Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

User Readiness and Digital Bureaucratic Transformation in Local Government: Evidence from SRIKANDI Adoption in Surakarta City Ni’mah, Fahmi Ulin; Kartikasari, Hanum; Khadija, Mutiara Auliya; Jayanti, Ida Setya Dwi
Journal of Local Government Issues Vol. 9 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/logos.v9i1.42671

Abstract

This study examines civil servants’ readiness to adopt the SRIKANDI digital archival system within the Surakarta City government as part of broader efforts toward digital bureaucratic transformation in local government administration. The research applies the Technology Readiness Index (TRI) framework to analyze how psychological factors influence users’ intention to utilize the system. TRI conceptualizes technological readiness through four dimensions: optimism, innovativeness, discomfort, and insecurity. A quantitative approach was employed using purposive sampling, involving 105 civil servants responsible for archival management across local government organizations, technical units, and district offices in Surakarta City. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that optimism and innovativeness significantly increase civil servants’ intention to use the SRIKANDI system, while discomfort and insecurity negatively influence adoption. Among these factors, insecurity demonstrates the strongest influence, suggesting that trust and perceived technological risks play a critical role in shaping digital system adoption within bureaucratic environments. These findings highlight that the successful implementation of digital archival systems in local government institutions is not solely determined by technological infrastructure but also by the psychological readiness of civil servants and the organizational context in which they operate. From a policy perspective, local governments need to complement technological innovation with capacity-building programs, user support mechanisms, and trust-building strategies to ensure the effective adoption of digital governance systems. This study contributes to the literature on e-government and digital bureaucracy by providing empirical evidence on how technological readiness shapes digital transformation within local government organizations.
Transformasi Digital Keuangan UMKM Batik Masaran dalam Mendukung Pencapaian SDGs Setya Dwi Jayanti, Ida; Dirgatama, Chairul Huda Atma; Ibad, Irsyadul; Kusumawardhani, Arinta; Khadija, Mutiara Auliya; Kartikasari,, Hanum; Ni’mah, Fahmi Ulin
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.106564

Abstract

UMKM Batik Masaran di Desa Pilang, Sragen merupakan sentra produksi batik yang memiliki potensi ekonomi dan budaya tinggi, namun masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan usaha. Mayoritas pelaku usaha mencatat transaksi secara manual, tidak memiliki laporan keuangan yang terstruktur, serta belum memanfaatkan teknologi digital dalam pencatatan dan evaluasi keuangan. Rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya keterampilan digital menjadi hambatan dalam meningkatkan daya saing dan mengakses pembiayaan. Pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pencatatan keuangan UMKM melalui digitalisasi berbasis aplikasi SIAPIK. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yang dilaksanakan dalam empat tahap: penyuluhan manajemen keuangan, pelatihan penggunaan aplikasi SIAPIK, pendampingan implementasi, dan evaluasi hasil. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 2,25 menjadi 4,08 (skala 1–5), dengan indikator tertinggi pada penggunaan aplikasi dan penerapan disiplin keuangan. Refleksi peserta memperkuat temuan bahwa program ini mendorong perubahan perilaku ke arah pengelolaan usaha yang lebih tertib, transparan, dan profesional. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi keuangan berbasis pelatihan aplikatif dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan UMKM, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.