Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan PSAK No. 46 pada PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Detti Meilandri
Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jira.v11i1.778

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 46 on Income Taxes in the financial statements of PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. for the 2022-2023 period. PSAK No. 46 regulates the treatment of income taxes resulting from temporary differences between accounting and tax bases, which impact the recognition of deferred tax assets and deferred tax liabilities in the company's financial statements. Using a descriptive exploratory non-statistical method, this study evaluates the extent to which PT. Telkom Indonesia applies this standard in managing its tax obligations and disclosing relevant information in its financial statements. The study results indicate that PT. Telkom Indonesia has implemented PSAK No. 46 effectively, with temporary and permanent differences recorded in accordance with standard provisions. The fiscal adjustments made reflect the reconciliation between commercial and fiscal financial statements, which affect the company's current and deferred taxes. Furthermore, the statement of financial position and income statement have separately presented deferred tax accounts, enhancing transparency and compliance with applicable accounting standards. This study confirms that the application of PSAK No. 46 by PT. Telkom Indonesia supports the preparation of more accurate and credible financial statements that comply with prevailing tax regulations in Indonesia. These findings provide insights for other companies in managing income taxes and aligning their financial statements with evolving accounting standards.
PELATIHAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN BAGI PELAKU UMKM UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT Hilda Yuliastuti; Detti Meilandri; Mirza Ilhami; Syahril Syahril; Afen Prana Utama Sembiring
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59342

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan pelaku UMKM guna mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 30 orang. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, studi kasus, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan kegiatan ini tidak hanya berhasil memperluas pengetahuan peserta mengenai konsep dasar kewirausahaan, tetapi juga meningkatkan keterampilan peserta dalam mengidentifikasi peluang usaha, menyusun strategi pemasaran, mengelola keuangan usaha, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana pengembangan dan promosi usaha. Berdasarkan hasil evaluasi adanya peningkatan kompetensi peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai dari 55,3 pada saat pre-test menjadi 84,2 pada saat post-test, dengan peningkatan sebesar 28,9 poin. Selain peningkatan kompetensi, peserta juga menunjukkan perubahan positif dalam motivasi, kepercayaan diri, serta kesadaran akan pentingnya inovasi, perencanaan usaha, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan pelaku UMKM serta memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.
ANALISIS KELEMAHAN RISK-BASED CAPITAL (RBC) SEBAGAI EARLY WARNING INDICATOR DALAM MENDETEKSI FINANCIAL DISTRESS PADA ASURANSI SYARIAH DI INDONESIA Dian Islamiyati; Santi Prameswari; Ari Nugroho Cahyono; Detti Meilandri; Nia Rifanda Putri
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 8 No. 2 (2026): Manajemen: Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ppbbzb02

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Risk-Based Capital (RBC) dibandingkan Early Warning System (EWS) dalam mendeteksi indikasi potensi penurunan kondisi keuangan pada perusahaan asuransi syariah di Indonesia periode 2021–2024. RBC selama ini digunakan sebagai standar solvabilitas perusahaan asuransi, namun indikator tersebut dinilai belum mampu menggambarkan kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan asuransi syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perusahaan sampel memiliki nilai RBC di atas batas minimum 120%. Akan tetapi, hasil analisis menggunakan indikator EWS menunjukkan bahwa beberapa perusahaan masih memiliki rasio underwriting negatif, beban klaim yang tinggi, serta profitabilitas yang rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya tekanan pada kondisi keuangan perusahaan meskipun tingkat solvabilitas masih berada pada kategori sehat. Dengan demikian, pendekatan EWS dinilai lebih mampu memberikan gambaran kondisi keuangan perusahaan secara lebih komprehensif dibandingkan penggunaan RBC saja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi regulator dan manajemen perusahaan dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan asuransi syariah secara lebih menyeluruh.
Analisis Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Dana ZIS pada Lembaga Amil Zakat (LAZISMU) KL Wiradesa Tahun 2024 Dian Islamiyati; Ari Nugroho Cahyono; Detti Meilandri; Nia Rifanda Putri; Latifah Latifah
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.13674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi secara mendalam praktik akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana ZIS/Infak pada LAZISMU Kantor Layanan (KL) Wiradesa, berdasarkan data tahun 2024.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data Sekunder (Laporan Pentasyarufan, SOP) digunakan untuk menilai kepatuhan PSAK 109, diperkuat dengan Data Primer dari wawancara mendalam dengan pengelola inti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Akuntabilitas dan Transparansi memadai. Akuntabilitas Fidusier patuh PSAK 109 (pemisahan dana dan rekening). Good Amil Governance (GAG) ditegaskan melalui profesionalisme (evaluasi rasio Amil ketat) dan pelaporan ganda kepada LAZISMU Daerah serta publik (Muzakki, Masjid, PRM). Meskipun kinerja penghimpunan bervariasi, Akuntabilitas Kinerja tercapai karena dampak sosial program penyaluran yang nyata
Implementasi Sistem Pembayaran Digital Untuk Peningkatan Perputaran Ekonomi di Pasar Tradisional : Penelitian Made Susilawati; Detti Meilandri; Ramli Semmawi; Niken Savitri Primasari; Suryati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem pembayaran digital di pasar tradisional guna meningkatkan perputaran ekonomi pedagang serta mendorong adaptasi masyarakat terhadap transaksi non-tunai. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan, meliputi tahap identifikasi dan analisis kebutuhan, perencanaan dan perancangan program, sosialisasi program, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan terbukti mampu meningkatkan tingkat adopsi pembayaran digital di kalangan pedagang, khususnya melalui penggunaan QR Code (QRIS) dan dompet digital. Implementasi pembayaran digital membawa perubahan positif terhadap pola transaksi yang menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien, sehingga mendorong peningkatan frekuensi transaksi dan minat belanja konsumen. Dampak tersebut berkontribusi pada meningkatnya omzet penjualan serta percepatan perputaran ekonomi pedagang. Selain itu, Persepsi pedagang dan konsumen terhadap pembayaran digital juga menunjukkan respons positif, baik dari aspek kemudahan, keamanan, maupun kenyamanan.
EKONOMI SIRKULAR MELALUI GREEN INNOVATION: STUDI KASUS BUMDES KUWARIRON JAYA DESA KUWARON, GROBOGAN Detti Meilandri; Dian Islamiyati; Ari Nugroho Cahyono
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/fhhxsm44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep ekonomi sirkular melalui inovasi hijau (green innovation) yang dilakukan oleh BUMDes Kuwariron Jaya, Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Kuwariron Jaya telah berhasil mengembangkan program pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar solar dengan teknologi pirolisis yang difasilitasi oleh BRIN dan didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program ini tidak hanya mengurangi volume sampah dan meningkatkan kebersihan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat melalui sistem partisipatif dan pengelolaan kelembagaan yang transparan. Keberhasilan ini diakui oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Grobogan serta Radar Kudus sebagai model inovasi hijau tingkat desa. Hasil penelitian menegaskan bahwa penerapan ekonomi sirkular di tingkat pedesaan mampu membentuk sistem ekonomi lokal yang mandiri, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.