Andi Samsul Alam
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan AI dalam Pembelajaran PKn dan Implikasinya terhadap Sikap Integritas Akademik Andi Samsul Alam; Sukri Badaruddin; Muhammad Asriadi; Nurkhalida Nurkhalida
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 1 (Januari 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i1.75932

Abstract

Tujuan penelitiian ini untuk memahami dan menganalisis persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Makassar terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dapat memengaruhi sikap integritas akademik mereka, baik dalam hal kejujuran, tanggung jawab, maupun orisinalitas berpikir. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus untuk menggambarkan secara mendalam persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Makassar terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), serta implikasinya terhadap integritas akademik mereka. Dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta analisis tematik yang dilakukan secara interaktif, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan mahasiswa terhadap AI tidak hanya sebagai alat bantu teknologis, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan nilai akademik di era digital. Lokasi dan subjek dipilih secara purposive untuk memastikan relevansi konteks, mengingat mahasiswa tersebut merupakan calon pendidik yang memiliki tanggung jawab moral dalam membentuk generasi berintegritas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menunjukkan potensi positif dalam mendukung pemahaman mahasiswa, khususnya bagi mereka yang memiliki literasi digital tinggi dan menjunjung tinggi integritas akademik. AI digunakan sebagai sarana eksplorasi, refleksi, dan pendalaman materi secara etis. Namun, di sisi lain, rendahnya literasi digital pada sebagian mahasiswa menyebabkan penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab, yang berdampak negatif terhadap karakter dan kejujuran akademik. Oleh karena itu, peran dosen sebagai fasilitator etika digital dan penguatan regulasi institusional menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa penggunaan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi belajar, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan kewarganegaraan dalam lingkungan akademik.
Efektivitas Penegakan Hukum di Tengah Perubahan Sosial: Analisis Sosiologi Hukum terhadap Mahasiswa Andi Samsul Alam; Sukri Badaruddin; Hudayah Sulaiman; Indriani Indriani; Muhammad Nur
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.83419

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika perubahan sosial yang dipicu oleh perkembangan digitalisasi, globalisasi, dan meningkatnya keterbukaan informasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap cara mahasiswa memaknai efektivitas penegakan hukum. Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2024 Universitas Negeri Makassar memandang bahwa efektivitas hukum tidak hanya ditentukan oleh keberadaan norma atau putusan pengadilan semata, tetapi juga oleh kualitas proses penegakan hukum yang mencakup transparansi, akuntabilitas, integritas aparat, serta konsistensi dalam penerapan aturan. Akses informasi yang semakin luas melalui media digital memungkinkan mahasiswa memperoleh berbagai referensi mengenai praktik penegakan hukum di tingkat nasional maupun internasional, sehingga membentuk perspektif yang lebih kritis, reflektif, dan komparatif dalam menilai kinerja institusi hukum. Kondisi tersebut mendorong munculnya kesadaran hukum yang lebih berkembang di kalangan generasi muda, di mana hukum tidak hanya dipahami sebagai seperangkat aturan normatif, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang harus mampu menghadirkan keadilan substantif bagi masyarakat. Meskipun mahasiswa menunjukkan sikap kritis terhadap berbagai persoalan dalam praktik penegakan hukum, mereka tetap memandang hukum sebagai institusi penting yang berfungsi menjaga ketertiban sosial, menyelesaikan konflik, serta menjamin keadilan dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, efektivitas penegakan hukum dipahami sebagai hasil dari interaksi antara struktur hukum, kinerja aparat penegak hukum, serta budaya hukum masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan sosiologi hukum menjadi kerangka analisis yang penting untuk memahami bagaimana hukum beroperasi dan beradaptasi dengan perubahan nilai, dinamika sosial, serta tuntutan masyarakat dalam konteks kehidupan sosial kontemporer.