  deskriptif  observasional  dengan  pengambilan  sampel  menggunakan  metode consecutive  sampling pada  pasien  hipertensi  yang  menjalani  rawat  jalan  di  RSUD  Kraton  Kab. Pekalongan  tahun  2013.  Sumber  data  penggunaan  obat  adalah  informasi  yang  tertulis  didalam rekam  medik  pasien.  Kepatuhan  mengkonsumsi  obat  diukur  menggunakan    kuesioner  MMAS (Morisky  Medication  Adherence  Scale)  merupakan    kuesioner  yang  digunakan  untuk  melihat kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi.Obat  yang  digunakan  pada  penyakit hipertensi  terdiri  dari  obat  tunggal  dan  kombinasi. Penggunaan Obat tunggal  pada  penyakit  hipertensi adalah  golongan  beta  bloker dengan obat bisoprolol  sebesar  33,33%.  Obat  antihipertensi  2  kombinasi  adalah  Diuretik  kuat  dan  ACE Inhibitor sebesar 36,47%. Obat antihipertensi 3 kombinasi adalah Diuretik kuat dan ACE Inhibitor dan β- bloker sebesar 31,89%. Obat antihipertensi 4 kombinasi adalah Diuretik kuat dan β-bloker dan  ACE  Inhibitor  dan  diuretik hemat  kalium  sebesar  42,85%. Hasil    pengukuran    dengan kuesioner    MMAS  diperoleh  persentase    tingkat  kepatuhan    dari    42    pasien    yaitu    kepatuhan tinggi    sebesar    26,20%,    kepatuhan  sedang    sebesar  52,40%  dan  kepatuhan  rendah  sebesar 21,40%.
Standardisasi Ekstrak Batang Greges Otot (Equisentum Debile Roxb.) Nur Ermawati
Pena Medika Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): PENA MEDIKA JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v9i2.934

Abstract

Introduction, Equisentum debile Roxb. Has efficacy as an antidiarrheal, antihepatitis, rheumatism, inflammation of the eyes, and hemorrhoids. Objective,the purpose of this study was to standardize the stem of Equisentum debile Roxb. extract. Method, standardization of extracts is carried out with specific parameters consisting of: organoleptic; thin layer chromatography (TLC), and non-specific parameters consisting of: water content; specific gravity; and microbial contamination (total plate count). Result, the stem of Equisentum debile Roxb extract has the characteristics of thick green extract, aromatic distinctive odor and bitter taste. Based on chemical test shows that the positive extract contains flavonoids, alkaloids and saponins. Specific weight, water content and total microbial contamination of stems of Equisentum debile Roxb were 0.890 g / ml, 10%, 1 × 104, respectively. Conclusion, the stem of Equisentum debile Roxb extracts have not met the overall standardization requirements.Keywords : The stem of Equisentum debile Roxb extracts, Standardization, specific parameters, non-specific parameters
FORMULASI HAND AND BODY LOTION EKSTRAK DAUN SAMBILOTO DENGAN SETIL ALKOHOL SEBAGAI STIFFENING AGENT Ayu Regita Vinaeni; Metha Anung Anindhita; Nur Ermawati
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 6, No 1 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v6i1.147

