Dian Atmasani
Universitas Negeri Makassar

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Correlation Between Digital Simulation Learning, Basic Programming, Mathematics and Students’ Knowledge: Optimizing Students’ Skill Program for Learning Results Muhammad Farid; Muhammad Yahya; Dian Atmasani
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 7 Number 3 December 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v7i3.24538

Abstract

The study aims to investigate students learning results of Mathematics, Digital Simulation, and Basic Programming subjects in Vocational High School 7 Takalar and to identify the correlation between students’ learning results on Mathematics and Digital Simulation Subjects and Basic Programming Subject. The research method was ex-post facto. The number of population was 210 and the samples were 63. Data were collected using documentation and test. Hypotheses were tested after performing Prerequisite Test. Results of the study show that: (1) students’ learning results in Mathematics were in the Good category. (2) students’ learning results in Digital Simulation were in the Good category. (3) students’ learning results in Basic Programming were in the Good category. (4) there is a strong correlation between students’ learning results in Mathematics and Basic Programming. (5) there is a strong correlation between students’ learning results in Digital Simulation and Basic Programming, (6) There is a Correlation between students’ learning results on Mathematics and Digital Simulation subjects and Basic Programming subject
Evaluasi Kemampuan Profesional Mahasiswa Calon Guru Informatika Melalui Praktik Pengalaman Lapangan Maya Sari Wahyuni; Muh. Isbar Pratama; Nurul Mukhlisah Abdal; Dian Atmasani
Information Technology Education Journal Vol. 3, No. 3, September (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan profesional mahasiswa calon guru informatika melalui Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Masalah yang ingin diselesaikan adalah bagaimana hasil kemampuan profesional mahasiswa setelah mengikuti PPL, dengan fokus pada empat aspek utama: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan sikap profesionalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 50 mahasiswa dari total populasi 200 mahasiswa PPG Prajabatan Program Studi Informatika di Universitas Negeri Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran berada dalam kategori baik, dengan skor rata-rata masing-masing 4.28, 4.12, dan 4.14. Aspek sikap profesionalisme mencatatkan skor tertinggi dengan rata-rata 4.54, menunjukkan komitmen tinggi mahasiswa dalam menjaga etika profesional. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan, mahasiswa telah menunjukkan kompetensi yang baik dalam aspek-aspek tersebut, namun perlu penguatan dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan evaluasi berbasis kompetensi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum dan peningkatan kualitas pendidikan calon guru informatika di Indonesia.
Artificial Intelligence in Higher Education: A Systematic Review of Its Impact on Student Learning Nurfauziah; Dian Atmasani; A. Muzawwirah Patawari; Nur Athiyyah Fadhilah; Husna Saleh
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 2, May (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i2.8311

Abstract

The development of digital technology has made artificial intelligence an integral part of higher education. While its use by university students provides many benefits in supporting academic activities, there are also concerns about its negative impact, especially in relation to academic integrity, dependability, and critical thinking skills. This research aims to identify the positive and negative impacts of the use of artificial intelligence by university students as well as the challenges faced in the context of higher education. The method used was Systematic Literature Review with the PRISMA approach. The total population of articles obtained was 200 articles. Scientific articles were sourced from the Scopus database published between 2022 and 2025. Articles were screened based on inclusion and exclusion criteria and assessed using the CASP (Critical Appraisal Skills Programme) approach, resulting in 19 articles that could be analysed. The results showed that artificial intelligence can improve learning efficiency, strengthen concept understanding, and support student creativity and problem solving. However, there are serious risks such as plagiarism, dissemination of inaccurate information, and decreased motivation to learn independently. Lack of regulation and digital literacy are factors that exacerbate these negative impacts. Therefore, it is important for higher education institutions to urgently create policies for the ethical use of artificial intelligence and provide comprehensive digital literacy training to students. This research provides a scientific basis for policy makers to optimise the benefits of artificial intelligence while mitigating the risks of its use in academia.
The Effectiveness of Kahoot! in Increasing Student Participation and Learning Outcomes in Higher Education Dian Atmasani; Sutarsi Suhaeb; Nurfauziah; Nur Syamsinar Munir
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 2, May (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i2.8393

