Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA MENGHADAPI PERSALINAN DI PMB “O” KOTA BENGKULU PUTRI YULIA ADRIANINGSIH; SRI MULYATI; ADE ZAYU CEMPAKA SARI
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v13i2.10375

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan pada kehamilan umumnya terjadi pada trimester III kehamilan, dipicu oleh perubahan fisik dan psikologis serta kekhawatiran terkait persalinan dan kesehatan janin. Data kecemasan di Indonesia menunjukkan sebanyak 43,8% sampai 59% ibu hamil primigravida memiliki tingkat kecemasan sedang. Dampak buruk dari kecemasan mengakibatkan kontraksi rahim, peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan perkembangan preeklamsi pada kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor (usia, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan) dengan tingkat kecemasan ibu primigravida ketika menghadapi persalinan di PMB “O” kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain studi crossectional. Sebanyak 74 ibu primigravida TM 3 yang ikut pemeriksaan antenatal care (ANC) di PMB “O” Kota Bengkulu yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan 23% responden mengalami kecemasan berat dan 30% mengalami kecemasan sedang. Hasil bivariat menunjukkan bahwa ibu primigravida pada usia <20 dan >35 tahun sebanyak 20% memiIiki tingkat kecemasan berat. Pada usia 20-35 tahun sebanyak 46% tidak cemas dan cemas ringan. Hasil uji statistik didapatkan p.value 0,000. Primigravida berpendidikan rendah 11% memiliki tingkat kecemasan berat. Pada tingkat pendidikan tinggi 34% tidak cemas dan cemas ringan, dengan p.value 0,241. Primigravida dengan pengetahuan kurang 8% memiliki tingkat kecemasan yang bera, pengetahuan baik 11% memiliki tingkat kecemasan sedang dan pengetahuan cukup 35% berada di kategori tidak cemas dan cemas ringan, p value sebesar 0,021. Kesimpulan: Sebagai upaya preventif terhadap risiko kecemasan maka pemberian informasi (penyuluhan) kesehatan mengenai kehamilan dan utamakan kepada ibu primigravida, dan dapat dijadikan sebagai acuan dasar bagi instansi kesehatan agar lebih memperhatikan aspek psikologis ibu primigravida.
Penyuluhan Kepada Anak Sekolah Terkait Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Bengkulu Tahun 2025 Ade Zayu Cempaka Sari; Reny Suryanti; Rina Rina; Rolita Efriani; Ade Febryanti; Dira Irnameria; Reysa Pradifta
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/br5jyw39

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a crucial effort in preventing disease and improving quality of life. Elementary school children are vulnerable to various diseases due to a lack of awareness regarding personal hygiene and health practices. This community service activity aimed to increase the knowledge of 5th-grade students at MIN 1 Bengkulu City through PHBS education. The methods included pretests, lectures using PowerPoint and demonstrations, and posttests to assess knowledge improvement. Data analysis using the Chi-Square test showed a significant increase in knowledge (p=0.001), indicating a meaningful difference before and after education. These findings demonstrate that PHBS education effectively improves students’ understanding of maintaining cleanliness and personal health. This activity is expected to foster sustainable healthy behaviors in school and family environments
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri dalam Menghadapi Menarche Ade Zayu Cempaka Sari; Rolita Efriani; Yuniarti
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.823

Abstract

Background: Menarche, or the first menstrual experience, is one of the most significant events in early adolescence. Many adolescent girls experience shock and confusion during their first menstruation, largely due to limited knowledge about their own physiology, particularly regarding menstruation. Insufficient understanding of reproductive health at the onset of menarche may increase the risk of anemia, unsafe sexual behaviors, unintended pregnancy, unsafe abortion, and sexually transmitted infections (STIs), including HIV/AIDS. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design and was conducted at MIN 1 Bengkulu City with a total sample of 74 fifth-grade female students who had not yet experienced menarche, selected using total sampling. Results: The results showed that most respondents (55.4%) were not prepared for menarche. Bivariate analysis indicated a significant relationship between knowledge and readiness to face menarche (p-value = 0.000). However, a significant association was found between attitude and readiness to face menarche (p-value = 0.013). Conclusion: These findings are expected to serve as a reference for educational institutions to collaborate in providing education and preparation programs for students, enabling them to be better prepared for menarche and future reproductive health. Additionally, the results may serve as a basis for further research on adolescent girls’ readiness for menarche.