Abstract

Lotion merupakan sediaan emulsi yang kandungan airnya lebih banyak dibandingkan minyak. Setil alkohol digunakan dalam sediaan hand and body lotion sebagai stiffening agent yang mampu meningkatkan sifat dan stabilitas fisik dari sediaan. Ekstrak etanol daun sambiloto mengadung flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan konsentrasi setil alkohol yang menghasilkan formula terbaik serta mengetahui pengaruh perbendaan konsentrasi setil alkohol terhadap sifat dan stabilitas fisik sediaan. Penelitian mengunakan metode eksperimental. Konsentrasi setil alkohol yang dalam formula yaitu, FI (2%), FII (3%), dan FIII (4%). Ekstrak daun sambiloto yang digunakan dalam formula sebesar 0,5%. Sediaan diuji sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, iritasi, dan stabilitasnya. Hasil pengujian berupa viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH dianalisis dengan SPSS 23. Formulasi terbaik dipilih berdasarkan kriteria sifat dan stabilitas fisik sediaan. Formula dengan kandungan setil alkohol sebesar 2% (FI) menunjukkan hasil yang terbaik, karena hasil pengujian menunjukkan hasil yang sesuai dengan kriteria sifat fisik. FI juga menunjukkan nilai stabilitas yang paling lama dibandingkan 3% (FII) dan 4% (FIII). Analisis data dengan One Way Annova menunjukkan adanya pengaruh penggunaan yang berbeda dari setil alkohol terhadap viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH sediaan. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikansi < 0,05.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL SEBAGAI UPAYA PREVENTIF COVID-19 DI KOTA PEKALONGAN Nur Ermawati; Nila Oktaviani; Rahmanisa Pramudita
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 5 No 2 (2022): March 2022
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan obat tradisional pada masa pandemi COVID-19 meningkat tajam, karena secara turun temurun obat tersebut diyakini dapat memelihara kesehatan tubuh. Meskipun sudah terdapat program vaksin, namun animo masyarakat terhadap obat tradisional tetap tinggi. Hal tersebut terjadi karena dengan pertimbangan bahwa obat tradisional memiliki beberapa kelebihan salah satunya adalah efek samping yang terjadi relatif lebih kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap penggunaan ramuan obat tradisional dalam upaya pencegahan atau preventif COVID-19 dan jenis tanaman obat yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian observational/survey yang bersifat deskriptif dengan melibatkan sebanyak 100 responden masyarakat Kota Pekalongan melalui instrumen kuesioner yang disebar secara online dan offline yang diisi oleh masyarakat Kecamatan Pekalongan Barat, Timur, Utara dan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap sumber keputusan penggunaan ramuan obat tradisional sebagai upaya pencegahan COVID-19 adalah keinginan sendiri (72%), tujuan mengkonsumsi ramuan obat tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh (78%), penggunaannya dapat mencegah COVID-19 (72%), ramuan obat tradisional memberikan manfaat (87%), ramuan obat tradisional aman jika digunakan secara tepat dan rasional (52%), masyarakat memperoleh ramuan obat tradisional dengan cara mengolah sendiri (52%). Jahe adalah jenis herbal yang paling sering digunakan masyarakat di wilayah Kota Pekalongan sebagai pengobatan dalam rangka pencegahan COVID-19 (53%).
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional Dalam Rangka Self Medication Di Masa Pandemi Covid-19 Nur Ermawati; Nila Oktaviani; Muhammad Ulil Abab
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.22 KB) | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v5i2.1797

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus corona varian baru. Tanaman obat telah banyak digunakan sejak dulu oleh masyarakat. Pada masa pandemi COVID-19, tanaman obat tradisional digunakan sebagai terapi pencegahan. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat, tentang berbagai tanaman yang berkhasiat sebagai tanaman obat dan pemanfaataanya sebagai self medication. Metode yang digunakan meliputi : observasi lapangan, memetakan tempat dan lokasi kegiatan, edukasi dan pembuatan ramuan obat tradisional. Hasil menunjukkan bahwa kelompok ibu-ibu PC Aisyiyah Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan masih belum mengoptimalkan penggunaan tanaman obat yang tumbuh di pekarangan. Hasil diskusi disepakati diadakan kegiatan penyuluhan atau edukasi dan pelatihan pembuatan produk herbal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat yang dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat terkait dengan materi yang disampaikan, kegiatan ini memberikan informasi pengetahuan baru bagi mitra tentang tanaman obat yang dapat digunakan sebagai pemicu imunitas. Diperlukan peran serta masyarakat untuk merawat dan mengelola tanaman obat untuk melanjutkan pembuatan ramuan obat tradisional yang bernilai jual dan dapat meningkatkan perekonomian. Perlunya sosialisasi yang berkelanjutan untuk pengetahuan mengenai pemanfaatan, pengolahan tanaman obat dan pemasaran ramuan tersebut.
Formulasi dan Uji Sifat Fisik Lotion Pencerah Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) dengan Variasi Konsentrasi Trietanolamin sebagai Pengemulsi Defi Agustin; Nur Ermawati; Siska Rusmalina
Jurnal Farmasetis Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Farmasetis: Februari 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.533 KB)

