Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Dalam Perspektif Viktimologi Al Fariq, Damar; Gustian, Evan; Ramadhan, Randi Putra; Cholif, Rusma Renal; Sitepu, Sudirman; Lestarika, Dwi Putri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16048

Abstract

Tindak pidana pembunuhan berencana merupakan bentuk pelanggaran hak hidup yang paling serius dalam sistem hukum pidana. Kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada tahun 2022 menjadi perhatian nasional karena melibatkan aparat penegak hukum serta memunculkan persoalan perlindungan terhadap korban dan keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pembunuhan berencana dalam hukum positif Indonesia serta mengkaji kasus tersebut dalam perspektif viktimologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif perlindungan korban telah diatur dalam KUHP, KUHAP, dan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Namun dalam praktiknya masih terdapat potensi viktimisasi sekunder akibat proses awal penanganan perkara yang tidak transparan. Perspektif viktimologi menekankan pentingnya jaminan hak atas kebenaran, keadilan, dan pemulihan sebagai bagian integral dari sistem peradilan pidana yang berkeadilan.
Perbandingan Hukum Pidana Konvensional dan Hukum Pidana Digital dalam Mengatur Kejahatan Berbasis Kecerdasan Buatan di Indonesia Saputra, Muhamad Reyhan Saputra; Rofiq, Muhammad; Putra, Habib Dwi; Cholif, Rusma Renal; Suherman, Asep
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 3 No. 2 (2026): Januari-Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/fhnqvz37

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) technology has serious implications for the legal order, particularly criminal law. Crimes involving AI systems whether as tools, subjects, or autonomous actors pose new challenges that cannot be adequately addressed by conventional criminal law. This study aims to analyze the comparison between conventional criminal law and digital criminal law in regulating AI-based crimes in Indonesia. The research method used is normative juridical with comparative and conceptual approaches. The results show that conventional criminal law has fundamental limitations in terms of legal subjects, causality, and criminal liability when dealing with AI systems. Digital criminal law as represented by the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE) has also not comprehensively accommodated AI-based crimes. Indonesia needs special regulations (lex specialis) that place artificial intelligence as a separate object of regulation within the national criminal law system.