Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MUTU PELAYANAN SEBAGAI MEDIATOR ANTARA PELAYANAN PRIMA, KESELAMATAN PASIEN, DAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA KENJERAN) Stephanie Aurelia Santoso; Rahayu Puji Suci; Eka Wilda Faida
Jesya Vol 9 No 1 (2026): Artikel Riset Januari 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i1.2656

Abstract

Kepuasan pasien rawat inap merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan rumah sakit, terutama karena pasien mengalami interaksi langsung dan berkelanjutan dengan tenaga kesehatan selama masa perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh Pelayanan Prima dan Sasaran Keselamatan Pasien terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di Ruang Bougenvile Rumah Sakit Mitra Keluarga Kenjeran, serta menganalisis peran Mutu Pelayanan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares atau SEM-PLS. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 280 pasien rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelayanan Prima dan Sasaran Keselamatan Pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap Mutu Pelayanan dan Kepuasan Pasien. Mutu Pelayanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pasien, serta terbukti memediasi pengaruh Pelayanan Prima dan Sasaran Keselamatan Pasien terhadap Kepuasan Pasien. Kontribusi utama penelitian ini adalah menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan pasien tidak hanya ditentukan oleh pelayanan prima dan kepatuhan keselamatan pasien secara langsung, tetapi juga melalui mutu pelayanan yang dirasakan pasien selama menjalani perawatan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah manajemen rumah sakit perlu mengintegrasikan pelatihan pelayanan prima, kepatuhan terhadap Sasaran Keselamatan Pasien, dan evaluasi mutu pelayanan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kepuasan pasien rawat inap.
Analisis Pengaruh Stres Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Perawat dengan Organizational Citizenship Behavior Variabel Mediasi (Studi Perawat Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo Rosyid Prasetyo; Adya Hermawati; Rahayu Puji Suci
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55709

Abstract

Kinerja perawat merupakan faktor kunci dalam menentukan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tingginya tuntutan kerja dapat menimbulkan stres kerja, sementara komitmen organisasi menjadi faktor penting yang memengaruhi perilaku kerja dan kinerja perawat. Organizational Citizenship Behavior berperan sebagai perilaku ekstra yang dapat memperkuat hubungan antara stres kerja, komitmen organisasi, dan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja perawat dengan Organizational Citizenship Behavior sebagai variabel mediasi di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 48 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert. Analisis data menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organizational Citizenship Behavior mampu memediasi pengaruh stres kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo. Stres kerja dan komitmen organisasi terbukti berpengaruh signifikan (P-Value 0,049 dan 0,021) terhadap kinerja perawat melalui Organizational Citizenship Behavior, sehingga peningkatan perilaku Organizational Citizenship Behavior berperan penting dalam memperkuat kinerja perawat. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan stres kerja yang efektif, penguatan komitmen organisasi, serta peningkatan perilaku Organizational Citizenship Behavior merupakan strategi penting dalam meningkatkan kinerja perawat. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu mengembangkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan perawat, membangun budaya organisasi yang positif, dan mendorong perilaku kerja ekstra guna meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Kata Kunci: Stres Kerja, Komitmen Organisasi, Organizational Citizenship Behavior , Kinerja Perawat
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Pengembangan Karir Terhadap Produktivitas Karyawan Melalui Motivasi Kerja Arlis Riansyah; Rahayu Puji Suci; Choirul Anam
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9123

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya variasi tingkat produktivitas karyawan yang belum merata pada PT Telkom Akses Malang, yang diduga dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan transformasional, pengembangan karir, dan motivasi kerja sebagai aspek penting dalam pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan pengembangan karir terhadap produktivitas karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research untuk menjelaskan hubungan kausal antar variabel yang diteliti, dengan populasi seluruh karyawan PT Telkom Akses Malang yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima tingkat yang disusun berdasarkan indikator variabel penelitian, serta didukung oleh data sekunder yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji hubungan antar variabel laten secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan, serta berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. Motivasi kerja juga terbukti memiliki pengaruh positif terhadap produktivitas karyawan dan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara kepemimpinan transformasional dan pengembangan karir terhadap produktivitas. Dengan demikian, peningkatan produktivitas karyawan tidak hanya ditentukan oleh faktor manajerial, tetapi juga melalui penguatan motivasi kerja sebagai faktor psikologis yang mampu mendorong kinerja karyawan secara optimal dan berkelanjutan.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Persepsi Risiko Terhadap Efektivitas Pengambilan Keputusan Melalui Konflik Antar Generasi Renata Ramadhan; Rahayu Puji Suci; Choirul Anam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.958

