Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDAYAGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF: PROGRAM DAN IMPLEMENTASI LEMBAGA AMIL ZAKAT DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Wahyu Rizky Parmanda; Sarwan; Muhammad Fauzi
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v10i1.1791

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program dan impelementasi pendayagunaan zakat produktif LAZnas PHR South Area terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh LAZnas PHR South Area dalam mengimplementasikan program pendayagunaan zakat produktif terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif analisis. Teknik dalam menentukan informan menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Manager Operasional LAZnas PHR, Supervisor, Fasilitator Program dan Mustahik. Proses menganalisa data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, program-program LAZnas PHR lebih dominan dalam program produktif daripada program konsumtif. Program ekonomi produktif dan sarana air bersih dilakukan melalui pendampingan dan pembinaan kelompok usaha. Kendala yang dihadapi adalah tingkat mental kewirausahaan mustahik yang rendah dan kemampuan fasilitator lapangan dalam memberikan pembinaan. Kata Kunci: Program, Implementasi, Zakat Produktif, Kesejahteraan Masyarakat Abstract This research aims to determine the program and implementation of the productive zakat utilization of LAZnas PHR South Area towards the welfare of the community in Riau Province. This research also aims to determine the obstacles faced by LAZnas PHR South Area in implementing a productive zakat utilization program for community welfare in Riau Province. The method used in this research is a qualitative research method with a descriptive analysis research approach. The technique for determining informants uses purposive and snowball sampling techniques. The informants in this research consisted of the LAZnas PHR Operations Manager, Supervisor, Program Facilitator and Mustahik. The process of analyzing data is carried out through observation, interviews and documentation. The research results show that LAZnas PHR programs are more dominant in productive programs than in consumptive programs. Productive economic programs and clean water facilities are carried out through mentoring and coaching business groups. The obstacles faced were the mustahik's low entrepreneurial mental level and the ability of field facilitators to provide guidance. Keywords: Program, Implementation, Productive Zakat, Community Welfare
Dinamika Cultural Lag Penggunaan Generative Artificial Intelegence (GenAI) dalam Pembelajaran (Studi Kasus: Mahasiswa Baru Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UINSU Tahun Ajaran 2025/2026) Syahrani, Hilda; Parmanda, Wahyu Rizky; Hutasuhut, Ikhwan Kurnia; Sugiharto; Permana, Sendi
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/icodev.v7i1.15701

Abstract

Penggunaan Generative Artificial Intelegence (GenAI) dalam pembelajaran dapat mempermudah sekaligus menghadirkan tantangan terhadap perubahan budaya belajar di Perguruan Tinggi. GenAI dapat menggeser pola lama terutama dalam proses penyelesaian tugas perkuliahan, disisi lain terdapat ketegangan yang meningkat terkait batasan penggunaan GenAI yang belum sepenuhnya menjadi perhatian bagi mahasiswa baru. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dinamika Cultural Lag penggunaan GenAI dalam pembelajaran bagi mahasiswa baru Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UINSU Tahun Ajaran 2025/2026. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, serta teknik analisis yakni analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Seluruh mahasiswa pernah menggunakan GenAI sebagai alat bantu dalam mengerjakan tugas, (2) Kecenderungan pilihan tools GenAI yang digunakan mahasiswa secara berurut yakni ChatGPT, MetaAI, dan BlackboxAI, (3) Sebagian besar mahasiswa setuju untuk diperbolehkan mengerjakan tugas dengan bantuan GenAI, dan (4) Seluruh mahasiswa tidak mengetahui bahwa terdapat etika akademik penggunaan tools GenAI, terutama deklarasi tertulis cakupan penggunaan GenAI. Berdasarkan temuan penelitian maka rekomendasi yang dapat dikemukakan yakni perlunya panduan terkait pemanfaatan GenAI yang sesuai dengan situasi akademik, terutama pada level Prodi dengan harapan agar mahasiswa baru lebih melek terkait batasan penggunaan dan mencantumkan deklarasi penggunaan GenAI pada setiap halaman akhir dokumen tugas mereka.
THE RELATIONSHIP BETWEEN RELIGIOUS UNDERSTANDING AND WASTE MANAGEMENT BEHAVIOR AMONG MUSLIM COMMUNITIES IN MEDAN Ikhwan Kurnia Hutasuhut; Khatibah; Wahyu Rizky Parmanda; Hilda Syahrani
TASAMUH : Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 24 No. 1 (2026): Innovative Da'wah for Sustainable Muslim Societies
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tasamuh.v24i1.14110

