Nur Athiyyah Fadhilah
Universitas Negeri Makassar

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Artificial Intelligence in Higher Education: A Systematic Review of Its Impact on Student Learning Nurfauziah; Dian Atmasani; A. Muzawwirah Patawari; Nur Athiyyah Fadhilah; Husna Saleh
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 2, May (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i2.8311

Abstract

The development of digital technology has made artificial intelligence an integral part of higher education. While its use by university students provides many benefits in supporting academic activities, there are also concerns about its negative impact, especially in relation to academic integrity, dependability, and critical thinking skills. This research aims to identify the positive and negative impacts of the use of artificial intelligence by university students as well as the challenges faced in the context of higher education. The method used was Systematic Literature Review with the PRISMA approach. The total population of articles obtained was 200 articles. Scientific articles were sourced from the Scopus database published between 2022 and 2025. Articles were screened based on inclusion and exclusion criteria and assessed using the CASP (Critical Appraisal Skills Programme) approach, resulting in 19 articles that could be analysed. The results showed that artificial intelligence can improve learning efficiency, strengthen concept understanding, and support student creativity and problem solving. However, there are serious risks such as plagiarism, dissemination of inaccurate information, and decreased motivation to learn independently. Lack of regulation and digital literacy are factors that exacerbate these negative impacts. Therefore, it is important for higher education institutions to urgently create policies for the ethical use of artificial intelligence and provide comprehensive digital literacy training to students. This research provides a scientific basis for policy makers to optimise the benefits of artificial intelligence while mitigating the risks of its use in academia.
PERAN JARINGAN 5G DALAM MENDUKUNG IOT DI BIDANG INDUSTRI Nurfauziah; Dian Atmasani; A. Muzawwirah Patawari; Nur Athiyyah Fadhilah
Jurnal Media Elektronika Vol. 1 No. 1: April 2025
Publisher : Jurnal Media Elektronika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peran strategis jaringan 5G dalam mendukung implementasi Internet of Things (IoT) pada sektor industri melalui pendekatan studi literatur. Jaringan 5G dinilai krusial karena menawarkan kecepatan tinggi, latensi sangat rendah, dan konektivitas masif yang dibutuhkan oleh sistem industri berbasis IoT. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan tidak hanya bergantung pada performa jaringan, tetapi juga ditentukan oleh desain antarmuka perangkat keras, efisiensi protokol komunikasi adaptif, serta pemanfaatan edge computing. Inovasi seperti task caching dan protokol ReFlexUp terbukti mampu meningkatkan efisiensi energi, mengurangi latensi, dan memperkuat keamanan sistem. Bukti empiris dari perusahaan seperti Siemens dan BMW menunjukkan bahwa integrasi 5G dan edge computing memberikan manfaat nyata berupa peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Tantangan utama dalam penerapan mencakup latensi akibat komunikasi SoC-modem, kebutuhan standarisasi, dan risiko keamanan siber. Di sisi lain, pendekatan keamanan terdistribusi berbasis edge serta standarisasi dari lembaga seperti 3GPP dan ETSI memperkuat keandalan sistem. Dengan demikian, integrasi 5G, edge computing, dan IoT dalam sistem industri tidak hanya penting untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, tetapi juga menjadi landasan menuju transformasi digital industri yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan multidisipliner dalam pengembangan sistem dan protokol, serta pengujian lebih lanjut terhadap performa 5G dalam konteks industri yang beragam.
PELATIHAN INTERNET OF THINGS (IOT) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DIGITAL MAHASISWA DI ERA SOCIETY 5.0 A. Muzawwirah Patawari; Nurfauziah; Dian Atmasani; Nur Athiyyah Fadhilah; Indra Sukma
Journal of Engineering Service and Innovation Volume 1, Issue 2 (Februari) 2026
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang teknologi cerdas, salah satunya Internet of Things (IoT). IoT menjadi salah satu teknologi penting yang mendukung transformasi digital pada berbagai sektor seperti pendidikan, industri, kesehatan, dan smart environment. Namun, sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami implementasi IoT secara praktis, khususnya dalam integrasi sensor, mikrokontroler, jaringan internet, dan monitoring data berbasis cloud. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital mahasiswa melalui pelatihan Internet of Things (IoT). Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode praktik langsung dan project-based learning yang terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan, dan pendampingan. Materi pelatihan meliputi pengenalan konsep IoT, penggunaan sensor dan mikrokontroler ESP32/ESP8266, integrasi platform monitoring berbasis cloud, serta pengembangan prototype smart system sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami konsep dasar IoT dan berhasil membuat prototype monitoring berbasis IoT yang dapat menampilkan data sensor secara real-time melalui internet. Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan problem solving mahasiswa. Dengan demikian, pelatihan IoT menjadi salah satu upaya efektif dalam meningkatkan kualitas kompetensi digital mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan transformasi teknologi di era Society 5.0.