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas pengelolaan perusahaan distributor di tengah dinamika bisnis dan keberagaman generasi di lingkungan kerja. Perbedaan gaya kerja, komunikasi, serta persepsi risiko antar generasi pada CV Kertanegara Singhasari menimbulkan konflik yang berdampak pada efektivitas pengambilan keputusan melalui konflik antar generasi sebagai varianel mediasi. Penelitian ii menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh mellui penyebaran kuesioner kepada manajer dan karyawan yang terlibat dalam proses operasional perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel penelitian, yaitu gaya kepemimpinan, persepsi risiko, konflik antar generasi, dan efektivitas pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemipinan dan persepsi risiko berpengaruh signifikan terhdap efektivitas pengambilan keputusan. Selain itu, konflik antar generasi juga berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengambiln keputusan. Konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan keterlambbatan keputusan dan ketidaksinkronan koordiasikerja. Sebaliknya, gaya kepemiminan yang adaptif dan komunikatif mampu meminimalkan konnflik serta meningkatkan kualitas keputusan organisasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bhawa pengelolaan konflik antar generasi secara efektif menjadi faktor penting dalam mendukung pengambiln keputusan yang optimal pada perusahaan distributor multigenerasi.
THE EFFECT OF WORK-LIFE BALANCE AND COMPETENCE ON EMPLOYEE PERFORMANCE, MEDIATED BY INTRINSIC MOTIVATION, AMONG EMPLOYEES IN THE GENERAL AFFAIRS DIVISION OF THE MADIUN CITY REGIONAL SECRETARIAT Dian Noervitasari; Rahayu Puji Suci; Choirum Rindah Istiqaroh; Muryati; Sodik
Journal of Education and Teaching Learning Vol.4 No.1 July (2026)
Publisher : PT MEDIA JURNAL DAN PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59211/mjpjetl.v4i1.370

Abstract

This study aims to analyze the influence of work-life balance and competence on employee performance, with intrinsic motivation serving as a mediating variable, among employees of the General Affairs Division of the Regional Secretariat of Madiun City. The increasing complexity of administrative responsibilities, the growing implementation of technology in public services, and the need to maintain a balance between work and personal life require employees to possess adequate competencies and high intrinsic motivation to achieve optimal performance. However, several issues remain, including work-life imbalance, uneven employee competencies, and relatively low intrinsic motivation, all of which may affect employee performance.  This study employed a quantitative approach using an explanatory research design. The population consisted of all employees of the General Affairs Division of the Regional Secretariat of Madiun City. A census sampling technique was applied, in which all members of the population were included as research respondents. Data were collected through questionnaires using a Likert scale. The data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) to examine both the direct and indirect relationships among the research variables. The results indicate that work-life balance has a positive and significant effect on both employee performance and intrinsic motivation. Competence has a positive and significant effect on intrinsic motivation but does not have a significant direct effect on employee performance. Intrinsic motivation has a positive and significant effect on employee performance. Furthermore, intrinsic motivation significantly mediates the relationship between work-life balance and employee performance through partial mediation, and fully mediates the relationship between competence and employee performance through full mediation. These findings suggest that improving employee performance depends not only on enhancing competence and maintaining work-life balance but also on strengthening employees' intrinsic motivation.  
THE EFFECT OF ADAPTIVE LEADERSHIP AND HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT ON FACULTY PERFORMANCE, WITH ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR AS AN INTERVENING VARIABLE (A Study of Tenured Faculty at Muhammadiyah University of Jambi) Deni Firmansyah; Rahayu Puji Suci
Journal of Education and Teaching Learning Vol.4 No.1 July (2026)
Publisher : PT MEDIA JURNAL DAN PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59211/mjpjetl.v4i1.372

Abstract

The acceleration of internationalization in Indonesian higher education to support the Golden Indonesia Vision 2045 has triggered a phenomenon gap characterized by high administrative workloads that threaten faculty productivity. This study aims to analyze the influence of Adaptive Leadership and Human Resource (HR) Development on Faculty Performance at Universitas Muhammadiyah Jambi (UM Jambi), utilizing Organizational Citizenship Behavior (OCB) as an intervening variable. Employing a quantitative approach, primary data were collected via Likert-scale questionnaires administered to all 73 full-time faculty members through census sampling. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS 3.0 alongside Importance-Performance Map Analysis (IPMA). The hypothesis testing results revealed that all direct paths had positive and significant effects (). HR Development showed the strongest direct effect on OCB (), whereas Adaptive Leadership was the primary direct driver of Faculty Performance (). Furthermore, OCB significantly acted as a partial mediator in bridging the impact of both Adaptive Leadership () and HR Development () on Faculty Performance. Theoretically, these findings integrate Adaptive Leadership Theory and Social Exchange Theory, demonstrating that discretionary effort is most effectively triggered when competency investment is paired with flexible leadership. Practically, management is advised to streamline bureaucratic barriers, prioritize capacity-building budgets (doctoral studies and Scopus/WoS publications), and foster a collaborative work culture rooted in Islamic and Muhammadiyah values (AIK).