Abstract

This study examines the relationship between religious understanding and waste management behavior among Muslim communities in Medan City. Using a qualitative case study in Medan Tembung District, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving religious leaders, academics, government officials, waste-bank managers, and residents. The findings show that the community generally understands environmental care as part of Islamic teaching: cleanliness is associated with faith, environmental protection with religious obligation, and humans with khalifah fil ardh entrusted to maintain ecological balance. However, this understanding has not been fully reflected in daily practice. Waste segregation remains limited, improper disposal persists, and participation in community-based waste management is weak. This gap is shaped by entrenched habits, limited facilities, weak institutional support, and insufficient internalization of ecological values. Strengthening eco-religious literacy and collaboration among religious institutions, government, and local communities is therefore essential.
Dari Bantuan Sosial Menuju Pemberdayaan: Model Intervensi Sosial Terpadu dalam Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran Wahyu Rizky Parmanda; Hilda Syahrani; Ikhwan Kurnia Hutasuhut
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 8, No 2 (2026): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v8i2.20701

Abstract

Kemiskinan dan pengangguran merupakan masalah sosial yang saling berkaitan dan memengaruhi kesejahteraan ekonomi, sosial, serta psikologis masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kemiskinan dan pengangguran serta merumuskan model intervensi sosial terpadu yang menghubungkan perlindungan sosial dengan pemberdayaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui Secondary Qualitative Data Analysis (SQDA) terhadap tiga studi kasus di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Data dianalisis menggunakan open coding, analisis tematik, dan cross-case analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan dipengaruhi oleh ketidakstabilan pendapatan, pekerjaan informal, dan beban tanggungan keluarga, sedangkan pengangguran dipengaruhi oleh keterbatasan kesempatan kerja, ketidaksesuaian keterampilan, minimnya pengalaman kerja, dan hambatan usia. Program Keluarga Harapan membantu pemenuhan kebutuhan dasar keluarga, tetapi belum sepenuhnya mendorong kemandirian ekonomi. Penelitian ini menghasilkan Model Intervensi Sosial Terpadu yang mencakup perlindungan dasar, peningkatan kapasitas, penghubung kerja, pemberdayaan ekonomi, dan dukungan psikososial sebagai strategi penanganan kemiskinan dan pengangguran yang berkelanjutan.
MUSLIM COMMUNITY OPINION ON THE FREE NUTRITIOUS MEAL PROGRAM AS A SOCIAL WELFARE POLICY: A STUDY IN SEI SENTOSA VILLAGE, LABUHANBATU REGENCY Selasih, Dian; Khatibah, Khatibah; Parmanda, Wahyu Rizky
Jurnal Al-Ijtimaiyyah Vol. 12 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v12i2.35431

Abstract

This study examines public opinion within a Muslim community regarding the Free Nutritious Meal Program (Program Makan Bergizi Gratis/MBG) as a government social welfare policy in Sei Sentosa Village, Panai Hulu District, Labuhanbatu Regency. Situated within the framework of Islamic community development and social welfare, the study explores community experiences, perceptions, and responses toward the program's implementation. A qualitative method with a phenomenological approach was employed. Data were collected through in-depth interviews with seven informants comprising a program coordinator, a village secretary, a teacher, two parents, and two students as program beneficiaries, complemented by field observation and documentation. The findings indicate that community opinion toward the MBG Program is generally positive. The program is perceived as effective in fulfilling students' nutritional needs, improving learning concentration and motivation, and providing economic relief for families by reducing household expenditure. The program also contributes to improving community welfare, particularly in health and education — two dimensions closely aligned with Islamic values of human dignity (karamah) and collective well-being (maslahah). However, implementation challenges remain, including delays in food distribution, limited menu variation, and inconsistent food quality. Public opinion manifests not only as support but also as constructive social critique reflecting the community's role as active participants in policy governance. This study concludes that the success of the MBG Program is strongly influenced by implementation effectiveness, service quality, and program socialization, and recommends continuous evaluation to optimize its social welfare outcomes.