Program Pelatihan Dasar Pemrograman Python untuk Meningkatkan Inovasi Digital di SMKS Islam Pesantren Alam Indonesia Dary Mochamad Rifqie; Putri Ida Sunaryathy Samad; Muh. Ma’ruf Idris; Nur Athiyyah Fadhilah; Sudarmanto Jayanegara
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (Oktober 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut generasi muda memiliki kompetensi literasi teknologi, termasuk kemampuan dasar pemrograman sebagai fondasi inovasi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi pemrograman siswa SMKS Islam Pesantren Alam Indonesia melalui pelatihan dasar bahasa Python. Sebelum pelatihan, tingkat pemahaman peserta masih rendah, ditunjukkan oleh nilai pre-test dengan rata-rata 43,2 dan tidak ada siswa yang mencapai skor ≥ 70. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan, pendampingan, dan evaluasi, terjadi peningkatan signifikan. Rata-rata post-test meningkat menjadi 81,6 dengan 84% siswa mencapai nilai ≥ 70, serta tidak ditemukan lagi peserta dengan skor < 40. Selain peningkatan kognitif, pelatihan ini juga mendorong aspek afektif: 80% peserta merasa lebih percaya diri dan 68% menyatakan minat untuk membuat proyek digital sederhana. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan dasar Python efektif dalam meningkatkan kompetensi pemrograman serta memperkuat budaya inovasi digital di lingkungan sekolah berbasis pesantren.
INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN VOKASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABAD 21 A. Muzawwirah Patawari; Nur Athiyyah Fadhilah
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 11 No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6536/ckk1xt61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaranvokasi terhadap peningkatan keterampilan abad 21 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Keterampilan abad21 yang dikaji meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi yang menjadikompetensi esensial dalam menghadapi dinamika dunia kerja modern berbasis teknologi digital. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex-post facto dan desain survei untuk memperoleh gambaran empiris hubungan antara variabel yang diteliti. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan yang telah memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan keterampilan abad 21 siswa. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji t yang menunjukkan nilai t hitung sebesar 5,821 lebih besar dibandingkan t tabel sebesar 2,000, sehingga hipotesis penelitian diterima. Selain itu, nilai koefisien determinasi sebesar 0,49 menunjukkan bahwa penggunaan AI memberikan kontribusi sebesar 49% terhadap peningkatan keterampilan abad 21 siswa, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, integrasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran vokasi dapat menjadi strategi inovatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta mempersiapkan siswa SMK agar lebih adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.
Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Kompetensi Praktikum Sensor dan Transduser Ditinjau dari Kreativitas, Motivasi Belajar, dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Nur Athiyyah Fadhilah; A.Muzawwirah Patawari
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 11 No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6536/zg0dqe05

Abstract

This study aims to determine the effect of the Project Based Learning (PjBL) model on students’ practical competencies in sensors and transducers practicum. The study employed a quantitative approach using an ex post facto method. The independent variables consisted of project planning (X1), team collaboration (X2), and project creativity (X3), while the dependent variable was students’ practical competence in sensors and transducers (Y). The research subjects were 20 students from the Vocational Mechatronics Education Study Program. Data collection techniques included observation, score documentation, and project assessment rubrics. Data analysis was conducted using descriptive statistics and multiple linear regression analysis. The results showed that the Project Based Learning model had a positive effect on students’ practical competence in sensors and transducers. The average posttest score increased significantly compared to the pretest score, with an average pretest score of 49.35 and a posttest score of 92.67. The project creativity variable was found to have the most dominant influence on students’ practical competence. Simultaneous testing indicated a significance value of 0.000 < 0.05, meaning that all independent variables significantly affected students’ practical competence in sensors and transducers. The implementation of PjBL was able to improve practical skills, collaboration, problem-solving abilities, and students’ skills in utilizing Arduino and ESP32-based sensors.