Abstract

The transformation of learning in the digital age encourages the use of interactive media that can increase student engagement and academic achievement. One such medium is Kahoot!, a game-based learning platform designed to facilitate active participation. This study aims to analyze the effect of using Kahoot! on student active participation and learning outcomes. The study was conducted using a quantitative correlational approach, employing multiple linear regression analysis to measure the relationship between the independent variable and the two dependent variables, both partially and simultaneously. The research sample consisted of 60 students from the Electronics Engineering Education Program at the University of Makassar during the spring semester of 2024/2025. The instrument used was a validated closed-ended Likert-scale questionnaire, with reliability tested using Cronbach’s Alpha. The results of the study indicate that the use of Kahoot! significantly influences active participation and student learning outcomes, both partially and simultaneously, contributing 49.4% to both variables. The main contribution of this study is to provide the latest empirical evidence on the effectiveness of integrating gamification technology in higher education in Indonesia, as well as demonstrating that Kahoot! can serve as an innovative strategy in designing more interactive, competitive, and adaptive learning experiences to address the challenges of the digital age.
PERAN JARINGAN 5G DALAM MENDUKUNG IOT DI BIDANG INDUSTRI Nurfauziah; Dian Atmasani; A. Muzawwirah Patawari; Nur Athiyyah Fadhilah
Jurnal Media Elektronika Vol. 1 No. 1: April 2025
Publisher : Jurnal Media Elektronika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peran strategis jaringan 5G dalam mendukung implementasi Internet of Things (IoT) pada sektor industri melalui pendekatan studi literatur. Jaringan 5G dinilai krusial karena menawarkan kecepatan tinggi, latensi sangat rendah, dan konektivitas masif yang dibutuhkan oleh sistem industri berbasis IoT. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan tidak hanya bergantung pada performa jaringan, tetapi juga ditentukan oleh desain antarmuka perangkat keras, efisiensi protokol komunikasi adaptif, serta pemanfaatan edge computing. Inovasi seperti task caching dan protokol ReFlexUp terbukti mampu meningkatkan efisiensi energi, mengurangi latensi, dan memperkuat keamanan sistem. Bukti empiris dari perusahaan seperti Siemens dan BMW menunjukkan bahwa integrasi 5G dan edge computing memberikan manfaat nyata berupa peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Tantangan utama dalam penerapan mencakup latensi akibat komunikasi SoC-modem, kebutuhan standarisasi, dan risiko keamanan siber. Di sisi lain, pendekatan keamanan terdistribusi berbasis edge serta standarisasi dari lembaga seperti 3GPP dan ETSI memperkuat keandalan sistem. Dengan demikian, integrasi 5G, edge computing, dan IoT dalam sistem industri tidak hanya penting untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, tetapi juga menjadi landasan menuju transformasi digital industri yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan multidisipliner dalam pengembangan sistem dan protokol, serta pengujian lebih lanjut terhadap performa 5G dalam konteks industri yang beragam.
PERAN ELEKTRONIKA DALAM TRANSFORMASI DIGITAL INDUSTRI MANUFAKTUR Dian Atmasani
Jurnal Media Elektronika Vol. 1 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Jurnal Media Elektronika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital industri manufaktur menghadirkan perubahan fundamental dari sistem mekanik konvensional menuju arsitektur produksi berbasis siber-fisik yang terintegrasi. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa teknologi elektronika berperan sebagai fondasi utama dalam proses digitalisasi, dimulai dari sistem kendali otomatis melalui PLC, mikrokontroler, dan embedded system yang memungkinkan sinkronisasi proses produksi berbasis algoritma industri secara presisi. Pemanfaatan sensor elektronik memungkinkan pengumpulan data operasional secara real-time untuk pemantauan, deteksi kerusakan dini, dan pengambilan keputusan berbasis data tanpa intervensi manual. Integrasi dengan IIoT, edge computing, digital twin, dan algoritma kecerdasan buatan memperkuat kapabilitas sistem dalam pengendalian adaptif, optimasi proses, serta prediksi kegagalan mesin sebelum terjadi downtime. Studi terdahulu juga menunjukkan peningkatan efisiensi energi dan kualitas produksi sebagai dampak implementasi teknologi elektronika modern. Meski demikian, keberhasilan transformasi digital dipengaruhi oleh kesiapan perangkat elektronik, kompatibilitas dengan sistem lama, keamanan siber, dan kompetensi sumber daya manusia dalam teknologi elektronika industri. Secara keseluruhan, elektronika tidak hanya berperan sebagai perangkat kendali tetapi juga sebagai penghubung utama antara sistem fisik dan digital, memungkinkan penerapan produksi berbasis data, optimasi berkelanjutan, serta adaptasi proses secara mandiri. Dengan demikian, elektronika menjadi katalis strategis menuju era Industry 5.0 yang menekankan kolaborasi manusia–mesin, kecerdasan adaptif, dan keberlanjutan operasional.
PERAN INTERNET OF THINGS (IOT) TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS SISTEM PRODUKSI INDUSTRI DALAM ERA INDUSTRI 4.0 Dian Atmasani