Abstract

Kulit jeruk nipis mengandung senyawa metabolit sekunder, terutama golongan flavonoid yang berpotensi sebagai pencerah kulit. Trietanolamin sering digunakan sebagai zat pengemulsi karena bersifat netral dan tidak toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi trietanolamin dari tiga formulasi yang menghasilkan formula terbaik lotion ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang stabil secara fisik. Kulit jeruk nipis di maserasi dengan menggunakan etanol 96%. Sediaan lotion dibuat menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi trietanolamin yaitu FI (2%), FII (3%) dan FIII (4%). Karakteristik lotion yang diamati meliputi uji organoleptis, uji iritasi, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, dan uji stabilitas (Freeze-thaw Test). Hasil menunjukkan bahwa sifat fisikokimia yang memenuhi kriteria sediaan lotion, yaitu formula I memiliki hasil konsistensi, viskositas, dan daya sebar paling baik dibandingkan formula II dan III.
Gambaran Penggunaan Obat Tradisional Warga Kecamatan Pekalongan Selatan Pada Masa Pandemi Covid-19 Nailis Sa&#039;adatin Nafiah; Nur Ermawati; Nila Oktaviani
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 37, No 1 (2023): PENA MARET 2023
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v37i1.2419

Abstract

Coronvirus telah menyebar diberbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Coronavirus menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. diIndonesia menggunakan obat tradisional yang berasal dari tanaman herbal yang diguakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh diera pandemi COVID-19.   Penelitian ini dilakukan diKota Pekalongan kecamatan Pekalongan Selatan penduduknya berjumlah sekitar 63.052 ribu jiwa penggunaan ramuan obat tradisional yang beragam.Metode Penelitian  yang dilakukan  merupakan  penelitian observational/survei yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu kuesioner yang dibagikan kepada masyarakat Kecamatan Pekalongan Selatan. Dilakukan penjabaran deskriptif tentang hasil yang sudah didapatkan dari pengumpulan data.Hasil Gambaran penggunaan ramuan obat tradisional pada masa pandemi COVID-19 sesudah pandemi COVID-19 mengalami peningkatan konsumsi ramuan obat  tradisional.  Sumber  pemakaian  ramuan  obat  tradisional  berasal  dari  diri sendiri. Masyarakat mengkonsumsi ramuan obat tradisional agar menyehatkan badan.  Meyakini  bahwa  ramuan obat tradisional  dapat mencegah infeksi  virus. Masyarakat merasakan manfaat ramuan obat tradisional dimasa pandemi COVID-19.  Sebagian  besar  masyarakat  melakukan  upaya  kesehatan  dengan  mencuci tangan. Dan merasakan aman karena tidak ada efek samping dan mudah untuk ditemukan  dan  cukup  terjangkau.  Tanaman  obat  yang  paling  sering  digunakan adalah tanaman jahe dan kunyit yang digunakan adalah rimpangnya lalu serai yang digunakan adalah batangnya.Kata kunci : persepsi, obat tradisional, pandemi COVID-19
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sirup Antipiretik Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia L.) Hanuf Nuzzaibah; Nur Ermawati
Jurnal Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): Mei: Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v1i2.272

Abstract

Citrus aurantiifolia L. is a medicinal plant. Citrus aurantiifolia L as a traditional medicine is based very closely on the concentration of active ingredients, namely flavonoids, which have antipyretic (fever) effects. The aim of this study was to determine the effect of the concentration of Citrus aurantifolia L. as antipyretic on the physical properties of the syrup preparation and to determine the physical properties of the syrup preparation from the 3 formulations. to come up with the best formula. This type of research is experimental research. Citrus aurantiifolia L by This type of research is empirical research. Citrus aurantiifolia L by immersion method. The syrup preparations were formulated in 3 formulations with different concentrations of Citrus aurantiifolia L, namely 5%, 7.5% and 10%. The body properties of the syrup were tested, namely organoleptic, pH, clarity, viscosity, infusion volume, homogeneity and pleasure. Data analysis to check the physical properties of the syrup is described and presented clearly and in tabular form. The results show that the concentration of Citrus aurantiifolia L does not affect physical properties such as organoleptic, pH, clarity, volume transferred, viscosity and homogeneity. However, it makes a significant difference from the density test, i.e. the higher the extract concentration the higher the density value and conversely, the lower the extract concentration the higher the density value. low separately. Of all the recipes that met the criteria for linden leaf extract concentration, the best one for making syrup was Formula 3 (10%).