Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENGGALI AKAR PERMASALAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH PADA MASYARAKAT PESISIR: Upaya untuk Meningkatkan Partisipasi Pendidikan A. Octamaya Tenri Awaru; Darman Manda; Indriani Indriani; Najamuddin Najamuddin
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v18i1.45440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali akar permasalahan anak putus sekolah di daerah pesisir Kabupaten Takalar, dan mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dapat meningkatkan partisipasi pendidikan di daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian dipilih dengan cara purposive sampling sebanyak 22 orang yang terdiri dari anak putus sekolah, Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anak putus sekolah, orang tua dan aparat desa, serta observasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor kurangnya minat belajar, tingkat Pendidikan orangtua yang rendah, pengaruh lingkungan dan factor ekonomi masyarakat merupakan akar permasalahan anak putus sekolah pada masyarakat pesisir Desa Tamasaju. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi anak putus sekolah pada masyarakat pesisir adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dengan melakukan edukasi tentang pentingnya pendidikan; memfasilitasi agar anak putus sekolah ikut pada paket A, B, C untuk mendapatkan ijazah; Pemerintah Desa memberikan bantuan operasional dalam bentuk subsidi. Studi ini merekomendasikan adanya kolaborasi antara pihak pemerintah, masyarakat, Lembaga keluarga, dan lembaga swadaya masyarakat untuk mengatasi masalah putus sekolah dan meningkatkan partisipasi pendidikan pada masyarakat pesisir Kabupaten Takalar. 
Efektivitas Penegakan Hukum di Tengah Perubahan Sosial: Analisis Sosiologi Hukum terhadap Mahasiswa Andi Samsul Alam; Sukri Badaruddin; Hudayah Sulaiman; Indriani Indriani; Muhammad Nur
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.83419

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika perubahan sosial yang dipicu oleh perkembangan digitalisasi, globalisasi, dan meningkatnya keterbukaan informasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap cara mahasiswa memaknai efektivitas penegakan hukum. Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2024 Universitas Negeri Makassar memandang bahwa efektivitas hukum tidak hanya ditentukan oleh keberadaan norma atau putusan pengadilan semata, tetapi juga oleh kualitas proses penegakan hukum yang mencakup transparansi, akuntabilitas, integritas aparat, serta konsistensi dalam penerapan aturan. Akses informasi yang semakin luas melalui media digital memungkinkan mahasiswa memperoleh berbagai referensi mengenai praktik penegakan hukum di tingkat nasional maupun internasional, sehingga membentuk perspektif yang lebih kritis, reflektif, dan komparatif dalam menilai kinerja institusi hukum. Kondisi tersebut mendorong munculnya kesadaran hukum yang lebih berkembang di kalangan generasi muda, di mana hukum tidak hanya dipahami sebagai seperangkat aturan normatif, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang harus mampu menghadirkan keadilan substantif bagi masyarakat. Meskipun mahasiswa menunjukkan sikap kritis terhadap berbagai persoalan dalam praktik penegakan hukum, mereka tetap memandang hukum sebagai institusi penting yang berfungsi menjaga ketertiban sosial, menyelesaikan konflik, serta menjamin keadilan dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, efektivitas penegakan hukum dipahami sebagai hasil dari interaksi antara struktur hukum, kinerja aparat penegak hukum, serta budaya hukum masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan sosiologi hukum menjadi kerangka analisis yang penting untuk memahami bagaimana hukum beroperasi dan beradaptasi dengan perubahan nilai, dinamika sosial, serta tuntutan masyarakat dalam konteks kehidupan sosial kontemporer.
MENEMBUS KOMPLEKSITAS ZAMAN: PERAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI DALAM MEMAHAMI MASYARAKAT MODERN Alwi Usra Usman; Indriani Indriani; Muhammad Kasim; Rahmat Zulfikar Hamid; Eman Wahyudi Kasim
Social Landscape Journal Vol 7, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v7i1.82318

Abstract

Modernization is a multidimensional phenomenon that brings rapid and complex social, cultural, and structural changes to modern society. This process not only brings progress in technology and industrialization, but also raises various social challenges such as urbanization, shifting values, changes in family structure, weakening social solidarity, and transformations in religious and cultural relations. Therefore, understanding modern society requires a comprehensive and multidisciplinary scientific approach. This study aims to analyze the role of sociology and anthropology in understanding the dynamics of modern society and their contributions in responding to the challenges of modernity. The research method used is descriptive qualitative with a literature study approach, utilizing secondary data sourced from relevant books and scientific journal articles. The results of the study show that sociology plays an important role in analyzing changes in social structure, social movements, contemporary issues, and the impact of technology and social media on social relations. Meanwhile, anthropology provides a deep understanding of cultural identity, multiculturalism, acculturation, symbols and meanings of popular culture, as well as the application of applied anthropology in modern society. The collaboration between sociology and anthropology allows for a more complete understanding of socio-cultural realities, especially in the context of Muslim communities in Indonesia. Thus, the integration of these two disciplines becomes a strategic analytical framework in formulating inclusive social policies, maintaining cultural diversity, and building social harmony amid the ever-evolving tide of modernization.
Game Based Learning (GBL) as an innovative approach in social system learning: An experimental study at SMP Negeri 1 Balocci Hudayah Sulaiman; Indriani Indriani; Ramdani Sidik; A Hardiyanti; Alwi Usra Usman
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 6 (2026): June 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i6.1910

Abstract

This study examined the effectiveness of Game-Based Learning (GBL) as an innovative instructional approach for improving students’ understanding of social system concepts in Social Studies education. A quasi-experimental design employing a Non-Equivalent Control Group Design was used. The participants consisted of 30 eighth-grade students at SMP Negeri 1 Balocci, divided into an experimental group (n = 15) and a control group (n = 15). Data were collected through pretests, posttests, and classroom observations. The experimental group received instruction through Game-Based Learning activities, while the control group received conventional instruction. Data were analyzed using descriptive statistics, Shapiro–Wilk normality tests, Levene’s homogeneity test, Independent Samples t-test, and N-Gain analysis. The results revealed a significant difference between the two groups, with the experimental group achieving a higher posttest mean score (M = 90.75) than the control group (M = 72.20). The N-Gain score also indicated a higher level of learning improvement in the experimental group (0.78) compared with the control group (0.58). These findings suggest that Game-Based Learning effectively enhances students’ learning outcomes, engagement, and conceptual understanding of social systems. The study concludes that GBL is a promising pedagogical strategy for transforming abstract social studies concepts into meaningful and engaging learning experiences.