Jurnal Media Elektronika Vol. 1 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Jurnal Media Elektronika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Internet of Things (IoT) telah menjadi pendorong utama transformasi sistem produksi dalam era Industri 4.0, terutama melalui kemampuan konektivitas real time, integrasi sensor, serta otomatisasi adaptif yang memperkuat fleksibilitas operasional. Kajian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif kontribusi IoT terhadap peningkatan fleksibilitas sistem produksi industri melalui metode literature review terhadap publikasi ilmiah terindeks bereputasi periode 2019–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa IoT meningkatkan fleksibilitas produksi melalui pemantauan proses secara real time, reconfigurable manufacturing systems, optimasi kontrol kualitas, integrasi supply chain, serta manajemen energi adaptif. IoT juga memperluas kemampuan sistem produksi melalui predictive maintenance, digital twin, traceability, dan smart scheduling yang memungkinkan penyesuaian proses berdasarkan kondisi aktual. Temuan ini menegaskan bahwa IoT tidak hanya berfungsi sebagai teknologi pendukung, tetapi sebagai komponen strategis dalam membangun ekosistem produksi cerdas yang responsif terhadap dinamika pasar, variasi produk, dan ketidakpastian operasional. Selain itu, hasil studi menekankan pentingnya integrasi IoT dengan teknologi emerging seperti AI, machine learning, serta cyber-physical systems untuk memperkuat fleksibilitas industri lintas skala. Kajian ini memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi pengembangan penelitian lanjutan maupun implementasi IoT pada berbagai sektor manufaktur modern.
PELATIHAN PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN DATA MAHASISWA BERBASIS AI MENGGUNAKAN GOOGLE APPS SCRIPT BAGI MAHASISWA Nurfauziah; Dian Atmasani; Nur Athiyyah Fadhillah; A. Muzawwirah Patawaria; Indra Sukma
Journal of Engineering Service and Innovation Volume 1, Issue 2 (Februari) 2026
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology and artificial intelligence (AI) has prompted higher education institutions to enhance their students' competencies in the development of applications and the management of information systems based on intelligent technology. However, some students of the Electronics Engineering and Information Technology Department still find it difficult to understand the practical implementation of programming and web application development. Therefore, the purpose of this community service activity is to enhance students' ability to develop web applications for managing student data based on AI. The activity is carried out through a practical training method and project-based learning, consisting of a preparation stage, implementation stage, and mentoring stage. The training programme covers web application development, database management, implementation of student data management system features, and the use of AI in application development. The results of the activity show that participants were able to understand the basic concepts of web application development and successfully developed an AI-based student data management system application with login, student data management, search, edit, delete and report features. In addition to improving technical skills, the training programme also increased the students' motivation to learn, their logical thinking abilities, their creativity, and their problem-solving skills. Therefore, this training activity can be an effective way to support the improvement of the quality of human resources in the field of higher vocational education and training, so that they are better prepared to face the challenges of digital technology and AI-based industry.
PELATIHAN INTERNET OF THINGS (IOT) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DIGITAL MAHASISWA DI ERA SOCIETY 5.0 A. Muzawwirah Patawari; Nurfauziah; Dian Atmasani; Nur Athiyyah Fadhilah; Indra Sukma
Journal of Engineering Service and Innovation Volume 1, Issue 2 (Februari) 2026
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang teknologi cerdas, salah satunya Internet of Things (IoT). IoT menjadi salah satu teknologi penting yang mendukung transformasi digital pada berbagai sektor seperti pendidikan, industri, kesehatan, dan smart environment. Namun, sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami implementasi IoT secara praktis, khususnya dalam integrasi sensor, mikrokontroler, jaringan internet, dan monitoring data berbasis cloud. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital mahasiswa melalui pelatihan Internet of Things (IoT). Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode praktik langsung dan project-based learning yang terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan, dan pendampingan. Materi pelatihan meliputi pengenalan konsep IoT, penggunaan sensor dan mikrokontroler ESP32/ESP8266, integrasi platform monitoring berbasis cloud, serta pengembangan prototype smart system sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami konsep dasar IoT dan berhasil membuat prototype monitoring berbasis IoT yang dapat menampilkan data sensor secara real-time melalui internet. Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan problem solving mahasiswa. Dengan demikian, pelatihan IoT menjadi salah satu upaya efektif dalam meningkatkan kualitas kompetensi digital mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan transformasi teknologi di era Society 5.0.